
HAPPY READING π€
Alencia,Ken dan Dokter Raka kini telah sampai telah sampai di markas utama Kingdom Of Drakness,Ray akan menyusul jika perintah Alencia telah selesai dikerjakannya.Dengan Alencia yang menggunakan topeng dan jubah kebesarannya,menuju ruangannya.
"Selamat datang Queen".
Hormat anggota KOD pada Alencia.
"Hmm".
Setelah sampai di ruangannya dan duduk di kursinya,tiba tiba saja pintu ruangan terbuka kembali.
'Ceklek'.
"Alencia".Seru orang itu lalu memeluk Alencia.
"Hmm".Jawab Alencia lalu melepas pelukan itu.
"Hais kau ini dingin amat denganku.Aku ini Papa mu lho".Seru Willson karena kesal dengan sikap Alencia.
"Ada apa?".Tanya Alencia to the poin.
"Huh!serahlah punya anak gini amat gak bisa di ajak basa basi".Kesal Willson dengan sok imut,bukannya keliatan imut tapi errr.
Sedangkan Alencia dia duduk kembali, melipat kedua tangannya di belakang kepala sebagai bantal dengan mata terpejam melihat keatas.Willson yang mengerti suasana hati Alencia pun mencoba bertanya.
"Kau kenapa Len?.Papa tahu kau pasti sedang memikirkan sesuatu".Tanya Willson.
Alencia yang sedang berfikir pun mencoba untuk bercerita pada Papanya.
"Apakah ada yang ingin Papa sampaikan?".
Tanya Alencia balik.
"Maksutnya apa?".Bingung Willson.
"Aku tahu Papa pasti mengetahui Elo yang Inging masuk dunia mafia bukan?".
Tanya Alencia dengan wajah datar.
"Ehmm-mmm".
Bingung Willson,apakah Elo telah berbicara sendiri pada Alencia?.Karena yang mengetahui hal ini hanya dirinya dan Elo yang tahu.
Alencia yang mengetahui kegugupan Papanya menjadi tahu,tebakannya benar.
"Papa tahu bukan,aku tidak ingin Elo seperti diriku.Aku hanya ingin hidupnya lebih baik dariku.Kenapa Papa menyetujuinya?".
Tanya Alencia dingin.Willson yang mengetahui perubahan Alencia pun terdiam.
"Pokoknya Elo tidak boleh masuk dunia mafia,aku tak ingin nyawanya terancam".
Jelas Alencia datar.
"Huh,Alen sebenarnya Papa juga tidak menyetujuinya.Tapi melihat ambisi Elo membuatku tak mampu memadamkan semangatnya".
Jelas Willson pasrah.
__ADS_1
"Menangnya Kakek mana yang mau melihat cucunya yang masih kecil masuk kedalam jurang yang dalam".Lanjut Willson.
Ruangan hening seketika,tak lama pintu ruangan di ketuk dari luar.
'Tok,Tok,Tok'.
"Masuk".Seru Alencia dingin.
Tak lama masuklah Sam tangan kanan Willson,sambil membawa suatu laporan.Dan Alencia hanya menanggapinya dengan menaikkan salah satu alisnya,artinya
'ada apa'.
"Maaf Queen dan Tuan mengganggu,saya hanya memberi tahukan informasi yang disampaikan oleh Tino(tangan kanan yang mengurus perdagangan senjata ilegal) bahwa pengiriman bisnis senjata kita dikota K sering di ketahui pihak berwajib beruntungnya anggota kita bisa mengatasinya".
Jelas Sam dengan tenang padahal takut.
"Apakah ada penghianat Sam?".
Tanya Willson pada Sam dengan geram.
"Maaf Tuan menurut informasi yang dikirim kan Tino,dia telah menyelidikinya namun semua anggota kita tidak terlibat dalam kasus ini,dan Tino menunggu perintah dari anda Queen".
Jelas Sam.
Alencia yang sedari tadi menyimak pun mulai menyeringai, Willson yang melihat itu paham bahwa Alencia akan bersenang senang, sedangkan Sam yang melihat itu hanya bisa menahan takutnya karena seringai Queen mereka berarti tanda mati.
"Heh,berita bagus.Sepertinya aku mendapatkan mainan baru".
Seru Alencia dingin.
"Apa yang akan kau lakukan Queen?".Tanya Willson (Jadi kalo cuma berdua tadi mereka seperti anak dan orang tua,tapi kalo banyak orang ya kaya gini).
Jelas Alencia datar.
"Baik Queen,saya pamit undur diri".
Jawab Sam.sopan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Papa kau tetap disini dan jaga markas.Oh ya besok pagi Mama dan Kakak ku dari negara X akan kesini,jemput mereka dan antarkan mereka ke mansion yang telah ku beli".
Pinta Alencia.
"Hey,kenapa aku tak ikut saja ke Kota K.Aku ingin olahraga.Kau tahu bukan aku ingin bermain timah panas dengan mangsa yang asli,itu lebih menyenangkan".
Seru Willson tak terima.
"Jika kau ikut siapa yang akan menjemput Kakak dan Mamaku?.Masalah Elo kita bahan lain waktu".
Tanya Alencia dingin.
"Y-Ya baiklah kau menang".
Pasrah Willson,karena melihat Alencia yang dingin.
"Ta-tapi kalau mereka bertanya dirimu dimana dan kau di sana berapa hari?".
Tanya Willson.
__ADS_1
"Bilang saja aku ada tugas sekolah dan mungkin aku di kota K sampai seminggu.Karena aku juga ingin bersenang senang sebelum sekolah".
Jawab Alencia menyeringai.
SKIP
Sore harinya Alencia,Ray dan Sam telah berangkat ke Kota K menggunakan pesawat komersial agar tidak menimbulkan kecurigaan.Dan mereka telah sampai di kota K tengah malam.Kota yang dengan penguasa,karena prinsip di sini yang yang memiliki segalanya lah yang berkuasa.
Setelah keluar dari bandara,mereka telah di jemput oleh Tino dan 2 anggota KOD lainnya.
"Selamat datang di kota K Queen".
Salam Tino dan 2 anggota KOD dengan sopan.
"Hmm".Jawab Alencia.
"Hay bro,lama gak ketemu".
Sapa Tin,lalu memeluk Ray dan Sam.
"Oh ha juga Tino.Iya kita udah lama pisah,Lo sih jarang ngabarin gue".
Sapa Sam sambil bercanda.
"Ya Lo kan tahu,gue sibuk gob**k".
Celetuk Tino sambil terkekeh.
"Ehem,jadi kau merasa terbebani mengemban tugas yang kuberikan?".
Tanya Alencia dingin.
'Glek'.
Mereka lupa masih ada Queen mereka.
"Ma-maaf Queen,aku tidak bermaksut begitu". Sahut Tino gugub.
"Terserah,antarkan aku ke hotel terdekat,setelah nya terserah kalian".
Sahut Alencia acuh lalu menuju mobil yang disediakan.
Mereka yang lupa kehadiran Queen mereka menjadi salah tingkah.Lalu mereka masuk mobil dan mengantar Queen mereka menuju hotel terdekat,itu permintaan Alencia sendiri untuk tidak tinggal di markas kota K ,karena tidak inging jika musuhnya tahu bahwa dirinya di kota K.
Setelah memesan kamar kelas A,Alencia bergegas menuju kamar hotel.Sedangkan Ray,Sam,Tino dan 2 anggota KOD mereka menuju cafe untuk acara reuni mereka yang tertunda.
Saat akan keluar lift untuk kekamar,dari kejauhan Alencia melihat 2 orang laki laki yang tengah di hajar oleh 25 orang berbaju hitam dengan membawa pisau.Dan 2 orang itu sepertinya telah kelelahan dan banyak mendapat luka karena dihajar 25 orang berbaju hitam.Tak heran tidak ada bantuan karena lantai kelas A sangat jarang orang tempati dan kalau pun ada scurity akan sulit dilihat jika tidak melihat cctv lantai kelas A.
Awalnya Alencia hanya acuh,tapi saat melihat mereka yang dihajar banyak orang sungguh pertarungan yang seimbang.Tanpa basa basi Alencia pun membantu.
'Brug'.
#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*
HAY PARA RAEDERS π
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR DAN MEMBERI DUKUNGAN SERTA SEMANGAT UNTUK AUTHOR.
__ADS_1
AYO DUKUNG AUTHOR DENGAN BOOM LIKES,BOOM COMENS,BOOM RATE,BOOM VOTES AND BOOM LIKEππ.
THANK YOU VERY MUCHπ€π€ππππ.