
HAPPY READING 🤗
Tiba tiba saja pintu kamar Alencia terbuka.David yang awal nya terkejut langsung bersembunyi di balik pintu kamar, lalu muncullah sosok bertubuh kecil,siapa lagi kalau bukan Elo.Lalu Elo mendekati ranjang Alencia dan David masih setia bersembunyi serta mengintai gerak gerik Elo.
"Astaga,aku lupa tadi malam tidak menyelinap menemanimu tidur.Kalau ada Kakek pasti dia mengingatkanku,apakah tadi malam kau baik baik saja Kak?".Ujar Elo dengan suara pelan.
'Deg'.
'Kak?.jadi selama ini mereka benar benar bersandiwara'.
Batin David,ada perasaan lega saat mengetahui mereka hanya bersandiwara.
"Hmm,kenapa aku merasa ada yang beda ya dengan kamar Kakak?Tapi apa ya?".Monolog Elo dengan mengamati sekitar.
David yang merasa mengetahui Elo curiga pun bersikap tenang dari persembunyiannya.
"Apakah ada musuh yang menyusup?Tapi kenapa Kakak baik baik saja.Ah sudah lah aku akan menelpon Kakek dulu, setelah itu tidur,aku juga masih mengantuk,hoam".Jelas Elo pergi meninggalkan kamar Alencia.
'Huh'.Akhirnya David pergi menuju kamarnya sendiri.
Saat sampai kamarnya David masih melihat Rici tertidur,lalu dia memutuskan untuk mandi dulu dilanjutkan melihat pemandangan taman samping rumah lewat jendela kamar.
Pukul 05.30 pm.
David yang sedari tadi melihat pemandangan taman terkejut saat melihat Alencia yang juga melihat taman dari teras.Tanpa pikir panjang David pun memutuskan menyusul Alencia.
Alencia yang masih duduk dikursi roda menatap taman pagi hari yang menyegarkan mata,dirinya baru sampai di taman setelah di bantu oleh pelayan lewat sambungan suara untuk membantu nya mendorong kursi rodanya.Alencia terbangun karena dia seperti kehilangan kehangatan dalam dirinya.Alencia juga masih memikirkan mimpi buruk yang akhir akhir ini selalu menghatuinya.Dimulai dari Alencia yang melihat wanita mirip dirinya yang membunuh orang secara brutal,hingga akhirnya dia selalu dikejar kejar oleh wanita mirip dirinya itu.
Namun tadi malam sangat berbeda,saat dirinya di kejar oleh wanita mirip dirinya itu, Alencia melihat seorang laki laki mengulurkan tangannya untuk membantu Alencia.Entah karena untuk menghindari kejaran wanita itu?atau karena dia ingin?.Jawabannya Alencia sendiri pun tidak tahu.Laki laki itu berkata akan selalu ada di sampingnya,tapi sangat di sayangkan Alencia tidak bisa pasti melihat wajah pria itu.Hingga akhirnya di tertidur dengan dirinya yang di peluk laki laki itu.
'Sebenarnya siapa laki laki itu?.Kenapa bisa sampai di mimpi buruk itu.Kalau itu Elo sungguh sangat tidak mungkin.Tapi kenapa aku merasa nyata jika laki laki itu tidur denganku? apakah aku berhalusinasi?'.Batin Alencia menerka sampai terkaannya buyar karena kedatangan seseorang.
"Nona?Nona Alencia,Anda kenapa?".Tanya David melambaikan tangannya di depan muka Alencia.
"Hmm".Tanya Alencia datar.
'Gadis ku memang sangat menarik'.
__ADS_1
"Tidak apa apa.Aku hanya melihatmu melamun,aku sudah memanggil namamu berkali kali tapi kau tak merespon".Seru David dengan muka imutnya mencoba caper dengan Alencia 🙄🤣.
"Kenapa?".Tanya singkat Alencia.
"Tidak apa apa".Jawab David,lalu duduk di samping Alencia.
"Hmm.Bolehkah aku mengenal dirimu lebih jauh Nona?".Tanya David.
"Terserah".Acuh Alencia.David hanya tersenyum simpul.
'Oh My God!.Dia sangat imut dan menggemaskan'.Batin David histeris.
"Apakah aku boleh mendekatimu?. Maksudnya aku ingin kita memiliki hubungan seperti kekasih".Jelas David ragu karena takut di tolak Alencia.
"Apa kau bercanda?.Kau tahu bukan aku seorang janda beranak satu.Lagi pula mana mau seorang CEO perusahaan terkenal sedunia memiliki kekasih janda".Jawab Alencia sambil tersenyum miring.
'Aktingmu sungguh luar biasa Baby'
"Bukan masalah.Aku tetap akan mengenalmu atau bahkan menjadikan mu istriku langsung".Seru David menggoda.
"Terserah".Jawab Alencia acuh karena ucapannya tak mempan.
"Tuan David,tolong ambilkan ponselku disaku mantelku dan tolong pegangkan sebentar".Pinta Alencia dingin.
"Apapun untukmu Baby". Jawab David menggoda.Tapi Alencia masih acuh(mungkin kutubnya belum cair🤔🤣🤣).
Lalu Alencia pun menggeser tombol warna hijau dengan jari telunjuknya yang tidak diperban dan terpampanglah muka Kakaknya.Belum Alencia bertegur sapa,namun sudah di sela Kakaknya dengan omelan.
"Heh,baru ingat aku sekarang ha?.Kenapa kau tidak menelpon ku atau Mama setelah sampai dinegara A?.Apa kau melupakan ku dan Mama? dan blablabla".Omelan Kakaknya panjang lebar,sedangkan Alencia jangan ditanya dia malah menampilkan ekspresi dingin.Sedangkan David,menutup telinganya dengan satu tangannya dan tangan satunya memegangi ponsel Alencia dengan tangan bergetar karena suara omelan Kakaknya Alencia.Dan...
'Brukk".
Ponsel Alencia terjun bebas karena David yang tak kuat menahan suara Kakaknya Alencia.
Alencia hanya menatap datar David sambil menaikkan salah satu alisnya,artinya 'Apakah kau sudah bosan hidup?'
"I-itu bukan salahku Baby,suaranya bikin telingaku sakit meskipun telah menjaga jarak".Jelas David alesan.Suara David membuat James(Kakak Alencia) naik pitam.
__ADS_1
"ALENCIA!.Beraninya kamu berhubungan dengan laki laki,dan kamu tidak memberi tahu Kakakmu!.Hei kau siapa kau?menjauhlah dari Adikku!".Suara James yang sudah naik 10 oktaf.David pun langsung mengambil ponsel Alencia yang terjatuh.
"Halo Kakak ipar".Sapa David tanpa dosa.
"Apa Kakak ipar?. ALENCIA! jelaskan apa yang terjadi?".Seru James tambah ngamuk.
"Bisakah kau kecilkan suara mu Kak?.Kau ingin membuatku tuli".Ucap Alencia dingin dan datar.
"Hey kenapa kau dingin padaku,kau sudah janji untuk tidak dingin denganku".Seru James ngambek.
"Heh,terserah.Dia hanya rekan bisnis". Jawab Alencia datar.Sedangkan David dia tersenyum kecut,tapi bukan David putus asa,justru dia semakin berambisi untuk mendapatkan Alencia.
"Kau pikir aku bodoh.Sekarang di negara A pasti masih pagi.Aku akan menyusulmu di negara A dengan Mama,aku yakin kau pasti menyembunyikan sesuatu dari kami.Kirim alamat rumah mu sekarang.Besok aku sampai di negara A.Dan laki laki di sebelah Adikku,menjauh dan jaga jarak jaraklah.Awas jika sampai Adikku lecet kau akan menyesal".ujar James panjang lebar sambil mengancam Davidson.
'Tut,Tut,Tut'.
'Huh'.
Sambungan telpon terputus, Alencia hanya menghela napas kasar.Bagaiman jika Mama dan Kakaknya tahu jika dia sedang penuh luka.
Meskipun besok Alencia sudah bisa melepas perbannya dan berjalan,namun dia masih belum bisa bergerak leluasa.Luka nya pun belum sepenuhnya kering.
Sedangkan David dia hanya melihat Alencia yang tampak berfikir keras.
"Maafkan aku membuatmu di marahi Kakakmu".Ucap David dengan rasa bersalah.
"Biarkan saja.Aku tidak peduli dengan Kakakku yang cerewet itu".Seru Alencia acuh.
"Ehem..
@**SIAPA KAH DIA??.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
BANTU AUTHOR DENGAN LIKE,COMEN,RATE,VOTE AND TIP.
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DENGAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR.
__ADS_1
HAPPY NICE DAY ✌️😊**