Psychopath Mafia Queen

Psychopath Mafia Queen
Misi 2


__ADS_3

HAPPY READING πŸ€—


'Bugh'.


'Akhh'.


"Hey gadis kecil kenapa kau menghajar taman kami".


Ujar salah satu dari mereka.


Sedangkan Alencia yang di tanya justru menyeringai,seketika aura membunuhnya bangkit.


"Heh,apa aku salah menghajar para banci".


Seru Alencia memprovokasi dengan dingin dan tentu saja mereka terprovokasi.


"Dasar gadis sialan,semuanya hajar dia".


Ujar salah seorang yang di yakini Alencia ketua dari mereka.


Lalu terjadilah adu otot,1 orang perempuan melawan 25 pria berotot.(Mungkin kalo orang bisa akan kalah,tapi perempuan yang mereka hadapi adalah seorang Laeder mafia).


Alencia yang memang sudah sangat ingin menghajar orang melampiaskan nya pada 25 orang itu.Bahkan Alencia tidak memberikan celah untuk mereka menyerang.


Hanya dalam hitungan 5 menit saja Alencia telah mengalahkan mereka semua dengan tangan kosong sedangkan lawannya menggunakan senjata pisau.


2 orang lelaki yang ditolongnya menjadi terkejut, heran dan kagum.Bagaimana bisa mengalahkan 25 pria dengan waktu singkat.


Karena merasa lawannya telah pingsan, Alencia pun menelpon Tino untuk membereskan mereka(25 orang tadi).Lalu pandangannya beralih pada 2 lelaki yang sudah babak belur dan membuat mereka.


"Kalian tidak apa apa?".


Tanya Alencia dingin dan datar.Pertanyaannya itu membuat merek yang melamun tersadar.


"Eh,makasih Nona telah membantu kami.Jika tidak ada anda mungkin tidak tahu apa yang terjadi".


Ucap salah satu lelaki itu,lalu mereka mencoba berdiri namun tidak bisa mungkin karena tendangan di perut dan kaki membuat mereka susah berdiri.


Tanpa basa basi Alencia pun membantu memapah salah satu dari mereka dulu.


"Dimana kamarmu?".


Tanya Alencia dingin dan datar.


Lelaki yang sedari tadi diam pun menjawab.


"No 405".Jawab lelaki itu singkat.


Setelah mengantar salah satu lelaki itu ke kamar, Alencia kembali ketempat tadi untuk membantu lelaki satunya lagi.


Sesampainya di sana Alencia melihat Ray,Sam dan Tino.Melihat Queen mereka,lalu mereka bertiga pun menunduk.


"Maaf Nona kami terlambat".


Ucap mereka merasa bersalah.Mereka sengaja memanggil Alencia dengan sebutan Nona agar lelaki yang salah satu di tolong Alencia tidak curiga.


"Hmm,kalian berdua bereskan mereka dan selidiki,setelah itu kekamar 406.Ray bawa dia,(salah satu lelaki yang ditolong)".


Perintah Alencia dingin pada mereka bertiga,lalu melemparkan kunci kamarnya pada Sam.


"Baik Nona".


Jawab mereka serempak lalu melakukan tugas mereka.

__ADS_1


Alencia dan Ray telah sampai di kamar 405 sambil Ray memapah salah satu lelaki tadi.


Lalu Ray membaringkan nya di kasur, sedangkan lelaki yang di bawa Alencia tadi hanya mengamati mereka dari sofa kamar.


"Ray bawa kotak obat".


Perintah Alencia dingin dan datar.


"Baik Nona".


Jawab Ray sopan dan segara meninggalkan kamar itu.


"Terima kasih Nona,telah menolongku dan adikku".


Ujar Lelaki yang di bawa Alencia dengan tulus.


Sedangkan Alencia hanya mengangkat salah satu alisnya.Entahlah hanya dia yang tahu.


'Hmm menarik'.


"Kalua boleh tahu siapa nama anda Nona?".


Tanya lelaki yang di papah Alencia.


"Alencia".


Jawab Alencia singkat.


"Perkenalkan nama saya Eric Hilbert dan itu adik saya namanya Erkan Hilbert,salam kenal Nona Alencia".


Sapa Eric dengan sopan dan tulus kepada Alencia.


Alencia hanya menganggukan kepala saja.Tak lama Ray datang dengan membawa kotak obat.


Ujar Ray sopan.


"Ray obati adiknya Tuan Eric biar aku yang mengobati Tuan Eric".


Pinta Alencia dingin dan datar.


"Baik Nona".


Jawab Ray sopan lalu menuju ranjang tempat Erkan yang sudah tertidur mungkin karena lelah,atau apa entahlahπŸ€·πŸ»β€β™‚οΈ.


Sebenarnya Alencia sangat malas dekat dekat dengan lelaki asing.Tapi dia sadar sekarang ada di kota K,walaupun organisasi mafianya terkenal di kota K,namun dia malas jika berurusan dengan orang berkuasa karena itu merepotkan kan apalagi keluarga Hilbert termasuk keluarga terpandang.


Saat Alencia mengobati luka Eric,entah kenapa jantung Eric seperti berdetak cepat.Ini pertama kalinya dia merasakan perasaan ini.


Melihat wajah cantik Alencia secara dekat membuatnya salah tingkah,meskipun ekspresi Alencia seperti tembok🀣.


Setelah mengobati luka Eric dan Rekan, Alencia dan Ray pamit keluar kamar.


'Aku yakin kita akan bertemu kembali Alencia, dan saat itu aku akan mendapatkanmu'.


Batin Eric.


Setelah berganti baju Eric bergegas untuk tidur karena lelah,diapun rebahan di sofa kamar hotel karena di ranjang hotel telah di tempati oleh Adiknya Erkan.Setelah puas membayangkan Alencia,Eric pun menuju alam mimpinya yang indah.


#Kamar Alencia


"Karena kejadian tadi,terpaksa kita buat rencana tentang bisnis kita yang selalu diketahui pihak berwajib".


Jelas Alencia datar dan dingin.

__ADS_1


"Baik Queen".


Jawab mereka serempak.


"Queen,kau tahu orang yang kau tolong tadi adalah tuan muda dari keluarga Hilbert.Eric Hilbert adalah penerus keluarga serta perusahaan Hilbert,dia baru lulus pendidikan di luar negeri dan sekarang CEO baru di Hilbert Grup,nama Eric Hilbert juga terkenal di kalangan bisnis yaitu sebagai pengusaha muda dan salah satu pengusaha yang sukses.Sedangkan Adiknya bernama Erkan Hilbert,dia masih sekolah dan umurnya hampir sama dengan anda hanya saja kalian berbeda bulan".


Ujar Tino antusias.


"Aku tahu".


Balas Alencia acuh,Tino yang melihat itu menjadi sedih.Ternyata informasinya tak berguna.


"Queen,saya telah mendapatkan informasi jika orang yang menyerang Tuan Muda Hilbert adalah paman mereka sendiri.Sebenarnya mereka(25 orang tadi) akan kalah dengan asisten sekaligus sekertaris Tuan Muda yang bernama Eric Hilbert,namun saat ini asisten sekaligus sekertaris TUuan Eric sedang dirumah sakit menjenguk Ibunya".


Jelas Sam sopan.


"Pamannya?.Huh drama yang menarik,kira kira kapan rahasia ini terbongkar?aku ingin melihatnya secara live pasti menyenangkan".


Seru Alencia menyeringai,seketika bulu kuduk mereka bertiga berdiri.


"Baiklah,Tino ceritakan apa yang terjadi dengan bisnisku?".


Tanya Alencia dingin.


Tino pun menceritakan semua yang di ketahui nya,mulai dari menyelidiki siapa penghianat nya dan siapa rekan bisnisnya.


"Kalian tahu siapa di sini yang ingin bermain denganku?".


Tanya Alencia dingin pada mereka bertiga.


"Apakah ada penghianat yang tidak aku ketahui Queen?".


Tanya Tino.


"Emm,sepertinya penghianat itu bukan dari kubu kita".


Seru Sam.


"Tapi lebih tepatnya dari Mr.Regen lah yang ingin bermain dengan kita".


Lanjut Ray.


Alencia hanya tersenyum simpul melihat tangan kanannya yang pintar dalam menebak.


"Bagus,lalu rencana apa yang akan kita lakukan?.Berikan aku jawaban memuaskan".


Setelah Tantang Alencia pada mereka bertiga.


"Baik Queen".


Jawab mereka bertiga yakin.


#*#*#*#*#*#*#*#*


HAY PARA RAEDERS πŸ‘‹.


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHORπŸ™πŸ˜‡.


JANGAN LUPA BERI AUTHOT SEMANGAT TAMBAHAN DENGAN BOOM LIKE,BOOM COMENS,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIPπŸ‘πŸ’ͺβœŒοΈπŸ‘ŒπŸ˜†πŸ˜Š.


SORRY TYPOβœŒοΈπŸ™πŸ˜™.


THANK YOU VERY MUCH πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜.

__ADS_1


__ADS_2