Psychopath Mafia Queen

Psychopath Mafia Queen
Cemas


__ADS_3

HAPPY READING 🤗


Flashback On


Alencia mengaktifkan handphone nya, memang banyak panggilan masuk dari Papa,Ken dan nomor tak dikenal.Alencia hanya bisa mengernyit heran melihat nomor tak dikenal yang menghubungi nya,tapi karena ada yang lebih penting Alencia hanya mengabaikannya dan menghubungi Papanya.


'Tut,Tut,Tut'.


Panggilan ketiga telpon diseberang sana telah di angkat.


"Hal...".


"Bocah tengik,baru ingat menelpon hah!.Kau tahu kau membuat Elo sakit,dia mengurung diri dan makan dengan tidak teratur.Kenapa kau tidak menjelaskan nya jika kau tak mau Elo masuk mafia.Kenapa harus mengacuhkan nya,bahkan dia selalu berucap 'Maaf' ketika dia pingsan.Untung waktu itu Ken menendobrak pintu kamar Elo sehingga Elo bisa secepat nya mendapat penanganan!".


Bukan sapaan yang terjadi,namun Willson yang tengah menceramahi Alencia habis habisan.Membuat sang empu yang di ceramahi menjauhkan telpon dari telinga nya.


"Aku tidak mengacuhkan nya,aku hanya lupa memberinya kabar".


Jelas Alencia dingin dan datar.


"Tetap saja,kau membuat Cucuku sakit bocah!.Dan lihat responmu bikin aku kesal".


Teriak Willson karena geram dengan suara Alencia yang tak pernah berubah.


"Terserah,nanti malam aku pulang".


Seru Alencia datar dan acuh.


"Apa!.Hey apa kau tak ingin bertegur sapa atau apa hah!,aku ini Papamu".


Teriak Willson karena Alencia acuh padanya, padahal dia sendiri yang memotong sapaan Alencia.


"Malas".


Jawab Alencia acuh.


"Ya Tuhan,salah apa aku di kehidupan sebelumnya,kenapa aku memiliki anak seperti kulkas berjalan dan sangat acuh".


Seru Willson mendramatis,membuat Alencia memutar bola mata malas.


"Oke,ada yang ingin Papa tanyakan.Apakah...."


Ucap Willson sengaja menjeda supaya Alencia penasaran dan bertanya padanya, namun itu hanya ekspetasi belaka.Karena Alencia acuh dan bodo amat membuat Willson pasrah.


"Apakah kau memiliki hubungan khusus dengan Davidson,CEO dari D'S Company?.Mata mata Papa melihat nya sering keluar masuk A'L Company dan mencarimu?".


Tanya Willson selidik dan nada mengintimidasi.


"Tidak".


Jawaban singkat Alencia,membuat Willson untuk membeli banyak stok kesabaran.

__ADS_1


"Apakah kau yakin,dia juga menyuruh orang dunia bawah dan hacker terhebat nya untuk mencuri data tentang mu".


Ucap Willson.


"Terserah dan aku ingin tidur.Hoam".


Jawab Alencia acuh sambil menguap ngantuk dan mematikan sambungan telepon.


'Tut'.


"Halo,halo,Alencia?.Huh untung anak. Hmm,tapi aku curiga dengan Davidson. Apakah dia menyukai Alenecia,jika iya.Aku akan mempunyai menantu hebat. Mwehehehe".


Ucap Willson,setelah marah karena Alencia. Dia kini menebak dan senang jika bisa memiliki menantu hebat dalam bidang bisnis.


Flashback off


Malam hari nya Alencia,Ray dan Sam menuju bandara kota J,setelah mengemas barang mereka dan makan malam di restoran dekat bandara.Saat telah sampai di bandara,mereka bertiga turun dari mobil dan memasuki jet pribadi Alencia.



Karena perjalanan hanya menempuh sekitar 2 jam saja,mereka bertiga pergi ke bar mini yang ada di jet pribadi.Bar milik Alencia hanya berisi minuman anggur rendah alkohol atau tidak beralkohol dan sejenis soda, karena Alencia tidak ingin memberikan contoh yang tidak baik pada bawahannya apa lagi jika Elo tahu.Maka dapat mempengaruhi tumbuh kembang Elo,maka dari itu Alencia tidak ingin Elo salah jalan karena lingkungan sekitar maupun lingkungan luar.


Mereka bertiga bercerita,bukan hanya Ray dan Sam.Sedangkan Alencia hanya pendengar setia meski tampak acuh.


SKIP


20.00 A.t.


Beberapa menit perjalanan,mereka bertiga telah sampai di mansion.Banyak pelayan dan penjaga menyambut kedatangan Nona muda mereka walaupun waktu telah menunjukkan tengah malam.Termasuk 1 pria paruh baya dan 1 pemuda tampan yaitu Willson dan Kenan.


"Selamat datang Nona Muda,Tuan Ray dan Tuan Sam".


Salam semua pelayan dan penjaga dengan sopan dan hormat.Alencia hanya mengangguk dan bergegas menemui Papa nya.


Willson yang melihat Alencia pun langsung memeluk nya.


"Akhirnya pulang juga kau bocah tengik".


Seru Willson, Alencia hanya acuh.


"Elo sakit beneran Pa?, bagaimana keadaannya?".


Tanya Alencia datar.


'Ctak'.


Willson hanya bisa mendengung kesal, sehingga menjitak kepala Alencia.


"Bocah kurang ajar,bukannya memberi hormat malah tanya yang lain.Dan kau pikir Elo pura pura ha?".


Ucap Willson kesal,lagi dan lagi hanya di acuhkan oleh Alencia.Para pelayan dan penjaga yang melihat itu hanya bisa tersenyum menahan tawa melihat tingkah lakunya majikannya,termasuk Ray,Ken dan Sam.

__ADS_1


Lalu Setelah mereka selesai berderama Alencia,Willson,Ray,Ken dan Sam bergegas menuju kamar Elo.Di depan kamar Elo ada Dokter Raka yang memantau perkembangan Elo,karena tidak memiliki asupan yang cukup membuat Elo perlu penanganan khusus.


"Salam Queen".


Sapa Dokter Raka sopan,yang di balas anggukan oleh Alencia.


"Bagaimana?".


Tanya Alencia datar


"Kondisi Tuan Muda baik Queen,saya telah memasang infus pengganti nutrisi.Sehingga membuat Tuan Muda Elo dalam kondisi yang stabil,diperkiran besok sudah siuman".


Jelas Dokter Raka sopan.


"Terima kasih Rak".


Ujar Alencia datar tapi tulus dan di balas anggukan kepala oleh Dokter Raka.


"Ray,Sam,Ken dan Raka tidurlah menginap disini ini sudah hampir pagi.Kalian pasti lelah karena perjalanan dan pekerjaan".


Jelas Alencia datar tapi perhatian,membuat mereka terharu karena perhatian kecil Alencia.


Mereka berempat pun mengangguk patuh dan meninggalkan sepasang anak dan ayah.


"Bocah nakal,apa benar kau memusnahkan Balck Dragon?"


Tanya Willson menyelidik.


"Hmm".


Jawab Alencia acuh.


"Apa kau sudah tidak waras?".


Tanya Willson terkejut.


"Black Dragon itu salah satu bawahan The Earth Black.Apa kau tahu kekuatan The Earth Black itu sangat dahsyat,meskipun mereka buronan 1 dunia.Namun,1 dunia pun tidak berani menyinggung nya,apa lagi mengganggu nya.Mudah bagi mereka untuk memusnahkan siapa yang menyinggung mereka".


Sambung Willson.


"Yang ku takut kan nyawa mu dan Elo akan menjadi buronan bagi anggota The Earth Black.Dan mafia kita masih lah baru,kita belum masuk dalam jajaran mafia terkuat di dunia".


Cemas Willson,Alencia yang melihat kecemasan dan kekhawatiran Papa nya membuatnya menghela nafas berat.


#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR BERKARYA🙏.


DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKE, BOOM COMEN,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIP🙏🙏😇😇.


THANK YOU VERY MUCH😘🤗.

__ADS_1


__ADS_2