
" sejak kejadian itu ghibran tak pernah pulang ke mansion nya dia tinggal di apartemen mewah miliknya ia pergi kekantor jika ada meeting penting saja selepas itu ia kembali ke habitatnya. dan Rangga lah yang jadi CEO sementara di ALFA group
" Naya juga merasa lebih tenang karna tak seatap dengan tuan suami kejamnya iaelalu hari harinya dengan bekerja di perpustakaan...
" pagi hari ini ia Naya siap siap untuk ke perpus untuk bekerja setelah siap Naya menuju ruang makan dimna disitu ada BI ija dan lara sedang menyiap kan sarapan untuk sang nyonya..ya sekarang Naya tak pernah makan di luar lagi karna rangga,telah membiayai kebutuhan mansion sang tuan muda
" Rangga menyerah kan kartu black card kepada Naya tapi sang nyonya tak mau menerimanya dan terpaksa Rangga memberikan kepada lara untuk melengkapi ke butuhan sang majikan
" siang nyah. " sapa BI ija.
" pagi juga bi! sahutnya dengan senyum tulus
" bibi sudah buat kan jus alpukat kesukaan nyonya dan omlet wortel.!!
" ahh makasih ya bi ini sangat enak bi" cicit Naya sambil menyiapkan omlet kedalam mulut kecilnya.
" oh ya nyah bibi dan lara mau belanja apa ada yang nyonya butuh kan mungkin biar bibi belikan sekalian" tanya bi ija.
" tidak bi semua kebutuhan aku masih banyak dan masih lengkap kok. bibi belanja bahan dapur saja" sahut Naya bohong sejujurnya semua yang di butuhkan Naya termasuk kebutuhan wanita sudah habis tapi Naya tak mau memakai uang dari sang suami.ia takut jika sang suami tau maka hutangnya kepada sang suami akan bertambah banyak
" baiklah kalau nyonya butuh sesuatu bilang sama bibi atau titip pesan sama maid yang lain ya nyah.." ujar BI ija
" ok siap Bu bos" canda Naya sambil senyum" oh ya kalo begitu Naya berangkat dulu ya bi takut telat sampai ke perpusnya " assalamualaikum " pamit Naya dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu meski Naya adalah nyonya rumah tapi dia tetap menghargai orang tua.
" iya walaikumsalam hati hati nyah
" Naya keluar dari halaman rumah mewah tersebut dan mulai melangkah kan kakinya, Naya tak memakai mobil di rumah itu. karna ia tak ingin jika kelak suaminya mengungkit semuanya. walau sebenarnya rumah mewah tersebut dan berapa mobil mewah di rumah itu adalah milik nya..ya waktu berapa hari setelah menikah syakila meminta kepada sang kakak untuk memberikan sesuatu kepada Naya sebagai mas kawin karna di ijab qobul ghibran tak memberikan apa apa pada naya,jadi ghibran membalik nama kepemilikan rumah mewah serta berapa mobil yang ada di bagasi itu atas nama naya.dan Naya tak tau karna ghibran belum memberi tahukan itu kepada Naya
" di tengah perjalan Naya merasa badannya tiba tiba kaku dan kepalanya merasa berat, Naya berhenti sejenak untuk membuat tubuhnya agak lebih baik sedikit.sambil memijit keningnya.tak berapa lama kepalanya tambah berat dan hidung mungilnya menjatuhkan cairan berwarna merah, Naya melihatnya pun tak terkejut karna ia tauh jika penyakitnya kambuh lagi. dan itu tak luput dari pandangan seseorang
" ada apa dengannya! kenapa dia duduk di pinggir jalan? apa dia sedang sakit? gumam pria tersebut. dan memperhatikan terus apa yang di lakukan gadis nya..
__ADS_1
" sudah hampir sejam Naya duduk dia pun bangkit dan melanjut kan langkahnya meski badannya terasa tidak enak.
" kenapa dia tak memakai mobil dia kan punya banyak mobil di mansion? tanya pada dirinya sendiri sang pria dia mengikuti Naya dari belakang dengan jarak tak terlalu jauh..
" ya Allah kuatkan lah diriku sungguh ini rasanya sungguh menyakitkan aku tidak ingin mengeluh pada orang lain aku hanya akan mengadu pada mu ringan kan lah rasa yang aku rasa sekarang ya Allah." gumam berdo' a dalam hati Naya pun melanjut kan langkahnya walau terasa sangat berat tapi dia menguatkan dirinya
" setelah berjalan cukup jauh akhirnya ia sampai dimana dia bisa mendapatkan uang dari hasil keringatnya sendiri, sesampai di dalam perpustakaan Naya mengistirahkan tubuhnya sejenak yang merasa lelah dan meraih botol air di dalam tas nya dan meneguknya hingga setengah
" hai nay baru nyampe ya? " tanya Rere baru melihat Naya
" eh ibu bos! iya ni baru sampe apa aku belum terlambat kan mbak.." tanya nya
" belum masih ada setengah jam lagi baru kita buka" jawab Rere sambil melihat j di pergelangannya
" nay kamu kok pucat banget! kamu masih sakit? kalo masih mending kamu pulang aja nanti kalo udah sembuh benar baru kamu kerja lagi!" ujar rere melihat Naya yang pucat pasih wajah yang putih tulang bahkan putih Rere terkalahkan olehnya,sangat terlihat jika Naya sedang kurang baik
" ah enggak kok mbak mungkin ini pengaruh jalan kaki jadi sampai pucat" cicitnya bohong dia tidak ingin orang tau apa yang ia rasakan
" gak jauh gak dekat juga sih mbak, selain irit ongkos aku juga sekalian olahraga..maklum mbak ormis hehehe" jawab Naya cengengesan
"ormis! bahas planet dari Mana lagi itu nay baru dengar" tanya nya penasaran
" orang miskin mbak hehehe" Naya menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" oh..kalo gitu nanti entar kalo pulang biar aku anter aja.cari pahala biar nanti kalo aku mati bisa bawa bekal biar malaikat maut gak jatuh cinta sama aku hahaha." canda Rere
" hi" ada ada aja..tapi gak usah mbak kalo pulang entar aku naik ojol kok.." tolaknya ia tak mau jika orang tau ia tinggal di mansion yang sangat mewah walaupun itu adalah tempat dimana ia tinggal apa lagi sang suami tak ingin jika seseorang tau akan status mereka
" gk papa..sekalian juga mau tau rumah kamu dimana?
" gini mbak sebwnarnya aku itu tinggal di rumah majikan ibuku Karna ibu kerja jadi art di salah satu mansion orang kaya mbak.jadi ibu juga nyuruh aku tinggal disana, kata ibu kasian kalo aku tinggal sendiri di kampung" ujar nya.
__ADS_1
" oh jadi ibu kamu art!... tapi beneran gk papa nay nanti aku antar gak ada penolakan ok." serunya kemudian Rere berlalu pergi...
*** di kantor ALFA GROUP.
" dasar si bre****k itu malah enak enak santai di apartemen nya dia tidak mikir apa kalo perusahaanya membutuhkannya..,
gue balik nama juga ni perusahaan atas nama gue! udah seminggu gue sibuk sendiri udah kaya gue aja CEO nya.." gerutu seorang pria yang sibuk dengan dokumen di hadapannya karna udah seminggu sang CEO tidak menampakkan batang hidung nya...siapa lagi jika buka sekertaris Rangga ia menjadi dongkol karna sudah kelelahan seminggu tak pulang ke rumahnya untuk beristirahat karna seminggu ini ia tinggal di kantor untuk menghandle perusahaan tersebut
" awas aja jika besok Lo gak masuk gue ratahin ALFA GROUP ini dengan tanah biar miskin mendadak Lo.." asisten Rangga beragumen sendiri
tak lama seseorang muncul di hadapan nya dengan wajah datar dan bersedekap dada.entah dari mana munculnya sosok datar itu
" walau Lo ratahin perusahaan ini? gue gak bakalan jatuh miskin.." ujarnya sinis
"Rangga yang sedang sibuk dengan dokumen di hadapannya. ia terjungkal karna mendengar bariton yang sangat familiar di telinganya,seketika ia mendongak menatap sosok yang membuat uluh hatinya nyeri
" Cih" balik Lo gue kira Lo uda lupa sama perusahaan Lo! " sinis nya
" ya udah Lo balik nama aja kalo Lo mau dengan senang hati gue balik ke Kanada tanpa harus mikirin kerja lagi tabungan gue udah banyak,buat masa tua gue sama anak dan cucu gue nanti." ucap sosok datar itu..ya sang tuan muda kembali ke kantor setelah membututi sang istri tadi pagi..
" Cih..!! anak and cucu..mau dapat dari mana lo, bini aja masih perawan. laga mau hidup sama anak and cucu.." ujar Rangga menyindir ia tau jika seorang ghibran belum pernah menyentu sang istri.
" di mall banyak tinggal pilih mau yang mana? disana banyak macam ukuran,dan kalo gue hidup dengan mereka duit gue gk bakalan habis samai seventen turunan" jawab ghibran tak mau kalah.meski yang di katakan Rangga memeang ada benarnya sampai sekarang ghibran belum meniduri istrinya
" terserah Lo hidup sana sama patung.dan gue do"a in mudah mudahan patung itu bisa ngasih Lo anak and cucu dari selang alot Lo itu.." ujar Rangga dan bangkit dari duduk nya menuju pintu keluar
" mau kamana Lo. kerjaan Lo belum kelar!".
" makan!....itu bagian Lo.! tukasnya dan keluar tampa mendengar jawaban dari sang tuan muda
" si**n malah gue di suruh kerja" dumelnya dan beepindah ke kursi kebesarannya
__ADS_1