
"kila yang baru sampai di kamarnya
langsung merebah kan tubuhnya di
tempat tidur dia,masih membayangkan
sang kaka yang tengah berpelukan
bersama sang istri,dia hanya berharap
jika rumah tangga sang kaka bisa
berjalan dengan baik seperti pasangan
suami istri pada umumnya
"mudah mudahan kaka bisa mencinta
kaka ipar secepatnya, dan kak ghibran
gak akan pernah kembali lagi dengan wanita serigala itu!"
"kila takut jika suatu saat angela kembali
dia dan akan membuat kakanya kembali
menjadi frustasi dan akan membuat keluarganya hancur
"naya yang malu dengan adegan mendadak,langsung berlari menuju kamar
mandi tak menghiraukan ghibran
"kenapa dia pergi padahal aku belum
membantunya! dan kenapa wajahnya
merah sekali! apa dia malu? ghibran membatin karna naya tiba tiba meninggalkannya sendiri
"naya yang berdiam diri di depan cermin
dia masih memegangin dadanya yang
masih berdenyut tak karuan
"astaga...kenapa dadaku terasa sesak begini?
apa karna bajunya kekecilan ya? sampai
aku gak bisa nafas" naya berceloteh sendiri menatap dirinya di pantulan cermin
"karna merasa gerah dia kembali menangis karna tak bisa membuka gaunnya,dalam tangisnya dia mengutuki dirinya karna belum sempat mendapat bantuan dari sang suami
"dia pun kembali membuka pintu kamar mandi.alangkah kaget nya dia saat melihat ghibran yang mematung di depan pintu kamar mandi dan menaikkan alisnya
"tu tuan kenapa anda masih disini?
"karna aku belum membantumu
membuka gaunmu,eh maksudku membuka resleting gaun mu apa kau
akan tidur sepanjang malam dengan gaun itu hem!" ucapnya dengan menarik turunkan alisnya
"naya sadar apa yang dikatakan suaminya itu benar dan dia pun segera keluar dan membalikkan badannya memunggungi ghibran
"ghibran pun segera mendekat ke arah istrinya dan memegang rasleting.dan akan membukanya, sebelum. ghibran
menurunkan tangannya
"tu tuan boleh ti tidak sebelum anda membantuku.anda menghadap
kearah lain!" ucapnya menundukkan
kepalanya karna merasa malu'
"ghibran yang apa yang sedang di rasakan oleh istrinya iya pun hanya mengatakan...
"tak usah malu atau takut! aku tak tertarik dengan tubuhmu yang rata ini!" ucapnya karna merasa kesal
"naya yang mendengar merasa sedih
dia mengira jika suaminya akan tergoda dengan tubuhnya,tapi dugaannya salah
dia mendengar ucapan suaminya dan merasa sedih
"dia mengingat bagaimana ghibran
bisa menikahinya'itu semua karna
__ADS_1
keterpaksaan dari sahabatnya syakilah
dia menjadi sedih karna dia menikah dengan seseorang karna keterpaksaan
"dia merasa bahagia karna Khaliq jadi menikahinya. laki laki yang pernah berbuat senonoh padanya meskipun tak di pungkiri bahwa Khaliq mencintainya
"namun lebih sangat sakit lagi iya rasa karna harus menikah dengan seseorang
yang tak mencintainya bahkan mengenalnya pun
"saat ghibran sudah menurunkan tangannya membuka resleting istrinya dia
dengan susah payah meneguk dahaganya melihat punggung mulus sampai ke pinggang istrinya
"ghibran jadi mematung setelah apa yang iya lihat dari istrinya
"Cleddd astaga mulus sekali dan licin,bahkan lebih licin dari marmer " ghibran membatin melihat pemandangan yang begitu indah seketika jiwa lelakianny
meronta ronta"
"sudah" ucapnya singkat dia
merasa frustasi dan panas dingin
"makasih tuan!
"hem,cepat sana mandi sebelum aku
memakanmu"ucapnya pelan tapi
naya masih bisa mendengarnya
"dengan polosnya naya bertanya
pada suaminya" tuan lapar ya?
"ghubran yang sadar dengan apa yang
baru iya ucapkan.dab langsung pergi
meninggalkan naya!
"pukul 4 pagi naya sudah terbangun dan
menjalangakan kewajibannya,setelah selesai iya pun turun dan menuju dapur
"hm saya cuma mau membuatkan sarapan buat tuan suamiku..maksud saya
suamiku." ucapnya malu malu.
"biar kami saja nyonya!
"paman tolong biarkan saya membuatnya
ini untuk suamiku saya hanya ingin
menjadi istri yang setia melayani suaminya" ucapnya lagi
"baiklah nyonya jika anda memaksa.mari
saya siapkan bahannya terlebih dahulu
"hm" naya hanya mengangguk
"setelah berapa lama masakannya sudah
siap dan main membantunya menyiapkan
di meja
"pagi!!! rangga pagi sekali sudah datang karna hari ini dia dan bosnya akan meiting
pagi ini'
"pagi tuan rangga"sapa nya dengan senyum manisnya
"aduh dewi fortuna...tolong singrkan
senyum itu dari hadapanku.senyum itu membuat syaraf di tubuhku jadi tak berfungsi" rangga membatin tak sanggup melihat senyum dari istri tuannya
"nyonya anda lebih baik memanggilku dengan sebutan nama saja karna bagaimana pun anda istri dari bos saya?
"ck itu gak sopan tuan karna anda lebih tua dari pada saya"ucapnya
"begini saja nyonya bisa memberi saya
nama yang bisa membuat nyonya gampang menyebut namaku bagaimana? tawar nya
__ADS_1
"hm boleh tapi anda juga harus memanggilku dengan nama saja kita formal aja" naya menawar juga kepada rangga
"bole tapi saya harus memanggil anda dengan sebutan apa? tanyanya
"terserah saja yang penting bukan nyonya kesannya saya sudah terlalu tua di panggil nyonya dengan anda!
"Baiklah aku panggil namamu naya bolehkan" tanyanya
"boleh dan saya akan panggil tuan dengan sebutan kaka biar lebih akrab
seperti adik kaka begitu? boleh
"ok bos terserah anda asal janga opa atau om" ucapnya sambil tertawa kecil
"sementara mereka tertawa kila dan ghibran sudah turun dari kamar mereka masing masing dan menuju meja makan
"tumben pagi bener lo kesini? gak punya sarapan ya lo.di rumah lo!!! " ucap kila dengan sinis
"eh anggrek beracun gue kemari bukan mau minta sarapan.tapi gue dan kaka
lo ada meeting dengan klien penting" ucapnya tak mau kalah
"alessan aja!
"reserah lo gak penting juga buat gue!"rangga merasa kesal masih pagi buta iya sudah di biat kesal oleh kila
"sudah!!! jika kalian hanya ingin bertengkar lebih baik kalian menikah saja" ghibran marah mendengar pertengkaran
kila dan rangga
"ogah
"gak mau gue" ucapnya bersamaan
"naya mengulum senyumnya karna merasa lucu apa yang di ucapkan oleh suaminya
"kaka ipar,kaka ipar menertawai aku ya" kila cemberut memanyunhkan bibirnya
karna sang kaka dan kaka iparnya
membuatnya kesal
"ti tidak aku sedang tidak tertawa aku
lagi merasakan betapa lezatnya slai nenas
ini "ucapnya gugup karna melihat wajah
adik iparnya sedih
"tapi yang kau makan itu selai coklat naya? ucap rangga karna yang di makan
naya adalah selai coklat bukan rasa nenas
"naya jadi salah tingkah setelah melihat selai yang iya makan. dan dia hanya senyum kikuk menggaruk tengkuknya
karna malu
"ghibran yang melihat istrinya salah tingkah hanya senyum kecil melihat ke
bohohan istrinya tampa berkata apa
pun
"kalau sudah selesai ayo kita kekantor
sekarang! " ghibran beranjak dari
duduknya dan berpamitan
"aku sudah selesai kak,aku juga harus kekampus karna pagi ini aku akan melakukan ospek
******
***bagi vote and komen ya ya gaez
biar semangat lanjut ceritanya
cinta hadir seiring berjalannya waktu
tampa disadari jadi jangan pernah menganggap remeh yang namanya cinta
cinta membuat kita menjadi bodoh sepintar apapun dan setinggi apapun
kita menimang ilmu berapa tahun kita meraihnya dan di saat kita mengenal
cinta dalam sehari itupun kita di buat menjadi bodoh***!!!
__ADS_1