
"seperti malam yang ghibran janji
kan, dia akan membawa baya ke pesta
ulang tahun klien bisnisnya. pukul
lima sore naya akan segera pulang
setelah menghindari pertemuan tak sengaja nya dengan vano.
"hari menampakkan dirinya dengan awan
mendung yang sebentar lagi akan turun hujan,
"tak berapa lama naya berjalan hujan tampa permisi sudah turun! dan membasahi tubuh gadis polos itu?
"aduh hujan lagi!...gimana ini! kalo
terlambat sampai di mansion bagaimana?
tuan pasti marah." cibirnya dengan berlari
sekuat mungkin
"agar cepat sampai di mansion suaminya
dengan berapa lama iya berlari akhirnya
gadis cantik itu, sampai juga. dengan basa kuyup
"astaga nyonya kenapa main hujan hujanan begini..! ucap bi ijah sambil menatap nyonya mudanya
"bi tadi di perjalan pulang tiba tiba saja turun hujan haccing...haccing..." jelasnya sambil mengibaskan pakaiannya
"yaudah nyonya sekarang masuk dulu
nyonya bersih bersih dulu,biar bibi bikin
teh panas dulu..!" sebelum bi ijah pergi
menuju dapur ,tanganya di cekal oleh
naya
"bi gak usah bikin teh..aku gak apa bi!.." ujarnya naya tak mau jika bi ijah jadi
kena amarah oleh ghibran
" bi ijah mengelus tangan majikannya itu
dan berkata jika dia tak akan memberi
tahu tuannya
"seketika naya meneteskan air matanya
dan memeluk sang maid
"bi makasih ya..! dan maaf sudah buat bibi repot!..." cibirnya merasa tak enak hati
"gak papa nyonya bibi senang melayani nyonya..dan nyonya tak ada salah kok sama bibi...* ucapnya dengan senyum
tulus
"setelah selesai adegan sedih menyedihkan naya menuju kamarnya
untuk membersihkan tubuhnya...
"setelah berapa menit di kamar mandi
naya keluar dengan mata merah dan hidung berwarna pink, naya merasa
badannya agak sedikit berat...
"tok tok tok....
nyonya boleh bibi masuk...
"masuk aja bi...
"nyonya ini tehnya di minum dulu, mumpung masih anget..." bi ijah menyerahkan secangkir teh panas
"nyonya baik baik saja!.. tanya bi ijah karna melihat wajah majikannya agak sediki merah...
"apa bibi panggilin dokter tuan..." tawarnya, dan secepat naya menggeleng kan kepalanya. iya tak mau kalau jika ghibran akan marah padanya...
"gak papa bi.. aku cuma mau istirahat aja bi..." ucapnya. saat ini naya merasakan pusing dan badan agak sedikit hangat...
"ya udah bibi permisi dulu..kalau nyonya butuh sesuatu nyonya panggil bibi ya?...ujarnya. naya menganggukinya saja
__ADS_1
"pukul enam malam ghibran baru saja
sampai di mansionnya, dengan rangga
"malam tuan..." sapa para maid. ghibran cuma mengaggukinya saja...
"rangga melihat adegan itu.kemudian mendekati para maid dan berbisik
"ck..maklumi saja.. irit ngomongnnya..
maklum pria kulkas hehe..." ucapnya dan membuat para maid cekikitan
"bi ija baru saja muncul dari arah taman belakang, berpapasan dengan tuannya..." tuan sudah pulang " tanyanya
"iya bi...dia kemana bi!...ghibran bertanya
karna tak melihat gadis kecil yang suka membuatnya marah
"maksud tuan. nyonya..? tanyanya
"iya bi..nyonya bibi, yang suka bikin orang
emosi.." cibirnya..
"nyonya dari pulang sore tadi..nyonya belum keluar kamar tuan.." jelasnya..
"kenapa dengan dia bi?" tanyanya penasaran
"gak tau tuan. tapi nyonya pulang basah kuyup tadi' karna kena hujan tuan..." jelasnya. ghibran tak bertanya lagi'
dia langsung berjalan menuju kamar sang istri...
"ceklek....
ghibran membuka pintu kamar istrinya dan mencari keberadaan naya' matanya tertuju pada gulungan selimut...naya bergulung di dalam selimut, ghibran mendekati sisi ranjang istrinya
"dan mentatap lekat wajah istrinya yang memerah' ghibran mendekatkan telapak tangannya di dahi sang istri
"dia demam..!! cicitnya
"merasa ada benda yang hangat menyentuh dahinya. naya membuka matanya, dan terkejut melihat ghibran di sisi ranjangnya. naya segera bangun dari
tidurnya
"tuan sudah pulang..!" tanyanya memaksakan diri untuk bangun meski naya merasa tubuhnya berat
"kamu tidur saja...kamu gak usah ikut
badan kamu hangat..nanti aku telfon rangga biar dia yang mewakili acara itu" ujarnya
"mendengar penjelasan ghibran, dengan
sekejap. naya berdiri dan berkata...kalau dia bisa dia hanya flu kecil saja
"tidak apa apa tuan,aku gak papa ko, cuma.flu aja kalau tadi aku sudah minum
obat yang di beri bibi tadi.."cicitnya naya merasa tak enak jika gara gara dia ghibran membatalkan menghadiri pesta tersebut...
"ya sudah kamu ganti baju sekarang aku
tunggu di bawah..."ucapnya dan perbalik kearah pintu...
"naya segera mengganti pakaiannya..dia tak mau jika ghibran marah marah lagi padanya...berapa menit kemudian naya
sudah berada di depan ghibran...
"kamu gak punya gamis lain apa! kenapa
bajumu seperti itu?..ghibran kesal
melihat penampilan naya yang, memakai gamis yang sudah berwarna pudar
"naya hanya menggelengkan kepalanya...
selama ini dia tak pernah membeli baju
bukan karna mau,tapi karna iya harus menghemat uangnya untuk membayar hutang nya kepada ghibran
"melihat naya hanya menggeleng. ghibran sadar kalau selama iya menikah dia tak pernah memberi naya uang...
"ayo..!! dengan wajah frustasi dan kesal
iya meraih tangan mungil itu..dan menarik naya dengan kasar..
"sebenarnya naya merasa kesakitan. tapi karna melihat ghibran berwajah marah iya tak berani.berkata
"rangga melihat tuan. berjalan kearah mobil,dengan sigap ghibran membukakan pintu buat tuannya...
"di perjalanan ghibran hanya diam..tak bersuara...dngan berapa saat ghibran meminta rangga menuju salah satu butik ternama di kota jakarta
__ADS_1
"sesampai di butik ghibran membukakan pintu buat naya dan menyuruhnya turun...
naya yang penutur hanya mengekor di belakangnya
"selamat malam. tuan farzam" sapa manager butik tersebut
"pilih kan gamis yang bagus untuk acara
para pejabat.." ujarnya...manager tau ghibran seperti apa, sang manager langsung mengajak naya ke ruang ganti
"maru nyonya kita ke dalam" naya hanya mengangguk
"selang berapa menit naya keluar dengan menggunakan gamis berwarna hitam dengan ikat pita yang berada di pinggang sebelah kirinya dengan hijab berwarna senada..dengan make up yang natural
"meski make up tipis tapi naya menghasilkan wajah yang begitu cantik.
walau tanpa make up naya memang cantik karena bentuk wajahnya memang sangat cantik...
"tuan..bagaiman?...panggil naya..ghibran pun menoleh ke suara tersebut..dan Deggg..matanya seperti ingin lepas dari sangkarnya. melihat kecantikan istrinya
"ghibran tak berkedi sama sekali.melihat betapa cantik istri kecilnya..dengan gamis senada dengan jas yang ghibran pakai..
"tuan.." panggilnya lagi. ghibran pun tersadar. dari lamunannya..! ah..sudah selesai'..tanyanya
"sudah tuan.."
"kita jalan sekarang..."naya pun mengangguk..
"sesampai di luar. rangga sedari tadi menunggu tuannya'...melihat tuannya keluar'dia celingak celinguk seolah mencari seseorang..
"ghibran melihat asistennya seperti orang ke bingungan. dan bertanya
"ada apa!.. dengan nada ketus
"tuan nyonya dimana? kenapa tuan keluar dengan wanita lain!.."tanyanya dan masih celingak celinguk...
"kau bicara apa hah!!!...jawabnya dengan kesal
"ghib gue yakin kalo bini lo liat ini cewek
lo bakal abis sama dia!...cibirnya menakuti
tuannya
"lo ngomong apa sih..siapa yang akan habis" ucapnya dengan sedikit emosi
"brother walau lo nyonya gak cinta sama lo. tapi gue yakin jika nyonya melihat ini dia bakal ngamuk. lo gak' tau kalo cewek
pendiam itu sangat berbahaya dari pada cewek bar bar.." rangga memberikan penjelasan yang sedikit menakutkan
"eh..siapa yang bawa cewek lain hah'...
buka mata lo baik baik. dan liat siapa
yang gue bawa!!!" ghibran kini sudah tak tahan dengan ocehan rangga. dia pun
menarik kerah kemeja rangga dan berbisik
"lo pikir gue berani apa' gandeng cewek lain apa hah..gini gini gue juga takut bawa.perempuan lain, walaupun gue gak cinta sama nyonya kenangan lo tapi gue juga takut kalo dia sampai ngamuk.!!! bisiknya...rangga melihat sekali lagi dan memperhatikan wanita di samping ghibran
"na..nay" ucapnya gugup..
"iya kak, ada apa?...
"ingin beneran lo,kan...? tanyanya sekali lagi memastikan...naya yang heran menyerngitkan alisnya..
"iya kak.. ini aku naya..!!
"fufffff...rangga menghela nafas..dia lega karna kepastian nya sudah pasti
"ada apa kak..
"ti tidak. aku kira tadi suamimu selingkuh.." ujarnya..naya tambah bingung dengan jawaban rangga
"sampai kapan lo mau mastikan semuanya hah.." kesalnya kini sudah di ubun ubun..apa lagi mendengar naya
menyebut rangga dengan sebutan kakak
"karna tak mau berdebat. rangga pun membukan kan pintu untuk kedua majikannya...dalam perjalanan tak ada yang berani bersuara..
"sebenarnya rangga ingin mengatakan sesuatu kepada naya' tapi karna melihat wajah tuangnya, rangga mengurung niatnya...
************
... **maaf gaez lama baru up lagi ...
karna masih mencari skenario dulu hehe
# jangan lupa tinggalin vote,like and komen ya gaezzz**
__ADS_1