
David POV
Di negara A,tepat nya di D'S Company.
Duduklah seorang lelaki di kursi kebesarannya,dengan mata setajam elang dan ekspresi muka yang dingin dan datar.Ya siapa lagi kalo bukan Davidson King Lewis.
Setelah beberapa hari pulang dari perjalanan bisnis di negara X,sudah beberapa kali juga David menyuruh anak buahnya untuk mencari gadis kecil yang kemarin ia tabrakan di bandara internasional negara X.Mulai dari memantau cctv seluruh kota bahkan menyuruh anak buah nya menelusuri setiap sudut.
"Bagaimana bisa aku mempekerjakan kalian,Hanya untuk mencari satu gadia saja tidak bisa ketemu.Ku beri kalian waktu satu tahun jika tidak bisa menemukannya kalian akan aku hukum untuk tinggal di kutub sampai aku menemukannya".
Ujar David penuh penekanan dengan tatapan yang tajam sambil memberi ancaman kepada Anak buah nya.
"Leon apa kau sudah mendapatkan datanya dengan cara meretasmu?".Tanya David pada Leon sekertaris nya.
"Maaf Tuan,saya belum mendapat kan datanya di negara A.Datanya sangat di rahasiakan,bahkan saya kesulitan meretasnya.Ada yang aneh tuan,kenapa datanya sekarang di rahasiakan?Padahal kemarin kita meretas datanya dengan mudah di negara X".Jelas Leon dengan bingung sendiri pada Tuannya.
"Hmm,Leon suruh dunia bawah mencari identitas nya,aku ingin meluaskan koneksi ku mencari gadis ku".Jawab David juga bingung.
"Baik,tuan".Jawab Leon.
*******************
(Author:Ya iya lah orang Alenecia aja tinggal di perisisir kota sama di lereng pegunungan,lagian si Alen belum sekolah masih ikut kelas akselerasi di universitas di rumah.Mau meretas Alen orang Alen aj nge Hacker.Mau cari sampai lumutan juga gak bakalan keluar sebelum keluar sendiri si Alen.
ππππͺ)
[David:Diem gak lu,ini semua ending Lu bikin gue susah cari Baby gue.Gue santet online baru tahu rasa lu Thor!]
(Author:Ente PD amat orang Alen aj belum tentu mau Ama Luπ.Kalo berani Lu macem" ganti ajalah tokoh utama nya...entar W ganti yg seumuran dengan si Alen aj,lagian lu udah tua πππ€£ππ)
[David:Eh jangan dong Thor...gue mau adegan ena ena sama si Alenπ«π³]
(Author:Otak ente emang kudu di cuci pake sunlight biar kagak kotor ..udah tua otak kok kotor amat...udah diem lu banyak bi*id W ganti beneran baru tahu rasa Lu!!ππ)
[David:Enak aj tua gue itu dewasa,tapi kan gue handsome,miliarder,badan juga atletis gini.Oke dah gue diem.Cepet temuin gue ma Baby gue Thor + adegan ena ena.πππ€]
****************"
__ADS_1
BACK To David
David hampir putus asa,bahkan Leon yang selama ini ia andal kan dalam meretas pun gagal mencari identitas gadis nya.Namun dia harus optimis dia yakin takdir akan mempertemukan nya lagi dengan gadis bernama Alenecia.Yang perlu ia lakukan hanya berusaha lebih keras lagi.
DAVID POV END
Setelah perjalanan menuju mansion nya.Kini Alen dan lelaki itu telah sampai di mansionnya.
"Turun dan ikuti aku!".Seru Alen dengan nada tak terbantahkan.
"Baiklah Queen".Balas lelaki itu
Kini Alen menunjukkan jalan ke kamar untuk lelaki itu di lantai 1 ujung lorong.Sedangkan lantai 2 adalah kamar Alen dan Elo.Tetapi juga untuk ruangan pribadi Alen,tidak boleh di masuki oleh siapa pun kecuali Alen sendiri yang mengizinkannya, kecuali hanya untuk membersihkan ruangan itu sendiri.
Setelah sampai depan pintu kamar Alen memberikan penjelasan pada lelaki itu.
"Masuk,obati lukamu.Jangan berfikir untuk kabur!".Ujar Alen lalu pergi menuju kamarnya tanpa mendengar kan jawaban dari lawan bicara.
Sampai di kamar nya Alen segera mandi dan mengganti pakaian nya dengan baju tidur,lalu mengambil handphone nya dan menghubungi seseorang.
'Tut,Tut,Tut.'
"Besok jam 09.00 pagi ke alamat yang sudah Alen kirim ke email Papa."Jawab Alen datar.
"Baiklah besok Papa akan ke sana".Jawab Papa angkat nya.
'Tut'
Sambungan langsung di putus sepihak oleh Alen.
'Haih,dasar anak ini seperti Ferren saja selalu semena mena,untung anak'.Gerutu Papa Will pada Alen.
Selesai Papa nya memberi tahu alamat mansion ke 3 nya.Alen menyempatkan diri untuk mencari data tentang identitas lelaki itu.Sesudah mendapat kan informasi itu dan membacanya,Alen bergegas menuju kasur king size nya dan menuju alam mimpi.
SKIP
Pagi hari nya,pintu kamar Alen sudah di ketuk oleh seseorang.Siapa lagi kalau bukan Elo.
__ADS_1
'Tok,Tok,Tok'
"Kak,ayo kita sarapan Elo udah lapar nih.Kak Alen?".Panggil Elo pada Alen.
'Ceklek'.Seketika pintu terbuka terlihat lah gadis cantik dengan pakaian santainya.Dan langsung saja Elo memeluk Kakak nya itu.
"Ayo kita sarapan?".Ajak Alen dengan menggandeng tangan kecil Elo dan ekspresi wajah yang dingin dan datar.
"Iya Kak".Jawab Elo dengan ceria.Karena ia sudah terbiasa dengan sifat Alen yang dingin dan datar,tetapi hatinya sangat baik dan tulus.
Sesampainya mereka di meja makan,mereka telah melihat seorang laki-laki yang duduk menunggu mereka.Setelah Alen dan Elo duduk di kursi makan,Elo yang penasaran pun bertanya kepada Kakaknya Alen.
"Kak,dia siapa?"Tanya Elo pada Alen sambil menunjuk lelaki itu.
"Elo bukannya Kakak pernah bilang jika sedang makan di larang berbicara".Jawab Alen dengan dingin dan datar
Seketika Elo langsung diam,dan mereka pun melanjutkan sarapan yang sempat tertunda.
Hanya ada suara dentingan sendok,garpu dan piring.
Setelah mereka selesai sarapan Alen berbicara pada Elo dan lelaki itu.
"Elo,sekarang belajar di ruang tamu guru mu sudah datang".Ujar Alen pada Elo
(Oya ini si Alen dan Elo ini masih home schooling ya,Alen berencana akan menyekolahkan Elo saat bersamaan dia sudah Akselerasi Universitas).
"Iya Kak". Jawab Elo sambil mengecup pipi Alen dan pergi ke ruang tamu.
"Kau ikuti aku".Perintah Alen pada lelaki itu sambil berlalu pergi ke ruang kerjanya dan di ekori oleh Lelaki itu.
Kini mereka telah sampai di ruang kerja Alenecia,mereka duduk berhadapan.
"Perkenalkan diri mu!".Ujar Alen masih dengan muka datar dan dingin.
"Nama ku Raymond Dominic.Seperti yang kau tahu aku tangan kanan The Cobra,tapi tak ku sangka ternyata baj***an(Laeder mafia The Cobra) itu hanya memanfaat kan ku,sebagai semua orang yang mengatur semua yang ada di mafia,termasuk mengatur strategi dalam peperangan.Karena Gaji yang pas pas san,aku sempat ingin keluar dan bekerja yang bisa menanggung hidup ku dan adikku.Apa lagi adikku satunya mempunyai penyakit kanker yangbtentu mempunyai perawatan khusus.Namun sempat dia mengancam kedua adik ku,yang salah satunya sakit kanker.Bahkan dia yang ku anggap kekasih ralat ****** itu,justru menusukku dari belakang bahkan bersekongkol dengan baj**an itu memfitnah ku membunuh istri temannya.Padahal baj***an itu memperkosa istri temannya sendiri dan membunuh nya.Tapi justru aku yang menanggung dosa yang tak kuperbuat dan menggantikan nyawa baj***an itu".
Ucap Ray dengan penuh emosi,bahkan rahangnya sampai mengetatkan.
__ADS_1
"Kau tahu seharusnya nya sekarang adalah hari kematian ku,seharusnya aku di bunuh oleh teman baj***an itu.Aku belum bisa mati karena ke dua adikku masih sangat membutuhkanku.Terima kasih Queen karena tadi malam kau menyelamatkan kan ku".Tambah Ray dengan rasa tulus.