
Keesokan harinya Reyhan sudah berada di sebuah tempat makan, dia tengah menunggu seseorang yang menghubunginya semalam.
Perlahan Reyhan menyeruput teh yang ada di hadapannya, sesekali ia mengecek ponselnya berharap kekasih nya menghubunginya namun nihil sejak dari semalam kekasihnya itu sama sekali tidak ada kabar.
"Menunggu pesan dari seseorang?" Ucap pria yang berjalan ke arah Reyhan yang sedang melihat layar ponselnya.
Mendengar suara itu Reyhan segera bangkit dan memberi hormat.
"Sella tidak akan mengirim pesan dia sedang dengan Geno jadi sebaiknya kamu tidak menghalangi hubungan mereka" ucap pria itu lagi lalu duduk di hadapan Reyhan
"Maaf tuan Mahendra tapi Sella dan saya saling mencintai, tolong beri saya kesempatan untuk membuktikannya" ucap Reyhan yang meyakinkan pria di hadapannya
"Kamu cukup keras kepala, baiklah kalo begitu ikut saya" ajak Mahendra
Tampa banyak bertanya Reyhan langsung mengikuti langkah ayah Sella itu.
Di tempat lain Sella sedang menikmati waktu luangnya dengan menonton film dan drama namun seseorang mengusiknya dengan menekan bel apartment.
"Aish siapa sih, baru jam 9 pagi udah ber tamu aja" umpat Sella sembari berjalan ke arah pintu
Sella membuka pintu perlahan dan betapa terkejutnya dia, ternyata yang ada di hadapannya adalah Geno, sosok laki laki yang benar benar tidak ingin dia temui
"Mau apa kesini? Tau dari mana aku tinggal disini? Sebaiknya kamu pergi aku tidak terima tamu" tegas Sella lalu hendak menutup pintu namun lebih dulu di tahan oleh Geno
"Aku mau ngomong sesuatu" ucap Geno
"Katakan apa, aku tidak punya banyak waktu" kesal Sella
"Kamu yakin ingin menentang perjodohan ini?" Tanya Geno
"Iya, aku sudah bilang aku sudah punya kekasih dan kamu juga tau siapa dia"
"Apa yang kamu sukai dari dia Sella ? Aku bisa berikan apapun yang kamu mau"
"Aku suka sama dia karna itu dia bukan kamu, aku gak butuh apapun dari kamu jadi lebih baik kamu sekarang pulang dan bilang ke ayah kamu buat batalin perjodohan ini" jelas Sella sembari masih berusaha menutup pintu namun tenaga Geno tentu saja lebih kuat dia terus menahan pintu itu dan malah langsung mendorong pintu itu hingga terbuka lebar dan membuat Sella tersentak
"Jadi aku benar benar kurang dari dia iya?" Ucap Geno yang nada suaranya sedikit meninggi lalu dia melangkahkan kakinya mendekati Sella, sementara Sella yang agak takut refleks berjalan mundur hingga menabrakan punggungnya pada tembok
"Geno please jangan mundur, jangan terlalu dekat" ucap Sella panik karna kini wajahnya sangat dekat dengan wajah Geno
Sementara Sella sedang di posisi yang seperti akan berciuman disitu pula Reyhan dan ayah Sella sampai di depan pintu apartment Sella yang tengah terbuka lebar, jantung Reyhan seakan akan mau meledak dan darahnya seolah mendidih tangannya terkepal erat sampai urat urat di tangannya menonjol ia tidak bisa menerima dengan apa yang ada di hadapannya, tampa sepatah katapun dia langsung memalingkan wajah dan pergi darisana, ayah Sella langsung mengikuti Reyhan dan menahan langkah lelaki itu.
"Tunggu!!" Tegur Mahendra
"Maaf sepertinya saya harus pergi" pamit Reyhan lalu memberi hormat dan pergi sementara Mahendra tersenyum miring karna usahanya untuk memisahkan putrinya dari Reyhan berhasil, dia lalu pergi ke arah tempat parkir dan meninggalkan apartment Sella
Sedangkan Sella masih bersama Geno yang terus menatapnya dengan tatapan tajam.
"Cukup, kamu pergi sekarang" bentak Sella sembari mendorong dada Geno
Geno pun berjalan mundur dan mendengus kesal.
"Kenapa harus dia sih ? Kenapa yang di pilih semua orang selalu dia ?" Tanya Geno
"Apa maksud kamu ?" Bingung Sella
"Asal kamu tau, aku benci dia, dia udah rebut posisi aku dan sekarang dia rebut kamu juga orang yang udah lama aku suka, dia itu jahat Sella kenapa kamu asih mihak dia ?"
"Maksudnya rebut posisi kamu?" Tanya Sella lagi penasaran
"Dulu aku di janjikan debut di grup Neo Star, aku peserta pelatihan terlama disana tapi tiba tiba Reyhan datang dan singkirin aku gitu aja, dan sekarang dia rebut orang yang udah aku sukai dari lama juga"
"Kamu gila, kamu gagal di grup itu bukan karna dia, dan sekarang kamu juga udah jadi idol kan? Geno cukup jangan terusin kegilaan kamu, dan satu lagi, Reyhan kenal aku dari lama bahkan mungkin sebelum kamu tau aku, jadi berhenti salahin orang lain"
"Terus aja kamu bela dia aku berani bertaruh dia bakal ninggalin kamu, harusnya kamu sama aku aja Sella, kamu bakal nyesel kalo terus pertahanin dia"
Di tengah perdebatan Sella dan Geno Jio yang sedari tadi terusik dari tidurnya menghampiri mereka
"Ada apa ini ? Dia siapa?" Tanya Jio polos pada Sella
"Jio tolong keluarin dia, aku gak mau liat dia" suruh Sella pada adiknya itu
__ADS_1
Mendengar perintah kakanya Jio langsung berusaha mengeluarkan Geno
"Maaf tapi ka Sella gak mau ketemu anda, mohon untuk keluar" ucap Jio sopan
"Aku gak buat apa apa ko aku belum beres ngomong sama dia"
Geno masih enggan keluar dari sana akhirnya Jio berusaha mendorong tubuh laki laki itu walau sekuat tenaga Geno mencoba menahan
"Geno udah pergi sekarang, kamu mending di seret dia keluar atau diseret petugas keamanan" ancam Sella
Ancaman Sella membuat Geno menyerah untuk kali ini, dia pikir tidak ada gunanya juga dia terus mencoba berdebat sekarang, dengan berat hati Geno melangkahkan kakinya kearah pintu dan keluar dari kediaman Sella, dan dengan cepat Jio menutup pintu apartment itu
"Thanks udah bantu keluarin dia" ucap Sella lalu pergi kearah ruang tamu dan berbaring di sofa
Jio yang masih mematung di tempatnya sejenak berpikir untuk bertanya apa yang terjadi namun dia takut kakanya itu akan marah karna petanyaannya jadi dia memutuskan untuk nengurungkan niatnya dan pergi ke arah dapur untuk mengambil air.
Jio mulai menuangkan air dan membawa beberapa coklat lalu berjalan ke arah kakanya
"Ini....." ucap Jio canggung sembari memberikan coklat dan minuman
Sella sedikit terkejut dengan yang di lakukan Jio namun dia mencoba bersikap biasa dan menerima minuman juga coklat dari Jio
"Dia orang yang di jodohin sama gw" ucap Sella tiba tiba seolah tau isi pikiran Jio yang memang akan bertanya tentang pria itu
"Ah jadi itu orangnya" sahut Jio
"Iya itu dia, namanya Geno, tar kalo dia kesini lagi jangan buka pintunya, kasih tau Kenzo juga, dia juga belum tau soal ini" jelas Sella sambil memperingatkan adiknya itu
"Baik ka nanti Jio kasih tau Kenzo"
"Ngomong ngomong dia kemana ko gak keliatan?"
"Kenzo ada kuliah pagi jadi dia sudah berangkat sejak tadi" jelas Jio
"Kalo mau keluar nanti kasih tau, gw mau istirahat" ucap Sella lalu pergi ke kamarnha dan meninggalkan Jio sendirian di ruang tamu.
Sella merebahkan tubuhnya dan memainkan ponselnya, mencari sebuah nama yang sangat ia rindukan di kontak ponselnya.
Sementara Reyhan yang kalut kini sedang berjalan menuju asramanya, dengan ajah yang masih emosi dia mencoba berusaha menutupi itu dengan topi yang ia kenakan, tak lama kemudian dia sampai di depan asramany dan saat itu juga ponselnya berbunyi menampakan pesan dari Sella, melihat itu Reyhan hanya mendengus kesal dan memasuki asrama.
"Dari mana lu Rey pagi pagi udah pergi" tegur Chandra
"Ada urusan tadi" jawab Reyhan singkat lalu masuk kedalam kamarnya dan merebahkan badanya di kasur yang sudah ada Ryan di sana.
Reyhan menutup wajahnya dengan bantal sebisa mungkin ia mencoba melupakan kejadian yang baru saja dia lihat, ia terus mengontrol nafasnya namun nihil, akhirnya dia keluar kamar dan melihat Chandra sudah berpakaian rapi.
"Lu mau kemana?" Tanya Reyhan
"Latihan, bosen gw disini" sahut Chandra
"Bentar gw ganti baju dulu, gw mau ikut"
Chandra sedikit terkejut dengan Reyhan, bagaimana bisa lelaki itu jadi rajin latihan di hari libur biasanya dia hanya akan menghabiskan waktunya dengan tempat tidur, itu pikir Chandra, namun dia tidak mau berburuk sangka pada leader grupnya itu jadi dia memilih untuk berpikir positif
"Kita pergi berdua aja naik bus?" Tanya Reyhan
"Kaga lah kita sama bang Dimas, lu mau kita di serbu fans di bus"
"Ya kali aja, ini kan jadwal libur bang Dimas"
"Dia ada urusan di kantor, udah yu cepet bang Dimas tar ngomel dia udah nunggu di depan"
Chandra dan Reyhan akhirnya pergi ke kantor untuk berlatih, sedangkan Sella tengah gusar karna tidak mendapat balasan dari sang kekasih.
"Ish kemana sih dia? Apa masih tidur?" Monolog Sella sambil memukul bantal hati di depannya
Sella merasa sangat kesal dan bosan karna dia tidak bisa menghubungi Reyhan ditambah lagi kejadian sebelumnya, dia benar benar prustasi saat ini dan memutuskan untuk menghubungi Melisa
10 menit berlalu tapi Sella tidak bisa menghubungi manager sekaligus sahabatnya itu, begitu pula dengan Juna, kini Sella benar benar merasa bosan dan memutuskan untuk keluar mencari udara segar.
Kini Sella sudah rapi dengan dress kream dan sepatu dengan warna putih, tidak lupa dia membawa topi juga masker untuk menutupi identitasnya.
__ADS_1
"Kaka mau kemana?" Tanya Jio yang masih di ruang tamu sambil menonton film frozen.
"Maku keluar bentar, oh iya inget yang tadi, kalo ada Geno jangan sampe di ijinin masuk" ucap Sella dan di angguki Jio
Sella keluar dari apartment nya dan mencoba mencari taksi lewat ponsel pintarnya.
Tak butuh waktu lama sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan Sella
"nona Sella?" Tanya pengemudi mobil itu yang di angguki Sella lalu ia memasuki mobil itu
"Pak maaf boleh saya ke tempat lain lagi setelah ke toko buku, untuk hari ini mobil bapak saya sewa aja gimana?" Ucap Sella
"Tentu boleh, apalagi nganter artis se terkenal nona Sella" sahut sopir itu yang di balas senyuman Sella
10 menit di perjalanan Sella sudah sampai di toko buku, tidak lupa dia memakai kacamata dan masker agar tidak ada yang mengetahui identitasnya.
Sella mulai berjalan kearah rak buku tempat novel fantasi, dia memang menyukai novel fantasi sejak dari lama, dia mulai membaca satu persatu judul buku buku itu sambil berjalan perlahan namun langkahnya terhenti karna menabrak seseorang.
"Maafkan saya" ucap Sella menyesal sembari memunguti buku buku orang yang di tabraknya
"Aku juga yang salah, maaf" sahut pria itu lalu mereka saling bertatapan
"Sella!?" Ucap pria itu terkejut lalu hendak segera berbalik namun di cegah Sella
"Reyhan kenapa kamu mau menghindariku?" Tanya Sella yang melihat keberadaan kekasihnya itu
"Kita jangan bicara disini" sahut Reyhan karna takut jadi pusat perhatian
Akhirnya Sella mengajak Reyhan ke sebuah cafe yang sudah ia pesan sebelumnya.
Kini keduanya hanya saling diam tampa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka
"Rey, ada apa ? Kamu bahkan gak bales semua chat aku, aku tau kamu sibuk sama comeback kamu tapi hari ini weekend dan lagi aku pikir kamu sedikit senggang sampai bisa ke toko buku" oceh Sella membuka pembicaraan
"Cukup Sella, aku udah tau semuanya, emang bener kata ayah kamu kita emang gak bisa bersama" sahut Reyhan membuat Sella bingung
"Apa maksud kamu Rey?" Bingung Sella
"Tadi pagi aku lihat kamu dan Geno di apart, itu udah jelasin semuanya"
"Itu gak seperti yang kamu liat Rey dia terus maksa aku buat putus sama kamu, percaya sama aku Rey"
Di tengah perdebatan itu ponsel Sella tiba tiba berdering, namun Sella mengabaikannya, hampir 5 menit ponselnya itu berdering dan membuat Reyhan kesal dengan sikap Sella yang malah terus mengoceh
"Angkat telpon kamu!" Ucap Reyhan
"Gak kalo kamu masih gak mau dengerin aku"
"Ok aku dengerin semua penjelasan kamu tapi angkat dulu itu mungkin penting"
Sella mengangkat telponnya namun seketika dirinya mematung, airmatanya lolos begitu saja dari mata indahnya membuat Reyhan panik
"Sella ada apa?" Tanya Reyhan
Bukannya menjawab Sella malah semakin menangis, Reyhan yang berniat meninggalkan Sella mengurungkan niatnya, dia malah menghampiri wanita itu dan memeluknya.
"Ada apa? Kenapa kamu gini sih?" Tanya Reyhan
"Rumah sakit bilang kalo mama" ucap Sella tertahan
"Mama kenapa?"
"Kalo mama meninggal, dia lompat dari jendela kamarnya Rey" jelas Sella yang masih terisak
"Yaudah kamu tenangin diri kamu dulu kita ke rumah sakit sekarang, kamu harus tenang dulu sekarang"
"Hubungi Kenzo, dia pasti gak tau soal ini"
Reyhan kini membopong Sella kearah mobil untuk ke rumah sakit dan kemudian menghubungi Kenzo untuk menyampaika kabar duka itu
Sekarang Reyhan dan Sella sudah berada di rumah sakit dan menuju ke kamar ibunya karna dokter bilang jika ibu Sella belum di pindahkan
__ADS_1
Sesampainya di sana tubuh Sella bergetar hebat air matanya terus mengalir kakinga sudah tidak bisa menopang tubuhnya lagi, jika Reyhan tidak menahannya mungkin Sella sudah terjatuh, saat ini Reyhan sebenarnya sangat enggan melihat wajah kekasihnya itu namun sekuat tenaga dia mengesampingkan egonya, dia tidak mungkin meninggalkan Sella di saat seperti ini.