Psychopath Mafia Queen

Psychopath Mafia Queen
WELCOME To Country A


__ADS_3

Setelah beberapa 5 jam'an di pesawat,kini Alen sudah mendarat dibandara internasional negara A.


'WELCOME TO COUNTRY A'.Ucap Alen dalam hati sambil senyum menyeringai.


Saat Alen berjalan keluar pintu bandara berniat untuk mencari taksi tapi langkah nya terhenti ketika melihat sepasang Kakek dan Nenek yang sedang di todong pisau oleh 5 preman.Awal nya Alen hanya acuh tapi melihat wajah ketakutan sang Nenek tersebut membuat hatinya bergerak untuk menolong nya.


"Heh ternyata ada banci rupanya,beraninya cuma sama lansia.Kalau takut kalah pake rok aja".Ujar Alen dengan nada dingin tapi tetap tenang.


"Ooo ada cewek cantik rupanya mau bermain dengan kami? dari pada banyak Bac*d;".Ucap preman 1 dengan angkuh.Karena Alencia yang tidak terlalu suka bertele tele pun langsung menghajar ke empat preman tersebut.


Bugh!Bugh!


Bugh!Kreek!


Aduh!!ucap preman 2-5


Walau Alencia belum menguasai semua beladiri tetapi dia sangat berprestasi di sekolah nya,bahkan dia pernah mewakili negaranya untuk bertanding dengan negara lain.Preman 1 yang melihat itu pun langsung pergi karena takut dan anak buah nya pun ikut lari terbirit-birit.Lalu Alen pun menghampiri sepasang Kakek dan Nenek itu yang masih dengan raut terkejut.'Kenapa gadis ini mirip Thea tapi sifat nya lebih dominan ke sifat The dan Ferren.Apakah ini cucu ku yang hilang?'tanya sepasang Kakek dan Nenek itu dalam hati mereka yang berkecamuk.Tapi lamunan mereka buyar ketika gadis itu bertanya kepada mereka.


"Apakah kalian baik baik saja.Jika tidak ada yang terluka saya pergi dulu".Ucap Alen dingin dengan wajah datar tetapi tetap sopan dan meninggal kan sepasang Kakek dan Nenek itu yang masih asik dengan lamunan mereka.


Tanpa Alencia tahu ada sepasang mata yang memperhatikannya dari tadi 'Dia sangat cool walau pun dingin dan datar tetapi masih bisa sopan,Menarik'.Ucap lelaki misterius itu dan pergi ke tujuan awal nya.


Kini Alencia telah dalam perjalanan untuk menemukan alamat yang pernah Mama nya kasih untuk dia menguasai beladiri lebih mahir lagi.Tapi sebelum ke alamat itu,Alencia udah ke hotel dan meletakkan pakaian serta barang nya.


SKIP


Saat sudah di depan pintu gerbang nya,Alen lalu bertanya serta memberikan secarik kertas untuk saptam itu dan di antar ke dalam ke ruang tamu rumah kebetulan waktu itu tuan rumah nya sedang berada di rumah.


"Tok,Tok,Tok"


"Permisi Tuan,di luar ada seseorang yang mencari anda". Ucap sopan saptam itu.


"Baiklah,suruh tunggu sebentar".Ujar Tuan rumah itu.


"Mohon tunggu sebentar Nona,Tuan akan segera turun".Ujar saptam itu dengan sopan kepada Alen.

__ADS_1


"Hmm".Jawab Alen dengan dingin dan datar.


"Tak,Tak,Tak". Suara langkah kaki seseorang dari arah tangga.Setelah sampai di ruang tamu lelaki paru baya itu terkejut bukan main.


"THEA???Kau kah itu??".Tanya lelaki paru baya itu dengan terkejut dan mengernyitkan dahi.


"Bukan,Aku anak nya Tuan Ferren Jhonson dan Thea Jhonson."Jawab Alen dengan tenang tapi tetap dingin dan datar.


Tiba tiba saja lelaki paru baya itu langsung memeluk Alen dengan erat dengan menitikkan air mata.


"Akhirnya aku menemukan mu,sudah lama Aku mencarinya.Dan siapa nama mu Nak?"Tanya lelaki paru baya itu lalu melepas pelukannya dan mempersilahkan Alen duduk.


"Alencia Aurora Lawrence".Jawab Alen datar dan dingin.


'Dari sifat nya dia sangat dominan berwajah cantik seperti Thea dan Ferrel.Aura nya yang mirip Ferel,bahkan Aura nya lebih wibawa dan tegas dia.'Ucap lelaki paru baya itu.


"Baiklah Alen,nama ku Willson Andrea.Kau bisa panggil aku Papa,karena anak mereka berarti juga anak ku.Aku adalah orang kepercayaan...


"Di dunia mafia sekaligus sahabat yang di anggap saudara oleh Daddy ku."Sarkas Alen.


"APA? kau sudah tahu Daddy mu itu mafia?".


"Itu tak penting,pertanyaan ku adalah apakah kau sudah membunuh orang yang telah membunuh orang tuaku??".TanyaA Alen dengan datar dan dingin.


"Maaf kan Papa Alen.Karna Kematian Daddy mu mambuat geng mafia Daddy mu pecah dan tak terkendali sehingga di manfaat kan musuh dan memusnahkannya.Aku koma 1 tahun hampir saja mati jika saja Tuhan tak menolong ku.Tapi kau tenang saja setelah Papa siuman Papa langsung mencari peluang nya dan ternyata itu mafia no satu saat ini nama nya 'Black Gold' "


Ujar Papa dengan lesu.


"Apa nama geng mafia nya??".Tanya Alen dengan tenang,dingin dan datar.


"Namanya 'Death Blood',tapi saat ini mafia itu telah di musnah kan."Ujar Papa dengan wajah lesu.


"Baiklah,Aku kesini cuma akan memintamu untuk menjadi kan aku murid mu.Ajari aku semua teknik beladiri dan bersenjata yang sama dengan Daddy ku".Pinta ku dengan datar dan dingin.


"Oh tentu, Baiklah".Jawab Papa dengan semangat."Lalu kau tinggal di mana Nak?".Tanya nya.

__ADS_1


"Aku akan tinggal di mansion ku sendiri".Jawab Alen singkat dengan dingin dan datar.


"Kenapa tidak tinggal di sini saja bersama Papa?".


"Tidak."Jawab Alen singkat dengan dingin dan datar.


"Apakah Papa tahu di mana keberadaan Kakek dan Nenek ku?".Tanya Alen.


"Setau ku, mereka tinggal di negara A juga.Tetapi mereka mengganti marga nya,itu saja informasi terakhir yang ku tahu."Jawab Papa dengan berfikir.


Setelah berbincang bincang,lalu Alen memutus karena. pulang karena sudah sore,


Mereka juga sepakat akan berlatih besok hari.


SKIP


Saat ini Alen ada di taksi,lalu memerintah kan supir taksinya untuk berhenti di Perusahaan penjualan mansion.Alen langsung keluar taksi dan menuju meja responis


"Selamat sore,bisa saya bantu nona?".Tanya responis itu dengan sopan.


"Hmm,Tunjukkan ke ruang manajer!".Seru Alen dengan dingin dan datar.


"Baik Nona,Mari".Ujar responis itu agak ketakutan karena aura yang keluar dari Alen.


'Tok,Tok,Tok'


"Masuk!".Jawab managernya


"Permisi Pak ini ada seorang Nona yang ingin membeli mansion."Ujar responis itu dengan sopan kepada managernya.Responis itu mempersilahkan kan Alen masuk kedalam ruang managernya.


"Baiklah,silahkan duduk Nona!".Perintah manager itu kepada Alen.Lalu Alen pun duduk.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?.Tanya manager itu dengan sopan kepada Alencia.


"Aku ingin mansion".Jawab Alencia datar dan dingin

__ADS_1


"Baiklah Nona,mansion apa yang Nona inginkan?".Tanya manager pada Alen.


"Aku ingin 3 mansion.Mansion pertama bisa untuk seratus Orang,mansion kedua bisa untuk 10.000 orang,mansion ketiga untuk 8.000 orang,semua mansion itu terletak jauh dari pemukiman atau di pengunungan dan beserta properti nya."Jelas Alen dengan datar dan dingin.


__ADS_2