
HAPPY READING ๐ค.
DILAIN TEMPAT KOTA K [MARKAS KOD].
Sinar mentari pagi yang menghangatkan telah menjelang membangunkan para penghuni markas KOD.Tapi tidak membangunkann gadis cantik yang sedang bergelut dengan mimpi dan selimutnya,namun semua itu harus terhenti ketika Alencia bagun dengan keadaan keringat dingin yang bercucuran di tubuhnya.Dia terbangun karena dirinya bermimpi buruk tentang dirinya yang berbuah menjadi brutal.
Karena tidak ingin terlalu difikirkan,Alencia pun bergegas mandi dan turun untuk sarapan di ruang khusus orang orang penting di KOD.
Setelah mandi dan berpakaian rapi tak lupa topeng setengah wajah,Alencia keluar kamar menuju meja makan yang sudah ada Sam,Ray dan Tino.Lalu Alencia duduk dengan elegan.
"Wah,Queen kau makin cantik aja.Kau masih single kan Queen?".
Celetuk Tino dengan senyum senyum.
Ray dan Sam saling pandang seolah olah saling bertanya.
'Ada apa dengannya?Apakah dia bosan hidup dan ingin mati?.
Tatapan Ray.
'Aku tidak tahu'.
Tatapan Sam.
'Apakah dia kesambet roh para musuh?'.
Tatapan Ray.
'Hmm mungkin,sejak pulang dari negara S dia sudah seperti itu.Mungkin kah?'.
Tatapan Sam.
[MUNGKIN KAH๐ถ....KITAKAN SELALU BERSAMA๐ต๐ถ....WALAU TERBENTANG JARAK DI ANTARA KITA๐ต๐ถ....sorryยฒ W Baper๐โ๏ธ].
Alencia yang mengetahui arti tatapan Ray dan Sam hanya bisa menatap dingin Tino.
"Ayo Queen kita kepelaminan,supaya lebih enak".
Cerocos Tino.
"Apa kau sakit?".
Tanya Alencia singkat tapi dingin + datar.
"Acieee,Queen so sweet banget sih perhatian sama Babang Tino yang ganteng bak dewa Yunani".
Narsis Tino percaya diri,Ray dan Sam sampai ingin muntah pelangi mendengarnya.
"Maksudku apa kau sakit jiwa atau otak mu geser karena terbentur dinding".
Jelas Alencia datar dan dingin.
Ray dan Sam yang mendengar itu hanya bisa terbahak bahak.Tino hanya bisa cemberut kesal.Dan sarapan pun dimulai tanpa bicara.
Setelah sarapan Alencia memberikan tugas kepada Tino dan Sam.
"Sam kau awasi dan mata matai The Earth Black".
Perintah Alencia dingin pada Tino.
"Tino,perluas wilayah KOD di negara S,setelah aku bermain dengan boneka baruku.Kau akan ke negara S dengan si B*tch itu".
Perintah Alencia dingin pada Tino
"Baik Queen".
Jawab Sam dan Tino dengan sopan.
"Mau bermain?".
Tawar Alencia tersenyum miring,Ray,Sam dan Tino hanya bisa menggiyakan.
__ADS_1
"Yes Queen".
Jawab mereka bertiga.
"Tapi hanya lihat".
Jawab Alencia dingin dan beranjak pergi ke ruang penyiksaan diikuti mereka bertiga.
SKIP.
Ruangan bawah tanah atau lebih tepatnya ruang penyiksaan,ruangan ini sangat dingin dan gelap.Dinding yang di buat terbengkalai atau tak terurus,dengan sentuhan banyaknya hiasan senjata penyiksaan dan hanya ada lampu kuning kecil di ruangan itu menambah suasana menyeramkan yang sebenarnya.Di dalam sana ada 2 orang yang di ikat kaki dan tangannya.
Ya orang itu adalah Mr.Regen dan tangan kanannya,mereka adalah anggota tersisa dari Black Dragon yang masih hidup.
Mereka berempat telah masuk keruangan itu. Ray,Sam dan Tino langsung duduk di sofa pojok ruangan dengan pencahayaan yang minim sehingga membuat tawanan tidak mengetahui keberadaan mereka.
Alencia mendekati mainannya dengan menyeringai melihat mainannya yang tidur. Tanpa basa basi Alencia langsung menaburi mereka dengan serbuk racun,membuat ke 2 mainannya berteriak kesakitan.
"Akkkhhhhh".
Ya Alencia juga pandai dalam hal racun,dia belajar dari Tino yang ahli dalam bidang nya.
Serbuk racun yang di taburkan Alencia membuat kulit terbakar seperti sayatan kecil namun menyakitkan.
"Sudah puas tidur?".
Suara datar dengan menyeringai puas.
"Sialan kau j*l*ng,apa yang kau lakukan pada ku?".
Bentak Mr.Regen dengan menahan sakit, sedangkan tangan kanan Mr.Regen hanya bisa berteriak kesakitan.
"Ohohoho,ternyata lidah mu tajam juga.Bagus berteriak lah lebih kencang itu suara yang indah dan merdu".
Seru Alencia tersenyum miring.
Seketika suasana ruangan menjadi lebih menyeramkan,tekanan karena aura Alencia tidak hanya membuat 2 mainannya ketakutan.Namun juga Ray,Sam dan Tino yang merasa tertekan. Mereka seperti sesak nafas,entahlah udara di ruangan itu seperti hilang bagaikan di angkasa luar.
Dan tatapan mereka tertuju pada Alencia yang kini seperti diselimuti warna gelap dan tiba tiba.
Seru Alencia dingin dengan seringai mautnya, lalu tangannya mengambil pisau lipat dan mengarahkannya ke Mr.Regen.
Alencia langsung membuat lukisan di atas tubuh Mr.Regen,ukiran yang kecil tapi menyakitkan itu karena Alencia menggores nya di bagian bagian titik vital.
'Akkkkhhhh'.
"Dasar Iblis kau!".
Ucap Mr.Regen dengan menahan sakit, sedangkan yang menonton nya hanya bisa bergidik ngeri.
"Hahaha,Yes I am the devil!.Teriak yang kencang karena kau beruntung bermain dengan ku".
Seru Alencia puas dengan menjilati darah yang menempel pada pisau lipatnya.
Penyiksaan tidak sampai di situ,setelah puas membuat lukisan Alencia mengganti nya dengan pisau berkarat.Alencia memotong salah satu telinga Mr.Regen
'Aakkhh,ampuni aku!,bunuh aku si*lan".
Ucap Mr.Regen menahan sakit dan putus asa.
"Hahaha,ini permainan yang menyenangkan bukan?".
Alencia justru tertawa senang melihat mainannya berteriak memohon sekaligus kesakitan,menurutnya itu seperti melodi yang indah.
" Bola matamu indah".
Seringai Alencia,tanpa basa basi Alencia langsung mencongkel salah satu bola mata Mr.Regen.
"Akkhhh sa-kit".
Teriak kesakitan Mr Regen.
__ADS_1
"Ray ambilkan cambuk di dalam lemari,Sam ambilkan katana ku ,Tino ambilkan racun dibotol warna merah!".
Perintah Alencia dan mereka pun pergi melaksanakan tugas.
Beberapa menit kemudian mereka memberikan apa yang Alencia minta.
"Ini Queen".
"Hm".
Alencia mengambil cambuk dari tangan Ray.
Lalu langsung mencambuk Mr.Regen dengan sadis.
'Ctar,Ctar,Ctar'
"Aaaaaaakkkkkhhhhh".
Suara rintihan keputus asaaa dan kesakitan terdengar dari mulut Mr.Regen.Hal itu terus terjadi sampai Alencia puas.
"Kau tahu kesalahan mu?'.
Tanya Alencia datar dan dingin pada Mr.Regen.
"....."
'Sras'.
"Karena kau memilih lawan yang salah".
Ujar Alencia sambil memotong kaki kiri dengan katananya.
'Akkkkhhh'.
'Sras'
"Karena kau telah berani membohongi KOD".
Ujar Alencia sambil memotong kaki kanan dengan katananya.
'Akkkhhh'.
"Sras'.
"Karena kau telah berani bermain licik dengan KOD".
Ujar Alencia sambil memotong tangan kiri dengan katananya.
'Akkhhh'.
'Sras'.
"Karena kau mengajak ku bermain,maka kita tuntaskan permainan ini!".
Ujar Alencia sambil memotong tangan kanan dengan katananya.
"Akkkhhh".
"Bu-bunuh a-ku ib-lis".
Seru Mr.Regen karena manahan sakit yang luar biasa.
"Heh!.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
HAY PARA RAEDERS ๐.
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR๐๐.
JANGAN LUPA BERI AUTHOT SEMANGAT TAMBAHAN DENGAN BOOM LIKE,BOOM COMENS,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIP๐๐ชโ๏ธ๐๐๐.
__ADS_1
SORRY TYPO DAN BANYAK IKLANโ๏ธ๐๐.
THANK YOU VERY MUCH ๐ค๐ค๐๐๐๐.