Psychopath Mafia Queen

Psychopath Mafia Queen
Chapter 26


__ADS_3

HAPPY READING 🤗.


"Heh!,mulutmu harus di beri pelajaran.Aku telah muak mendengan suaramu yang menjijikkan".


Ujar Alencia,lalu menarik dagu Mr.Regen dengan cepat Alencia memasukkan racun yang diambil oleh Tino secara paksa memasukkannya ke mulut Mr.Regen hingga benar benar di telan.Setelah itu....


'Sras'.


Tanpa sepatah kata lagi Alencia mengambil pisau lipat nya dan memotong lidah Mr Regen.


'Akkkhh'.


Lagi lagi tubuh Ray,Sam,Tino dan tangan kanan Mr.Regen meremang.Baru kali ini mereka melihat penyiksaan sesadis ini. Sedangkan tangan kanan Mr.Regen hanya bisa pasrah mungkin ini takdir matinya.


Setelah Alencia puas menyiksa Mr.Regen, Alencia menghampiri tangan kanan Mr.Regen yang sudah bergetar ketakutan akan harapan hidup nya yang sudah di ujung tanduk.Alencia hanya menatapnya datar dan dingin dengan mulut yang menyeringai.


"Ada kata kata terakhir?".


Tanya Alencia datar dan dingin.


"Ji-jika anda berbaik hati,saya hanya ingin anda menjaga Adik dan Ibu saya yang sedang sakit.Karena harta saya hanya mereka".


Jawab tangan kanan Mr.Regen dengan menunduk sedih,karena sudah tidak bisa melindungi dan menjaga lagi orang yang disayangi.


Seketika suasana ruangan menjadi hening. Alencia yang awalnya dengan hawa membunuh,kini menjadi datar menatap tangan kanan Mr.Regen.


"Ray,buat dia menjadi anggota kita.Dia memiliki bakat.Dan kirimkan dokter terbaik untuk memeriksa keadaan Ibunya".


Ujar Alencia dingin dan datar.


"Terima kasih Nona,telah memberikan kesempatan kepada saya.Saya


Alencia hanya memandang wajah..... dengan dingin dan datar,lalu pergi.Tapi sebelum pergi dari ruangan itu Alencia berbalik dan menatap Sam dan Tino.


"Tino pergi ke Negara S perluas wilayah KOD dan berikan b***j**n itu pada pemerintah negara S.Lakukan dengan bersih".


Ujar Alencia dingin dan datar.


"Baik Queen".


Ujar mereka bertiga,Alencia lalu berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"Bersyukur lah,karena Queen mengampuni nyawa mu.Kau tenang saja,Adik dan Ibu mu aman mereka akan dipindahkan ke kota yang penuh penduduk".


Jelas Ray yang dibenarkan oleh Sam dan Tino.


#*#*#*#*#*#*#*


Di kamar Alencia kini sedang berganti pakaian menggunakan baju santai.Rencana nya hari ini Alencia akan jalan jalan menelusuri kota J.Karena misi telah selesai dan masa tinggal di kota J tinggal hari ini dan besok,sehingga Alencia memanfaatkan waktu luang untuk bersantai.


Dia juga mengatakan pada anggota KOD jika Ray dan lainnya mencari nya untuk mengatakan bahwa dirinya sedang ada urusan.Setelah selesai bersiap Alencia bergegas ke basecamp untuk mengambil salah satu mobil yang telah dimodifikasi Alencia.



Alencia kini telah mengelilingi kota J,melihat para warga yang melakukan aktivitas sehari-hari.Lalu mata Alencia terhenti saat melihat toko penjual laptop dan Alencia teringat pada Elo yang suka meretas mengikuti jejaknya, Alencia memarkirkan mobilnya dan masuk toko.Dan bertujuan untuk memberikan Elo hadiah dari kota J,kebetulan kota J merupakan pembuat laptop model terbaik.


"Selamat datang Nona,ada yang bisa saya bantu?."


Tanya pegawai toko dengan ramah.


"Berikan aku laptop terbaru model **-**".


Jawap Alencia dingin,membuat pegawai toko bergetar ketakutan.


"B-baik Nona".


Setelah membayar laptopnya,Alencia keluar toko dan bergegas menuju restoran terdekat Karen kebetulan waktu makan siang tiba. Alencia memesan satu meja di pojok ruangan dan memesan makanan.Sambil menunggu pesanan datang Alencia membuka laptopnya untuk melihat laporan perkembangan KOD dan bisnisnya.Karena handphone nya ketinggalan di markas dan belum diaktifkan.


Sampai ada seseorang yang menepuk bahu nya membuat keseriusan nya buyar.


'Puk'.


Alencia menoleh untuk melihat,seorang pria tampan sedang tersenyum manis padanya.Alencia hanya mengangkat salah satu alisnya.


"Kau tidak mengenalku Nona?".


Tanya pria itu mengernyit heran,Alencia hanya memandang dengan datar.


"Astaga,Nona aku adalah Eric Hilebert.Orang yang kau tolong kemarin malam".


Jelas Eric dengan kekehan kecil,karena menurutnya Alencia adalah gadis unik yang bisa melupakan nya secepat itu.


"Hm".

__ADS_1


Jawab Alencia acuh,dan melanjutkan kerjaannya.Eric yang melihat di acuhkan terkejut,biasanya para gadis akan senang jika dekat dengannya.Tapi Alencia malah acuh dan itu membuat nilai plus untuk Eric menyukai Alencia.


"Ehem,Nona bolehkah saya duduk di sini. Menemani Nona makan, kebetulan saya juga ingin makan siang".


Ujar Eric basa basi,Alencia yang mendengar itu menghentikan pekerjaannya dan memandang Eric datar dan dingin,namun hanya acuh.


Karena merasa tidak ada protes,Eric dengan santai duduk di depan Alencia dan memesan makanan.Lalu mereka makan dengan tenang yang kadang Eric bertanya tentang Alencia, namun hanya dijawab ke acuhan oleh Alencia.


Setelah makan siang Alencia dan Eric pergi dengan urusan masing masing.Alencia pergi ke markas karena tubuh nya lelah setelah bermain dengan mainannya dan berkeliling kota J.


SKIP.


Sampai markas KOD,Alencia langsung bergegas kekamar dan tidur.Namun belum sempat menutup mata, Alencia di kejutkan suara Ray yang panik dan mendobrak pintu kamar nya


'Brak'.


"Queen!,Queen gawat Queen!".


Alencia yang melihat itu hanya memandang datar dan dingin.Ray yang sudah sadar akan perbuatannya hanya bisa meneguk ludahnya susah.


"Eh,hehehe.Maaf Queen ini urgent.Tadi saat saya baru mengaktifkan handphone,banyak panggilan masuk dari Tuang besar dan Ken sejak hari kita melakukan misi.Lalu saya mencoba menelpon dan bertanya,dan Tuan besar bilang Tuan muda Elo sakit karena makan tidak teratur.Tuan besar telah membujuk Tuan muda tapi Tuan muda mengurung diri di kamar.Tuan besar juga bilang jika Tuan muda mengira anda marah padanya".


Jelas Ray panjang lebar.


'S*it,gue lupa ngabarin Elo.B*go banget sih!'.


Batin Alencia merutuki kebodohannya yang tidak mengabari Elo, sehingga membuat nya salah paham.


"Ray siapkan jet pribadi,malam ini kita pulang. Aku akan menghubungi Papa bahwa nanti malam kita pulang.Kau sudah menyuruh Raka untuk memeriksa Elo kan?".


Seru Alencia dingin.


"Sudah Queen,Tuan besar telah menyuruh dokter Raka untuk memeriksa Tuan muda Elo".


Jawab Ray sopan,setalah memberikan informasi kepada Alencia.Ray pergi dari situ dan Alencia mengaktifkan handphone nya, memang banyak panggilan masuk dari Papa,Ken dan nomor tak dikenal.Alencia hanya bisa mengernyit heran,tapi karena ada yang lebih penting Alencia hanya mengabaikannya dan menghubungi Papanya.


#*#*#*#*#*#*#*#*#*


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR BERKARYA🙏.


DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKE, BOOM COMEN,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIP🙏🙏😇😇.

__ADS_1


THANK YOU VERY MUCH😘🤗.


__ADS_2