Pria Kejam Mencintai Gadis Penyakitan

Pria Kejam Mencintai Gadis Penyakitan
rahasia


__ADS_3

"nayaaaa!!! sini kamu!, cepeta.!!!


teriak bella.


"iya,iya bell tunggu bentar" ucap naya sambil membersihkan tangannya dari busa sabun."


"aduh apa lagi ini kenapa perasaanku tidak


enak,ya allah muda"mudahan bella


gak nyiksa aku lagi...gumam naya dalam hati


merasa takut luar biasa


"ada apa bell,? tanya naya sambil meremas sedut bajunya


"kamu bisa kerja gak sih,kenapa bajuku


jadi begini hah,! kamu apakan bajuku,


kenapa sampai ada warna merah."tanya


bella dengan marah,karna gaunnya


terkena lunturan merah sewaktu di cuci


"maaf bell kemari kena lunturan. baju ibu


saya gak tau bell,! maaf" ucap naya dan menundukkan kepalanya


"hah kamu bilang maaf, enak aja lo


woy baju gue ini lebih mahal dari pada


harga diri lo tau ngga,sini lo.lo itu di harus kasih pelajaran biar pinter sedikit." ucap bella sambil menarik jilbab naya merasa kesal karna bajunya yang kena lunturan merah


"ampun bella saya ga'sengaja kemarin,


saya juga ga tau kalo ibu,masukin bajunya kedalam baskom bell.hiks..hiks" lirih naya memegani tangan bella yang menarik jilbabnya


"oh jadi lo mau bilang kalo nyokap gue yang


salah gitu! kur*ng ajat banget lo!!!


"ni rasain" ucap bella"


aaaa sakit bell aaaahhh ampun bella.


bella menghempaskan tubuh naya ke lantai


dan menendang pinggang belakang naya


"karna penyiksaan dari bella,naya berbaring di kamarnya dengan pinggang yang sakit dan bengkak"


"ibu ayah naya mohon jemput naya sekarang naya mau,ikut dengan kalian.naya sudah ga' sanggup bu,yah hiks...hiks..


"naya pun ketiduran karna merasa badan ya sakit akibat penyiksaan bella.


tak terasa waktu pun sudah.gelap dan naya belum juga bangun dari tidaunya


"kembali ke kila

__ADS_1


"kak makanannya sudah siap ayuk' makan dulu." ucap kila memanggil sang kakak


"iya sya tunggu bentar kakak pakai mandi dulu!"


ucap ghibran yang akan mandi karna merasa badanya sangat lengket karna perjalanan jauh yang mereka tempuh


"20 menit ghibran sudah selesai dengan ritual mandinya dan berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan


"sya kamu panggil juga rangga untuk makan


"hem", jawab kila singkat


"woy kadal lu lagi ngapain? di panggil sama


abaang gue tu,!!! mau makan ga'lo.!!! ucap kila yang berada di depan pintu kamar rangga


"kok gue ga di jawab sih...ngeselin banget


tu bocah,"grutu kila sendirinya sambil memutar handel pintu dan masuk ke kamar rangga


"aaaaaaaaaa."teriak kila bersamaan dengan rangga. kila membalikkan badan ya menghadap ke pintu.sedangkan rangga menghilangkan kedua tangannya di dadanya


"woy kadal ngapain lo di situ mana,ga'pake baju lagi..anjir lo..."maki kila karna tak sengaja melihat rangga hanya memakai bokser


"woy angrek beracun lo yang ngapain masuk kamar orang.ga' pake salam segala lagi!" teriak rangga karna kesal kepada kila


"ini kan rumah gue, suka suka gue dong..?


lirih kila karna merasa malu.


"cepetan turun abang gue sudah nungguin lo.mau makan malam.


"iye udah sono gue mau pake baju dulu, atau lo mau pakein baju buat gue."ucap rangga


"enak aja lo...boleh nanti gue pakein kafan buat lo." udah cepetan ga' usah lama


lama, dan satu lagi? lain kali kalo lo beli


bokser cari yang warna lain jangan warna itu


malu maluin tau ngga'" ucap kila sambil berjalan meninggalkan kamar rangga dengan senyum meledek


"ahhhh kecoa lo emangnya gue mau mati apa di kafanin.gerutu rangga karna kila berhasil membuatnya malu


rangga sambil melirik kebawa melihat boksernya


"rangga mana sya" tanya ghibran kepada kila karna dia datang seorang diri


"ada di atas"jawab kila singkat sambil mengambil makanan


"oh ya kak, gaji si kadal berapa sih?"....


kila penasaran dengan gaji para pengikut kakaknya termasuk rangga


"emang kenap sya.." tanya ghibran karna heran tiba tiba kila menanyakan gaji sang


asisten


"gapapa cuma mau tanya aja? ucap kila sambil mengunya makanannya


"kamu tanya sendiri aja sama si kadal". ucap

__ADS_1


ghibran santai dan fokus pada makanannya


"rangga pun sudah datang dan menarik kursi dekat san bos


"sya makanannya enak banget sya, kamu


pinter banget masaknya." ucap ghibran sambil menyuapi mulutnya


"hehehe iya dong kak,akun kan mau jadi


adek yang baik dan penurut.


kakak kan minta di masakin masakan yang kakak mau". ucap kila sambil senyum manis


"kak ini itu masakan calon istrimu Inayah!


aku mana bisa masak masakan kaya gini?


kak masak air aja pancinya kadang gosong.


maaf ya kak aku bohong sama kakak.


ini demi cinta kak". gumam kila dalam


hati


"gue gak percaya kalo lo!yang masak


mana ada mafia angrek beracun bisa masak


pasti lo,nyuruh orang kan.ngaku aja". ujar rangga dengan tatapan sinis sambil mengunya makanannya


"eh kadal kalo ngomong itu di saring dulu


mau gue iris tu, bibir,!!! enak aja lo kalo


ngomong!" decak kesal kila karna rangga


menebak rahasianya


"si**lan tu si kadal hampir saja rahasia gue


ke bongkar awas aja lo entar gue kasih


perhitungan lo kadal puna!!! gumam kila


dalam hati sambil senyum licik


"ya elah"orang cuma bercanda doang ko' gitu aja marah.


"abisnya lo ngerendahin kemampuan gue


biar gini gini gue bisa masak juga tauuuu!


"udah udah ini kok malah ribut sih..." ucap


ghibran gerah dan kesal mendengar perdebatan dua orang di depannya


"aku udah kenyang kak, eh lo kalo udah


makan beresin ni mejah bersihin gue mau

__ADS_1


tidur" sambil beranjak dari kursi dan meninggal kan sang kakak dan rangga


__ADS_2