Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
24


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 7 Sella terus mondar mandir, dia sedang memikirkan seseorang yang sedari tadi dia tunggu.


"Lu ngapain dari tadi bolak balik mulu sih ka?" Tanya Kenzo yang sudah kesal melihat kakanya mondar mandir di hadapannya


"Apasih lu, mending main game lagi sama Jio sana, sibuk amat urusin idup gua" kesal Sella lalu pergi ke kamarnya


Kenzo hanya bisa menatap kakanya itu kesal, dia berpikir mungkin itu efek dari kehamilannya jadi dia memilih untuk mengalah.


Sedangkan di tempat lain Reyhan masih sibuk dengan jadwal syutingnya.


Kamera terpasang di seriap penjuru ruangan, Reyhan dan yang lainnya masih membaca naskah alur konten.


20 menit berlalu kini mereka sudah memulai syuting, seperti yang di perintahkan Dimas mereka melakukannya dengan baik.


"Ini masih lama kah ?" Tanya Ryan yang riasannya masih di perbaiki


"Tinggal bagian akhir doang katanya" jawab Jemian, Ryan hanya mengangguk


Setelah beberapa lama mereka akhirnya selesai dan bersiap untuk pulang.


"Makasih untuk hari ini" ucap Dimas


Mereka langsung menuju mobil dan pergi dari tempat itu untuk kembali ke asrama.


"Bang boleh gak gua tinggal di apart Sella untung beberapa bulan sampai dia lahiran" ucap Reyhan agak ragu


"Lu gila Rey? Kalo ketauan gimana ?" Kesal Chandra


Chandra sudah benar benar naik vital kali ini, sedari tadi dia menahan emosinya dan sekarang Reyhan malah menambah kekesalannya


"Jangan deh Rey, lu mau nambah masalah" sahut Jemian


"Iya bener jangan tar kalo ketauan berabe, malah jadi ribet" ucap Ryan


"Gua udah beli salah satu unit disana jadi gua bisa bilang kalo gua emang tinggal disana" ucap Reyhan


Dimas tidak ikut berkomentar dia hanya fokus menyetir walau sesekali dia membuang nafas kasar.


"Lu beneran udah gila Rey? Lu mau ngancurin grup kita? Lu tau kan se gimana kerja kerasnya kita sampe bisa debut hah? Cukup jangan nambah lagi masalah" marah Chandra yang semakin memuncak


"Kalian cukup jangan ada yang saling berdebat lagi, kita bahas ini di asrama" lerai Dimas yang sudah pusing dengan situasi kali ini


Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di asrama, semua orang bergegas masuk dan duduk di sofa


"Ok kita bahas sekarang, pertama dari Reyhan dulu, lu mau gimana sebenernya" ucap Dimas


"Ijinin gua buat tinggal sama Sella, cuma beberapa bulan aja, gua jamin gak bakal ada masalah, please buat kali ini aja, Sella butuh gua" ucap Reyhan memohon supaya di beri ijin


"Lu pikir kita gak butuh lu? Lu leader tim kita Rey, kalo dari awal lu bakal kaya gini ngapain lu ikut debut sama kita" marah Chandra


"Chan lu pikir gua berharap ini terjadi? Gua juga gak tau ini bakal terjadi" kesal Reyhan


"Ya lu bego kenapa lakuin itu gak pake pengaman, argh stres lama lama gua sama lu"


Ditengah perdebatan Chandra dan Reyhan, Ryan, Dimas dan Jemi hanya terdiam tidak ikut berdebat.


"Gua tau gua salah, so lu mau apa? Gua gak bisa balikin semuanya lagi, gua cuma minta ijin buat tinggal sama Sella sampe anak gua lahir, gua janji semua bakal baik baik aja"


"Udah cukup, gua ngerti Chandra, Ryan dan Jemian khawatir kalo ini malah bakal mempengaruhi karir kalian, tapi bagaimanapun juga kali ini Sella lebih butuh Reyhan, dia juga sama kaya kalian, atau mungkin dia lebih khawatir bahkan dia harus sementara waktu berhenti dari pekerjaannya, buat kali ini gua ijinin Reyhan tinggal sama Sella apalagi Reyhan juga udh beli unit disana gua rasa kita bisa buat alibi kalo ada berita aneh" ucap Dimas


"Bang, lu gimana sih" kesal Chandra


Chandra tidak habis pikir dengan manager nga itu, bagaimana bisa dia malah mengijinkan Reyhan untuk masuk keladang ranjau


"Chan udahlah, yang di omongin bang Dimas ada benernya juga, Sella lagi hamil dia lebih butuh Reyhan" ucap Jemi yang ikut bicara


Chandra tidak bisaberkata kata lagi dia hanya bisa mendengus kesal dan memilih untuk diam.


"Jadi gimana keputusan kalian?" Tanya Dimas


"Gua sih ngikut aja gimana baiknya" sahut Ryan


"****, Yan lu juga" kesal Chandra


"Cukup Chan, Reyhan pasti bisa ngatasin semuanya" ucap Ryan


"Jadi semua udah setuju"


"Gua gak bilang gua setuju" rajuk Chandra


"Tetep lu kalah Chan 3 banding 1, udah sih ngalah, cuma beberapa bulan ko" ucap Jemi


Chandra langsung pergi ke kamarnya tampa sepatah katapun keluar dari mulut lelaki itu, Reyhan sangat merasa tidak nyaman dan merasa bersalah tapi dia lebih akan merasa bersalah jika tidak bisa menemani Sella dalam kondisinya yang saat ini


"Chandra cuma butuh waktu" ucap Dimas yang tau jika Reyhan merasa bersalah karna terus menatap Chandra yang beranjak dari sana


"Yaudah Rey lu kalo mau berangkat sekarang, pergi aja, ini udah malem, Sella pasti udah nunggu lu" ucap Ryan


Reyhan mengangguk dan merapihkan barang barangnya, Dimas sengaja akan mengantarkan Reyhan ke tempat Sella agar tidak ada yang curiga.


"Yaudah ayo" ajak Dimas


Reyhan dan Dimas segera menuju apartment Sella, disepanjang perjalanan hanya hening, tak ada yang mulai membuka suara, mereka saling terdiam dan hanya berfokus pada jalanan sampai tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan.


"Lu gak mau mampir dulu bang, unit gua di sebelah Sella ko" ucap Reyhan


"Lain kali aja, lu hati hati takutnya ada yang nguntit" ucap Dimas memberi peringatan


"Santai aja disini cukup ketat keamanannya"


"Yaudah sana masuk"


Reyhan langsung menuju ke arah lift sedangkan Dimas melajukan mobilnya untuk pulang.


Reyhan membawa  banyak bawaan karna memang akan langsung tinggal di apartment Sella, sesampainya di depan pintu apartment, Reyhan langsung membunyikan belnya.


Sella yang mendengar suara bel sontak langsung bangun tapi dia kembali lagi merebahkan diri, karna Reyhan yang datang terlambat dia jadi sedikit merasa kesal.


Kenzo yang sedang asik menonton TV langsung bangkit dari duduknya dan membukakan pintu.


"Masuk, ka Sella nunggu dari tadi kenapa lama banget" ucap Kenzok sedikit kesal


"Ada jadwal tambahan, mana sekarang Sellanya?"


"Di kamar mungkin udah tidur"


"Eh bentar ko bawa barang banyak banget ada apa? Lu di usir dari asrama?" Tanya Kenzo yang melihat barang bawaan Reyhan


"Bukan di usir, tapi mulai sekarang gua tinggal disini" jawab Reyhan lalu berjalan ke arah sofa dan duduk sembari meletakan barang bawaannya


"Emang di ijinin buat tinggal disini?"


"Tentu aja, malah manager gua barusan nganterin sampe bawah" sombong Reyhan


"Bukan manager lu, tapi yang tinggal di apart ini" ketus Kenzo


"Sella pasti setuju lagian dia lagi hamil anak gua, gak ada alasan gua gak boleh tinggal disini"


"Emang yang tinggal disini cuma ka Sella" ketus Kenzo lagi


"Ah jadi lu gak setuju gua tinggal disini? Ok gak masalah gua juga udah beli unit sebelah"


"Dasar gila, terserah lu tapi kalo buat kaka gua sakit awas aja" ancam Kenzo


Reyhan tidak menghiraukan ancaman adik Sella itu dia malah berjalan menuju kamar Sella dan membuka pintunya lerlahan.


Nampak gadis yang tengah berbaring itu dengan perut yang sudah sedikit membuncit.


Reyhan menutup pintu kamar itu dan mendekati sang gadis, dia mengusap lembut surai gadis itu sambil tersenyum.


"Kenapa malem banget datangnya?" Tanya Sella yang memang belun tertidur


"Ada jadwal tambahan, kamu nungguin aku?"


"Engga, ngapain juga nungguin" elak Sella padahal gadis itu memang menunggu kedatangan Reyhan.


Reyhan sedikit terkekeh mendengar jawaban gadis itu.


"Kamu tenang aja mulai sekarang aku bakan tinggal disini sama kamu"


"Tapi Rey, nanti kalo....." belum sempat Sella menyelesaikan kalimatnya Reyhan sudah menyela


"Tenang aja ya kamu cukup percaya aku, aku beli unit sebelah gak bakal ada yang curiga, dan aku mau kita menikah secepatnya" jelas Reyhan


"Rey, kamu mau jujur sama publik soal kehamilan aku ? Aku masih mau ngejar karir aku Rey, aku bahkan berencana terjun kedunia tarik suara setelah aku melahirkan, apa kamu gak mau ngejar mimpi kamu juga Rey"


Reyhan membuang nafas kasar, dia sedikit kesal dengan ucapan Sella, dia malah masih mementingkan karir daripada anak yang ada di kandungannya, tangan Reyhan terkepal berusaha menahan amarahnya.


"Aku gak mau anak kita lahir tampa catatan resmi negara, Sella kita gak harus go publik, kita bisa rahasiain ini tampa orang luar tau" ucap Reyhan mencoba meyakinkan namun Sella masih kekeuh dengan keputusannya.


"Aku takut suatu hari nanti bakal ketahuan" ucap Sella pelan


"Kamu pikir setelah yang terjadi sekarang gak akan pernah ketauan? semua cuma butuh waktu, kalo kamu memang lebih memilih karir kamu, kita cerai setelah kamu melahirkan biar aku yang urus anak aku"


Sella terdiam dan dan perlahan air matanya tampa ia sadari lolos begitu saja.


"Kamu tinggal jawab setuju atau engga? Bukan malah nangis" ucap Reyhan sedikit membentak


Kali ini Reyhan memang sudah sangan kesal dengan sikap Sella, sepertinya rasa cinta yang selama ini dia rasakan kepada gadis itu perlahan memudar, mungkin jika bukan karna bayi yang ada dalam perut Sella, Reyhan tidak akan pernah bertindak sejauh ini apalagi sebelumnya dia sudah di ancam Geno beberapa kali.


"Aku cuma takut Rey" ucap Sella sembari terisak


"Apa yang kamu takutin, cuma tinggal 3 bulan lagi, kamu off dulu semua jadwal kamu setelah itu kamu bisa lakuin apapun mau kamu, biar anak itu jadi tanggung jawab aku, jika kamu tidak berniat untuk melahirkan anak itu harusnya kamu menggurkannya sejak awal" kesal Reyhan


Sella semakin terisak mendengar kata kata yang menusuk dari mulut Reyhan, sedangkan Reyhan terus mengontrol emosinya agar tidak semakin larut.


"Maaf aku kasar, kamu istirahat, aku akan istirahat di unitku, kalo ada apa apa panggil aja" ucap Reyhan hendak pamit namun lengannya di tahan Sella.


"Jangan pergi"


"Aku pikir kamu butuh waktu sendiri" ucap Reyhan singkat


"Aku butuh kamu, aku setuju sama saran kamu"


Reyhan yang sedari tadi berdiri sontak langsung terduduk kembali dan menatap wajah Sella


"Aku akan urus semuanya" ucap Reyhan lalu mengusap lembut perut Sella

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Ke esokan harinya Sella terbangun dengan perasaan yang cukul baik karna semalaman Reyhan menjaganya, entah itu ketika Sella akan ke kamar mandi atau ingin minum Reyhan selalu sigap, tapi pagi ini lelaki itu sudah tidak ada di sebelah Sella


Sella bangun dan keluar dari tidurnya, pemandangan manis langsung dia lihat ketika berjalan kearah dapur, lelaki ber hidung mancung itu tengah mengiris beberapa sayuran.


"Kamu udah bangun?" Tanya Reyhan sembari tersenyum


"Hemm, kamu lagi ngapain, baru kali ini aku liat kamu di dapur" ledek Sella


"Aku juga jago masak tau, tar kamu cobain aja, udah duduk sana makanannya bentar lagi siap" ucap Reyhan.


Sella lalu menghampiri meja makan dan mengawasi Reyhan yang tengah memasak.


"Ngapain natapnya gitu? Rasanya aneh diliatin kaya gitu" malu Reyhan karna terus di perhatikan Sella


"Pengen aja ngeliat, masa gak boleh, oh iya Kenzo sama Jio mereka pasti belum bangun" ucap Sella


"Udah, tadi aku yang bangunin, mereka udah berangkat katanya ada kuliah pagi"


Sella hanya mengangguk dan kembali memperhatikan kegiatan lelaki di depannya.


Beberapa menit kemudian meja makan sudah di penuhi dengan berbagai hidangan.


"Cobain dulu supnya mumpung masih anget" ucap Reyhan sembari menyodorkan semangkuk sup kepada Sella


"Kamu masak banyak banget ini siapa yang bakal ngabisin Rey" oceh Sella yang masih menatap berbagai macam hidangan di depannya


"Ya kamu lah yang abisin, kamu harus banyak makan biar baby yang ada di perut kamu juga sehat"


"Ya tapi gak sebanyak ini juga" kesal Sella


"Nanti kan Jio sama Kenzo juga pulang mereka bisa bantu makan, udah jangan ngedumel mulu coba cicipi dulu sup nya"


Sella mulai menyeruput air supnya dan dia tidak menyangka jika Reyhan bisa memasak masakan selezat itu


"Gimana enak gak?" Tanya Reyhan yang tak sabar mendengar jawaban Sella


"Emm.... rasanya lumayan" ucap Sella sengaja ingin menjahili lelaki itu


"Masa cuma lumayan, perasaan aku masak pake segenap jiwa dan raga deh" kesal Reyhan karna mendengar jawaban Sella


Sella terkekeh karna berhasil membuat kesal pria di hadapannya.


"Iya iya, rasanya enak banget, aku baru tau kamu bisa masak se enak ini"


"Udah ku duga pasti enak, aku dulu sering bantu mama masak jadi tau deh, oh iya aku nanti mau ketemu mama sama papa, mau bahas soal pernikahan kita, kamu mau ikut?"


"Aku mau tapi apa gak bakal ada yang tau kita keluar barengan"


"Yaudah kamu di rumah aja, dan apa kamu berencana ketemu ayah kamu?" Tanya Reyhan sedikit berhati hati karna membahas ayah Sella


"Kayanya ayah gak perlu tau soal ini, dia juga lagi sibuk di Kannada aku juga yakin dia gak bakal pernah restuin itu, jadi sebaiknya dia tidak tau" jelas Sella di angguki Reyhan


"Yaudah kamu lanjut makan aku mau mandi terus pergi, dan kayanya aku bakal pulang malem lagi, ada jadwal pembuatan konten lagi hari ini, kamu jangan nunggu aku kaya kemarin, kamu tidur duluan aja" ucap Reyhan kemudian pergi meninggalkan Sella yang sedang menikmati makanan buatannya.


Kini Reyhan sudah berada di rumah orang tuanya, disana Renata dan Jean sudah menunggu kedatangan putra satu satunya itu


"Maaf lama, tadi agak macet" ucap Reyhan


"Duduk" sahut Jean dengan raut wajah serius.


Reyhan duduk di hadapan kedua orang tuanya, dia sesekali mengambil nafas mengontrol denyut jantungnya yang entah kenapa terpacu lebih cepat dari biasanya.


"Jadi kamu mau ngomongin hal serius apa sampai sampai papah harus membatalkan jadwal?" Tanya Jean


Reyhan kembali mengatur nafasnya dan dengan serius mengumpulkan keberanian untuk mengatakan hal yang sedari tadi ingin ia utarakan.


"Reyhan mau nikahin Sella" jawab Reyhan


Renata sedikit terkejut tapi disisi lain ia senang putranya memilih pilihan yang benar.


Sementara Jean hanya diam, raut wajahnya sulit di artikan.


"Mama seneng kamu milih pilihan itu Rey" ucap Renata menanggapi ucapan putranya


"Tapi Rey bakal tetep rahasiain hubungan ini, Rey harap mama sama papah gak keberatan jika Rey melangsungkan pernikahan secara private" ucap Reyhan lagi


"Kamu yakin ? Bagaimana dengan karir kamu, dari awal papa denger kabar Sella hamil rasanya papa udah gagal, sekarang kamu mau ajak dia menikah, kamu yakin ?" Tanya Jean


"Pah, Rey udah dewasa dan dia udah pilih pilihan yang bener papah kenapa sih?" Kesal Renata pada sikap suaminya sedangkan Reyhan hanya tertunduk, dia memang menyesal karna mengecewakan orang tuanya tapi dia berpikir sudah memilih pilihan terbaik tapi malah itu yang di ucapkan ayahnya.


"Rey yakin pah" timpah Reyhan berusaha meyakinkan ayahnya


"Pernikahan bukan mainan Rey, papah tau Sella lagi hamil dan bentar lagi dia melahirkan, papah tau kamu harus ada di sampingnya dan harus ada buat anak kamu, tapi sampai kapan kamu sembunyiin fakta ini Rey, bener kata mana kamu, kamu emang udah dewasa mu bisa pilih pilihan kamu sendiri tapi sampai kapan kamu akan bersikap ke kanak kanakan ? Jangan serakah, pilih salah satu, karir kamu atau yang lainnya, kamu tidak bisa terus menyembunyikan ini Rey" jelas Jean, dia sangat khawatir jika sikap gegabah putranya itu malah ikut membuat Sella menderita


"Rey udah pikirin semuanya pah, Rey cuma butuh dukungan kalian, dan tolong bantu Rey buat tetep rahasiain ini, suatu saat nanti kalo waktunya tepat Rey akan ungkap semuanya ke publik"


"Udah pah, cukup, kita dukung Rey, ini keputusan terbaik" bujuk Renata supaya suaminya itu tidak terlalu menekan Reyhan


Jean membuang nafasnya kasar, dia mencoba mengontrol kembali emosinya.


"Terus kapan kamu akan melangsungkan pernikahan?" Tanya Jean mengganti topik pembicaraan


"Lusa, Rey gak ada jadwal dan Rey udah atur tempat juga yang lainnya, hanya orang orang yang Rey percaya yang akan datang"


Mereka kemudian berbincang banyak terutama Jean dan Reyhan, sampai tak terasa sudah tengah hari.


"ngobrolnya udahan dulu, kalian makan dulu" ucap Renata yang sedang menyiapkan makanan


"Ma kayanya Rey makan di asrama aja deh udah telat"


"Yaudah mama siapin bekal sebentar biar temen temen kamu juga ikut makan" Reyhan hanya mengangguk


Dengan beberapa makanan di tangannya Reyhan turun dari mobilnya dan pergi menuju asramanya.


"Kirain lu mau langsung ke studio" sahut Ryan yang melihat Reyhan masuk


"Gak lah, kalian belum makan kan, sini makan dulu, nyokap gua masakin" ajak Reyhan


"Tumben" ucap Chandra yang sepertinya masih kesal dengan leader tim nya itu


"Udah makan aja dulu, sorry soal kemarin ya" ucap Reyhan


Chandra hanya membuang nafas lalu mencoba makanan yang di bawa Reyhan, sementara Jemian dan Ryan sudah melahap makanannya.


Waktu berlalu Dimas akhirnya datang ke asrama untuk menjemput mereka.


"Ayo kebawah sekarang" ucap Dimas sesampainya di asrama


Reyhan dan yang lainnya tidak berkata appun hanya menuruti perkataan sang manager lalu turun menuju ke mobil mereka.


Begitupun di perjalanan tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut mereka, semua orang sibuk dengan kegiatannya sendiri, ada yang menyempatkan diri untuk teridur ada juga yang menonton video dan bermain game, sementara Reyhan dia sedang berpikir untuk menyampaikan sesuatu yang penting tentang pernikahannya dengan Sella namun sepertinya itu bukan waktu yang tepat pikir Reyhan


"Kenapa lu bengong Rey? Ada masalah lagi?" Tanya Jemian yang diam diam memperhatikan gerak gerik lelaki ber hidung mancung itu


"Gak ada apa apa ko gua cuma mikirin konten hari ini, gua agak kurang tidur soalnya" ucap Reyhan bohong


"Awas lu kalo ngacau" ancam Chandra supaya leader tim nya itu tidak membuat masalah lagi


"Iya iya, sensi banget lu" ketus Reyhan


"Udah jangan ribut bentar lagi sampe, oh iya gua lupa bilang sama kalian, hari ini ada member Sparkel juga yang bakal gabung di konten ini, cuma di dua episode doang ko biasalah collab, Jemian inget lu jangan sampe lakuin hal yang aneh aneh" ucap Dimas sembari mengingatkat Jemian mengingat dia pernah menyukai salah satu anggota girl grup itu


"Elah bang gua mulu perasaan yang kena, iya tenang aja gua udah gak suka sama tub orang, lebih menarik bini orang, ke Sella contohnya" ucap Jemian yang sontak mendapat tatapan tajam dari semua orang terutama Reyhan


"Berani lu deketin Sella gua kick lu dari dunia" ancam Reyhan dengan tatapan tajam


Jemian langsung memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lain menghindari tatapan Reyhan.


"Kalian cukup ributnya kita turun sekarang" sahut Dimas


Jemian langsung membuka pintu mobil lalu berjalan keluar, dan beberapa fans ternyata ada yang hadir menunggu di pintu masuk sekedar untuk menyapa dan memotret wajah tampan idolnya.


Dengan profesional Jemian berjalan terlebih dahulu mengikuti managernya di ikuti yang lain sembari melambaikan tangan menyapa para penggemarnya.


Kini mereka sudah berada di ruang tunggu, masing masing orang langsung diberikan skrip untuk syuting.


Penata rias pun langsung melakukan pekerjaan mereka sesampainya mereka disana.


"Ini kita serius collabnya konten olahraga gini?" Tanya Chandra setelah membaca naskah yang ada di tangannya


"Kayanya sih, tapi kita bukannya collab sama girl grup yakali kita harus lawan cewe" ucap Ryan


"Itu nanti kalian di gabung gitu jadi member kalian ada yang gabung sama yang member Sparkle begitu juga sebaliknya" ucap salah satu MUA yang membantu menjelaskan


"Ah gitu, terus ka ini lompat kangkang tuh apa?" Tanya Ryan yang memang salah satu member dari luar negeri


"Lompat di lompatan gitu, tar liat deh lu serius gak tau?" Jawab Chandra


Sementara Ryan dan Chandra mengobrol Jemian dan Reyhan hanya menatap skrip yang mereka pegang


"Lu baik baik aja kan?" Tegur Reyhan pada Jemian yang ada di sebelahnya


"Iya santai aja gua gak apa apa ko" sahut Jemian dengan semyum manisnya lalu kembali membaca skripnya


Di tempat Sella kini sudah ada Melisa yang berkunjung untuk melihat kondisi artis sekaligus sahabatnya itu.


"Gimana sekarang apa masih sering mual ?" Tanya Melisa


"Kadang cuma gak terlalu parah, tumben kesini sendiri mana Juna?"


"Kayanya dia punya cewe deh, akhir akhir ini dia sering bilang lagi di luar" sahut Melisa menceritakan sikap Juna


"Mel gua mau nikah sama Reyhan lusa ini"


Ucapan Sella yang tiba tiba membuat Melisa yang tengah menenggak minuman langsung tersedak.


"Pelan pelan minumnya" ucap Sella


"Gua keselek bukan karna kecepetan minum, tapi karna kaget karna ucapan lu, barusan lu bilang lu mau nikah, gua gak salah denger kan?"


"Iya gak salah, gua bilang gua mau nikah sama Reyhan lusa" ucap Sella lagi mempertegas ucapan yang sebelumnya


"Geno tau? Dia gak ngamuk? Bokap lu? Kenzo sama Jio? Dan karir lu? Ini beneran kan ? Bentar kepala gua tiba tiba pusing" ucap Melisa yang melontarkan banyak pertanyaan pada Sella sembari menatap Sella dengan serius


"Soal Geno katanya Reyhan bisa urus itu, soal bokap gua,,emmm itu gua berencana gak kasih tau dia, dan gua harap lu rahasiain ini, pernikahan ini bakal berakhir setelah gua lahiran, gua cuma butuh identitas resmi anak gua tar pas lahir, kan gak lucu kalo identitasnya gak resmi" jelas Sella

__ADS_1


"Kalo gitu ceritanya lu sama aja permainin pernikahan, gua gak setuju kalo lu berakhir gitu aja, gua bisa rahasiain ini tapi kalo lu mau akhirin gitu aja setelah anak lu lahir gua gak setuju" kesal Melisa dengan pemikiran gegabah Sella


"Gua masih pengen karir gua lanjut Mel, gua gak mau karir gua berhenti gitu aja dan akhirnya nyalahin anak gue nantinya"


"Lu bisa rahasiain hubungan lu , lu bisa jalanin hidup lu seolah semua baik baik aja, itu yang biasa lu lakuin selama ini, dan sekarang lu tiba tiba malah semakin parah, terus kalo lu sama Reyhan cerai nanti lu gak mikirin anak lu kedepannya? Siapa yang bakal urus dia?"


Sella hanya terdiam mendengar ocehan Melisa sambil sesekali menyeruput jus jeruk yang dia pegang


"Ini bukan tentang hari ini, besok atau 3bulan kedepan sampai lu melahirkan, gua tau lu mau karir lu tetep lanjut, dan mungkin Reyhan juga, tapi setelah 3 bulan dari sekarang ada kehidupan baru yang lebih penting dari karir lu dan mungkin dia juga bakal jauh menderita dari lu lalo lu pilih mengakhiri pernikahan kalian gitu aja" ucap Melisa lagi


"Terus gua harus apa Mel? Gua takut semuanya jadi berantakan"


"Lu pikir sekarang gak berantakan ? Lu tau seberapa banyak orang yang hampir tau situasi lu sekarang hah? Ini udah berantakan, kalo lu mau nikah sama Reyhan pertahanin itu sampe kapanpun, jangan buat anak lu lebih menderita, lu sendiri pasti tau rasa sakitnya gimana saat ortu lu cerai, gua harap lu mikirin perasaan anak lu kedepannya"


Sella kembali terdiam, memang benar apa yang di katakan Melisa tapi dia masih tidak tau harus berbuat apa.


"apa lu masih takut sama ancaman Geno?" Tanya Melisa


Sella mengagguki pertanyaan itu, karna memang benar dia takut Geno mengancamnya lagi dan bisa jadi publik mengetahui semuanya lebih cepat.


"Soal Geno gua yang urus, gua janji dia gak bakal tau kalo lu nikah, tapi lu musti janji jangan pernah cerai sama Reyhan" ucap Melisa


"Dia bukan orang yang gampang buat dipengaruhi Mel, gua takut anak gua juga ikut kenapa kenapa"


"Reyhan pasti udah lakuin sesuatu supaya bisa lindungi anak kalian, gua masih gak ngerti kenapa Geno terobsesi banget sama lu"


"Soal itu gua gak tau tapi yang pasti tujuan utama dia pengen rebut perusahaan bokap gua" jawab Sella


Melisa mengerutkan keningnya mendengar pernyataan itu


"Kenapa perusahaan bokap lu?" Bingung Melisa


"Gua denger sesuatu tentang bokap Geno dari anak buah bokap gua, dan ternyata dia masih satu keluarga sama bokap Reyhan, dan gua baca di artikel katanya keluarga mereka punya masalah keluarga yang sampe sekarang belum terselesaikan tapi gua gak tau itu apa, kayanya bokap Geno tau kalo Reyhan punya hubungan sama gua itu alasan pertama kenapa dia pengen jodohin Geno sama gua"


"Dia pengen balas dendam maksud lu?" Tanya Melisa mencoba menerka


"Kayanya gitu, dan lu tau 10%  saham rumah sakit milik bokap Reyhan itu dipegang bokap Geno dan semenjak gua keluar agensi 25% saham agensi dipegang bokap Geno juga, lu tau kalo misal berita gua sama Reyhan ketauan publik jadi gimana?"


"Saham anjlok dan bokap Geno mungkin beli saham dua perusahaan itu akhirnya agensi sama rumah sakit jadi milik keluarga Geno" ucap Melisa dengan wajah terkejut


"Nah itu yang gua takutin, dan mungkin anak gua bakal terancam juga kalo itu sampe terjadi, jadi gua harus gimana Mel?" Ucap Sella lalu membuang nafasnya kasar


Melisa langsung memeluk Sella, dia tidak tau jika masalah yang Sella hadapi lebih besar dari yang ia kira


"Dan lu tau Geno pernah bilang sama gua kalo dia harusnya debut sama Neo Star tapi posisinya di rebut sama Reyhan, gua rasa dendam Geno semakin dalam karna itu" ucap Sella lagi


"Gua bakal lindungin lu sama bayi lu, lu tenang aja, semua pasti baik baik aja, gua denger Squad Culture bakal ada acara ke jepang sampe minggu depan hari ini mereka berangkat, gua kira sampai minggu depan lu bakal aman dari ancaman Geno" ucap Melisa


"Terus jadwal gua, udah lu batalin semua kan sampe 4 bulan kedepan?" Tanya Sella


"Iya tenang aja jadwal lu aman"


"Mel apa Geno gak bisa jadi baik aja ya?" Tanya Sella tiba tiba


"Kenapa tiba tiba lu tanya begitu ?"


"Gak ada apa apa gua cuma tanya aja, padahal kalo dia gak sejahat itu mungkin gua bisa temenan sama dia, padahal dia kalo senyum manis, kenapa dia milih jadi iblis di balik senyum manisnya" ucap Sella


"Jangan bilang lu mulai suka sama dia? Gak ya jangan sampe lu suka sama iblis kaya dia" Terka Melisa


"Ish kaga lah, gua cuma bilang doang bukan berati gua suka" ucap Sella menepis pikiran Melisa yang bukan bukan


"Iya sih bener dia ganteng juga, tinggi, kaya juga mana pinter lagi, kenapa coba dia pake jahat segala" ucap Melisa


"Tadi lu bilang jangan sampe gua suka sama dia lah lu sendiri malah puji puji dia, kenapa gua punya temen kaya lu sih" kesal Sella


"Ah udah jangan di bahas lagi mending gua temuin ayang gua di lokasi syuting"


"Mau pergi sekarang?" Tanya Sella yang melihat Melisa mulai merapihkan barang barangnya


"Hemm, lu mau titip salam buat Reyhan gak ?" Tanya Melisa


"Ngapain tar juga dia balik kesini"


"Yaudah jangan lupa minum susu sama vitaminnya, makan buah yang gua bawain juga, jangan sampe telat makan ok" cerocos Melisa


"Iya iya bawel banget sih pacarnya bang Dimas" ejek Sella namun Melisa hanya terkekeh lalu pergi dari sana


Ia Melisa dan Dimas memutuskan menjalin hubungan setelah pertemuan makan malam mereka, semua anggota Neo Star juga sudag mengetahuinya dan tentu saja mendukung hubungan mereka sama halnya seperti Sella dan Juna.


William pula sudah membatalkan petunangan dia dengan Melisa dengan alasan dia ingin fokus dengan karirnya, walau saat pembatalan dari pihak William di dengar ayah Melisa ayahnya sangat marah tapi akhirnya ayah Melisa menerimanya bahkan dia suda menyetujui hubungan Melisa dengan manager grup Neo Star itu.


Kini Melisa sudah sampai di lokasi syuting Neo Star dia langsung menghampiri sang kekasih dengan membawa kotak makanan berisikan buah buahan yang sudah ia potong


"Hai, masih lama" sapa Melisa pada Dimaa yang tengah memperhatikan member Neo Star


"Aku pikir kamu gak jadi kesini, katanya lagi sama Sella" ucap Dimas


"Aku sengaja kasih kejutan, oh iya aku mau ngomongin sesuatu, kamu nanti pulang jam berapa?" Tanya Melisa


"Agak malem kenapa emang? Penting banget?" Tanya Dimas yang cukup penasaran apalagi Melisa berbicara sedikit berbisik


"Hemmm, tapi kayanya nanti juga kamu tau sendiri deh"


"Apa sih? Jangan buat aku penasaran Mel"


"Iya nanti aku kasih tau, udah sana fokus dulu perhatiin tuh membernya, apalagi syuting sama grup cewe"


Dimas hanya mendengus kemudian kembali memperhatikan kegiatan member Neo Star


Waktu berlalu dan matahari pun sudah menghilang, kegiatan syuting akhirnya selesai Dimas menghampiri para member


"Terimakasih untuk hari ini" ucap Dimas, staff dan para idol


Dimas yang akan mengantarkan grupnya keruang tunggu tiba tiba matanya tertuju pada gadis cantik yang tengah tertidur di kursi dengan tangannya yang dijadikan penyangga kepala


Melihat itu Dimas yang akan pergi bersama member Neo Star langsung terdiam sejenak


"Kalian ke ruang tunggu duluan" ucap Dimas


Mereka tau apa yang akan di lakukan managernya itu jadi mereka hanya mengangguk dan meninggalkan Dimas disana.


Perlahan lelaki itu mendekati Melisa dan berlutut di hadapannya, tanggannya menyibak rambut yang menutupi wajah cantik gadisnya itu, namun kegiatannya itu malah membangunkan Melisa


"Ah maaf aku ketiduran, udah selesai ya?" Tanya Melisa kikuk


"Gak apa apa, baru selesai ko, maaf nunggu lama, padahal kamu tadi pulang aja" ucap Dimas sedikit iba


"Apa sih, yaudah kamu urus dulu grup kamu aku tunggu di depan"


"Gak mau ngomongin sekarang aja yang kata kamu hal serius itu?"


"Kayanya biar Reyhan yang cerita langsung aja ke kamu, dia juga pasti bakal cerita ke member lainnya" ucap Melisa


Jujur Melisa ingin Dimas tau jika Reyhan dan Sella akan menikah lusa nanti tapi rasanya dia tidak berhak untuk menyampaikannya jadi dia memilih untuk memberikan Reyhan kesempatan meberitahunya sendiri.


"Yaudah kalo gitu kamu ke mobil duluan nanti abis aku beresin urusan aku, aku nyusul" sahut Dimas


Dimas sangat penasaran apa yang akan di katakan Melisa tapi dia juga memilih tidak memaksa gadis itu menceritakannya, dia hanya berharap Reyhan menceritakannya langsung padanya.


Dimas memberikan kunci mobilnya lalu pergi ke ruang tunggu Neo Star, sedangkan Melisa berjalan ke arah parkiran.


"Thanks buat hari ini, kalian bisa langsung pulang, nanti manager tour kalian yang nganterin kalian" ucap Dimas pada member Neo Star itu


"Makasih juga buat hari ini bang, selamat berkencan" ledek Chandra sedangkan yang lain hanya terkekeh


Saat Dimas akan berbalik untuk menemui Melisa lengannya ditahan seseorang yang ternyata Reyhan


"Ada apa Rey?" Penasaran Dimas


"Gua mau ngomongin sesuatu penting sama lu" sahut Reyhan


"Yaudah ngomong aja, kenapa?"


Reyhan melihat sekeliling, disana masih banyak staff yang membereskan barang, Dimas peka akan situasi itu lalu membawa Reyhan keluar dari ruangan.


"Reyhan sama bang Dimas mau kemana?" Bingung Ryan yang tidak sengaja melihat ketua grupnya itu keluar dari ruangan  dengan sang manager.


"Mana ku tau, mungkin bahas soal jadwal kali" sahut Jemian yang asik dengan game di ponselnya sedsngkan Chandra memilih tidak berkomentar dannbersikap tidak peduli


Dimas dan Reyhan kini sudah ada di sebuah ruangan di ujung lorong.


"Jadi ada apa?" Tanya Dimas serius


"Gua nikah sama Sella lusa nanti" ucap Reyhan to the point


Dimas masih mencerna perkataan Reyhan, dia tidak tau harus menjawab apa, pikirannya seolah pergi begitu saja.


"Gua tau ini beresiko banget tapi gua gak ada pilihhan lain bang, gua juga mau anak gua punya data resmi di negara, gua janji gak bakal libatin ini sama kerjaan gua, gua juga udah atur semuanya, gua harap lu ngerti bang, dan menurut lu apa member musti gua kasih tau juga?" Ucap Reyhan lagi berusaha menjelaskan dibalik niatnya itu.


Dimas mengusap wajahnya kasar, dia sudah pusing dengan masalah Sella hamil dan sekarang mereka malah akan menikah, Dimas sangat khawatir jika grup yang ia urus itu malah akan berakhir tapi dia juga tidak mungkin terus bersikap egois mementingkan grupnya, dia tau setiap member punya kehidupan pribadi namun kali ini diluar perkiraan dia.


"Bang ko lu diem aja sih" gertak Reyhan karna managernya itu hanya terdiam


"Biar gua yang bilang sama member lain, gua percaya sama lu, jadi jangan sampe lu kecewain gua sama member lu, gua gak bisa bilang apa apa gua cuma bisa dukung lu selama itu emang yang terbaik, gua harap semuanya baik baik aja" ucap Dimas, dia kini tau apa yang akan oleh kekasihnya Melisa, dan memang benar yang Melisa bilang sebelumnya dia harus mendengarnya langsung dari Reyhan tapi untuk memberitahu member Neo Star yang lain Dimas sendiri yang akan menjelaskannya dia tidak mau ada keributan lain lagi.


"Thanks bang udah ngertiin gua, dan gua harap yang lain bisa nerima keputusan gua kaya lu"


"Yaudah lu balik aja sama yang lain gua mau langsung cabut Melisa udah nungggu, gua bakal bilang sama yang lain abis nganterin Melisa pulang"


Reyhan mengangguki ucapan managernya itu mereka lalu keluar dari ruangan itu.


Dimas berjalan kearah parkiran untuk menemui Melisa yang sudah menunggunya


"Sorry lama" ucap Dimas saat memasuki mobil


"Gak masalah, gimana udah beres urusannya?" Tanya Melisa


"Udah, dan aku juga udah tau semua yang tadi ingin kamu katakan dari Reyhan"


Melisa mengghela nafasnya dia mengerti pasti Dimas sedang dalam kesulitan sekarang


"Kamu baik baik aja kan?" Tanya Melisa


"It's ok aku baik baik aja ko, yaudah kita pergi sekarang, pasang sabuk pengaman kamu"


Dimas lalu melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2