
" setelah seharian bekerja karna di tinggal Rangga, tuan muda menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.dokumen yang sangat berharga karna royek yang Rangga kerjakan sangat mahal dan mendapat ke untungan sangat pantastis
"da**r sekertaris kam**t bukannya membantu mala menghilang awas saja Lo gue pastikan lo gak akan berjumpa sama gaji Lo bulan ini" sungutnya memaki..bagaimana tidak sekertaris yang tadi cuma ijin akan makan siang sampai hari sudah mulai gelap sang sekertaris tak menampakkan batang hidungnya.
" tin....suara pesan masuk di ponsel mahal sang tuan muda
" jangan memaki ku dan masalah gaji maaf brother udah gue ambil duluan karna gue tau Lo gak bakal ngasih gaji gue." pesan Rangga dan membuat tuan muda tambah menjadi bahkan di ke2 telingannya sudah mengeluarkan asap tebal seperti seorang petugas membasmi nyamuk di setiap sudut rumah bahkan jalan
" kurang ajar bahkan dia sudah mengambil gaji nya lebih awal" sungut nya lagi
derttt....panggilan di via whatsaap di ponsel pria yang sedang menikmati makan malam di mansion mewah tersebut siapa lagi kalo bukan Rangga
"apa!!! ucapnya ketus sambil mengunyah makanan
"eh ka***t di mana lo!!!
" makan!
" makan di mana lo! kenapa bising sekali!
" sama calon janda plus calon bini gue!" jawabnya sesekali mengulum senyumnya
" calon janda siapa? Lo mau ngerub bini orang apa!
" iya sayang kalo di anggurin calon jandanya kalo kelamaan nanti jadi basi mending mendaftar lebih awal" ucapnya bahkan perut sekertaris Rangga sudah sakit karna menahan tawanya. tak lama tuan muda mendengar suara yang tak asing baginya..
" tunggu..tunggu sepertinya gue kenal dengan suara itu? Lo dimana sekarang! bentaknya suara ghibran naik satu oktav karna suara yang ia dengar adalah suara sang istri
" emang siapa lagi kalo bukan nyonya farzam karna sebentar lagi gue bakal balik nama suaminya atas nama gue" jawab Rangga bahkan dia sudah berguling guling di karpet berbulu depan telvisi seusai makan malam ia pindah ke ruang tengah dan .menahan tawanya
" si**LAN Lo sampai kapan pun gue gak bakal lepasin Naya sekarang minggat Lo dari rumah gue cepat.." pintanya mengebu Gebu.dengan wajah sudah tak karuan lagi
" maaf bro tapi gue harus bilang ini sama Lo.kalo rumah beserta isinya sudah jadi milik nyonya ghibran Aditya Al farzam..eh ralat maksud gue M.rangga Mustofa
__ADS_1
ya udah gue mau istirahat dulu, tapi gue kasih Lo waktu untuk selesain masalah Lo dengan calon bini gue plus calon janda Lo
bye...Tut.tut...
" tanpa menunggu jawaban dari sang tuan muda asisten Rangga memutuskan telpon sepihak
" woy urusan apa mau di selesaikan.halo halo woy ka****t " arrrgggg kurang ajar sekertaris sialan berani beraninya. dia
" pikiran ghibran jadi tak menentu resah, kesal, galau, semua menjadi satu karna perkataan asisten Rangga yang memprovokasi sang tuan muda.ia ingin kembali ke mansion nya tapi egonya melarangnya.yang sangat tinggi
*** disisi lain
" di kamar yang luas nan mewah dengan warna gold putih merekah dinding dan langit langit kamar tersebut,seorang istri cantik yang tak pernah di anggap oleh sang suami, Naya sedang berbaring di ranjang king size yang terlelap setelah makan malam bersama penghuni mansion mewah
" mommy Daddy kalian dimana hiks hiks jangan tinggalin mou mom dad..mommy!!! Daddy!!!
" nay...Naya bangun..kamu kenapa..bangun nay.." ucap Rangga menepuk pipi Naya
" mommy...!!!" histerisnya.."hos hos..kakak.." lirihnya
"entahlah kak tapi mimpi ini sering datang jika aku merasa sakit.di bad.." ucapan Naya terhenti seketika mengingat penyakit nya
" sakit bad apa nay.! tanya penasaran
" ah gak kok kak mungkin karna aku tidurnya lupa berdo'a jadi mimpi aneh. aneh deh" bohong nya
" terus mommy sama Daddy itu?
"aku tidak tau kak wajah wanita itu aku tidak melihatnya sedangkan wajah pria itu samar samar kak..sudah lah kak gk usah di bahas mungkin mimpi orang lain yang lewat aja dalam tidur ku." canda nya
" kamu ada ada saja mana ada mimpi orang lewat di tidur orang lain. ya sudah minum dulu terus tidur balik" ucapnya dan memberikan Naya gelas berisi air.
"setelah dari kamar Naya asisten Rangga menuju ke ruang keluarga karna sudah tak bisa tidur lagi..
__ADS_1
" mommy Daddy siapa mereka kenapa Naya bilang kalo mereka sering datang.." rangga bermonolog sendiri karna ucapan naya
"lain lagi dengan sang tuan muda yang uring uringan soal calon janda,kemungkinan besar jika rangga punya perasaan tertentu pada istrinya.
"arrrggggg sialan sekertaris sialan. aku harus pulang dan memastikan perasaan si bre***ek itu?
" ghibran pun akhirnya kembali untuk mastikan dengn ucapan sekertaris plus sahabatnya itu!!! menempuh perjalanan 35 menit ghibran akhir nya sampai di depan rumah bak istana tersebut
"setelah memarkirkan mobilnya ghibran mejajakan kakinya menuju teras dan memutar handel pintu.remuah mewah itu sudah dalam gelap gulita hanya ruangan tertentu yang lampunya menyala..
"ghibran pun melengkahkan kakinya kelantai atas dimana kamar sang istri..setelah menepaki kaki di lift akhirnya sampai di tempat tujuannya. sebelum membuka pintu ghibran menarik nafas panjang ia berharap mudah mudahan sang istri sudah tertidur mengingat jam sudah menunjukkan pukul dini hari..setelah menarik nafas panjang ghibran pun membuka pintu secara perlahan agar tak membuat sang penghuni kamar terganggu
ghibran bisa melihat sepasang kaki putih tulang sedang terbungkus selimut dengan asal asalan,ghibran berjalan mendekati ranjang tersebut dengan langkah pelan ia menatap wajah yang teduh dan pucat itu
ada perasan kasihan sudah membuat sang istri menderita dengan penyiksaan yang ia berikan..
"nay maaf jika selama ini aku terlalu kejam padamu, tapi kalo boleh aku jujur aku sangat sayang padamu..."
"setelah menatap wajah pucat Pasih nan teduh tersebut ghibran perlahan menyapu permukaan wajah sang istri dengan pelan. puas sudah membelai wajah malaikatnya ghibran meninggalkan kamar tersebut dengan perasaan lega.
" mengendap endap agar tak ketahuan oleh penghuni rumah.itu yang di lakukan seorang CEO ghibran, agar tak ketahuan.namun ia salah karna sepasang mata telah memperhatikan ia mulai masuk.ke dalam mansion lalu kekamar sang nyonya hingga ia keluar. tak luput dari perhatian seseorang
" itttsss kenapa juga gue harus kaya maling gini sih..inikan rumah gue, si ka**ret mana lagi? apa dia disini juga! ...ah sudah lah sebaiknya gue pergi secepatnya dari pada ketahuan kan gak etis seorang CEO di gebukin di rumh nya sendiri..gumamnya dengan langkah seribu..
" heh ngapain tu bocah tua ngendap endap kaya maling kutang aja. cih katanya kagak cinta sayang tapi kelakuan kaya maling demi liat si bini..." lirihnya siapa lagi jika bukan sang asisten ka**ret
"mentari pun sudah menampakkan sinarnya dengan cerah. sang penghuni kamar sudah sedari tadi terjaga karna sudah kebiasaannya sewaktu masih seatap dengan ibunya tirinya yang bangun hari masih gelap gulita.naya sudah beberes di kamarnya menjalankan sholat subuh dan sekarang waktunya ia harus berolahraga sejenak sebelum berangkat ke ke perpustakaan
" pagi nay.." sapa si asisten
" eh!! pagi juga kak...wow kakak pagi pagi udah tamvan kaya panvire mau kemana? " tanya naya terkesima dengan stelan sang asisten
" nay bahasanya di perbaiki nay TAMPAN DAN VANPIRE itu tadi kebalik nay..pagi ini kakaa ada meeting penting sama klien dari inggris karna hari ini dia akan balik ke negaranya makanya meeting nya di majuin..." jawab rangga sambil menuju meja makan yang sudah banyak berbagai macam makanan..
__ADS_1
" oh." naya hanya membulatkan bibirnya saja
" oh ya nay kamu gak merasa jika semalam ada maling!" tanyanya penuh selidik sambil menyiapkan nasi gareng ke mulutnya.