
"detik berganti menit,menit berganti jam
dan waktu tak terasa begitu cepat berlalu
dimana naya dan ghibran akan menikah
di hari yang sudah mereka tentukan dan hanya pernikahan yang sederhana
tampa banyak sanak keluarga atau undangan
"pukul 4 pagi naya sudah terbangun dan
melaksanakan kewajibannya sebagai
seorang muslim,karna sebentar lagi akan ada para perias akan datang untuk
meriasnya sesuai dengan arahan dari
kila
"assalamualaikum nyonya" bi ijah
sudah siap di depan pintu kamar naya
"waalaikumsalam bi.naya membuka
pintu dan mempersilahkan bi ijah masuk
"maaf nyonya saya kesini hanya mau mengantar para perias dan membawakan
nyonya sarapan" ucap bi ijah
"oh iya bi, ayo mbak silahkan masuk" naya dengan ramahnya menyuruh
para perias masuk kedalam kamarnya
"nyonya sebelum di rias lebih baik
nyonya sarapan dulu,! biar gak lemes
kalau akad bentar nyah
" oh iya bi aku mandi dulu bi.nanti
sarapannya kalau udah mandi" ucapnya dan berjalan menuju kamar mandi
"baik nyah kalau bagitu bibi ke bawa
dulu" ucapnya
"em mbak tunggu sebentar ya? saya mandi dulu,sementara menunggu mbak mbaknya sarapan juga, bi ijah sudah membawakan kita sarapan!" ucapnya ramah dengan senyum
"iya nyonya terimakasih" para perias merasa senang karna naya menyambut
mereka dengan senang hati
"kalau begitu saya mandi dulu ya?
" silahkan nyonya
"30 menit sudah, naya yang baru selesai
dengan ritual mandinya dan para perias mulai melaksanakan pekerjaan mereka
" tak terasa semuanya sudah selesai
para perias terkagum kagum melihat
kecantikan naya.naya memakai gaun
berwarna putih tulang dan hijab senada
"wah nyonya cantik sekali! padahal
kami cuma mempolesi nyonya dengan sedikit make up tapi tak di sangka hasilnya cantik banget" ucap gadis yang bernotabeg lara
" mbak bisa saja" ucap naya malu malu
" tok tok tok kak. kak naya aku masuk
ya? "ucap kila
"masuk aja sya
"hei mbak calon kaka iparku mana?
tidak ada disini? ucap kila dengan mengedipkan sebelah matanya kepada perias seolah memberinya kode.yang berpura pura tak meliha naya. karna dia tak percaya kalo naya akan secantik ini
" sya kamu ngomong apa sih ini aku
naya " naya mendengar kila menjadi bingung
" kamu bener naya! calon kaka iparku" ucapnya sambil memutar dan memegangi pipi naya
"iya sya ini aku naya kenapa kamu
jadi aneh begini sih baru berapa jam
gak ketemu kamu jadi amnesia begini
sih
"hehehe bukan amnesia nay, soalnya
kamu cantik banget jadi gak kenal! ucapnya
" ya udah ayo turun pak penghulu sudah nunggu kakak juga udah karatan kelamaan nunggu calon istrinya" ucapnya menggoda
__ADS_1
"naya sudah berjalan dan menuruni tangga dan ghibran yang melihat
naya dengan balutan gaun putih tulang membuatnya bercahay mata ghibran
tak bekedip sedikit pun'
"mata di kondisikan ntar loncat tu mata
ribet nyariin ya" rangga membuyarkan
pandangan ghibran
"seketika ghibran mengalihkan pandangannya ke arah lain karna salah tingkah
"para maid yang melihat majikannya hanya bisa tersenyum"_ ikuti dengan
mia hanya bisa tersenyum kecil dia takut
karna di sampingnya ada rangga
"jadi semuanya sudah siap! ucap pak
penghulu
""ghibran yang merasa grogi, menarik napas dan perlahan melepasnya dan menjabat tangan pak penghulu
" **Bismillahirrahmanirrahim
ananda ghibran radityan al farzam
saya nikah kan dan kawin dengan
inayah farsyalah said binti muhammad said dengan maskawin emas seratus
tunai karna allah
" saya terimah nikah dan kawinnya Inayah farsyalah said binti muhammad said dengan maskawin emas seratus gram tunai karna allah**
" bagaimana SAH....
"SAH
"SAH
"SAH
"para tamu bersorak bahagia
"ghib ni cincinya lo pasangin di jari
bini lo" rangga menyerah kan sebuah kotak cincin kepada ghibran
"ghibran sudah memegang cincinnya
dan siap menyemakkan ke jari istrinya
tak lama mia memberi kode kepada naya
dan naya mengulurkan tangan
"ketika ghibran ingin memegang tangan
istrinya naya menarik pelan tangannya
dan sontak membuat ghibran heran
"nay gak usah malu dia sudah jadi
suami lo sudah halal" bisik mia di telinga
naya
"naya kembali mengulurkan tangannya
dengan cepat ghibran menggenggam tangan istrinya.seketika membuat naya
kaget
"wihhh bro...pelan aja gak ada kok,
yang berani ngambil bini lo" rangga mulai
dengan sifat jahilnya
"ghibra masih mematung dia belum
memasang kan cincin di jari istrinya entah apa yang di pikirkan nya
"woy lo mau ngasih cincin itu apa
enggak sih pelit banget lo sama bini
sendiri" rangga membuyarkan pikiran ghibran yang tau tau apa yang sedang di pikirkan nya
"lo liat gak ini cincinnya yang kegeden
apa jari naya sih yang kecil" ucap gjibran
melihat jari naya yang lentik dan begitu tirus
"udah pakein aja dulu entar atau besok lo beliin lagi yang agak kecilan dikit"
"hm" ghibran hanya berdehem dan
memakaikan cincin ke jari istrinya.mengambil tangan suaminya dan
menciumnya begitu juga dengan ghibran
__ADS_1
yang mencium kening sang istri
"acarapun sudah usai para tamu sudah
pulang tinggallah naya,ghibran,rangga dan ayu, rangga membawa ayu dan emaknya karna emak ingin melihat
pernikahan ghibran
"kaka ipar sebaiknya kaka beristirahat
pasti kaka cape kan," kila tau jika kaka
iparnya sedang lelah dan dia menyuruhnya untuk beristirahat,naya pun
melangkah ke lantai atas menuju kamarnya.sesampai di kamar naya ingin
membuka gaunnya.namun naas dia tak dapat meraih.rasleting gaunnya
"naya duduk bersimpuh di lantai dia menangis karna sudah merasa gerah
namun tak bisa membuka gaunnya
dia naik keatas ranjangnya dan berbaring
tak terasa dia akhirnya terlelap dengan
gaunnya
"waktu sudah menunjukkan pukul satu
dini hari ghibran pun naik ke kamarnya
karna merasa lelah sesampai di kamar dia
tak melihat seseorang pun di kamarnya
"kemana dia? apa dia di kamar mandi!
ghibran melihat ke dalam kamar mandi
namun sama saja
"apa dia tidur di kamarnya? dengan penasaran ghibran menuju kamar naya
dan ternyata naya sudah tidur
"ghibran menatap wajah cantik istrinya yang baru berapa jam lalu iya persunting
" kenapa dia tidur masih memakai gaun pengantinnya? apa dia ingin jadi putri tidur dengan gaun pengantin"
"saat ghibran akan keluar dia menginjak
gaun naya yang terurai di lantai bergatungan dan gaun itu tertarik dan sobek! membuat naya terbangun kaget
"tu tuan ada apa anda kemari! apa ada
Yanda butuhkan" naya bertanyata untuk menghilangkan rasa takutnya dia berfikir jika ghibran akan meminta haknya
"tidak ada...kenapa kau tidur masih
memakai gaun ini" ucapnya dengan menunjuk gaun istrinya
"i i itu tuan anu.."jawabnya gugup
"ghibran masih menunggu jawaban istrinya sambil menaikkan satu alisnya"
anu apa! kalau ngomong itu yang jelas
"aku gak bisa membuka rasletingnya
tuan" ucapnya malu dan menundukkan
wajahnya.ghibrqn tang mendengarnya
merasa geli dan kasihan dia ingin tertawa
tapi dia juga kasihan
"ya sudah sini biar aku bantu! "ghibran
menarik tangan naya dan membuat naya
sekejap berdiri dan langsung mendekap di pelukan sang suami
"pandangan mereka bertemu dan desirang darah dan suara jantung mereka
menggema di dalam dada mereka
"kaka ip...."kila berhenti melangkah setelah melihat adegan mesra sang kakak." upzzz maaf kak aku gak liat kok,
aku balik kekamar lagi silahkan di lanjut!
"kila langsung cepat cepat berbalik dan pergi menuju kamarnya ghibran dan naya masih dalam berpelukan setelah kila pergi
naya baru menyadari jika dia dalam pelukan sang suami
"naya cepat melepaskan dirinya dari
ghibran, ghibran jadi salting gegara adegan mendadak
******
***bagi vote and like nya biar
semangat lanjut ceritanya thor 😘
# hem BDW apakah ghibran akan
__ADS_1
meminta haknya pada naya secara mereka. lagi teletubisan***