
"neng kamu minum obat dulu ya?
biar cepat sembuh ya neng emak juga udah bikinin neng wedan jahe biar badannya mendingan" kata bu Zaenab
"mak bisa gak bang rangga di suruh pulang neng kangen sama bang rangga mak" pinta ayu adik perempuan rangga
"iyq neng nanti emmak telpon abangmu ya tapi kamu makan dan minum obat dulu
*******
"halo,ada apa!!!📞
#######
"ok kamu harus hati hati karna dia
pasti akan merencanakannya lagi📞
#######
"baik saya dan tuan farzam akan kesana
dala. berapa hari lagi📞
######
"ok sekarang jalangkan tugas kalian
dan jangan sampai gagal kamu tau
sendiri kan tuan kalian bagaimana kalo
marah
*skip
"naya aku mau ngomong sama kamu
dan aku harap kamu tidak menolaknya"ucap kila tegas
" mau ngomong apa sya?
"kamu tidak ingin kan menikah dengan
anak rentenir itu? ucapnya
"naya hanya mengangguk
"dan aku juga gak akan ngebiarin kamu
melakukan donor ginjal nay" dan itu membuat naya bertanya
"sya kalo aku gak operasi bagaimana
caranya aku bisa bayar hutangku sya!
"kakaku yang akan membayarnya.
dan sebagai gantinya kamu harus
menikah dengan kakaku" ucap kila membuat naya membulat kan matanya
tak percaya dengan kata kila
"ma maksudmu apa sya aku gak
ngerti!
"dan kali ini mia yang berbicara
nay dari pada kamu nikah sama
orang yang kamu gak kenal
mending kamu nikah dengan kak ghibran" jelas mia dan di angguki kila
"rangga yang mendengarnya hanya
__ADS_1
bisa mengaga dan diam tak percaya
dengan tuannya yang menurut saja yang di suruh menikahi perempuan yang dia
tidak cintai
"tapi sya tuan ghibran tidak mencintaiku
mengenalku saja tidak sya bagaimana
kami bisa menikah" ucapnya tak berani
memandang wajah ghibran
* Flashback off*
"( ada apa sih sya)
"( kak aku mau kakak menikahi naya)
"( hah kamu sudah gila ya sya kakak kan
gak kenal sama cewek itu?
"( kak,kakak masih ingat dengan
kata kakak waktu masih di Canada
waktu aku kritis
* Flashback 4 tahun lalu
"syakli kamu harus bertahan sayang sebentar lagi kita sampai di rumah saki
sayang kakak mohon kamu bertahan
kakak janji apapun yang kamu mau kakak
akan kabulkan tapi kakak mohon bertehan lah
"benar kah kakak janji akan mengabulkan
"iya kakak janji apapun itu walau dengan nyawa kakak sendiri
"baiklah kak karna mendengar kata
kata kakak aku jadi bersemangat
tapi ini sakit sekali kak perih" ucapnya pelan menahan sakit di perutnya karna
terkena tembakan dari musuh ghibran
*Flashback on*
"jadi kakak akan mengingkari janji
kakak padahal selama ini aku nurut sama kakak dan aku tidak pernah meminta apapun kepada kakak" ucapnya sedikit kecewa karna tak menyangka kakak yang dianggapnya yang selalu memengang kata katanya ternyata itu hanya pencitraan untuk namanya saja
"melihat adiknya tunduk sedih dan kecewa dia tidak tega dan akhirnya dia mengatakan kalo dia akan menikahi naya
dan membuat kila langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah kakaknya
"benar kakak mau menikah dengan naya
kakak sedang tidak memprank aku kan" tanyanya pada sang kakak dan
ghibran mengiyakannya
"hahhh makasih kak,aku jamin kalo kakak menikah dengan naya suatu hari nanti kakak akan berterimah kasih kepadaku" ucapnya antusias kebahagiaan yang
meliputi hatinya sekarang karna ternyata usahanya tidak sia sia
*Flashback off
"nay kakakku mau kok nikahin kamu
dan kamu tenang aja kakaku orangnya penyayang kok kamu gak usah khawatir
__ADS_1
masalah cinta kalian bisa kok pacaran setelah nikah dan cinta bakal tumbuh dengan sendirinya" kila dengan semangat menjelaskan kepada calon kakak iparnya
"ghibran hanya diam saja dia tak menyangka jika dia akan menikah
dengan gadis pilihan adiknya
"dia cantik juga jika tak memakai masker
" batin ghibran
"hah jadi bos akan menikahi gadis ini?
apa gue gak salah liat bos patuh aja di suruh nikah," batin rangga
" gimana nay kamu mau kan? atau kamu mau menikah dengan anak rentenir itu" denga cepat naya menggelengkan kepalanya
"aku gak mau sya nikah sama Khaliq. dia orangnya kasar dan suka dengan kekerasan aku gak mau sya aku taku kalo dia bakal mukul aku!" ucapnya tegas karna takut,
"mengingat Khaliq pernah menyiksa seseorang di depan mata naya sewaktu mereka masih kecil dan Khaliq juga pernah memukul naya dengan sapu ijuk hingga patah entah sengaja atau tidak tapi itu yang membuat naya ketakutan dan tak ingin dekat dengan Khaliq
"ghibran yang mendengar itu tak
percaya jika dia menolak menikah dengan Khaliq hanya karna pernah menyiksa seseorang bagaimana dengan dirinya dia adalah bos mafia kelas kakap dan membunuh orang yang mengkhianatinya tampa ampun
"hah ini sih masala besar, bagaimana
kalo nona naya tau kalo calon suaminya
adalah seorang mafia kelas kakap dan bahkan adik iparnya pun seorang mafia yang sangat kejam, apa nona naya bisa memaafkan mereka suatu saat nanti kalo dia tau yang sebenarnya," rangga yang sibuk dengan fikirannya sendiri sampai tak menghiraukan panggilan bosnya
" RANGGAAAA!!!!!!
"hah iya tuan ada apa!
" kamu kenapa melamun? apa kamu rindu dengan kamu yang ada disana" ucap ghibran dan meluruskan jari telunjuknya
kearah kamar jenazah dan itu yang membuat rangga merinding susah menelan salivanya
"hah ti tidak tuan...apa yang harus saya lakukan tuan
"dengan malas rangga menjawab
" kamu kerumah naya dan tanya ibunya dimana rumah rentenir itu dan bayar semua hutang naya maksudku almarhum ayahnya dan plus bunganya dan Pastika jangan ada masalah lagi dengan rentenir iu" ucap nya tegas
"baik tuan saya akan kesana sekarang" dengan badan yang masih gemetar karna takut rangga segera meninggalkan bosnya
"jadi nay sekarang kita pulang mansion calon suami mu ok.
"terus operasinya bagaimana sya masih aku tinggalin gitu aja kan gak sopan?
"kamu tenang aja nanti calon suamimu yang mengurusnya semua.!!!
mendengar kata calon suami membuat pipi naya menjadi merah merona dan malu
"mereka sudah di dalam mobil naya yang duduk di depan mia dan syakila duduk di bangku belakang.sebenarnya naya ingin duduk di bangku belakang karna tak enak dengan ghibran tapi karna gara gara kila dan mia selalu punya seribu cara
" oh ya nay umur kamu sekarang berapa?
kila tiba tiba menanyakan umur naya
"kamu gak tau ya? sya. umurku" kila hanya menggeleng
"18 tahun sya kita cuma beda setahun kok
" jadi aku harus manggil kamu dengan sebutan kakak ipar dong? kan gak etis gak sopan manggail kamu dengan nama kamu? ucap kila membuat naya kembali menjadi malu dan hanya menundukkan kepalanya tak berani melihat ghibran
"ghibran sesekali melirik naya
"sesampai mereka di mansion.naya terperangah melihatnya.dia tak menyangka jika calon suaminya ternyata mempunyai istana yang begitu besar dan megah
"kakak ipar nanti kakak ipar akan tinggal disini dengan suami kaka" ucap kila membuat naya jadi malu dan pipi yang sudah merah merona
*******like dan vote nya ya biar semangat
lanjut ceritanya
# tuhan tolong kabulkan apa yang
__ADS_1
sedang saya di cita citakan saat ini
# ceritanya udah mulai seru guez tapi disini ceritanya pemeran laki lakinya ada 2 ya***