
HAPPY READING 🤗
"Yang ku takut kan nyawa mu dan Elo akan menjadi buronan bagi anggota The Earth Black.Dan mafia kita masih lah baru,kita belum masuk dalam jajaran mafia terkuat di dunia".
Cemas Willson,Alencia yang melihat kecemasan dan kekhawatiran Papa nya membuatnya menghela nafas berat.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
"Tenang lah Pa,biarkan ini menjadi urusan ku".
Seru Alencia menenangkan Willson.
"Setiap langkah sudah aku pertimbangkan, besok Papa bisa kembali ke markas".
Seru Alencia datar.
"Apa kau mengusir ku bocah tengik".
Jawab Willson dengan mata melotot tak terima.
"Hentikan tatapan mu Pa,atau matamu akan keluar dari tempatnya".
Sarkas Alencia datar,yang di buahi dengusan kesal oleh Willson.
"Besok mampir lah ke rumah Mama Lidya dan Kak James.Masukkan Kakak James ke Harvard University,aku telah menanam saham di sana".
Ujar Alencia pada Willson.
"Apa ke-kenapa aku.Kenapa tidak kau saja, bukankah kau belum menemui mereka.Dan bagaimana jika mereka menanyakan mu?".
Sarkas Willson dengan gugup saat mendengar nama Lidya,ada semburat merah tipis di pipinya.Dan perubahan itu terlihat jelas di mata Alencia.
"Bilang saja aku ada urusan pendidikan.Kau tidak serius menyukai Mama bukan?".
Jawab Alencia dengan datar dan dingin penuh selidik.
"Eh,ti-tidak.Oh ya ini sudah malam,lebih baik kau istirahat kau pasti capek setelah perjalanan dan pekerjaan yang banyak".
Ujar Willson mengalihkan perhatian,tapi bukan Alencia yang tidak tahu maksud nya.
"Tidak perlu mengalihkan perhatian,Aku tahu Papa menyukai Mama Lidya.Aku hanya memberi kesempatan kepada Papa untuk tidak membuat Mama Lidya tersakiti untuk kedua kalinya".
Saran Alencia datar pada Willson.
"Untuk Elo biar aku yang menemani nya tidur".
Ujar Alencia,lalu pergi ke kamarnya untuk mandi dan mengganti baju.
__ADS_1
Willson yang mendengar saran dari putrinya Alencia membuatnya mematung karena bahagia.Ternyata putrinya merestuinya,kini Willson tinggal memikirkan bagaimana mendapatkan restu dari James(Kakak Alencia).Dan bagaimana mengungkapkan perasaan nya pada Lidya.
SKIP
Di kamar Alencia telah mandi dan berganti pakaian tidur/piyama dan bersiap ke kamar Elo.Saat akan keluar pintu,tiba tiba handphone nya berdering membuat Alencia berbalik arah mengambil handphone nya.
Hanya tertera nomor telepon tanpa nama, karena penasaran Alenecia pun mengangkat telepon nya.
"siapa?".
Ujar Alencia datar.
"Baby,akhirnya aku bisa menghubungi mu.Kau tahu aku sangat khawatir,karena handphone mu tidak bisa dihubungi.Aku merindukan mu dan bla bla bla".
Terdengar suara bariton dari seberang telepon,sedangkan Alencia hanya mengernyit bingung.
Sedangkan Alencia hanya bisa membatin.
'Apakah orang ini gila?'.
"Kau salah sambung Tuan".
Jawab Alencia datar dan dingin.
"Tidak Baby,ini benar Baby ku Alencia.Baru saja tidak bertemu beberapa hari,kau sudah melupakan ku".
Terdengar suara bariton itu dengan nada sedih.Alencia hanya bisa berfikir dan mencerna nya.
Tebak Alencia datar.
"Hahaha,Iya Baby.Kau baru ingat,ingatan mu buruk sekali.Ku dengar kau di luar kota, apakah kau sudah pulang besok aku akan ke mansion mu".
Ujar David dengan antusias,belum sempat Alencia menjawab dia sudah dipotong oleh Davidson.
"Dan aku tidak menerima bantahan.Oke,good night Baby.Have nice dream".
Sambung David lalu memutuskan sambungan telpon.
'Tut,Tut,Tut'.
"Apakah orang ini benar sudah tidak waras. Bahkan aku belum menjawab,seenak jidat aja mau kemansion ku.Dia Davidson CEO D'S Company yang terkenal kejam itu,sepertinya aku meragukan kekejamannya".
Gerutu Alencia tapi dengan datar.
~[kok Davidnya kek gak punya malu dan Alencia kok mau aja Thor?(Yang Baca)].
~[Itu adalah langkah percaya diri ya walaupun kesannya jatuh kesitu(Author)].
__ADS_1
~[Enak aja,gue bukannya gak tahu malu.Tapi emang gue aja manggilnya Baby,Lagian entar Alencia aja gak keberatan.Itu salah satu langkah pendekatan (Davidson)].
~[Entar kalo gue buat Alencia marah,Elu nya yang kecewa😒].
ABAIKAN SAJA OKE
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
(BACK TO ALUR)
Di tempat lain kamar Presiden Suite hotel D'A Start.
Sebelum telpon.
Malam telah menjelang,namun tidak membuat seorang pria tampan berjelajah di alam mimpi.Justru pikirannya tertuju pada orang yang dicintainya,padahal belum memiliki hubungan apa apa.Tapi tekad dan semangat nya tidak surut untuk mendapatkan wanita yang dicintainya bukan ralat nya gadis kecilnya.
Ya,orang itu adalah Davidson.Davidson selalu memikirkan Alencia setiap harinya,bahkan ia tak sadar bahwa dia senyum senyum sendiri tanpa jelas.Mungkin orang yang melihat nya akan menganggapnya gila.
Ya tapi apa mau di kata,seperti ini lah orang yang sedang jatuh cinta.Davidson selalu membayangkan bagaimana dia bertemu dengan Alencia dengan tidak sengaja, menatap mata birunya yang indah namun menghanyutkan dan mempesona.Hingga dia tidur seranjang dengan Alencia, memeluk gadis kecilnya dan terus mencium nya saat tidur berlangsung,duduk teras rumah saat pagi hari.Rasanya ingin David mengulang semua nya,jika David bertemu Alencia.David ingin memeluknya.Tapi David tidak boleh terlalu gegabah,dia juga harus mendapatkan restu Kakak dan Mamanya Alencia
Namun tiba tiba David merasa ada yang janggal,ketika mengingat ucapan Elo tentang Kakek(Part Davidson PDKT).Itu berarti Alencia mempunyai seorang Ayah,dan data Alencia yang pernah di retas hanya mengatakan bahwa Alencia hanya memiliki 1 Ayah yaitu Tuan Nixon.Meskipun hanya sebatas ayah angkat atau bisa saja itu Ayah kandung Alencia.Tapi jika itu Ayah kandung Alencia,kenapa Mama angkat Alencia tidak mengetahui dan Alencia belum mengabari keluarga Mama dan Kakaknya?.
Ada tanda tanya besar di kepala David,'Apakah Kakek yang dimaksud Elo adalah suami baru Mamanya?.Mama Alencia telah cerai dengan Tuan Nixon,atau.Alencia di adopsi oleh orang dinegara A?'.
Tiba tiba David teringat dengan pengangkatan CEO baru di Andrea Grub,diamana Tuan Andrea memutuskan keluar dari dunia bisnis secara tiba tiba. serta beralasan bahwa ada putri nya yang akan menggantikan nya.Lalu nama anak Tuan Andrea adalah Aurora Andrea(Maaf gue lupa nulis) dan mata wanita itu sangat mirip dengan Alencia.Mata biru yang menghanyutkan itu.Apakah Alencia?.
Tanpa aba aba David mengambil handphone nya dan menelpon seseorang.
'Tut,Tut,Tut'.
"Halo Tuan,ada yang bisa saya bantu?".
"Leon kekamarku cepat!".
Ujar Davidson datar dan dingin.
'Tut,Tut,Tut'.
Ditempat Leon.
"What?,apa apaan Tuan ini.Huh mengganggu waktu ku saja,lelah kerja di kantor seharian menggantikan mu.Kini waktu istirahat malam, malah ada masalah lagi.Leon sabar makanya tampan, Leon juga pandai makanya jadi tangan kanan,Leon juga tajir makanya banyak yang naksir".
Gerutu Leon + kepedean,ini lah cara Leon saat sedang menggerutu karena Tuannya yang memanggilnya seenak jidat tanpa lihat waktu.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR BERKARYA🙏.
__ADS_1
DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKE, BOOM COMEN,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIP🙏🙏😇😇.
THANK YOU VERY MUCH😘🤗😍.