
HAPPY READING ๐ค
"Kau tahu Baby,kau memiliki banyak sekali misteri.Tapi seiring berjalannya waktu,aku pasti akan menguaknya sendiri.Kau terlalu istimewa,membuat ku takut akan banyak mengundang kecoak pengganggu".
[DAVIDSON KING LEWIS].
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
DI NEGARA R,DAERAH TERSEMBUNYI DAN TERPENCIL(KASTIL KETUA THE EARTH BLACK).
Saat ini di ruang kerja ketua The Earth Black, tangan kanan ketua mafia The Earth Black sedang melaporkan hasil dari peretasan data data Alencia.
"Selamat malam King,saya ingin melaporkan hasil data data dari Nona Alencia".
Jelas orang kedua(tangan kanan) dengan sopan pada orang pertama(ketua mafia The Earth Black) nya sambil menyerahkan berkas berkas dan selembar foto.
Ketua The Earth Black pun membaca semua data tentang Alencia dengan teliti dan jeli, tanpa melewatkan 1 kata pun๐.
"Ada yang lain?".
Tanya orang pertama(ketua mafia The Earth Black) dengan dingin dan datar.
"Iya King,hasil dari peretasan CCTV dan mata mata.Nona Alencia dekat dengan Tuan Davidson,bahkan sudah 2 kali Tuan Davidson menginap di mansion Nona Alencia.Menurut info lainnya,Tuan David sering keluar masuk Perusahaan Nona Alencia sehingga membuat scandal yang mengatakan bahwa mereka sepasang kekasih.Namun berita itu hanya terjadi dikalangan atas dan Identitas Nona Alencia sebagai CEO A'L Company masihlah misterius karena Nona selalu memakai topeng atau masker saat di perusahaan".
Jelas orang kedua(tangan kanan) dengan sopan namun tetap dingin.
"Hehehe.Davidson King Lewis,kita belum tahu siapa pemenangnya.Selama apa yang aku mau akan menjadi milikku,maka siapa pun tak boleh memiliki nya".
Ujar orang pertama(ketua mafia The Earth Black) dingin dan mengeluarkan aura membunuh pekat membuat lawan bicaranya menahan sekuat tenaga untuk tidak terjatuh karena aura atasannya akibat marah.
Back Mansion Alencia (16.30 at).
Di sebuah kamar yang elegan,di atas ranjang nya terdapat 3 orang yang sedang tidur saling berpelukan.Mereka tertidur dari pukul 10.00 pm.
Alencia mulai mengerjapkan matanya, dirinya terbangun karena merasa sesak pada tubuh nya.Bagaimana tidak ada tangan kekar yang memeluk erat perutnya dari belakang,lalu kepala kecil yang menyusup ke dadanya dan satu kepala lagi yang menyusup ke antara curuk lehernya.Saat matanya terbuka dirinya terkejut,karena yang dilihatnya adalah David dan Elo yang tertidur pulas dengan memeluk erat tubuhnya.
Lalu Alencia melihat jam dinding ternyata sudah sore.
'Apakah mereka melewatkan makan siang?'. Ukh,sudahlah aku sangat sesak dan tubuhku lengket sekali aku mau mandi'.
Batin Alencia,lalu memindahkan kepala Elo ke atas bantal dilanjutkan dengan melepaskan tangan David dari perutnya dan memindahkan kepala David dari curuk lehernya ke atas bantal juga.Alencia memindahkan mereka dengan hati hati karena takut membangunkan mereka yang terlihat tertidur pulas,bagaimana pun dirinya masih punya hati๐ .
Saat akan beranjak dari ranjangnya,Alencia menyempatkan mengelus sayang rambut Elo dan mengecup singkat kening Elo lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersih kan diri dan mengganti bajunya.
Setelah mandi dan berganti baju,Alencia pergi ke lantai satu untuk menyiapkan makan malam.Namun Ray pulang dengan membawa 2 orang asing berbeda gender.
"Selamat sore menjelang malam Nona".
__ADS_1
Ucap Ray sopan pada Alencia yang di balas anggukan kecil.Lalu Alencia menatap mereka dingin dengan alis terangkat satu.
"Eh,Nona perkenalkan mereka adalah Adik kembar saya.Saya juga mau mengucapkan terima kasih banyak karena bantuan Nona bisa menyelamatkan nyawa Adik saya".
Ujar Ray tulus sambil menunduk kan badan namun tercegah oleh Alencia.
"Apa yang kau lakukan bodoh!".
Seru Alencia datar dan dingin,membuat mereka bertiga menelan ludahnya susah payah.
"Maaf Nona.Ehmm,Nona saya ingin bicara, adik saya telah pulang dari luar negri.Jadi saya mungkin akan pergi dari mansion dan mencari apartemen untuk tempat tinggal ka..".
Ujar Ray menunduk takut melihat wajah Alencia,namun ucapannya terpotong oleh Alencia.
"Bodoh,Adikmu bisa tinggal disini ".
Ucap Alencia datar dan dingin dengan menatap tajam Ray.
"Ta-tapi Nona,saya tidak ingin membebankan anda lagi.Saya juga sudah ada uang untuk membeli apartemen dari gaji saya".
Jawab Ray.
"Haih kau ini bodoh sekali,aku akan menambah kan lagi pelajaran supaya kau tidak bodoh. Kau,Ken dan lainnya ini sudah ku anggap Kakak,biarkan adik mu tinggal di sini".
Ucap Alencia mutlak dengan dingin dan datar. Ray yang mendengar itu pun terharu,dirinya sadar bahwa dia hanya bawahan.Tapi Alencia sudi menganggapnya sebagai Kakak.
"Terima kasih Nona,saya sangat bersyukur bisa bertemu anda".
"Berhenti memanggilku Nona saat ada kita, kau hanya perlu memanggil ku Alencia"
Ucap Alencia datar tapi tulus,Ray dan kedua adiknya hanya tersenyum melihat Kakak mereka yang diterima dan dihargai dengan baik.
"Kalau perkenalkan diri kalian pada No-eh Al-Alencia".
Ujar Ray agak canggung,karena biasanya dia tidak pernah memanggil nama langsung.Lalu Alencia menatap Adik Ray datar,seolah tahu mereka pun memperkenalkan diri mereka.
"Hai,nama ku Rasya Dominic.Aku adik bungsu Kak Ray dan kayaknya kita seumuran deh.Salam kenal".
Ucap Rasya antusias dan terlihat senang.
"Perkenalkan namaku Rendy Dominic.Gue adik pertama Kak Ray dan kembaran Rasya dan salam kenal".
Ucap Rendy ramah dan tersenyum manis.
"Alencia.Berbereslah kita akan makan malam".
Jawab Alencia datar dan singkat dan di balas anggukan oleh duo R.
__ADS_1
"Yin,antarkan mereka ke kamarnya".
Ujar Alencia pada Yin kepala pelayan di mansion Alencia yang kebetulan sedang menata makanan di meja makan(Ini cerita nya pada ngobrol di meja makan yak).
"Len,Kenan udah pulang?.Kok gak keliatan dari tadi".
Tanya Ray penasaran,walaupun sebenarnya agak canggung dengan ucapannya sendiri.
"Markas".
Ucap Alencia singkat.
"Hah,memangnya ada masalah serius Len?. Lehe...".
Tanya Ray serius,namun terpotong karena suara teriakan dari lantai 2.
"BABY/MOMMY".
Dari lantai 2 terdengar teriakan dua orang berbeda suara,lalu mereka berdua lari dari lantai 2 membuat Alencia dan Ray khawatir Elo jatuh.
"Jangan lari lari!".
Seru Alencia dengan agak meninggi dan Alencia pun menghampiri mereka ralatnya Elo.
'Hap'.
"Haih,kau ini".
Pasrah Alencia lega dan hanya di balas cengiran oleh Elo,sedangkan Ray pun menghela nafas lega.
'Hap'.
Satu orang lagi yang tertinggal,siapa lagi kalau bukan David yang memeluk Alencia erat dari belakang dan menyembunyikan kepala di curuk leher Alencia.Membuat Alencia mendengus kesal.
'Huh,lagi lagi tidak bisa melawan.Kemana tenaga ku?.D*mn it'.
Batin Alencia mengeram marah.
"Kenapa Mommy pergi tanpa membangun kan ku".
Ucap Elo merajuk memanyunkan bibirnya yang terlihat imut di mata yang melihat nya .
'Cup'.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR BERKARYA๐.
__ADS_1
DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKE, BOOM COMEN,BOOM RATE,BOOM VOTE AND BOOM TIP๐๐๐๐.
THANK YOU VERY MUCH๐๐ค๐.