
"tok..tok..tok.
"masuk pintunya engga di kunci kok,
"maaf nyonya kami membawa kan
bubur buat nyonya" ucap wanita paruh baya yang baru masuk
"astaga gak usah repot repot saya bisa
turun.kok," kata naya yang tak enak
dengan pelayan
"gak papa nyonya ini sudah tugas kami
dan tuan sendiri yang menyuruh kami
"ma..maksud bibi tuan ghibran" ucapnya tak percaya jika seorang ghibran yang dingin bisa perhatian juga
"iya nyonya
"em boleh saya tau nama anda?
"nama saya hadija. nyonya bisa panggil
saya dengan bi ijah nyonya
"oh iya .makasih ya bi buburnya
"sama sama nyonya
"bi, boleh saya bertanya sesuatu bi" ucap naya
"bo boleh nyonya silahkan" ucapnya gugup
"bi tadi saya pingsan terus siapa yang membawa ku kemari bi? tanyanya
karna sewaktu dia pingsan berada di lantai bawah
"tapi belum maid itu menjawabnya
ghibran sudah membuka pintu dan
iya mengatakan. jika dirinya yang membawa naya ke kamar dengan kata lain menggendongnya. naya yang
mendengarnya begitu malu
"ma maaf tuan saya sudah merepotkan
tuan dan terima kasih atas bantuannya
sudah membawaku ke kamar " ucapnya lirik karna malu dan berat hati
"iya kamu sangat merepotkan dan sangat berat.lain kali kalau kamu mau pingsan cari tempat yang lebih bagus..kalau perlu kamu pingsan nya di kasur biar gak merepotkan orang lain" ujarnya ketus
"astaga tuan berarti. anda menolongku
gak ikhlas.dan mana ada orang mau
pingsan harus cari tempat dulu.
ya allah kenapa aku harus menikah dengan orang seperti dia sih" gumam nya dalam hati tak percaya jika calon suaminya akan mengatakan seprti itu padanya
"gak usah ngumpat dalam hati itu
tak baik, apa lagi ngumpat untuk calon suamimu" ucap ghibran ketus dan memandang naya dengan begitu mengerikan
"naya jadi salah tingkah karna ghibran
tau jika naya mengumpat dalam hati
"sekarang makan dan minum obat mu
saya sudah membelikan kamu obat" ucapnya dan memberikan naya beberapa obat dan naya menerima obat tersebut
"ma makasih tuan !!!
"hem...ghibran pun berjalan keluar meninggalkan naya
"kila kini sedang di cafe bersama mia
dan membahas tema pernikahan kakaknya dan naya
"rangga yang sudah sampai di rumah pak wahyu dan mulai berbicara tentang hutang naya
"jadi ada apa yang bisa saya bantu tuan" ucap pak wahyu yang sudah ada di hadapan ranggan
"begini pak saya gak punya banyak waktu
jadi saya langsung saja pada intinya" ujat
rangga sambil menyodorkan amplop kepada pak wahyu
"ini apa tuan..."tanyanya karna tak mengerti maksud rangga
"anda bisa liat sendiri
"pak wahyu membuka amplop tersebut dan membukanya dan betapa terkejutnya
melihat kertas di dalam amplop tersebut
sebuah cek dengan angka yang begitu besar
*maksudnya apa tuan memberikan saya cek dengan angka sebesar itu...
"saya kemari ingin membayar Hutang almarhum pak said.dan itu sudah semuanya plus dengan bunganya jadi
sekarang almarhum pak said atau putrinya Inayah farsyalah sudah tidak ada lagi hubungannya dengan anda" jelas rangga dengan nada menekan
"pak wahyu yang mendengar tutur rangga
tak percaya,karna ada yang datang kepadanya the poin ingin membayar lunas hutang almarhum pak said,maaf
salah thor maksud saya hutang mama bella
__ADS_1
"maaf tuan saya tidak bisa karna
Inayah tidak akan membayar hutang nya
dengan uang,tapi dia akan membayarnya
dengan cara menikah dengan anak saya
" tegas pak wahyu
"dia tak mau jika ada orang yang membayar hutang ibu tiri naya karna dia mau naya menjadi menantunya karna
menurutnya naya adalah anak yang baik penurut,itu yang menjadi opsesi pak wahyu menjadikan naya menantunya
istri dari Khaliq
"maaf pak wahyu itu sama saja anda
memaksa seseorang dan itu akan jadi masalah besar" ujar rangga tak mau kala
"bukan begitu,pak! tapi naya sendiri yang mau menikah dengan anak saya" iya kan bu hilda" ucapnya menatap mama bella
"apa anda yakin dengan apa yang anda ucapkan?
" iy iya dan sangat yakin" ucapnya bohong
"baik lah kalau begitu? tapi sebelum
saya pergi anda harus melihat ini dulu" ucap rangga dengan menyodorkan ponselnya
"mata pak wahyu terbelalak melihat rekaman itu dan tak sanggup berkata apa apa lagi!
" bagai mana pak,apa masih ingin di lanjutkan penebus hutang nya" tanya tangga memiringkan sudut bibirnya
"ok saya akan terimah uang ini dan semua sudah selesai" kata pak wahyu
dia tak mau banyak komen lagi karna dia tau apa dari konsekuensinya
"baik kalau begitu! saya permisi."ucap rangga dan meninggalkan kediaman pak wahyu dan di susul oleh hilda
"mereka jalan beriringan dan hilda
mencoba memberanikan diri untuk bertanya!
"em maaf tuan,apa saya boleh bertanya
sesuatu"dengan sedikit rasa takut
hilda mencoba bertanya
"iya ada apa bu!!! jawabnya ketus
"kenapa anda mau membayar hutang
anak tiri saya?
" mari kita bicara di rumah anda saja
karna ada berapa hal yang harus saya
menuju dimana mobilnya di parkir
"sebelum rangga masuk ke mobilnya
ada tangan kekar yang menahannya
"tunggu sebentar! suara bariton mengagetkan rangga. dan rangga
langsung membalikkan badannya
"ada apa?
"apa maksudmu dengan menebus hutang
naya hah! apa kamu mau jadi pahlawan
ucapnya dengan penuh emosi
"bukan aku yang menebus hutang naya
tapi seseorang" ucapnya tegas dan jelas
"tapi aku dan naya akan menikah!
"apa nona naya berkata begitu? jika
memang nona naya pernah berkata
demikian.baiklah aku akan memberi tahu bosku" ujar nya dan meninggalkan
Khaliq
"rangga segera masuk kedalam
mobilnya" haikal ayo jalan
" baik bos
"aaaarrrrrggggg sialan kenapa semuanya
gagal padahal selangkah lagi aku akan
memiliki naya aaaaaa kurang ajar
aku akan cari tau siapa yang sudah membantu naya melunasi hutang nya
"Khaliq merasa frustasi karna rencana
memiliki naya gagal total
di tempat lain
"mentari pagi yang sejuk dan cahaya
pagi menyelinap masuk ke sela jendela
__ADS_1
naya yang bangun kesiangan karna
tertidutir begitu pulas entah dia merasa lelah atau memang tempat tidur yang begitu nyaman di tubuh gadis cantik itu
"naya mulai menurungi anak tangga
dia berencana untuk ke dapur dan
memasak,para maid yang melihat naya
langsung saja mereka berbaris
"sh nyonya ada yang bisa kami buatkan untuk sarapan? tanya seorang koki
"tidak pak saya akan membuatnya
sendiri!" ucap naya
"nyonya tidak perlu memasak karna kami
yang akan membuatkan buat nyonya
"hah tidak usah pak saya cuma masak
sedikit saja buat tuan ghibran itung
itung belajar menjadi istri yang bisa
melayani suaminya heheh? ucap naya
malu malu
"oh iya pak tuan suka makanan apa
saja biar saya gak salah nanti!
"tuan paling suka dengan makanan tradisional nyonya sebenarnya tuan gak
pilih makanan yang penting itu bersih
dan tuan paling suka kopi di campur gula aren nyonya" ucap sang koki
" yang mendengarnya hanya manggut manggut.
"dan tampa disadari seseorang
mendengar ucapan naya ya siapa lagi
kalau bukan tuan arogan alias ghibran
"setelah berapa saat masakan naya
sudah selesai dan di tata tapi di atas meja
ghibran pun muncul dengan pakaian yang sudah rapi
"naya yang melihat ghibran yang sudah rapi dan menuju meja makan untuk sarapan,setelah duduk ghibran mengambil piringnya
"naya pun segera beranjak pergi
dan sebelum dia pergi suara mengagetkannya
"kamu mau kemana?
"naya sedari tadi hanya menundukkan
kepalanya karna tak berani menatap
ghibran
"semua para maid masih siap siaga
menemani sang majikan sarapan
"saya mau kebelakang tuan saya akan
sarapan di bekalakan bersama para
maid tuan" ucapnya pelan dia takut kalau ghibran keberatan jika dia semeja dengan ghibra
"duduk!!" suara ghibran tegas
"ngga papa tuang biar saya kebelakang saja" masih bersikeras untuk kebelakang
"duduk kataku!
"ta tapi tuan!!!!!
"duduk atau aku cium kamu sebelum
waktunya"suara bariton ghibran menggema dalam ruangan, naya yang mendengar ancaman ghibran dia pun segera menarik kursi dan duduk berhadapan. dia taku jika ghibran betul
betul melakukan apa yang barusan ghibran ucapkan
"para maid tak percaya dengan kata yang barusan ghibran keluarkan para maid itu hanya melototkan matanya, dan mengulum bibirnya menahan tawa
"naya yang diam saja tanpa suara, dia pun langsung mengambil piring dan
mengisinya dengan makanan
ghibtan yang melihatnya begitu lucu
"hahaha bari di ancam saja sudah takut.
gimana nanti kalau sudah nikah!" lucu juga ngerjain dia!. batinnya dan tertawa cekikikan
*******
***bagi vote dan like nya ya gaezzz biar
semangat 💪lanjur ceritanya
if love does not continue to
see the status why love must end***
__ADS_1