
di rumah Sekar mulai memilah milih mana yg akan di bawa ke pesantren dan mana yg di tinggal, ya sepulang perpisan di mamang baso Sekar dan teman teman langsung pulang,meskipun mah ada 4hari menuju keberangkatannya tidak salahnya Sekar packing dari sekarang. sampai bunyi dering telepon rumah berdering Sekar menghentikan aktivitasnya dan bergegas mengangkat telepon.
tring...tringg...tringg...
"ya hallo" sapa Sekar
"halo sayank,,,lagi di rumah ya...aku otw ke sana ya"
Brian membrodong pertanyaan sekaligus
"baiklah, ke betul ada yg mau aku sampaikan"
"apa tuh??"
"cepat lach datang nanti ku beri tahu, hati hati di jalan" tanpa menunggu jawaban dari Brian Sekar langsung menutup teleponnya?
beberapa saat kemudian Brian datang dengan membawa sekantuk bungkusan yg Sekar yakini ini isian tersebut berupa makanan
"kamu sudah datang"tanya Sekar sambil melirik ke arah bungkusan karna bau sedap dalam bungkusan tersebut mebuat Sekar yg tadinya lapar jadi bertambah lapar.
krukkk....
Brian tersenyum mendengar bunyi perut Sekar, dengan polosnya Sekar memegang perutnya dan terseyum canggung kepada Brian
"yukk makan dulu, aku bawain makanan kesukaan kamu nich"
mata Sekar langsung berbinar mendengar makanan kesukaannya segera ia membawa peralatan makan dan membuka bungkusan dan melahap isiannya.
"pelan-pelan makanya sayank ..gak ada yg mau ambil makanan kamu kok" Brian tampak geleng-geleng meliahan tingkah Sekar
"kamu tahu aku sudah lama tidak menikmati makanan ini, kamu pun sudah lama tak mengajakku makan ini, kau selalu sibuk dengan urusan mu tanpa tau keadaanku" tanpa sadar Sekar mengatakan hal yg selama ini yg ia rasakan sambil terus melahap makanan.
__ADS_1
Brian yg mendengar ocengan Sekar terteguh sesaat dan menatap lekat kepada sosok gadis yg kesepiaan.
selama ini aku telah mengabaikannya dan membuat semakin kesepian,,maafkan aku sayang, aku tau tak bisa selamanya berada di sampingmu tapi aku yakin kau seorang yg tangguh. gumam Brian dalam hati menatap Sekar yg sedang makan lahap.
"kenapa kau menatapku seperti itu, apa aku memalukan" tanya Sekar yg kebetulan melirik kearah Brian yg sedang menatapnya lekat tanpa berkedip
"hai...kau ini kenapa kenapa kau tak memakan makanan mu jangan sampai makanan mu aku yg habiskan" sambung Sekar yg menyentuk paha brian
Brian tersadar dari lamunannya
"apa aku masih menginginkannya, habiskan lach punyaku"
"kau yakin??"
"tentu...habiskan lah dan buat badanmu berisi" Brian menyodorkan bungkusan yg ia miliki padahal ia baru memakannya beberapa sendok tapi karna tak tega meliat Sekar yg masih menginginkannya
"baik trimakasih banyak sayangku" ucap Sekar dengan manis tak jarang Sekar memanggil kata sayang.
Brian beranjak dari duduknya dan menatap ke sekeliling ada dua buah kompor yg terisi tetapi belum penuh dan melihat banyak barang yg berceceran.
"ini barang siapa"
Sekar yg tengah fokus makan hanya melirik sekilas lalu kembali fokus kepada makanannya tanpa ingin menjawab pertanyaan Brian.
Brian yg tak mendapat kan jawaban pun berjalan mendekati koper koper tersebut, dilihat dengan teliti semua pakaian dan barang-barang yg ada adalah milik Sekar, aku tampak bingung semu barang ini milik Sekar apa dia akan pergi, gumam Brian dalam hati sekilas melirik ke arah Sekar yg sedang menyelesaikan suapan terakhirnya. baik aku akan menunggunya menjelaskan ini semua . sambung Brian sambil duduk di sofa dan mengeluarkan sebatang roko.
Sekar yg telah menyelesaikan makannya datang memngapari Brian dan duduk di samping Brian.
"udah dulu dong ngerokonya"
Brian menaruh roko di asbak dan mematikannya.
__ADS_1
huppp...
"aku kangen banget sama kamu kenapa sich kamu ga pernah kasih kabar susah banget apa kirim pesan buat aku" sambung Sekar yg langsung memeluk Brian
Brian yg menyadari Susana yg melankolis tersebut, mungusap usap punggung Sekar
"maaf"
Sekar menatap ke atas dan menatap Brian
"maaf aku mengabaikanmu belakangan ini, tugas dan kegiatan kampus membuatku semakin sibuk" ucap Brian seraya membelai pipi Sekar
"memkipun aku sibuk tak pernah bermaksud untuk melupakamu tapi kamu tau aku kalau melakukan sesuatu selalu lupa waktu"
Sekar masih terus menatap Brian tak terasa sudut mata nya tak bisa menahan air mata yg jatuh membasahi pipinya.
"hari...kenapa kamu menangis apa aku sejahat itu" sambung Brian memper erat pelukan.
" dua hari lagi aku akan pergi meninggalkan kota ini"
Brian yg terlihat sedikit terkejut melepas pelukan dan menatap Sekar meminta penjelasan
"aku akan tinggal dengan kakak ke 3 ku yg berada di Padang, dan meneruskan sekolah disana, semua kakakku mengetahui bahwa selama ini aku sendiri dan kesulitan disini"Sekar yg berucap sambil sesekali menatap kearah Brian sambil bercerita "setidaknya mereka masih memikirkan ku, tapi bukan Meraka sich cuma kak Nia saja yg memikirkannya, entah aku harus bahagia atau sedih di satu sisi aku menginginkan disini tapi di satu sisi aku tidak bisa hidup tanpa ada uang mengingat aku masih sekolah" terdengar helaan nafas panjang dari Sekar
"jadi ini adalah jalan satu-satunya untuk ku bertahan hidup setidaknya aku aku haru memiliki ijasah SMA"
Brian kembali memeluk Sekar dari belakang karna Sekar membalikan badan tak kuat menhan rasa sesak di dadanya yg membuat air mata turun semakin deras.
"kau mau meninggalkan ku, maaf kalau aku tak bisa menemanimu setiap saat"
"ini bukan siapa yg salah, ini adalah hal terbaik untuk ku"
__ADS_1
Brian semakin memperdalam pelukannya.t