Pria Kejam Mencintai Gadis Penyakitan

Pria Kejam Mencintai Gadis Penyakitan
cium sebelum waktunya


__ADS_3

"tok..tok..tok.


"masuk pintunya engga di kunci kok,


"maaf nyonya kami membawa kan


bubur buat nyonya" ucap wanita paruh baya yang baru masuk


"astaga gak usah repot repot saya bisa


turun.kok," kata naya yang tak enak


dengan pelayan


"gak papa nyonya ini sudah tugas kami


dan tuan sendiri yang menyuruh kami


"ma..maksud bibi tuan ghibran" ucapnya tak percaya jika seorang ghibran yang dingin bisa perhatian juga


"iya nyonya


"em boleh saya tau nama anda?


"nama saya hadija. nyonya bisa panggil


saya dengan bi ijah nyonya


"oh iya .makasih ya bi buburnya


"sama sama nyonya


"bi, boleh saya bertanya sesuatu bi" ucap naya


"bo boleh nyonya silahkan" ucapnya gugup


"bi tadi saya pingsan terus siapa yang membawa ku kemari bi? tanyanya


karna sewaktu dia pingsan berada di lantai bawah


"tapi belum maid itu menjawabnya


ghibran sudah membuka pintu dan


iya mengatakan. jika dirinya yang membawa naya ke kamar dengan kata lain menggendongnya. naya yang


mendengarnya begitu malu


"ma maaf tuan saya sudah merepotkan


tuan dan terima kasih atas bantuannya


sudah membawaku ke kamar " ucapnya lirik karna malu dan berat hati


"iya kamu sangat merepotkan dan sangat berat.lain kali kalau kamu mau pingsan cari tempat yang lebih bagus..kalau perlu kamu pingsan nya di kasur biar gak merepotkan orang lain" ujarnya ketus


"astaga tuan berarti. anda menolongku


gak ikhlas.dan mana ada orang mau


pingsan harus cari tempat dulu.


ya allah kenapa aku harus menikah dengan orang seperti dia sih" gumam nya dalam hati tak percaya jika calon suaminya akan mengatakan seprti itu padanya


"gak usah ngumpat dalam hati itu


tak baik, apa lagi ngumpat untuk calon suamimu" ucap ghibran ketus dan memandang naya dengan begitu mengerikan


"naya jadi salah tingkah karna ghibran


tau jika naya mengumpat dalam hati


"sekarang makan dan minum obat mu


saya sudah membelikan kamu obat" ucapnya dan memberikan naya beberapa obat dan naya menerima obat tersebut


"ma makasih tuan !!!


"hem...ghibran pun berjalan keluar meninggalkan naya


"kila kini sedang di cafe bersama mia


dan membahas tema pernikahan kakaknya dan naya


"rangga yang sudah sampai di rumah pak wahyu dan mulai berbicara tentang hutang naya


"jadi ada apa yang bisa saya bantu tuan" ucap pak wahyu yang sudah ada di hadapan ranggan


"begini pak saya gak punya banyak waktu


jadi saya langsung saja pada intinya" ujat


rangga sambil menyodorkan amplop kepada pak wahyu


"ini apa tuan..."tanyanya karna tak mengerti maksud rangga


"anda bisa liat sendiri


"pak wahyu membuka amplop tersebut dan membukanya dan betapa terkejutnya


melihat kertas di dalam amplop tersebut


sebuah cek dengan angka yang begitu besar


*maksudnya apa tuan memberikan saya cek dengan angka sebesar itu...


"saya kemari ingin membayar Hutang almarhum pak said.dan itu sudah semuanya plus dengan bunganya jadi


sekarang almarhum pak said atau putrinya Inayah farsyalah sudah tidak ada lagi hubungannya dengan anda" jelas rangga dengan nada menekan


"pak wahyu yang mendengar tutur rangga


tak percaya,karna ada yang datang kepadanya the poin ingin membayar lunas hutang almarhum pak said,maaf


salah thor maksud saya hutang mama bella

__ADS_1


"maaf tuan saya tidak bisa karna


Inayah tidak akan membayar hutang nya


dengan uang,tapi dia akan membayarnya


dengan cara menikah dengan anak saya


" tegas pak wahyu


"dia tak mau jika ada orang yang membayar hutang ibu tiri naya karna dia mau naya menjadi menantunya karna


menurutnya naya adalah anak yang baik penurut,itu yang menjadi opsesi pak wahyu menjadikan naya menantunya


istri dari Khaliq


"maaf pak wahyu itu sama saja anda


memaksa seseorang dan itu akan jadi masalah besar" ujar rangga tak mau kala


"bukan begitu,pak! tapi naya sendiri yang mau menikah dengan anak saya" iya kan bu hilda" ucapnya menatap mama bella


"apa anda yakin dengan apa yang anda ucapkan?


" iy iya dan sangat yakin" ucapnya bohong


"baik lah kalau begitu? tapi sebelum


saya pergi anda harus melihat ini dulu" ucap rangga dengan menyodorkan ponselnya


"mata pak wahyu terbelalak melihat rekaman itu dan tak sanggup berkata apa apa lagi!


" bagai mana pak,apa masih ingin di lanjutkan penebus hutang nya" tanya tangga memiringkan sudut bibirnya


"ok saya akan terimah uang ini dan semua sudah selesai" kata pak wahyu


dia tak mau banyak komen lagi karna dia tau apa dari konsekuensinya


"baik kalau begitu! saya permisi."ucap rangga dan meninggalkan kediaman pak wahyu dan di susul oleh hilda


"mereka jalan beriringan dan hilda


mencoba memberanikan diri untuk bertanya!


"em maaf tuan,apa saya boleh bertanya


sesuatu"dengan sedikit rasa takut


hilda mencoba bertanya


"iya ada apa bu!!! jawabnya ketus


"kenapa anda mau membayar hutang


anak tiri saya?


" mari kita bicara di rumah anda saja


karna ada berapa hal yang harus saya


menuju dimana mobilnya di parkir


"sebelum rangga masuk ke mobilnya


ada tangan kekar yang menahannya


"tunggu sebentar! suara bariton mengagetkan rangga. dan rangga


langsung membalikkan badannya


"ada apa?


"apa maksudmu dengan menebus hutang


naya hah! apa kamu mau jadi pahlawan


ucapnya dengan penuh emosi


"bukan aku yang menebus hutang naya


tapi seseorang" ucapnya tegas dan jelas


"tapi aku dan naya akan menikah!


"apa nona naya berkata begitu? jika


memang nona naya pernah berkata


demikian.baiklah aku akan memberi tahu bosku" ujar nya dan meninggalkan


Khaliq


"rangga segera masuk kedalam


mobilnya" haikal ayo jalan


" baik bos


"aaaarrrrrggggg sialan kenapa semuanya


gagal padahal selangkah lagi aku akan


memiliki naya aaaaaa kurang ajar


aku akan cari tau siapa yang sudah membantu naya melunasi hutang nya


"Khaliq merasa frustasi karna rencana


memiliki naya gagal total


di tempat lain


"mentari pagi yang sejuk dan cahaya


pagi menyelinap masuk ke sela jendela

__ADS_1


naya yang bangun kesiangan karna


tertidutir begitu pulas entah dia merasa lelah atau memang tempat tidur yang begitu nyaman di tubuh gadis cantik itu


"naya mulai menurungi anak tangga


dia berencana untuk ke dapur dan


memasak,para maid yang melihat naya


langsung saja mereka berbaris


"sh nyonya ada yang bisa kami buatkan untuk sarapan? tanya seorang koki


"tidak pak saya akan membuatnya


sendiri!" ucap naya


"nyonya tidak perlu memasak karna kami


yang akan membuatkan buat nyonya


"hah tidak usah pak saya cuma masak


sedikit saja buat tuan ghibran itung


itung belajar menjadi istri yang bisa


melayani suaminya heheh? ucap naya


malu malu


"oh iya pak tuan suka makanan apa


saja biar saya gak salah nanti!


"tuan paling suka dengan makanan tradisional nyonya sebenarnya tuan gak


pilih makanan yang penting itu bersih


dan tuan paling suka kopi di campur gula aren nyonya" ucap sang koki


" yang mendengarnya hanya manggut manggut.


"dan tampa disadari seseorang


mendengar ucapan naya ya siapa lagi


kalau bukan tuan arogan alias ghibran


"setelah berapa saat masakan naya


sudah selesai dan di tata tapi di atas meja


ghibran pun muncul dengan pakaian yang sudah rapi


"naya yang melihat ghibran yang sudah rapi dan menuju meja makan untuk sarapan,setelah duduk ghibran mengambil piringnya


"naya pun segera beranjak pergi


dan sebelum dia pergi suara mengagetkannya


"kamu mau kemana?


"naya sedari tadi hanya menundukkan


kepalanya karna tak berani menatap


ghibran


"semua para maid masih siap siaga


menemani sang majikan sarapan


"saya mau kebelakang tuan saya akan


sarapan di bekalakan bersama para


maid tuan" ucapnya pelan dia takut kalau ghibran keberatan jika dia semeja dengan ghibra


"duduk!!" suara ghibran tegas


"ngga papa tuang biar saya kebelakang saja" masih bersikeras untuk kebelakang


"duduk kataku!


"ta tapi tuan!!!!!


"duduk atau aku cium kamu sebelum


waktunya"suara bariton ghibran menggema dalam ruangan, naya yang mendengar ancaman ghibran dia pun segera menarik kursi dan duduk berhadapan. dia taku jika ghibran betul


betul melakukan apa yang barusan ghibran ucapkan


"para maid tak percaya dengan kata yang barusan ghibran keluarkan para maid itu hanya melototkan matanya, dan mengulum bibirnya menahan tawa


"naya yang diam saja tanpa suara, dia pun langsung mengambil piring dan


mengisinya dengan makanan


ghibtan yang melihatnya begitu lucu


"hahaha bari di ancam saja sudah takut.


gimana nanti kalau sudah nikah!" lucu juga ngerjain dia!. batinnya dan tertawa cekikikan


*******


***bagi vote dan like nya ya gaezzz biar


semangat 💪lanjur ceritanya


if love does not continue to


see the status why love must end***

__ADS_1


__ADS_2