
HAPPY READING π€
Tanpa aba aba David mengambil handphone nya dan menelpon seseorang.
'Tut,Tut,Tut'.
"Halo Tuan,ada yang bisa saya bantu?".
"Leon kekamarku cepat!".
Ujar Davidson datar dan dingin.
'Tut,Tut,Tut'.
Ditempat Leon.
"What?,apa apaan Tuan ini.Huh mengganggu waktu ku saja,lelah kerja di kantor seharian menggantikan mu.Kini waktu istirahat malam, malah ada masalah lagi.Leon sabar makanya tampan, Leon juga pandai makanya jadi tangan kanan,Leon juga tajir makanya banyak yang naksir".
Gerutu Leon + kepedean,ini lah cara Leon saat sedang menggerutu karena Tuannya yang memanggilnya seenak jidat tanpa lihat waktu.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
SKIP
Kini Leon telah sampai di depan kamar Davidson.
'Tok,Tok,Tok'.
"Tuan ini saya".
Ujar Leon sopan.
"Masuk!".
Jawab David singkat.
'Ceklek'.
Setelah mendapat jawaban dari sang empu, Leon memberanikan masuk ke kamar David. Terlihat David sedang duduk menghadap jendela matanya menerawang jauh ke depan jendela dengan pakaian tidur.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?".
Tanya Leon sopan.
"Hmm".
"Leon ceritakan data yang kau ketahui saat ini tentang Tuan Andrea".
Sambung David dengan datar dan dingin.
__ADS_1
'Kenapa Tuan menginginkan data tentang Tuan Andrea?.Apakah ini ada kaitannya dengan Nyonya Alencia?'.
Batin Leon.
"Baik Tuan".
Jawab Leon sopan.
"Yang saya tahu,nama Tuan Andrea adalah Willson Andrea.Dia merintis Andrea Grub dari nol,yang saat ini telah masuk dalam jajaran perusahaan terpenting di dunia.Dia telah menggeluti dunia bisnis sekitar 40 tahunan.Dan setau saya Tuan Willson mantan tangan kanan dari ketua mafia terhebat pada masanya,namun entah kenapa mafia itu hancur dalam semalam.Hanya beberapa anggota saja yang selamat dari mautnya termasuk Tuan Andrea dan informasi Tuan Andrea adalah mantan tangan kanan mafia tidak banyak di ketahui,hanya orang orang yang memiliki kekuasaan dan koneksi di dunia bawah lah yang tahu tentang ini. Menurut data yang rahasia lainnya Tuan Andrea juga dikabarkan belum menikah dan memiliki putri bernama Aurora Andrea".
Jelas Leon panjang lebar meminta tetap tenang dan sopan.
"Kau menyadari sesuatu?".
Tanya Davidson dengan dingin dan datar.Leon kembali mengulang perkataannya dalam hati, seketika dia menyadari sesuatu yang janggal.
"Iya Tuan,bukankah Tuan Andrea tidak memiliki istri lalu.Aurora Andrea itu siapa?".
Ujar Leon mengernyit bingung.
"Hmm".
"Tapi Tuan,masih ada 2 kemungkinan. Pertama mungkin Nona Aurora adalah anak haram Tuan Andrea dan kemungkinan kedua bisa saja Nona Aurora adalah anak angkat Tuan Andrea".
Sambung Leon dengan berfikir.
"Bisa saja,tapi menurut ku Aurora Andrea adalah anak angkatnya.kemungkinan itu berkisar 65 persen.Leon siapa nama lengkap gadis kecil ku?".
"Nama Nona adalah Alencia Aurora Lawrence".
Jawab Leon lugas,sedetik kemudian dia sadar akan ucapannya.
"Aurora?.Nama Nona juga terdapat nama Aurora.Apakah?".
Tebak Leon dengan masih terkejut.Davidson yang melihat reaksi tangan kanannya hanya menampilkan senyum menyeringai.Bukan menyeringai kejam,namun menyeringai karena senang mendapat petunjuk teka teki.
"Carilah identitas Tuan Andrea dan tempat lahirnya Alencia.Kita bisa menemukan siapa orang tuanya,dengan cara itu kita juga bisa memiliki petunjuk lain tentang Alencia.Kau dan Jack berbagi tugas,ada yang mencari data Tuan Andrea dan ada yang pergi ke tempat lahirnya Alencia.Ingat,lakukan dengan bersih".
Perintah Davidson dengan datar namun tegas.
"Tapi Tuan,kenapa hanya data Tuan Andrea. Apakah anda telah mendapatkan data dari Nona Alencia?".
Tanya Leon penasaran.
"Huh,aku dan Jack sudah mencoba.Tapi hasilnya nihil setelah dia menginjakkan kaki di negara A, data nya seperti tertelan oleh bumi.Aku yakin Alencia bukanlah orang sembarangan".
Ujar Davidson dengan menghembuskan nafasnya berat.
[Jack peretas terbaik perusahaan D'S Company dan salah satu bawahan Davidson. Jack ini yatim piatu yang di ambil dan dilatih oleh Davidson.Termasuk dalam jajaran peretas terbaik di dunia.Identitas misterius, kecuali peretas peretas terbaik diatasnya yang mengetahui identitas nya termasuk Alencia (peretas terbaik,meskipun baru namun tingkatan peretas nya sudah di atas Jack].
__ADS_1
"Kenapa anda tidak mencoba meminjam jasa mafia KOD,mafia baru yang telah menguasai nagara A dalam waktu beberapa hari.Dan jasa peretas nya tidak diragukan lagi".
Saran Leon dan mencoba menyemangati Bossnya.
"Aku telah menyuruh Jack,namun mafia KOD tidak mau menerima permintaan ku".
Jelas Davidson datar.
"Sepertinya benar kata anda Tuan,identitas Nona Alencia memang tidak sesederhana yang kita kira.Meskipun umurnya masih muda,namun di telah bisa membangun perusahaan dengan usahanya sendiri.Dan info terkini,dalam beberapa bulan saja perusahaan A'L Company juga telah masuk dalam jajaran perusahaan besar dan terpenting di dunia.Bukankah itu pencapaian yang luar biasa Tuan,saya sangat kagum dengan Nona Alencia".
Jelas Leon antusias dengan rasa kagum,senang dan terhormat jika Alencia akan benar benar menjadi Nyonya nya.
Namun seketika suhu ruangan menjadi dingin, membuat Leon sesak nafas karena auranya.Seketika Leon sadar akan ucapannya, Leon hanya bisa menangis dalam hati sambil merutuki kebodohannya karena salah ucapan di hadapan harimau jantan.Leon juga sudah pasrah jika di harus dihukum,salahkan saja mulutnya yang bicara tanpa di saring.
Davidson yang mendengar pujian dari lelaki lain untuk gadis kecilnya membuatnya cemburu,ingin rasanya Davidson menceburkan Leon ke kolam buaya.Dirinya menatap Leon setajam silet membuat yang di tatap gelagapan karena takut.
"Eh,Tuan.Hahaha ma-maksut saya Nona Alencia memang jenius dan luar biasa,dan tentu saja sangat cocok jika bersama dengan anda.Yang satu tampan dan hebat,yang satunya lagi cantik dan jenius.Kalian akan masuk dalam pasangan terbaik dan serasi".
Jelas Leon dengan gelagapan,walau di bumbui dengan jilatan siapa tahu mendapat bonus gajian.
Davidson yang mendengar pujian untuknya dan gadis kecil nya membuatnya besar kepala.
"Oh tentu saja,kami memang di takdirkan".
Songong Davidson,sedangkan Leon hanya bisa mendengus melihat kelakuan Tuannya.
"Ini sudah malam pulanglah,aku ingin menelpon gadis kecil ku".
Ujar Davidson dingin namun dengan nada mengusir.
"Baik Tuan".
Jawab Leon mencoba sabar,datang cuma di butuhkan saja.
'Naif sekali aku'.
Batin Leon menangis batin.
Setelah Leon keluar,Davidson lalu mencoba menelpon nomer Alencia.
'Tut,Tut,Tut'.
"Ayolah Baby angkat telepon nya".Gumam Davidson dengan doa dan harapan.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR BERKARYAπ.
DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKE, BOOM COMEN,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIPππππ.
__ADS_1
THANK YOU VERY MUCHππ€π.