
" setelah sampai di halaman rumah ghibran mematikan mesin mobilnya
dan membukan pintu secara kasar dan membanting nya pula seakan pintu itu akan lepas dari enselnya. anggap saja itu ya Thor soalnya gak tau namanya apa🤭
" memutari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya dan menarik kasar tangan istrinya sampai kedalam rumah
" para maid yang mendengar derum mobil di depan mansion mereka segera membuka pintu berwarna coklat keemasan
" para maid yang melihat sang tuan muda menarik paksa sang istri yang terisak
para maid jadi kalang kabut melihat adegan tersebut bagaimana sang tuan muda memperlakukan istrinya seperti binatang menyeret tak memperdulikan sang istri kesakitan
" tu tuan nyo nyonya kesakitan tuan!!! ucap bi ijah lirih dengan air mata yang metes..
" ghibran berbalik badan menatap sang bibi dengan raut wajah yang sangat murka.." BIBI GAK USAH IKUT CAMPUR INI URUSAN KU DENGAN DIA...!!! suara tegas dan penuh amarah,ghibran lontar kan pada BI ijah.ini pertama kalinya ghibran membentak wanita paruh bayah itu setelah kian lama merawat pria berwajah tampan itu
" bi ijah mematung setelah mendengar bentakan sang tuan muda, BI ijah tidak bisa lagi berkata apa pun.dan lara yang melihat itu langsung saja menghubungi sekertaris Rangga lara berharap sang sekertaris bisa membantunya
" Tut Tut..Tut.....berapa kali panggilan Rangga belum menjawab dan panggilan yang terakhir tersambung
" Rangga yang baru saja akan mendarat kan bokongnya di ranjang King sezz nya,terganggu dengan suara ponsel nya..dan meraihnya dengan gerak malas
" setelah mendapatkan ponsel nya Rangga menyergitkan alisnya bertanya dalam hati mengapa lara menelponnya malam malam dan tumben setelah pertengkaran antara Rangga dan lara barapa bulan lalu ini untuk pertama kalinya lara menelponnya setelah kejadian mereka.
" nih anak ngapain nelpon apa dia sudah tidak marah lagi sama gue..tumben.." Rangga pun menggeser tombol berwarna hijau tersebut baru saja Rangga akan menjawab tapi lara sudah terlebih dahulu menjawab dengan suara terisak.
" halo a. ini neng.a Rangga tolong ke Mension segera a, tuan..hiks hiks" suara lara terputus karna isakannyamembuat Rangga jadi panik
" Ra kamu kenapa coba tenang dan cerita! ada apa hah!!!
" a tuan..tuan menyiksa nyonya Naya dia menyeret nyonya tanpa perasaan a, aa cepat datang sebelum tuan menggila dan membunuh nyonya a, tolong a.." suara lara tambah panik karna mendengar suara dari kamar sang majikan..
" ok aa segerah kesana!!! panggilan pun terputus Rangga dengan gerakan spaiderman nya melunjur ke bagasih mengeluarkan mobil mewahnya
__ADS_1
" astaga ghib mudah mudahan Lo gak gila dan akan membuat Lo nyessel nantinya
ya Tuhan sadarkan si kampret itu..." gumam nya dalam hati sambil mengemudi dengan tenang ia juga tidak mau jika terjadi sesuatu adanya
" sedang kan di kamar baru saja sampai. di dalam kamar sang tuan muda,ghibran menghempas kan tubuh kecil Naya di lantai karna benturan cukup keras membuat Naya berteriak...
" berapa bre**sek itu membayar mu hah!!!
katakan berapa per,jam apa kartu hitam yang aku beri belum cukup buat kamu hah!!! sampai kamu harus menjalang kepada si bre**sek itu!!! kenapa kau jadi wanita tak punya harga diri Inayah jawab aku jangan diam saja!!! " bentak ghibran dan berjongkok di hadapan Naya yang terisak..geram melihat istri nya diam seribu bahasa membuat ghibran bertambah geram,dan menjapit pipi.naya dengan keras sampai menimbulkan warna merah di pipi istrinya
" jawab aku, berapa kau dapat dari dia! berapa dia membayar mu untuk melayani na**u nya.kata kan!!! aku bisa memberi mu lebih dari dia." dengan suara lebih merendah tapi terdengar tegas dan menekan..
" Naya mendengar pertanyaan suaminya, memberanikan mengadah ke pria yang ada di hadapannya..dan menjawab pertanyaan suaminya
" tu tuan kau salah faham aku dan kak vano tidak berbuat apa yang tuan fikirkan
tadi siang waktu aku selesai makan di warung kecil aku rencana mau ke perpustakaan mbak rere.
tapi tidak dengan ghibran dia tidak akan percaya begitu saja,karna iya tau sifat vano terhadap wanita apa lagi jika wanita itu ia ingin kan.ghibran tersenyum miris mendengar penjelasan Naya
" kamu fikir aku akan percaya,! tidak Inayah aku bukan pria yang bisa kau bodohi...kau polos tapi itu cuma kesing agar orang tak percaya jika kamu wanita murahan .melayani pria demi uang cih.." perkataan ghibra terasa sangat menyayat hati seorang gadis bernama Inayah farsyalah
" kau harus mendapa hukuman yang setimpal" bentak nya sambil menarik benda yang melilit di pinggang lebarnya
" tuan jika memang aku tidak ada gunanya buat tuan. lebih baik tuan ceraikan saja aku atau tuan bunuh saja aku biar aku bisa bertemu ayah dan ibu jujur andai aku di suruh memilih hidup mewah tapi tersakiti aku lebih baik mati dan berkumpul bersama orang tuaku..hiks ..hiks aku sudah tidak sanggup tuan. aku lebih baik mati sungguh..
DEG
"perkataan Naya membuat ghibran diam dan menambah emosinya antara tidak ingin kehilangan dan di hianati oleh wanitanya dia merasa ubah dengan perkataan Naya tapi egonya mengalah kan rasa ibahnya
" hahaha kau pikir kau punya pilihan tidak Inayah bahkan kematian mu aku yang bisa memutuskannya dan aku tidak akan membiarkan mu mati atau menceraikan mu, tidak Inayah kau tidak punya pilihan sama sekali. tapi aku punya rencana untuk membuatmu menderita.tapi kematian akan menjauhimu, dan sekarang kau bisa merasakan penderitaan kecil dulu sebelum kau merasakan penderitaan yang sesungguhnya," ucapnya dengan seringai kecil di sudut bibirnya.
" ya Allah jika memang hamba tidak pantas bahagia hamba terimah ya Allah tapi jika hamba bisa meminta sesuatu kepadamu hamba hanya akan minta satu permintaan 'pertemukan aku dengan ke2 orang tua ku' " gumamnya dalam hati sambil memejamkan matanya
__ADS_1
" oke kita mula dari mana dulu wanita ja**Ng kaki atau badan atau langsung kepala saja" serunya senyum samar sambil mengangkat tangannya ke atas dan mengagungkan benda yang di tariknya dari pinggangnya tadi
brakk...
" ghibran apa yang Lo lakukan hah." suara teriakan plus bentakan dari seseorang yang baru saja menerobos masuk kedalam kamar pribadi sang tuan muda
ghibran hanya menoleh sebentar dan menatap Naya kembali yang bersimpuh di hadapannya
" bre***ek kau ghibran BUG..BUG.BRAK
jika Lo gak ada perasaan dengn Naya lebih baik Lo lepasin dia.dia bukan binatang yang sewnak jidat Lo nyiksa dia tanpa mendengar penjelasan Lo.! dan gue yakin jika syakilah tau apa yang sudah Lo peebuat pada sahabatnya.gue yakin banget jika syakila bakal bunuh Lo atau dia akan mengakhiri hidupnya sendiri.." ujar Rangga dengan suara menggema dalam kamar dan memukul ghibran membabi buta..ghibran hanya diam tak membalas pukulan Rangga karna Rangga tak pernah memberikan ghibran kesempatan untuk melawan
" Naya yang melihat Rangga memukul sang suami ia pun berdiri dan menarik lengan berotot Rangga.
" kak sudah aku mohon kak jangan pukul tuan lagi..hiks ..hiks..kasihan kak tuan sudah lemas aku mohon kak." pintanya memohon agar Rangga menyudahinya
" seketika rangga berbalik dan langsung memeluk Naya dengan erat.menwnangkan gadis dalam pelukannya
" nay untuk apa kamu kasihan dengan dia,dia sama sekali tidak punya hati terhadap mu jika kamu sudah tidak sanggup lagi ikut aku pergi aku akan membawa mu sejauh yang kau ingin kan,aku tidak bisa melihat mu tersakiti nay aku merasa ayu yang merasakan penderitaan ini hatiku sakit nay.ayo kita pergi dari sini dengan langka pelan Rangga membawa Naya
" tidak kak aku tidak akan meninggalkan tuan jika aku masih terikat pernikahan dengannya walau bagainama dia tetap masih suamiku kak! aku akan pergi jika dia yang meminta ku pergi aku tidak ingin berdosa lebih besar kak.karna mengabaikan suamiku kak.hiks hiks.ibu dan ayah tidak pernah mengajarkan ku menjadi seorang lari dari tanggung jawab apa lagi terikat dengan sesuatu.aku harap Kaka mengwrti!" lirih nya mendongak menatap wajah Rangga yang memerah dengan penuh peluh kerana telah menghajar bos alias sahabatnya
" nay aku akan mengerti tapi jika dia menyakiti mu lagi aku tidak akan mengerti lagi..kau seperti dengan ayu kau menganggap ku sebagai kakak mu begitu pun aku. aku tidak akan membiarkan orang orang menyakitimu termasuk suami brengsek mu itu" ucap nya melirik ghibran yang masih setia duduk di dekat sofa karna terjungkal oleh hantaman Rangga
" Naya cuma bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju " baiklah nay aku tidak bisa lama lama disini aku malas melihat wajah malaikat berhati Dajjal si mata satu." sahut Rangga dan berlalu di hadapan Naya..
" di depan kamar Rangga berhenti dan berteriak" bi' lara..bawa obat dan obati majikan kalian jika dia masih saja menyiksa nyonya kalian, aku memberi kalian wewenang menyeretnya ke kamar Moza." suara Rangga menggelegar di mansion mewah tuan ghibran, Rangga pun menuruni anak tangga sebelum itu dia kembali menatap para maid yang ada di depan pintu kamar sang majikan, dengan mengedipkan matanya😉
" wah dasar suasana begini masih sempe sempatnya dia bercanda wah parah tuh..orang. tadi dalam yang di pukul siapa sih..kok jadi aa Rangga yang jadi eror. nyata nyata nya kita berdiri di dekatnya tapi mala teriak teriak kaya kita di Jakarta dan pasar." ucap laea menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan Rangga
" aduh neng kamu yang ngaco gak nyambung kalo ngomong.jakarta pasar.sudah sana kedapur ambil air dingin
"
__ADS_1