Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
20


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Sella sudah keluar dari rumah sakit dan mulai melakukan aktifitas biasanya dengan normal, kini dia baru selesai pemotretan untuk majalah dan hendak pergi pulang.


"Sella..... tunggu" panggil seseorang yang membuat langkah Sella terhenti


"Geno ? Ada apa?" Tanya Sella terkejut, dia sebenernya ingin marah dan mengabaikan Geno namun itu tidak mungkin karna dia sedang di tempat umum


"Kita kayanya harus bicara serius, ini menyangkut tentang Reyhan juga" ucap Geno sedikit berbisik


Sella mematung mendengar ucapa Geno dia rasanya sudah hilang kesabaran apalagi dia melihat Reyhan yang ternyata ada disana juga sedang duduk di ruang tunggu dan tentu saja dia pasti melihat Sella dengan Geno.


"Jangan macam macam, aku tidak bisa bicara lagi dengan kamu" ucap Sella


"Kamu yakin, aku bahkan tau soal kehamilan kamu Chrysella"


Sella semakin membeku mendengar itu dia tidak tau apalagi yang akan Geno lakukan untuk menjatuhkan Reyhan, Sella hanya terdiam menatap Reyhan yang kini melihat kearahnya kemudian menatap kembali Geno yang mengeluarkan smirk nya, sungguh itu kondisi yang membuat Sella benar benar tertekan, dia bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun sampai Juna tiba-tiba menghampirinya


"Nona ayo mobilnya sudah siap" ucap Juna lalu menarik tangan Sella dan pergi dari tempat itu


"Hati hati di jalan, terimakasih sarannya" ucap Geno sembari melambaikan tangan ke arah Sella kemudian menatap kearah Reyhan dan tersenyum miring, sedangkan Reyhan mengepalkan lengannya, ingin rasanya Reyhan memukul wajah pria itu.


"Ngapain sih disana?kalo Melisa tau bisa ngamuk dia" ucap Juna sesampainya di mobil


"Dia yang nyamperin duluan, udahlah ayo cepet pulang pusing banget disini" sahut Sella, dia masih memikirkan perkataan Geno, bagaimana bisa laki laki itu tau dia sedang hamil sekarang sedangkan Melisa dan Juna juga tidak mengetahui hal itu, kepalanya semakin pusing sekarang dan perutnya tiba tiba sakit rasanya seperti ada yang meremas kuat perutnya


Juna yang tengah menyetir melihat kearah Sella yang meringis sembari memegangi perutnya


"Sella lu kenapa?" Tanya Juna kemudian menepikan mobilnya untuk melihat kondisi Sella


"Udah jalan aja" suruh Sella mengabaikan pertanyaan Juna yang khawatir


"Kita ke rumah sakit, lu gak baik baik aja" ucap Juna lalu melajukan mobilnya sembari sesekali melirik kearah Sella


"Kita pulang gw cuma sakit perut" Sella berusaha agar Juna mengantarkannya ke apartment karna jika dia di bawa ke rumah sakit mungkin dia bakal dalam situasi tidak baik


"Yakin pulang aja? Tapi lu pucet banget loh, beneran gak apa apa ?" Tanya Juna semakin khawatir


"Santai aja cuma sakit perut" ucap Sella berusaha meyakinkan Juna dan mencoba menahan rasa sakit di perutnya

__ADS_1


Beberapa menit di perjalanan, mobil Sella sampai di apartment, Juna segera memarkirkan mobil itu lalu berjalan kearah Sella


Sella masih terduduk dengan lengannya yang memegangi perut.


"Badan lu agak anget, kita ke rumah sakit aja ya, kayanya kondisi lu lagi gak baik" ucap Juna yang memegang kening Sella


"Udah kita ke apart dulu, gw cuma butuh istirahat, hari ini cape banget"


Juna hanya membuang nafas kesal dia tau Sella memang keras kepala, tapi dia bisa apa, Juna hanya menuruti perintah gadis itu, tubuh Sella sedikit di bopong Juna menuju lift


"Jangan kasih tau Melisa" ucap Sella, dia tau jika Juna pasti akan memberitahu manager yang sekaligus sahabatnya itu, Sella takut Melisa memaksanya kerumah sakit dan akhirnya mereka akan tau yang sebenarnya, cukup pusing Sella dengan ucapan Geno dia tidak mau menambah pikirannya lagi


Sementara Juna hanya diam tidak menjawab apapun dari pernyataan Sella, dia sedang berpikir sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis bernama asli Chrysella itu


Merekapun akhirnya sampai di apartment, Sella langsung di baringkan di sofa dan Kenzo yang sedang menonton TV terkejut melihat kondisi Sella yang datang seperti itu, dia rasanya ingin banyak bertanya tapi dia berusaha menahannya karna masih ada Juna


"Dia kenapa?" Hanya itu pertanyaan yang Kenzo lontarkan


"Sakit perut katanya, badanya juga agak anget, ada obat panas gak biar dia minum obat dulu, tadi diajak kerumah sakit dia nolak" jelas Juna


"Stok obat abis bang gua beli dulu deh ke apotik" ucap Kenzo dan di angguki Juna


Kenzo lalu bergegas keluar dari apart dan berjalan menjauh dari unit apartnya


"Gimana nih, obat apa ya yang aman?" Tanya Kenzo pada dirinyasendiri sembari menatap layar ponselnya mencari obat penurun panas yang aman untuk ibu hamil


"Nah ketemu" sahutnya lagi


Kenzo segera bergegas ke apotik sedangkan Sella masih terbaring lemah sembari memegangi perutnya


"Kita kerumah sakit aja ya, gua khawatir sama kondisi lu" ucap Juna


"Gak, lagian Kenzo lagi beli obat tar juga abis minum obat sembuh" sahut Sella


Juna hanya bisa mengusap wajahnya gusar dia benar benar khawatir dengan kondisi Sella, apa lagi dia juga baru kembali dari rumah sakit tentu itu membuat Juna semakin khawatir.


Tak lama berlalu Kenzo sudah kembali dengan membawa sebuah bungkusan berwarna putih, terlihat ada beberapa obat di dalamnya

__ADS_1


"Ini obatnya" ucap Kenzo


Juna mengambil bungkusan itu dan membukanya satu persatu, sedangkan Kenzo mengambil air hangat untuk minumnya


"Coba bangun dulu, minum ini" suruh Juna sembari membatu mendudukan tubuh Sella


"Minumnya nih" Kenzo menyodorkan minuman yang ia bawa


Perlahan Sella mengambil obat dari Juna satu persatu dan menenggaknya


"Mau disini aja gak mau pindah ke kamar?" Tanya Juna


"Hem iya disini aja, lu gak jemput Melisa?" tanya Sella


"Gak apa apa gua tinggal ? Melisa udah telpon sebenernya"


"Santai aja lagian cuma sakit perut, ada Kenzo juga, udah sana jemput Melisa tapi inget jangan kasih tau dia kalo gua sakit" sahut Sella


Juna hanya mengangguki ucapan Sella, lalu melihat kearah Kenzo yang berada di sebelahnya seperti meng isyaratkan untuk menjaga Sella, Kenzo yang paham hanya tersenyum dan mengangguk


"Ken inget kalo ada apa apa langsung telpon, dan Sella jangan lupa minum lagi obatnya dan makan" ucap Juna sebelum benar benar meninggalkan apartemen itu


Sella mengangguki ucapan Juna lalu menutup matanya, sedangkan Kenzo mengantar Juna sampai di depan apartment nya.


"Santai aja bang kalo ada apa apa nanti di kabarin, ka Sella kayanya cuma sakit perut biasa, dari pagi dia emang udah sakit perut" jelas Kenzo


"Ok, kalo gitu gua cabut dulu"


Juna lu pergi dari apartment Sella untuk menjemput Melisa sedangkan Kenzo kembali kedalam untuk mengecek kondisi kakanya


"Juna udah pergi?" Tanya Sella


"Udah, lu beneran gak apa apa ka?" Tanya Kenzo khawatir


"Santai aja gak apa apa ko cuma keram sama kepala gua agak pusing doang, istirahat bentar juga sembuh" jelas Sella


Kenzo sedikit menghela nafas, dia sebenarnya khawatir dengan kondisi kakanya tapi dia ragu untuk bertanya takutnya malah menambah pikiran kakanya itu, Kenzo kini hanya bisa menatap sendu kakanya yang sudah menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2