Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
19


__ADS_3

Keesokan harinya Sella masih terbaring di rumah sakit, Melisa, Juna, Kenzo dan Jio juga masih ada di sana menemani gasis itu.


"Udah siang ternyata" ucap Melisa yang terbangun dari tidurnya lalu melihat ke arah jendela kemudian menatap sekeliling.


Kenzo, Juna dan Jio masih tertidur di sofa sebelah Melisa sementara Sella sekarang mulai membuka matanya perlahan, Melisa yang menyadari Sella sudah bangun langsung menghampirinya.


"Mau minum atau butuh sesuatu?" Tanya Melisa


"Anter ke toilet, gak tau kenapa rasanya perut mual banget" sahut Sella


Melisa membopong tubuh Sella masuk ke kamar mandi


"Keluar aja, bisa sendiri ko" suruh Sella dan di angguki Melisa


Perlahan Juna juga mulai terbangun dari tidurnya lalu dia duduk berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Sella di dalem?" Tanya Juna yang melihat Melisa ada di depan pintu


"Iya, oh iya gw udah order makanan bentar lagi sampe dan nanti abis makan kayanya gw mau langsung pergi lagi buat ngurusin beberapa kerjaan, jadi gak bisa stay disini" jelas Melisa


"Hemmm gw juga musti urus data yang lu suruh kemarin, jadi Sella gimana kalo kita berdua pergi" ucap Juna


"Kalian pergi aja, ka Sella biar aku sama Jio aja yang jagain lagian dia udah agak mendingan kayanya" sahut Kenzo yang masih terbaring


"Yaudah, kalo gitu kayanya musti pergi sekarang, bentar lagi makanannya sampe, kalian makan dulu aja, kalo ada apa apa cepet telpon ok" ucap Melisa


"Iya ka tenang aja, kaka urus aja dulu kerjaan nya, masalah disini biar aku yang urus"


Melisa yang merasa lega hanya mengangguki pernyataan Kenzo kemudian mengambil tasnya dan pergi dari ruangan itu sedangkan Juna masih terduduk di tempatnya.


Tak lama kemudian Sella keluar dari toilet, dengan sigap Juna langsung mendekati Sella dan membopong tubuhnya menuju kasurnya.


"Gimana sekarang udah baikan ?" Tanya Juna


"Sekarang udah agak mendingan ko, Melisa kemana?" Ucap Sella yang kemudian mencari keberadaan Melisa


"Dia ada urusan bentar, dan gw juga mau pergi buat urusin kerjaan kemarin yang belum beres, tar kalo mau sesuatu sama Kenzo, Jio aja, dan kalo ada apa apa langsung kabarin" jelas Juna lalu di angguki Sella


"Ken makannya udah di bawah katanya, ayo ambil sekalian mau pergi" ajak Juna pada Kenzo


"Sella gw pergi dulu ya, jangan lupa makan yang banyak"


Juna kemudian pergi dengan Kenzo sedangkan Jio baru terusik dari tidurnya.


"Kaka udah bangun?" Ucap Jio yang baru tersadar dari tidurnya


"Istirahat aja lagi masih pagi ko" sahut Sella


"Kenzo kemana?" Tanya Jio lagi


"Dia ngambil makanan di bawah" ucap Sella lagi yang di angguki Jio

__ADS_1


"Ji tolong ambilin ponsel sama laptop dong" suruh Sella


Jio beranjak dari tempatnya dan mengambil ponsel juga laptop milik Sella yang tergeletak di meja.


"Makasih" ucap Sella sembari mengambil laptop juga ponsel yang di sodorkan Jio


"Kaka butuh sesuatu lagi?" Tanya Jio


"Gak ko, cuma ini" sahutnya


Jio kembali duduk di sofa dan memainkan game di ponselnya, namun Kenzo tiba tiba mengirim pesan pada Jio agar menemuinya di bawah.


"Ka Kenzo nyuruh aku ke bawah, aku pergi dulu" pamit Jio


Sella hanya mengangguk dan kembali mengotak ngatik laptopnya.


Sella tengah asik melihat beberapa drama di laptopnya sampai dia tersadar akan sesuatu kemudian mengambil ponselnya, dengan ragu ia mencari nama kontak milik Reyhan.


Sella menghela nafas panjang dan mengambil keputusan untuk menghubungi Reyhan


Nada telpon mulai berbunyi menandakan jika ponsel Reyhan sedang aktif, namun tidak ada jawaban apapun, iya Reyhan tidak menjawab panggilan nya.


"Kenapa dia gak jawab, apa dia benat benar tidak mau memgetahui kondisiku" ucap Sella


Rasanya Sella sangat hancur sekarang, dia tidak tau harus berbuat apa mengingat sekarang dia sedang mengandung, Sella tidak berhenti disitu dia mencoba menghubungi Reyhan kembali namun lagi lagi tidak ada jawaban, entah berapa kali Sella mencoba menghubungi lelaki itu tapi masih tetap tidak ada jawaban, sampai akhirnya Kenzo dan Jio kembali.


"Ka udah ada suster kesini?" Tanya Kenzo


"Yaudah makan ini aja, lagian sama aja ko makanan" sahut Kenzo


"Emang gak apa  apa ka Sella makan makanan dari luar dia kan lagi hamil" ucap Jio sedikit berhati hati dengan kata 'hamil'


"Ah iya bener" ucap Kenzo


"Kalian aja yang makan, bentar lagi juga kayanya bakal ada suster yang nganter makanan nyampe"


Dan benar seseorang mengetuk pintu kamar Sella dan itu adalah Renata, dia membawa beberapa makanan dan obat, dengan tersenyum Renata mendekati Sella.


"Maaf makanannya sedikit terlambat" ucap Renata sembari menata makanan itu di meja kecil yang ada di tempat tidur Sella


"Tidak apa apa, tapi kenapa tidak di antar suster?" Bingung Sella karna biasanya makanann akan di antarkan suster


"Mulai sekarang mama yang akan mengurus semua keperluan kamu" sahut Renata sembari tersenyum


Sella sebenarnya agak terkejut karna Renata bilang kata 'mama' dia mungkin memang sudah sangat dekat dengan Sella namun tetap saja selama ini Sella selalu memanggil ibu dari Reyhan itu dengan panggilan 'tante' namun kali ini rasanya sikap Renata agak berbeda


Renata mulai membuka plastik penutup makan itu dan memberikan Sella sendok juga garpu , Kenzo dan Jio yang ada disana hanya bisa mengawasi kegiatan mereka berdua.


"Makan yang banyak besok kamu sudah bisa pulang, dan jangan lupa minum susu ini juga vitaminnya, kalo ada apa apa langsung panggil mama ya sayang, mama mau periksa pasien dulu" ucap Renata di angguki dan di balas dengan senyuman Sella.


Renata meninggalkan ruangan itu lalu pergi ke ruangan lain sedangkan Kenzo dan Jio yang penasaran mulai mendekati Sella yang masih terdiam.

__ADS_1


"Ka itu ibunya Reyhan ko manggil dirinya mama sih ke lu, apa Reyhan udah tau soal kehamilan lu dan apa dia berniat tanggung jawab?" Tanya Kenzo penasaran


"Entah, tapi gw rasa ibunya Reyhan terima kehamilan ini tapi gw gak tau soal Reyhan, udah kalian jangan mikirin gw, sana makan, gw juga mau makan" ucap Sella mengalihkan pembicaraan dan mulai melahap makannya walau pikirannya masih tertuju pada sikap Renata


Kenzo dan Jio tidak bertanya lagi mereka kembali ke sofa dan mulai memakan makannanya juga.


Sedangkan di tempat lain Melisa tengah sibuk dengan beberapa berkas, dia mengurus banyak hal setelah Sella berada di rumah sakit, kinu jadwalnya sangat padat bahkan lebih padat dari sebelumnya.


Melisa sekarang tengah berada di salah satu gedung acara musik untuk memberikan surat pernyataan karna Sella tidak dapan menjadi MC di acara itu.


Dengan tergesa gesa dia berjalan sembari melihat beberapa lembar kertas yang ada di tangannya, namun karna tidak memperhatikan sekitar dia tidak sengaja menabrak seseorang


"Maaf saya tidak sengaja" ucap Melisa tampa melihat wajah orang yang di tabraknya lalu dia hendak pergi tapi lengannya di tahan oleh orang itu


Tubuh Melisa langsung membeku setelah melihat siapa yang menahannya, rasanya ia ingin mengumpat pria di hadapannya itu namun kali ini dia benat benar tidak ada waktu untuk itu jadi dia hanya menghempaskan lengan pria itu dan hendak pergi lagi .


"Tunggu, aku mau bicara Melisa" ucap pria itu


Melisa membuang nafas kasar dan berbalik menghadap pria itu lagi.


"Ada apa? Saya sedang sibuk sekarang, tolong mengerti" ucap Melisa berusaha sopan


"Kenapa kamu selalu menghindar? Aku sudah bilang buat beri aku kesempatan, tapi kalo kamu terus menghindar gimana bisa kamu mulai menyukai aku" jelas pria itu yang tak lain adalah William


"Saya sudah punya kekasih jadi tolong jangan berharap hal lebih" bohong Melisa berharap pria itu tidak terus keras kepala.


"Oh ya? Apa aku mengenalnya? Apa dia dari kalangan artis? Apa aku pernah bertemu dengannya?" Pertanyaan tiba tiba keluar dari mulut William membuat Melisa berusaha memutar otak mencoba meyakinkan lagi


"Mungkin kalian tidak pernah bertemu lain kali pasti saya kenalkan jadi permisi" jawab Melisa singkat dan hendak pergi dari tempat itu namun tangannya di tahan William


"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu memberi tahu siapa, dan jika tidak kamu katakan itu artinya kamu berbohong, jangan harap aku batalkan pertunangan kita" ucap William membuat Melisa mematung sampai akhirnya seseorang berjalan kearah mereka dan tampa banyak berpikir Melisa langsung menarik lengan orang itu


"Dia orangnya, puas kamu? Jadi berhenti mengikuti dan mengancamku" ucap Melisa membuat orang yang di sebelahnya bingung namun orang itu masih bertahan disana karna lengan Melisa memegang erat lengannya


"Bukannya kamu Dimas manager Neo Star?" Tanya William


"Iya, apa ada masalah" jawab Dimas singkat dengan kondisi yang masih tidak ia pahami sementara Melisa mengutuk dirinya sendiri karna telah membuat dirinya berhutang pada Dimas


"Ah ok, aku percaya, semoga kalian bahagia" sahut William singkat kemudian pergi dari sana


Melisa menghela nafas panjang, dia lega karna William percaya hal itu namun kali ini dia malah punya masalah baru, rasanya seperti lolos dari kandang macan tapi masuk ke kandang singa, Dimas kini terus menatap Melisa, tatapannya menungut penjelasan gadis itu.


"Sorry soal itu dan thanks, pasti saya akan balas kejadian hari ini dan tolong jangan ceritakan kepada siapapun" jelas Melisa lalu hendak pergi tapi kerah baju belakangnya ditarik Dimas membuat Melisa secara otomatis berjalan mundur


"Ah kemarin padahal ada yang ngatain matanya saya manager yang bahkan gak becus ngurus artisnya tapi hari ini saya malah di manfaatin buat pura pura jadi kekasih seseorang yang gak tau malu ini" sindir Dimas


"Saya minta maaf dan saya tarik kembali kata kata itu, sekali lagi maaf" sahut Melisa hendak pergi lagi namun lagi lagi di hentikan Dimas


"Tadi bilang bakal bayar kejadian ini kan ? Kalo gitu simpan nomor kamu, tar malah pura pura lupa  lagi" ucap Dimas menyodorkan ponselnya


Tampa banyak bicara lagi Melisa mengambil ponsel itu dan mengetik nomornya lalu pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Ternyata dia lucu juga" gumam Dimas dan pergi untuk mengurus pekerjaan nya


__ADS_2