Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
27


__ADS_3

Di tempat lain seorang gadis sudah berdandan cantik dengan dress berwarna biru muda, sesekali dia mengecek jam tangan juga ponselnya sampai sebuah mobil berhenti di hadapannya.


Sang pengendara langsung turun dari mobil dan membukakan pintu tempat penumpang


"Nunggu lama ya? Maaf aku tadi ada urusan" ucap sang pengendara mobil yang tak lain adalah Dimas


"Gak apa apa ko aku juga baru keluar rumah" sahut Melisa


Dimas dan Melisa kemudian langsung pergi dan berhenti di sebuah butik ternama di kota itu


"Lah ko di butik ini ?" Tanya Melisa


"Kenapa? Disini bagus bagus desain dan kualitasnya"


"Apa gak terlalu berlebihan sampai ke butik mahal gini?"


"Mel ini buat pernikahan sahabat juga rekan kerja kita, udah sekali kali gak apa apa ayo masuk"


Dimas dan Melisa kemudian memasuki butik itu, pelayan langsung menghampiri mereka.


"Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu


"Saya mau cari stelan jas dan dress buat wanita cantik di samping saya" jawab Dimas yang membuat pipi Melisa seketi merona karna kata katanya


"Mari kesebelah sini" ajak pelayan itu


Disana banyak sekali dress cantik yang terpajang dengan rapi, mata Melisa sampai terus menelisik seisi ruangan itu.


"Kamu suka yang mana ?" Tanya Dimas


"Em aku bingung aku bagusnya pake warna apa ya?"


"Warna apa aja kalo kamu yang pake cantik ko, kamu pilih aja yang mana aku mau liat jas sebelah sana" ucap Dimas di angguki Melisa


Kini Melisa sudah memilih beberapa gaun untuk di coba terlebih dahulu, yang pertama akan ia coba dress se lutut berwana peach dengan bagian dada yang sedikit terbuka


Melisa kemudian keluar dengan dress cantik itu menghampiri sang kekasih


"Bagaimana menurut kamu?"tanya Melisa meminta pendapat Dimas


"Bagus sih tapi lebih bagus kalo cuma di pakai di rumah, ini terlalu terbuka, kamu sengaja mau pamer bagian depan kamu hah?" Ucap Dimas


Melisa tidak menggubris pendapat Dimas dia langsung masuk kembali untuk mencoba dress kedua, kali ini dress berwarna putih se lutut dengan hiasan beberapa mutiara di dekat pinggangnya


Melisa langsung menghampiri Dimas kembali untuk menanyakan pendapatnya.


"Yang ini bagaimana? "


Bukannya menjawab Dimas malah terperanga melihat penampilan Melisa, dia baru kali ini melihat gadisnya se cantik itu dengan balutan dress putih yang sangat cocok dengan warna kulitnya.


"Ko malah bengong, bagus gak ?" Tanya Melisa lagi


"Ah iya bagus bagus, aku suka yang ini" jawab dimas agak terbata bata


"Tapi ini agak longgar, mba bisa saya minta yang ini tapi yang pinggangnya agak kecil" ucap Melisa pada pelayan


"Baik saya siapkan dulu"


"Kamu udah pilih jasnya?" Tanya Melisa pada Dimas yang masih memandanginya


"Udah, aku udah pesen kemarin jadi tinggal bawa aja" jawab Dimas


"Pantesan cepet, tapi serius nih aku yang ini aja?"

__ADS_1


"Iya itu bagus, tapi kalo kamu mau yang lain cari aja dulu, kamu pastiin kamu nyaman pakenya nanti"


Melisa hanya mengangguk kemudian kembali keruang ganti untuk mencoba dress yang agak kecil yang dia minta sebelumnya pada pelayan.


"Bagaimana apa itu cukup?" Tanya pelayan memastikan ukuran dress itu


"Iya itu sudah bagus, saya ambil yang itu" jawab Melisa kemudian pergi mendekati Dimas yang sedang berjalan kearah kasir.


Tak lama berbelanja Dimas dan Melisa memutuskan untuk langsung pulang, sedangkan di tempat lain Reyhan sudah bersiap untuk pergi.


"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Sella


"Mau kerumah mama bentar sekalian liat persiapan buat besok, kamu baik baik di rumah, kalo ada apa apa langsung hubungi aku ok" jelas Reyhan


Sella hanya mengangguk dan tersenyum, sedangkan Reyhan perlahan mendekati Sella dan berlutut kemudian dia mengusap lembut perut Sella


"Jangan nakal ya, papah tinggal bentar" ucap Reyhan lalu mengecup perut Sella


"Kamu apaan sih" malu Sella yang kini pipinya mungkin sudah se merah tomat karna tingkah Reyhan


"Kenapa? Emang salah?  Aku cuma mau pamit dama anak aku doang, kamu tuh aneh, pipi kamu merah gitu kenapa?" Ledek Reyhan


"Udah sana pergi nanti mama nungguin kamu, sana sana" usir Sella karna sudah tidak kuat dengan perlakuan manis Reyhan


Reyhan langsung terkekeh dan bergegas pergi sebelum mood Sella berubah jadi tidak menyenangkan lagi.


Pria itu berjalan ke arah lift kemudian berhenti di lantai 1 tapi saat dia akan kearah mobilnya dia merasa seperti ada yang mengawasinya.


"Aish sial, siapa lagi sekarang?" Batin Reyhan


Reyhan bergegas menaiki mobil dan tampa sengaja dia melihat seorang perempuan masuk kedalam mobil yang ada di hadapannya.


"Mobil siapa itu? Perasaan semua orang yang tinggal disini aku sangat hafal dengan mobilnya, dannwanita itu siapa, apa jangan jangan penguntit" curiga Reyhan


Reyhan berusaha menghindari beberapa mobil di depannya dan benar saja mobil yang ia lihat sebelumnya mengikuti arahnya.


"Argh bagaimana ini, dasar penguntin sialan" umpat Reyhan yang kesal, dia takut jika orang tersebut mengikuti sampai ke tempat acara pernikahan nya besok, dia segera memutar otak dan langsung terpikir untuk ke asrama, dia pikir mungkin asrama tempat paling aman


10 menit di perjalanan Reyhan sudah sampai di asrama Neo Star dia bergegas turun dan tak jauh dari sana mobil yang mengikutinya juga berhenti.


Reyhan segera menuju asramanya dan menemui member yang lain.


"Rey lu kenapa kaya di kejar setan?" Tanya Ryan yang melihat Reyhan masuk tergesa gesa


"Gua kayanya di ikutin penguntit deh" jawab Reyhan dengan nafas yang masih ngos ngosan


Teman temanya yang mendengar itu langsung melihat kearah luar jendela


"Mobil hitam itu bukan sih Rey ?" Tanya Chandra


Reyhan ikut mendekat kearah jendela dan ikut mengintip keluar


"Iya mobil itu, dia ngikutin gua dari apartment, gua takut dia penguntit yang bahaya" sahut Reyhan


"Namanya penguntit udah pasti bahaya, bentar gua ambil kamera gua mau ambil gambar tuh orang" ucap Jemian kemudian kearah kamarnya dan kembali dengan kamera professional di tangannya.


Jemian mengarahkan kamera itu pada mobil yang ia maksud dan dia mengambil beberapa gambar.


"Terus lu mau apain gambar itu?" Tanya Chandra penasaran


"Gua mau kirim bang Dimas atau sekalian polisi biar di tangkep tuh orang, lagian buat apa coba sampe ngikutin gitu, kaya kaga ada kerjaan lain" kesal Jemian


"Dan lu ngomong ngomong emangnya mau kemana?" Tanya Ryan

__ADS_1


"Gua mau ke  gedung perni...." ucapan Reyhan seketika terhenti dia belum yakin apa mereka sudah tau tenang pernikahan nya atau belum


"Kita udah tau, tenang aja kita dukung keputusan lu asal jangan sampe buat grup berantakan" ucap Chandra seolah mengerti ke khawatiran Reyhan


"Thanks kalian udah ngertiin gua, dan tenang aja gua janji bakal baik baik aja, tapi sekatang gua malah kepikiran sama penguntit itu, gimana kalo mereka ke apartment dan bahayain Sella atau mereka tau tentang gua"


"Udah yakin deh gak bakal dia sampe masuk apart gua udah lapor dan kirim foto dia ke pihak ke polisian" ucap Jemian santai


Dan benar saja tak lama kemudian mobil hitam itu sudah tidak ada disana.


"Rey lu kalo mau pergi sekarang pergi aja udah aman ko, santai aja tuh orang udah pergi" jelas Jemian lagi


"Tapi gua khawatir bukan cuma dia yang ngikutin gua"


"Apa telpon bang Dimas aja buat temenin lu pergi?" Ucap Ryan


"Gak usah dia lagi ada acara pribadi, gua biar pergi sendiri aja" sahut Reyhan kemudian bergegas pergi


"Kalo ada  apa langsung kabarin" teriak Chandra dan dijawab lambaian tangan Reyhan


Reyhan kembali kemobilnya dan pergi kesana untuk kerumah orang tuanya terlebih dahulu, dengan sesekali mata Reyhan melihat ke belakang lewat spion dia masih takut ada yang mengikutinya lagi.


Tak lama kemudia dia sudah sampai di rumah orang tuanya, segera dia masuk dan mencari keberadaan ibunya


"Ma??? Mama dimana?" Panggil Reyhan


"Kenapa teriak teriak sih? Ada apa?" Tanya Renata yang muncul dari arah dapur


"Aku mau tanya soal gaun Sella udah di kirim?"


"Udah ada di kamar kamu, besok mama langsung bawa ke tempat acara atau mau kamu yang bawa sekarang? "


"Besok mama yang bawa aja deh, kalo gitu Rey langsung pamit ma, mau cek gedung"


"Baru nyampe belum juga duduk udah mau pergi aja"


"Takut keburu sore ma, kasian Sella sendirian, Jio sama Kenzo masih di kampus" jelas Reyhan pada ibunya itu


"Yaudah kamu hati hati dan ini sekalian buat Sella, vitamin sama susu, kamu juga jangan terlalu keras sama dia, emosi dia lagi gak stabil, usahain kamu ngalah, jangan bikin dia stres" ucap Renata memperingati putranya itu


"Iya ma, Rey pergi sekarang, salam buat papa" ucap Reyhan kemudian pergi kembali dengan sebuah paperbag yang di berikan ibunya


Reyhan kembali melajukan mobilnya, dia kini hendak pergi ke gedung acara yang akan dia gunakan besok.


15 menit berlalu Reyhan sudah sampai di gedung acara, tempatnya cukup jauh dari perkotaan dan tidak banyak bangunan disana, Reyhan sengaja memilih tempat itu agar tidak ada orang yang curiga.


Reyhan mulai memasuki gedung disana sudah di hias dengan beberapa dekorasi bunga berwarna biru dan putih, dia terus melihat sekeliling memastikan jika tidak ada yang kurang


"Bagaimana Rey kamu menyukainya?" Tanya seorang pria yang seumuran dengan ayah Reyhan


"Eh om, ini bagus, Rey suka, maaf udah repotin om buat acara Rey"


"Kamu ini ngomong apa, kamu kan ponakan om juga masa om ngerasa di repotin" sahut pria yang tak lain adalah om dari Reyhan tepatnya kaka dari ibunya


"Bagaimana kerjaan kamu lancar?"


"Lancar om, dan rencananya sebentar lagi grup Rey bakal comeback"


"Baguslah, om doain yang terbaik untuk kamu, kalo gitu kamu liat liat aja kalo ada yang kurang hubungi om, om harus pergi ada urusan"


"Baik om terimakasih" sahut Reyhan


Reyhan masih asik menatap setiap dekorasi disana setelah cukup lama dia memutuskan untuk pulang dan ber istirahat.

__ADS_1


__ADS_2