
"mereka pun sudah sampai di
rumah sakit di tempat naya
"di ruangan lain naya sudah siap dengan
operasinya karna diaeminta kepada dokter ridho untuk melakukan operasi di malam hari
"dan dokter ridho akan menyetujuinya
naya yang merasa sedih dengan
hidupnya yang malang
"kak kira kira naya kesini mau ngapain
ya kak?
"kakak gak tau sya kita bisa tanya sama suster atau dengan dokter disini" usul ghibran karena dari tadi dia jadi sasaran tanya . dari adiknya
"ayo kak kita tanya sekarang?
" mereka pun bertanya ke bagian administrasi
"malam suster kami mau tanya yang namanya Inayah pasien dalam penyakit apa ya sus!" kila pun bertanya karna tak mau mengulur waktu
"maaf ya mbak kalo boleh tau mbak siapa ya? tanya sang suster, tapi sebelum kila menjawabnya ghibran pun maju ke depan untuk menunjukkan dirinya. dan benar saja sang suster tak berani bertanya lagi
"cari saja nama yang di maksud adikku
tadi" ucap ketus dengan tatapan tajam
dan seketiku suster menciut
"ba baik tuang farzam
" tak berapa lama suster pun mengatakan kalo naya adalah pasien calon pendonor
transplantasi ginjal dan sontak saja
membuat mereka terdiam dengan tatapan kosong mereka tak percaya
dengan apa yang baru mereka dengar
"dan membuat kila dan mia jadi meneteskan air matanya
"sus dia dimana sekarang" tanya mia karena kila sudah tak sanggup untuk bertanya lagi
" nona naya sekarang berada di ruang operasi stengah jam lagi nona naya akan melaksanakan operasi plantasi ginjal
"mendengar itu kila dan mia berlari
menuju ruang operasi dan meninggal
kan para pejantang itu
*******
"van kita jangan gegabah dulu,kita
harus pikir kan resikonya jika ghibran
tau kalo ini adalah campur tangan lo gue yakin kalo ghibran gak akan lepasin kita gitu aja van jadi gue minta sabar lah
"sialan lo,!! apa... lo takut dengan hah!!!"vano dengan amarahnya yang memuncak langsung saja memberi berapa pukulan ke frans
"Buggg...Bug...
ampun van bukan gue takut tapi
gue cuma gak mau kalo kita hanya sia sia saja" ujar frans menahan sakit dan sudut bibir yang mengeluarkan sedikit darah segar
"pokoknya gue gak mau tau! sekarang
hancurkan markas si bre***k itu yang ada di canada
"tapi bos kita gak semudah itu
bisa menghancurkan nya karna disana anak buah tuan maliki sangat banyak dan
bos kan tau sendiri tuan Maliki seperti
apa? saran saya lebih baik kita cari
waktu yang tepat
seperti waktu kita menenggelamkan kan
kapal dan meledakkan jet pribadinya"
__ADS_1
ucap frans
"vano dan frans tau kalau Maliki adalah seorang mafia tapi dia tidak seperti ghibran, Maliki selalu bermain main dengan musuhnya dengan cara mengelabui musuhnya tapi berbeda dengan ghibran dia
membabi buta kepada musuhnya dan
tak menerima kata maaf atau kesempatan
"sampai kapan hah sampai kapan
kita menunggu lo tau kan gue paling gak sika yang nanya menunggu!!
"gue tau tapi kalo lo mau ngancurin dia
kita butuh strategi yang bagus" ujarnya
frans
" dan berapa hari lagi kapal yang akan membawa senjata untuk perdagangan mereka akan datang dari eropa kita
bisa meledakkannya dan dia akan kerugian meski tak seberapa tapi
itu adalah milik tuan Maliki dan jika itu
hancur otomatis tuan Maliki akan marah
dan kita bisa manfaatkan situasi itu" ucapnya lagi
"ok lo atur semuanya dan jangn lupa
kabari gue tai sebelum itu jangan pernah
riko tau karna dia pasti akan marah besar
"baik lah bos!
*******
"sus biar kan kami masu kami mau membawa teman kami pulang. dia itu
kurang waras sus alis dian itu mengidap
penyakit gila" tegas kila
"hah masa sih cewek cantiknya selangit
"emang berlaku juga buat cewek cantik
dengan penyakit gila ya? batin ghibran
tak percaya jika gadis selama ini yang iya
tolong itu ternyata gila!
"syakila kenapa sih ngomong seperti itu?
katanya mau ngejodohin naya dengan
kak ghibran tapi kenapa buat kak
ghibran jadi elfil sama naya! disini yang
gila naya apa kila sih...? batin mia tak percaya kalo kila akan mengatakan hal seperti itu di depan kakaknya
"sus kenap luar berisik sekali sus.apa
ada yang meninggal? "tanya naya pada suster
"maaf mbak naya di luar ada keluar mbak naya" ucap suster
"siapa sus?
"sepertinya mbak naya keluar dulu
karna operasinya masih ada 30 menit
lagi karna dokter ridho masih rapat
"ah iya sus!
"naya pun keluar dan memastikan kalo yang datang itu adalah kakak sama ibunya, tapi nyatanya bukan dan betapa terkejutnya karna yang datang adalah parah sahabatnya yang dia tinggal kan tadi!
"Ceklekkkk
"NAYAAAA teriak kila dan mi serentak
dan berlari kepada naya dan memeluknya dengan mata yang berkaca kaca
"nay kenapa kamu ngelakuin ini nay
__ADS_1
kenapa kamu gak bilang sama kita nay
apa ini yang di kata kan sahabat hah!" bentak kila suaranya mengema dalam lorong rumah sakit
"iya nay apa kamu sudah tak menganggap kami sahabatmu lagi" mia mulai menangis tak menyangka jika sahabatnya begitu menderita
"kasihan juga gadis ini? usianya yang
masih begitu muda dia harus menjadi
bahan pembayar hutang...hem seperti black card saja" batin rangga
" nay aku mohon jangan ngelakuin ini
nay ini gak bener nay kamu bisa sakit dan
bahkan nyawa kamu bisa bahaya juga nay!" ucap kila yang sudah menangis
" tapi cuma ini yang bisa aku lakukan sya
biar aku bisa membayar hutang
almarhum ayah sya mi,aku tidak mau menikah dengan anak juragan aku gak mau sya"ucapnya lirih suaranya yang mulai serak karna menangis menundukkan kepalanya karena malu
"para lelaki hanya bisa menyaksikan
dan mendengarkan para gadis berbicara
"kila mengambil kesempatan ini untuk
kakaknya bisa menikahi naya sahabatnya
"rangga pun akhirnya memberanikan
diri untuk bertanya" maaf nona naya
kalo boleh saya tau? memang berapa
banyak hutang mendiam ayah nona
"naya pun menyahuti rangga" 570 juta
tu tuan" dengan suara pelan
"kila dan mia langsung memeluk naya
untuk menengkan sahabatnya
" nay kamu bosa tunggu sebentar nggak
kamu jangan masuk dulu aku mau bicara sama kakak bentar aja ya? ucap kila
"kamu mau kemana sya!
" tunggu bentar aja ok
"kila memberi kode kepada mia" dan mia mengangguki seolah dia tau apa yang kila minta
"kak aku mau ngomong sama kakak
sekarang ayo kita kebelakang sebentar" ucapnya dan menarik lengan kakanya
"ghibran yang di tarik hanya menurut
saja dan mengikuti langkah adiknya
walaupun kila bukan adik kandungnya
tapi dia menyayangi nya
"ada sih sya kenapa haris ngomong
disini? di dalam kan juga tadi bisa!
"derrtttttt.
"hem maaf nona nona saya ijin keluar
dulu sebentar saja"ujar rangga
"silahkan tuan" ucap naya mia hanya diam saja rangga melirik dengan ujun matanya merasa kesal karna di acuhkan oleh mia
"Ck....sombong bener ni cewek untung
aja cantik kalau nggak udah gue bawa ke markas gue suntik pengawet biar jadi
pajangan disana....gumam rangga
karena baru kali ini dia di abaikan oleh seorang gadis
__ADS_1