
''setalah pulang dari rumah sakit naya segaerah masuk,ke mansion
"assalamualaikum..."dengan kebiasaan naya jika pergi dan pulang mengucap salam
''dia melihat suaminya yang berwajah merah dan penuh dengan amarah
"dari mana saja kau hah..jam segini baru pulang.." ghibran yang sudah di selimuti dengan amarah iya pun membentak naya
"itu tuan tadi sa..." belum saja naya melanjutkan penjelasannya ghibran sudah menarik tangannya dengan kasar
"tu tuan anda mau apa!! ini sakit tuan tolong lepaskan..kau menyakiti tanganku tuan" ucapnya dengan nada meringis kesakitan
"kau, aku rasa kau sudah kelewatan baru
sehari saja kau kerja tapi sudah membuatku malu"ucapnya berapi api
"maksud tuan apa! hiks hiks" naya pun meneteskan air matanya karna merasa sakit
"ghibran sudah sampai di kamar naya,dan menghempaskan tubuh naya di lantai. karna hempasan itu badan naya yang tadi masih merasa sakit kini bertambah parah
"apa yang kau lakukan di luar sana hah.apa kau pergi menjadi ja***g disana
iya apa karna kau tak mendapat apa yang kau ingin kan dariku sampai kau harus men****g luar hah...
"apa maksudmu tuan...aku sama sekali tak mengerti yang kau ucapakan"
"dasar wanita j***ng plakk" satu tamparan mendarat di pipi mulus gadis cantik itu
"tuan tolong jelaskan apa maksudnya
sumpah demi tuhan aku tak mengerti sama sekali!" lirih naya memegangi pipinya yang merasa peri
"tak usah pura pura apa karna aku tak memenuhi keinginanmu sampai kau harus berbuat serendah itu hah,!!
"tu tuan tolong dengar kan aku dulu!!
plakkk" satu tamparan lagi..dan itu membuat naya tak sadarkan diri
iya tergeletak di lantai..
"melihat naya tak bergerak gjibran pun menyudahi amarahnya dan pergi meninggalkan kamar sang istri
"ghibran kembali ke kamarnya dan disana iya meluapkan semua amarahnya
"naya yang pingsan kini sudah sadar walau tak sepenuhnya..iya pun duduk di samping ranjangnya memegangi pipinya
naya kembali menangis mengingat perlakuan ghibran
"lama lama naya merasa nyeri di bagian punggung dan bokongnya. iya berdiri perlahan dan mengambil obat yang di berikan ole dokter farel
"karna belum makan malam daan naya juga takut meminum obat dalam ke adaan lapar iya pun turun ke dapur mencari
makanan
"iya melihat di prasmanan masih banyak makanan.iya pun mengambil piring tujuannya untuk makan cepat
"ghibran merasa lehernya kering iya berinisiatif mengambil air minum
saat ke dapur ghibran melihat naya mengambil makanan .belum saja iya menyendoki makanan ghibran sudah terlebih dahulu membentaknya
"jika kau ingin makan kau bisa beli makanan pake uang abis ja**ng mu itu.! dan kau bisa makan di luar. biar makan yang ada di mansionku ini tidak kurang karna mulai hari ini aku akan membatasi stok bahan makanan di rumahku. aku tak sudi menghamburkan uangku demi yang tak jelas dan tak tau diri dan satu lagi kau harus mengembalikan uang yang pernah aku pakai untuk menebus hutang mu itu" ghibran memperingati naya dengan nada meninggi dan menekan ucapannya
"naya tak bisa berkata lagi. dia.. hanya bisa menangis dan menundukkan wajahnya
"kau tak perlu menangis karna aku tak akan pernah merubah semua ucapanku" hari ini ghibran dengan emosi meluap luap dan pergi meninggalkan naya
"disisi lain bi ijah melihatnya dan dia merasa kasihan kepada nyonyanya
tapi bi ijah tak bisa berbuat apa apa..
__ADS_1
iya tau jika tuannya marah maka semua bisa menjadi lebih parah lagi
"naya kembali ke kamarnya dan duduk di matras lembut berwarna putih,naya hanya bisa menangis,..karna terasa kepalanya pusing dia akhirnya untuk tidur
"sinar mentari pagi kini sudah menampakkan dirinya,dan menyinari wajah cantik yang sedang tidur pulas di king size lembutnya
"gadis itu pun bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya..
sebenarnya hari ini iya ingin beristirahat
karna merasakan tubuhnya sangat lemah
"tapi jika tak bekerja maka dia tak bisa
mendapatkan uang dan tak bisa membayar hutang nya
"setelah selesai mandi. naya keluar menuju meja makan.sesampai disana iya tak melihat ghibran dan mereka lega...
"selamat pagi nyonya" sapa bi ijah
"pagi bi...
"nyonya mau sarapan sekarang biar bibi ambil kan" tawar nya
"ehh tidak usah bi..aku buru buru karna sudah telat ke perpustakaan
"baiklah nyonya dan ini bekal nyonya" bi ijah memberikan kotak bekal kepada nyonya mudanya
"naya masih mematung iya belum bergeming dari tempatnya' iya masih ingat dengan ucapan ghibran tadi malam
"hah gak usah bi hari ini bos aku menawari makan siang bersama jadi
gak usah bawa bekal.lagi pula kalau di bawa gak bisa di makan bi karna di resto gak boleh bawa makanan dari luar" ucapnya bohong
"oh begitu ya nyonya..baiklah biar bibi
kasih ke lara saja" bi ijah dengan senyum
assalamualaikum
"waalaikumsalam,,, balas bi ijah
"maafkan saya nyonya saya gak
bisa membantu anda. saya hanya bisa
mendoakan nyonya mudah mudahan
hati tuan ghibran bisa berubah dan menerimah nyonya sebagai istrinya yang sepantasnya..." batin bi ijah tak tega melihat majikannya
''bi ijah masih setia di tempatnya tak menyadari jika tuannya sudah berada di dekatnya
"bi.."panggil ghibran
"ehh tuan..sudah mau sarapan?
"em... ghibran hanya berdehem
"bibi bikin kopi dulu tuan" ucapnya dan
pergi menuju dapur...kotak bekal yang di pegannya' menyimpannya di meja
"ghibran melihat kotak itu...iya bertanya ke bi ijah
"bi itu apa? sambil menunjuk kearah kotak tersebut
"bi ija mengikuti arah jari tuannya.dan menjawab
"itu bekal nyonya tuan...tapi nyonya tak mau membawanya.dan kata nyonya iya akan makan siang bersama dengan temannya" ucap bi ijah
__ADS_1
"ghibran hanya tersenyum kecut mendengar penuturan bi ijah
"saya permisi dulu tuan" gibran hanya mengangguk
"hem..bilang saja kalau mau berduang dengan pria brengsekmu itu.." ghibran
tersenyum licik
"rangga..!!!!! " teriaknya
"ada apa sih..gak bisa apa manggil
pelan..pelan aja.. gak usah teriak..telingaku masih normal.bi ijah juga sudah tua,kalau dia kaget dengar suara lo yang cempreng itu
bi ijah bisa kena serangan jantung mendadak.." rangga sedikit emosi
karna bosnya
"udah ceramahnya..kalau belum
nanti lo singgah saja di masjid untuk
ceramah" ucapnya ghibran melempar roti
yang iya pegang kepiringnya dan meninggalkan rangga karna malas berdebat dengan asistennya
"ini orang kenapa sih..pagi pagi
sudah marah marah gak jelas...
''di perjalanan naya masih mencari ojek namun tak menemukan satupun..saat berjalan mobil sport mewah melintas dan
melewatinya begitu saja
"ya itu dalah mobil suaminya dan hanya melewati nya. tapi naya tak mengambil hati jika ghibran mengabaikannya
''ghib tu kasian bini lo. jalan kaki. apa kita ajak aja dia! kan kantor dengan perpustakaannya kan searah" rangga memberikan usul agar majikan wanitanya
bisa ikut bersama mereka
"gak usah!! jawabnya ketus
"tapi ghib...
"GUE BILANG GAK USAH!!!! ghibran menegaskan suaranya
" terserah lo. tapi jangan nyesel kalo bini lo di anter sama orang.apa lagi seseorang itu cowok ." rangga memanasmanasi ghibran rangga berharap agar tuannya cemburu dan bisa mengajak istri bosnya...
"terserah emang dia ja***g jadi terserah dia mau ngapain!! " ucapnya lagi
"siapa maksud lo..ja**ng hah!!! rangga mulai tersulut emosi karna perkataan ghibran yang menghina naya
"siapa lagi kalo bukan perempuan yang menumpang hidup di rumah gue..
"maksud lo naya!!! tanya nya lagi
"siapa lagi!!! ghibran memicingkan senyumnya
"wah lo makin hari makin gila! omongan gak bisa di kondisikan. kalo begitu lo lepasin aja sia ja**ng itu" tak tau apa maksud rangga berbicara seperti itu hanya dirinya yang tau!
"maksud lo apa? tanya penuh tanda tanya
"lo bilang dia ja**ng ya sudah lo lepasin aja biar dia kembali ke habitatnya menjadi ja**ng untuk apa juga lo pertahanin.
"gak secepat itu dia harus mengembalikan dulu semua uang yang gue pake untuk menebus hutang nya" ghibran merasa sakit mendengar ucapan rangga untuk melepaskannya
"wah hebat lo gue jempol lo seratus persen gue dukun lo bro" ucapnya menyeringai senyuman licik...
"********
__ADS_1
...***apa kah hubungan naya dan ghibran akan berakhir karna naya sudah merasa kecewa karna baru kali ini iya mendengar dari suaminya kata kata yang begitu menyakitkan untuk...
...# tinggalkan like and vote gaez bia semangat lagi idenya***...