
HAPPY READING π€
"Ehem,apa yang sedang Mommy dan Paman David lakukan".Ujar Elo penasaran.
Seketika pula Alencia dan David menoleh kearah sumber suara itu berasal.
"Hanya melihat taman".Jawab Alencia singkat dan acuh.
"Iya seperti yang dikatakan Mommy mu".
Timpal David.
Bukan Elo namanya jika percaya begitu saja,karena sebenarnya Elo telah mendengar semua pembicaraan David dan Alencia.Elo memicingkan matanya menatap David tajam.
"Paman David ku sarankan jangan merebut Mommy dari ku.Karena sampai kapanpun Mommy Alencia adalah Mommy".
Ucap Elo tiba tiba dengan sombongnya,lalu Elo mendekati Alencia dan mencium pipi Alencia.
David yang melihat itu hanya bisa menahan amarah melihat gadis kecilnya di cium oleh laki laki walaupun itu anak kecil sekalipun.
"Aku tidak merebut Monmymu dari mu.Aku hanya akan menjadi Ayah sambungmu".
Jawab David dengan percaya diri.
Alencia yang mendengar perdebatan itu hanya acuh dan menampilkan ekspresi dingin dan datar.Pandangannya lurus ke depan menatap taman sambil menerawang jauh ke depan,entahlah apa yang dipikirkannya hanya dia dan Tuhan yang tahu.Lain halnya dengan Elo,dia sudah waspada pada David,pikirnya jika David bersama Alencia maka kasih sayang Alencia padanya akan terambil oleh David.
"NO!.Paman David kau tidak boleh bersama Mommyku.Mommyku hanya milikku titik".
Seru Elo was was.
"Enak saja.Jika Mommymu juga mau,kau tidak bisa menghalangiku.Lagian aku akan membuat Mommymu juga jatuh cinta padaku".
Ujar David percaya diri dan tak tahu malunya.
"Heh,tak kan ku biarkan.Dan aku tidak akan merestuimu".
Ucap Elo kesal.
"Terserah,apapun akan aku lakukan.Asalkan aku bisa memiliki Nona Alencia".
Ujar David dengan sombongnya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperlihatkan mereka sejak tadi.
'Ya Tuhan.Drama apa lagi ini,Lihatlah mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.Sang Ayah dan Anak yang merebutkan sang Ibu.Sedangkan sang Ibu yang direbutkan,hanya bersikap acuh tak acuh.
Eh,tunggu!.Apakah Tuan David menyukai Nona Alencia kah?.Wow!Tak ku sangka seorang pembisnin dunia yang terkenal kejam jatuh cinta pada seorang Queen mafia yang dingin dan kejam.Bukankah mereka cocok?.Ups!Jangan sampai Nona tahu jika tidak habislah aku'.Batin Ray.
"Oh ya?.Jangan terlalu percaya diri.Permainan ini belum di mulai.Kita lihat saja nanti".
Ucap Elo karena sudah benar benar kesal.
"Dan jika pun kau bisa mengalahkan ku,kau belum tentu bisa mendapatkan Mommmyku,Asalkan lewati dulu mayat paman Rey"
__ADS_1
Ujar Elo tanpa dosa dan bersalah.
Ray yang sedari tadi mendengarkannya pun terkejut bukan main.Bagaimana bisa dia yang menjadi tumbal.Niatan ingin memberi tahu sarapan,kenapa malah dia kena sumpah.
'Oh Tuhan,Apa salah ku?'Batin Ray histeris.
Alencia yang baru tersadar pun mengetahui keberadaan Ray.
"Ada apa Ray?".Tanya Alencia dingin.
"Ehm.Selamat pagi Nona,Tuan dan Tuan Muda.Saat nya sarapan Nona".
Jawab Ray sopan.
"Hmm".Jawab Alencia singkat.
"Baiklah, Nona Alencia aku bantu dengan mendorong kursi rodamu".Seru David antusias.
"Tidak boleh,aku sendiri yang akan mendorong kursi roda Mommmyku".
Jawab Elo tak mau mengalah.
Alencia yang mendengar perdebatan lagi pun sudah jengah.
"DIAM,Jika ingin melanjutkan perdebatan lagi biarkan aku pergi dari sini dulu.Ray bantu aku,setelah itu panggil Dokter Raka untuk melepas perbanku".
Pinta Alencia,seketika David dan Elo pun bungkam.
"Baik Nona,akan saya laksanakan".
'Wah,luar biasa.Mereka langsung diam saat Nona berbicara.Anda sangat hebat Nona'.
Batin Ray kagum.
Setelah Alencia dan Ray pergi perdebatan itu masih berlanjut.
"Ini semua gara gara Paman.Sehingga aku diacuhkan oleh Mommy".Seru Elo kesal.
"Enak saja,itu salah mu bocah nakal.Kau mengganggu suasana romantis ku".
Jawab David tak terima,lalu pergi menyusul Alencia ke meja makan dan direktori dengan Elo di belakang.
SKIP
Setelah sarapan para tamu telah pulang kerumah mereka masing masing.Dan kini Alencia,Elo,Ray,Ken dan Dokter Raka di kamar Alencia untuk melepas perban di luka Alencia.
"Ray,besok Mama dan Kakak ku yang di negara X akan ke negara A.Aku ingin kau belikan mansion yang lumayan dekat dengan mansionku agar aku mudah melindungi mereka.Kirimkan penjaga bayangan untuk melindungi mereka,jangan sampai mereka ".Pinta Alencia dingin dan datar.
"Baik Nona,akan saya lakukan".
Jawab Ray sopan lalu pergi melaksanakan tugas.
"Apakah Kakak akan tinggal dengan mereka?.Lalu aku bagaimana Kak?".
__ADS_1
Tanya Elo sendu.
"Tenang Elo,akan Kakak usahakan untuk sering tinggal disini".Jawab Alencia sambil mengelus lembut kepala Elo.
"Apakah tidak bisa jika mereka yang tinggal di sini bersama kita?".
Tanya Elo sedih.
"Elo kau tahu bukan,jika mereka tinggal disini dan melihat ada Paman Ray dan Paman Ken.Mereka bisa mengetahui mengetahui identitas Kakak.Kakak tidak ingin membahayakan nyawa mereka dengan identitas Kakak sebagai mafia dan pengusaha".
Jelas Alencia lembut.
"Tapi kenapa?.Kakak bisa beralasan atau kita bisa membuat sandiwara,jika Paman Ray dan Paman Ken itu teman Kakak".Kekeh Elo.
"Elo,musuh Kakak tidak hanya satu,musuh Kakak banyak.Jika mereka tinggal disini,akan sulit Kakak melindungi kalian bertiga sekaligus.Kau harus paham itu Elo".
Jelas Alencia datar.
Elo yang mendengar kan pun hanya diam menunduk.
"Kakak juga tahu kau ingin masuk dunia mafia bukan?".Tanya Alencia dingin dan datar.
'Glek'.
Seketika atmosfer di kamar Alencia berubah dingin,Elo,Ken dan Dokter Raka susah payah meneguk salvilanya sendiri.Dan perban yang ada di luka Alencia pun telah terlepas semua.
"Elo pikirkan baik baik.Kau tahu Kakak sangat menyayangi mu bukan berarti Kakak ingin kau seperti Kakak.Justru Kakak ingin kau hidup lebih baik dari Kakak.Kakak ingin hidupmu lebih berwarna,penuh canda tawa dan berteman.Kau harus paham itu,jangan sampai masa kecilmu penuh dengan tantangan.Kakak tak ingin jika masa kecilmu penuh dengan adu timah panas dan adu otot".
Jelas Alencia dingin.
Ken dan Dokter Raka yang mendengar penuturan Alencia sangat terharu.Ternyata sesayang itukah Alencia pada Elo.Walaupun Alencia dan Elo tidak sedarah,namun mereka tetap mencurahkan kasih sayang dan cinta satu sama lain.
"Kakak ada urusan,mungkin akan pulang larut nanti Jaga diri baik baik.Dan pikirkan semua dengan kepala dingin.Ingat Kakak tidak menuntut mu untuk seperti Kakak,justru Kakak ingin yang terbaik untukmu".Pamit Alencia,lalu keluar kamar diikuti oleh Ken dan Dokter Raka.
Sedangkan Elo,entahlah dia bingung dan bimbang.Di hatinya dia memang menginginkan kehidupan yang normal seperti anak lainnya,hidup penuh canda tawa,curahan kasih sayang dari orang terdekat dan bertanam seperti anak lainnya.
Tapi disisi lain dia juga ingin melindungi Kakaknya sekaligus keluarga dan orang yang dianggap Mommy nya.
Sungguh Elo di lema dengan pilihan.Awalnya memilih menyerahkan hidupnya melindungi Kakak sekaligus Mommynya.Tapi justru harus bimbang jika untuk memilih pilihan lagi....
Bolehkah Elo egois?.Dia hanya ingin hidup bahagia,tapi jika menyangkut orang yang disayangi nya.Maka Elo akan mempertimbangkan lagi.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*
HAI RAEDERS π
MAAF BARU UPπ SOALNYA LAGI SIBUK SAMA MASALAH PENDIDIKAN.SEKALI LAGI MAAF YAK.AUTHOR AKAN COBA CRAZY UP.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR.
AYO DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKES,BOOM COMENS,BOOM RATE,BOOM VOTES AND BOOM LIKE.
__ADS_1
THANK YOU VERY MUCHπ€π€ππππ.