
Setelah berbicara dengan Dimas Reyhan langsung kembali keruang tunggu.
"Rey lu lama banget abis dari mana sih?" Tanya Ryan karna menunggu Reyhan dari tadi
"Kirain mau langsung balik apart gak bilang ke kita" sahut Jemian
"Sorry tadi gua ada urusan sama bang Dimas, gua pasti balik asrama dulu lah mobil gua kan di asrama" ucap Reyhan menjawab semua pertanyaan teman temannya
"Yaudah ayo balik manager tour baru kita udah nunggu di bawah" ajak Chandra
Mereka langsung pergi dari tempat itu menuju ketempat parkir yang memang agak sepi, dan benar saja manager tour mereka sudah menunggu di dekat mobil.
"Maaf lama tadi ada sedikit masalah" ucap Reyhan
"Tidak apa apa, kenalin saya Tirta manager tour baru kalian, semoga kita bisa saling kerja sama kedepannya" ucap manager yang bernama Tirta itu sembari memperlihatkan kartu karyawannya
"Iya salam kenap juga, dan mohon bantuannya" sahut Reyhan
Tirta langsung membukakan pintu mobil dan member Neo Star masuk satu persatu
Diperjalan tidak ada yang membuka pembicaraan, entah mungkin karna lelah atau memang tidak ada pembahasan mereka hanya sibuk pada ponsel mereka sampai tak terasa mereka sudah sampai di asrama.
"Saya pamit dulu kalo gitu, kalian kalo ada apa apa bisa hubungi saya, pak Dimas soalnya sedang ada urusan" jelas Tirta setelah melihat semua member Neo Star turun dari mobil
"Iya, dan santai aja ngomongnya gak perlu formal bang kita sama bang Dimas juga sering pake lo gua biar lebih akrab dan nyaman" ucap Chandra
"Ah gitu sorry soalnya agak canggung juga"
"Santai aja, sekarang kita keluarga, kita gak masalah kan manggilnya bang Tirta aja?" Tanya Ryan
"Iya gak apa apa se nyamannya kalian aja, kalo gitu kalian cepet masuk dan istirahat"
Semua member tersenyum sambil sedikit membungkuk kearah mobil yang di kemudikan Tirta yang perlahan mulai menjauh.
"Rey mau ke dalem dulu?" Tanya Jemian
"Gua langsung cabut aja deh, mau beli sesuatu juga" sahut Reyhan yg di mengerti teman temannya
Reyhan pergi kearah mobilnya lalu mulai melajukan mobil itu dari asramanya sementara yang lain pergi ke lantai atas menuju asrama mereka.
Kini Reyhan berhenti di sebuah tempat pembelanjaan dia mulai bersiap dengan memakai masker wajah dan topi supaya tidak ada orang yang mengenalinya.
Reyhan berjalan kearah pakaian bayi, dia memang berniat untuk membeli beberpa perlengkapan bayi untuk anaknya nanti, dengan natural dia memasuki toko itu walau sebenarnya dia takut ada yang mencurigainya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan toko itu sedikit membuat Reyhan terkejut karna kedatangan pelayan yang tiba tiba
"Ah iya saya mau memberikan kado buat sepupuh saya, dia sekitar beberapa bulan lagi akan melahirkan saya mau mencari perlengkapan bayi yang paling lengkap apa ada?" Jelas Reyhan sedikit berbohong takutnya pelayan itu mencurigainya.
"Mari ikut saya, kalo boleh tau jenis kelaminnya perempuan apa laki laki?" Tanya pelayan itu sambil berjalan kearah tempat barang yang Reyhan cari
"Saya kurang tau jenis kelaminnya" jawab Reyhan singkat karna memang dia tidak tau calon anaknya itu laki laki atau perempuan.
"Ah kalau begitu bagaimana dengan warna biru yang ini atau yang hijau?" Tanya pelayang itu menunjukan sebuah kotak berisi perlengkapan bayi dari pakaian sampai alat makan
"Yaudah saya ambil dua duanya" ucap Reyhan yang sudah bingung
Pelayan itu langsung membawa kedua kotak yang di pilih Reyhan untuk membungkusnya sedangkan Reyhan berjalan kearah kasir untuk membayarnya.
Dengan cepat Reyhan menyelesaikan belanjanya lalu kembali ke mobilnya untuk pulang namun takutnya ada seseorang yang mengikutinya Reyhan sesekali melihat kearah sekitar.
Sesampainya di mobil Reyhan malah mendesah kesal
"Ah sial gua lupa mau beli sesuatu yang lain, apa besok aja ya" ucap Reyhan lalu sejenak berpikir dan kemudian melajukan mobilnya kesuatu tempat hingga sampai di sebuah tempat perhiasan.
Reyhan masih dengan topi dan maskernya memasuki toko itu lalu melihat lihat perhiasan disana.
"Apa anda sedang mencari hadiah untuk seseorang?" Tanya pelayan itu
"Ah iya saya mencari kado untuk ibu saya" jawab Reyhan bohong
"Kebetulan ada kalung keluaran terbaru yang baru saja sampai siang tadi sepertinya cocok untuk hadiah ibu anda" ucap pelayan memberikan saran
"Boleh saya lihat"
Pelayang itu lalu memperlihatkan sebuah kalung berwarna silver dengan liontin daun yang dihiasi permata hijau.
"Sepertinya Sella akan suka ini" batin Reyhan
Reyhan masih menatap kalung itu dan tersenyum, dia sebenarnya sudah menyiapkan beberapa perhiasan juga cincin untuk pernikahan nya dengan Sella namun rasanya itu kurang menurut Reyhan, dia ingin memberikan yang lebih lagi untuk wanita yang akan segera di persuntingnya itu.
__ADS_1
"Saya ambil yang ini" ucap Reyhan lalu segera kearah kasir untuk menyelesaikan pembayaran.
Reyhan langsung melajukan mobilnya setelah membeli hadiah untuk Sella, tak lama di perjalanan dia sampai di kawasan apartemen, dengan beberapa belanjaannya Reyhan berjalan menuju apartment
"Kamu udah pulang" sapa Sella saat Reyhan membuka pintu
"Jadwal aku gak terlalu padat hari ini, kamu udah makan?" Ucap Reyhan sembari meletakan barang bawaannya di dekat Sella
"Udah baru aja selesai makan sama Jio juga Kenzo, kamu banyak banget bawa barang, abis belanja?"
"Heem ini untuk persiapan lahiran kamu nanti" jawab Reyhan
"Kamu belanja sendiri apa gak ada yang ngikutin sama curiga?" Khawatir Sella
"Sttttt udah diem gak usah mulai lagi, semuanya aman ko" ucap Reyhan menenangkan
"Kamu udah makan?" Tanya Sella mengalihkan pembicaraan
"Belum nanti aja" jawab Reyhan singkat
"Makan dulu ya aku buatin sesuatu"
"Jangan, biar aku order aja kamu jangan kecapean" cegah Reyhan yang memang selalu memperhatikan kegiatan Sella agar tidak terlalu lelah
"Cuma masak doang" bantah Sella dan hendak berdiri namun dicegah Reyhan, lelaki itu malah memeluknya
"Ish kamu apaan sih" kesal Sella
"Jangan kemana mana, mending buka nih belanjaan aku, gak penasaran apa aku beli apaan aja"
Sella membuang nafasnya kasar lalu mengambil paper bag besar di hadapannya
"Kamu beli perlengkapan bayi?" Tanya Sella sedikit terkejut, dia tidak tau Reyhan ternyata sangat memperdulikan anak dalam kandungannya.
Entah bawaan hamil atau memang dari dasarnya Sella cengeng, air matanya dengan mudah lolos begitu saja melewati pipi mulus Sella.
"Ya ko nangis ? Kamu gak suka aku beli ini?" Tanya Reyhan yang bingung dengan sikap Sella
Sella hanya menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih membasahi pipinya.
"Terus kenapa tiba tiba nangis hemmm?" Tanya Reyhan lembut lalu menyeka air mata Sella
Lain halnya dengan Reyhan yang mencoba menenangkan Sella Kenzo yang keluar kamar akan mengambil minum malah menyeret tangan Reyhan karna melihat kakanya menangis dengan pria itu
"Lu ngapain ka Sella lagi hah?" Tanya Kenzo dengan nada suara tinggi
"Apaan sih gua kaga ngapa ngapain" jawab Sella
"Kenzo udah dia gak ngapa ngapain ko, kaka yang mood nya lagi naik turun" jelas Sella namun seolah tuli Kenzo malah mengarahkan tinjunya pada Reyhan untungnya Reyhan cepat mengelak
"Cukup lu kenapa sih, gua gak ngapa ngapain kaka lu" jelas Reyhan lagi
"Kenzo udah lu kenapa?"
Kenzo masih menulikan pendengarannya sampai Jio yang dari kamar ikut membantu memisahkan kaka dan calon kaka iparnya itu
"Lu kesurupan apa gimana ? Gua cuma beliin Sella hadiah dia terharu udah gitu doang" jelas Reyhan pada Kenzo yang kini sedan di tahan Jio agar tidak melayangkan pukulan pada Reyhan lagi
"Bener ka yang dia bilang?" Tanya Kenzo pada Sella
"Iya bener lu kenapa sih, udah Ji lu bawa Kenzo ke kamar lagi deh" suruh Sella pada Jio
Jio akhirnya membawa Kenzo ke kamarnya lagi dan Reyhan kembali duduk meredakan kekesalannya.
"Maaf dia masih belum terima kamu sepenuhnya, kamu tadi gak kena pukulan dia kan?" Ucap Sella
"Gak ko, yaudah kamu simpen barang barang ini ke kamar aku mau mandi"
Sella mengangguki perintah Reyhan lalu membawa paper bag itu ke kamarnya.
Kini Reyhan sudah selesai mandi dia langsung menghampiri Sella yang tengah duduk di ranjangnya.
"Ada apa ? Kenapa kamu ngelamun?" Tanya Reyhan
"Gak ada apa apa, tadi aku udah pesenin makanan kayanya bentar lagi nyampe" jawab Sella
"Serius gak apa apa?" Tanya Reyhan lagi memastikan dan Sella hanya mengangguk meng iyakan
Reyhan berjalan kearah meja rias Sella hendak mengeringkan rambutnya sementara Sella masih terdiam di tempatnya.
__ADS_1
Saat Reyhan mengeringkan rambut ponsel Sella tiba tiba berbunyi, dengan cepat Sella mematikannya dan berpura pura tidak ada apa apa.
"Siapa?" Tanya Reyhan
"Orang gak di kenal" bohong Sella
Reyhan yang curiga menghetikan aktifitasnya lalu kembali duduk di sebelah Sella, dan ya ponsel Sella kembali berbunyi, sama seperti sebelumnya, Sella cepat cepat mematikan panggilan itu
"Siapa sih? Sini aku liat"
"Gak penting, kamu keringjn rambut kamu aku mau nunggu kurir yang nganterin makanan" ucap Sella dan hendak pergi
"Aku bilang mana ponsel kamu" bentak Reyhan membuat Sella tertegun karna bentakannya
"Kenapa diem mana sini!!! Itu pasti Geno kan? Biar aku yang ngomong sama dia" ucap Reyhan kesal
"Bukan Rey, udah ya kamu mending keringin rambut kamu, makanan kamu bentar lagi nyampe nanti kamu langsung makan"
"Chrysella dia ngomong apa sama kamu?" Tanya Reyhan sembari menatap mata Sella serius
Bukannya menjawab Sella malah menangis karna gertakan Reyhan, namun kali ini Reyhan sudah naik vital dia langsung merebut ponsel yang ada di tangan Sella yang ternyata berdering kembali, Sella hanya bisa terdiam, dia sangat takut jika Reyhan dalam kondisi marah.
"Lu mau apa? Jangan pernah hubungin Sella, lu lupa sama omongan lu waktu itu?" Ucap Reyhan yang sudah mengangkat telpon yang memang benar dari Geno
"Lu lagi sama Sella ternyata, ok sorry kadang gua kalo udah kangen suka lupa" ucap Geno dibalik telpon membuat amarah Reyhan semakin mendidih.
"Ini peringatan terakhir kalo lu ingkar gua juga bisa lakuin itu" ancam Reyhan lalu menutup telponnya dan meleparnya ke kasur.
"Kenapa kamu gak pernah bilang dia sering telpon kamu? Apa kamu sering angkat telpon dia hah?" Tanya Reyhan masih di balut emosi
"Kalo ditanya tuh jawab bukan nangis" betak Reyhan
"Dia baru kali ini lagi telpon aku" jawab Sella sambil sesegukan
"Kalo dia hubungi kamu lagi bilang sama aku" ucap Reyhan
"Maaf udah bentak kamu" ucapnya lagi lalu membawa Sella kedalam pelukannya
Sella semakin tersedu sedu kala Reyhan mengelus kepalanya dengan lembut
Akhirnya Sella kembali tenang setelah beberapa menit mengumpulkan kewarasannya.
"Maaf ya udah bentak kaya tadi" ucap Reyhan lagi menyesal
"Rey aku penasaran tentang kamu dan Geno, sebenarnya kalian punya masalah apa?" Tanya Sella
"Sepertinya kamu juga udah tau, bukanya kamu udah cari tau tentang keluarga aku?"
Mendengar ucapan Reyhan membuat Sella terkejut, darimana pria itu tau Sella mencari tau tentangnya.
"Tapi kan aku gak tau pasti aku cuma tau kamu sama Geno masih keluarga" bohong Sella yang sebenarnya mengetahui lebih dari itu
"Kalo kamu gak mau cerita gak apa apa ko" ucap Sella
Belum Reyhan akan menjawab bel apartment itu berbunyi
"Itu pasti makanan kamu, aku ambil dulu"
"Gak usah biar aku aja"
Reyhan berjalan kearah pintu dan benar itu kurir pesan antar, kurir itu meletakan makanannya di tempat yang memang di sediakan untuk paket, setelah mengambil makanannya Reyhan kembali kedalam hendak menyantap makanan itu dan ternyata Sella sudah duduk di ruang makan sembari menyantap apel.
"Mau aku cerita sekarang sambil makan?" Tanya Reyhan
"Engga, aku kesini cuma mau makan apel terus nemenin kamu makan, udah makan dulu makanan kamu" jelas Sella
Setelah makan mereka kembali kekamar untuk istirahat namun Reyhan membalikan tubuh Sella yang memunggunginya menjadi menghadap kearahnya
"Kamu masih mau tau tentang aku sama Geno?" Tanya Reyhan
Sella mengangguk, karna memang dia sangat penasaran dengan masalah apa yang sebenarnya terjadi antara Reyhan dan Geno
"Ayah aku dan ibu Geno adik kaka, dan semenjak ibu Geno meninggal karna kecelakaan ayah Geno sangat berambisi untuk menguasai harta milik kake tapi karna ayah aku anak laki laki satu satunya semua hartanya jatuh ketangan ayah aku, semenjak itu ayah Geno merasa diperlakukan tidak adil dan dia melakukan segala cara supaya bisa merebut semua harta milik ayah aku, akhirnya kakek mutusin buat memberi 10% saham ke Geno sebagai cucunya tapi gak lama ada masalah dan ayah Geno jual saham itu lagi ke ayah aku, dan saat itu semua orang ngira bakal baik baik aja tapi nyatanya engga dia masih ter obsesi sama rumah sakit maka dari itu dia selalu pengen jatuhin keluarga aku, maaf karna masalah keluarga aku kamu juga jadi terlibat, dan mungkin anak kita juga, aku juga tau 25% saham agensi ayah kamu sekarang jadi milih ayah Geno, maaf" ucap Reyhan sangat menyesal sembari mengelus lembut perut Sella yang sudah membuncit.
"Kamu gak perlu minta maaf Rey, aku yakin pasti ada cara buat hentiin niat jahat Geno dan ayahnya"
"Kalo gak adapun aku gak peduli yang pentik kamu sama bayi kita baik baik aja, aku udah libatin kalian terlalu jauh, aku takut kalian kenapa kenapa apalagi Geno dan ayahnya lebih kejam dari yang kamu bayangin" jelas Reyhan
"Kamu ngomong apa sih, aku sama bayi ini bakal baik baik aja kalo ada kamu, dan Geno juga ayahnya pasti akan menyerah suatu hari nanti" ucap Sella berusaha berpikir positif
__ADS_1
"Aku harap begitu, yaudah kita tidur, jangan pikirin Geno terus" ucap Reyhan kemudian terlelap sembari memeluk Sella.