Psychopath Mafia Queen

Psychopath Mafia Queen
Kegelisahan Davidson


__ADS_3

HAPPY READING 🤗


Setelah pulang dari acara event,di apartemen David lebih banyak terdiam.Entahlah tidak ada yang tahu apa yang difikirkan David,Rici pun bingung apakah boss nya sedih memikirkan wanita bernama Alencia.


"Boss apakah anda baik baik saja?".Tanya Rici hati hati.


"Ric,apa kau percaya Elo adalah anak dari Alencia?".Tanya David sendu.


"Boss apakah anda lupa.Identitas yang pernah kita cari?".Tanya Rici.


"Umur Nona Alencia 17 tahun boss,apakah anda lupa dia ke negara ini sendiri.Kalau pun memang benar tuan Elo anak kandung Nona Alencia,tapi jarak usia mereka 10 tahun. Sangat tidak mungkin bagi Nona Alencia mengandung di usia 10 tahun".Jelas Rici hati hati.


"Hmm,sangat masuk akal Ric.Oh ya aku sudah meminta dunia bawah(mafia) yang handal dalam meretas identitas Alencia. Mereka bilang tidak menemukan 1 info pun dari Alencia.Apakah ini wajar.Aku khawatir dia kenapa napa atau dia bergabung dengan orang yang nantinya memanfaatkan nya"


Cemas Davidson.


"Anda tidak perlu khawatir tuan.Setelah kita bertemu Nona,anda harus mengambil hatinya Tuan supaya anda bisa melindungi Nona". Jelas Rici.


"Kau benar,aku akan mengambil hatinya. Apapun dan bagaimana pun caranya aku akan mendapatkannya.Kalau perlu aku akan menikahinya sekarang juga agar bisa melindungi nya".Ujar Davidson penuh tekad.


Rici yang melibat tekad Davidson hanya bisa tersenyum,kapan lagi bisa mihat boss nya yang seperti ini.Karna boss nya tidak pernah tertarik pada perempuan,mungkin karena banyak nya perempuan yang memiliki niat hanya untuk menguasai hartanya.Tak jarang banyak yang bilang David sebagai homo.


"Tapi Ric,kata Elo Daddy nya meninggal. Apakah Alencia sudah bersuami terus Elo anak tirinya dan suaminya itu meninggal?".


Tanya David dengan was was.


Awalnya senang dengan bossnya yang banyak bicara.Rici kini justru kesal,bagaiman bossnya bisa berfikiran sempit.Biasa nya bossnya lah yang selalu memberikan solusi.


Tapi kenapa malah jadi begini bossnya tidak percaya diri sekali.


"Boss anda bisa melihat nya tadi,apakah anda tidak curiga kepada gerak-gerik tuan muda Elo dan tuan Ray.Mereka seperti memainkan drama".Ujar Rici dengan sabar.


'Bukannya anda sangat pandai membedakan drama dan sesungguhnya tuan!.Sabar Ric demi kenaikan gaji'.Batin Rici berteriak kesal pada bossnya yang baru kasmaran itu.


"Hmm,iya juga aku,curiga pada mereka(Elo and Ray).Baiklah nanti malam aku akan membuat pujaan hati ku membalas cintaku".


Ujar Davidson dengan membayangkan wajah Alencia yang cantik bak malaikat tak bersayap (gak tahu aja Lo dia jadi malaikat maut🙄🤣😚).


Rici yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Dia membayangkan bagaimana jika musuh dan bawahannya tahu sikap bossnya yang seperti ini untuk mendapatkan Nona Alencia. Pasti semua bawahannya akan mati berdiri, karena sikap bossnya saat sedang jatuh cinta ini seperti anak SMP yang baru kasmaran 🤣.


'Nona,anda beruntung di cintai oleh boss. Semoga berhasil boss,aku hanya bisa memberi solusi yang ku bisa'.Batin Rici.

__ADS_1


Di tempat lain(Mansion Alencia)


"Mom...".Teriak Elo menghampiri Alencia yang duduk di kursi roda sedang melihat taman dari teras samping rumah,karena belakang rumah itu tempat tinggal para pelayan.


"Elo".Jawab Alencia dengan menatap datar Elo,bisa dikatakan sedang tidak mood atau emang mukanya cuma datar yak?🙄🤣😅.


"Eh....heheheh".Cengir Elo sambil mencium pipi Alencia dan duduk di depan Alencia.


"Aku panggil Mom atau Kak?".Tanya Elo.


"Terserah".Jawab Alencia acuh.


"Mom sajalah.Lagian nanti ada tamu aku akan berlatih dulu".Seru Elo.


"Sebenarnya kenapa bisa nanti malam ada tamu?".Tanya Alencia datar.


"Itu karena mereka memaksa tuan muda Elo, Nona".Jawab Ray yang tiba tiba muncul dan duduk di samping Alencia.


"Iya,Mom.Bahkan Kakek Kael memaksa ku untuk memperboleh kan nya kesini".Jelas Elo.


"Hmm,terserah.Ray siapkan semua".


Perintah Alencia.


"Elo ceritakan apa saja yang kau alami di event tadi".Pinta Alencia pura pura tak tahu padahal si tahu.Kan banyak mata mata di sekeliling Elo.


"Hmm,biasa Mom.Banyak yang meremehkan anak tampan+jenius ini".Jelas Elo.


"Apakah kau tahu Mom,tadi aku bertemu mantan keluarga ku".Tutur Elo.


"Tuan Ciysen bukan?".Tebak Alencia.


"Yupz,kau memang pandai dalam menebak Mom".Takjub Elo.


"Lalu apa yang di buatnya?". Lanjut Alencia.


"Aku tak mengindah kan perkataan nya Mom,


Karena itu sangat membuang waktu ku.Jika pun aku mau aku bisa membuat perusahaan nya hancur dalam hitungan menit.Tapi aku mengingat mereka telah merawat ku selama 7 tahun.Ya hitung hitung sebagai imbalan ku Mom".Jelas Elo santai.


"Hmm,lalu apa yang akan kau lakukan jika mereka mengusik mu?".Tanya Alencia.

__ADS_1


"Yang pasti akan ku buat mereka menyesal karena telah mengusik seorang Joziah Dangelo Lawrence".Jawab Elo dengan bangganya.


"Good Son.Kau memang pandai,ingat jika mereka belum tahu kita siapa beri mereka peringatan terakhir.Namun jika mereka menganggap kita baik,maka hancurkan lah sampai ke akar akar nya".Jelas Alencia dan hanya di balas dengan anggukan antusias dari Elo.


(Luar biasa bukan?sama sama sadis!.


Karena ini menyesuaikan judul,tapi tenang aja para Raeders ini belum keluar kok kesadisann nya karena jiwa psychopath Alencia belum keluar sepenuh nya baru 10-15 % aja dan Elo belum masuk dunia mafia.Sabar yak😅🙏).


Ray yang baru datang dengan membawa beberapa cemilan dan minuman hanya bisa meneguk susah payah salvilanya.Apakah mereka pasangan moster gila? bisa bisanya Nona nya mengajarkan seorang bocah kecil tentang pemberantasan hama dengan cara pembunuhan yang kejam.Dan apalagi ini tuan mudanya bahkan bisa berfikir sampai ke arah yang seharusnya hanya berfikir bermain sesuai umur.


'Oh God!Kau memang luar biasa.Bagaimana tidak kau memang menciptakan pasangan yang sempurna.Liat ibu dan anak ini, meskipun tidak sedarah.Tapi pemikirannya satu hati.Nikmat mana yang kau dustakan Tuhan?'.Batin Ray menjerit melihat Alencia dan Elo.


"Nona,tuan muda saya bawakan minuman dan cemilan untuk menikmati sore hari".


Ujar Ray sopan.


"Apa kau sengaja atau menghinaku?. Kau tahu bukan aku tidak bisa makan sendiri.Duduklah Ray".Titah Alencia dengan dingin dan datar.


'Glek!'.


"Maaf Nona,saya tidak bermaksud apanpun".Jawab Ray sedikit panik 'Matilah aku'.


"Ayolah Mom.Masih ada aku,kau ingin cemilan Mom.Ini seperti nya sangat enak".


Ujar Elo dengan menyuapkan cemilan ke a


Alencia.


"Apakah Ken belum pulang?"Tanya Alencia sambil mengunyah cemilan yang di siapkan kepada Elo.


"Selamat sore,Nona.Kau merindukanku?".


Tiba tiba ada suara dari arah pintu teras, dengan Ken yang tersenyum manis ke arah Alencia.Ken ini memang lebih berani menggoda Alencia walau tak ada niatan apa pun karena Ken menganggap satu rumah adalah keluarga sebagai saudara(Ray,Alencia dan Elo).


"Heh,dalam mimpimu.Bersiaplah Ken akan ada tamu".Jawab Alencia datar dan dingin, lalu pergi meninggalkan Ken dan Elo di bantu oleh Ray yang mendorong kursi roda nya.


Ken,Elo dan Ray tidak pernah sakit hati atau tersinggung dengan perkataan Alencia. Karena mereka tahu Alencia itu sebenarnya baik,hanya saja tertutup dengan sikap nya yang dingin,datar dan acuh.


#*#*#*#*#*#*#*#*


BANTU AUTHOR DENGAN LIKE COMEN

__ADS_1


VOTE AND TIP.


TERIMA KASIH🙏😇🤗.


__ADS_2