Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
23


__ADS_3

Hari berganti matahari mulai menyapa sella dari celah gorden yang sedikit terbuka.


Sella mulai terusik dan menyadarkan dirinya, dia hari ini berencana untuk menemui Reyhan di rumahnya, walau dia tidak tau itu akan berhasil atau tidak.


Sella lalu berjalan menuju kamar mandinya untuk mandi dan bersiap lalu menlepon Juna untuk mengantarnya ke suatu tempat.


Hanya butuh waktu beberapa menit Juna kini sudah ada di apart Sella


“tumben banget ngajak pergi pagi gini, mana gak boleh Melisa tau, lu mau kemana sih ?” tanya Juna penasaran


“udah gak usah banyak tanya tar juga lu tau, dan seperti biasa kita bakal keluar agak lama jadi ngerti kan ?”


“iya nona Sella tenang aja gua gak bakal keceplosan manggil lu gua”


Sella dan Juna keluar dari apartment itu lalu pergi ke suaatu tempat.


Kini Sella sedang mengetuk pintu bernuansa serba putih itu, namun tidak ada jawaban sama sekali, dia benar benar putus asa kali ini, Juna yang melihat dari jauh juga tidak tega melihat gadis itu seperti itu namun dia juga tidak bisa berbuat apa apa.


"Aku sangat lelah, ke khawatiranku yang ke kanak kanakan terus menjatuhkan mentalku, aku terus memikirkan kepergianmu, kenapa kamu terus berada dalam pikiranku jika kamu memang harus pergi kenapa tidak benar-benar pergi sepenuhnya, kenapa kehadiran kamu masih sangat terasa disini, kenapa kamu tidak meninggalkan aku sendiri, kenapa rasa sakit ini tidak kunjung sembuh, rasa sakitnya benar-benar sangat nyata, terlalu banyak yang tak bisa dihapus oleh waktu, kata-kata itu masih sering terdengar di telingaku


'Ketika kau menangis, akan ku hapus semua air matamu, saat kamu merasa takut aku akan melawan segala ketakutanmu, aku akan memegang tanganmu melewati semua kesulitan itu, kamu tidak perlu takut kamu masih punya aku' tapi sekarang semua itu omong kosong kamu bahkan meninggalkan ku dan hanya menyisakan bayangan yang tak pernah mau menghilang, dulu kamu memikatku dengan semua pesona yang kamu miliki, tapi kini aku hanya terikat dengan kehidupan yang kamu tinggalkan, wajahmu selalu menghantui mimpiku yang dulu menyenangkan, suaramu seakan terus bergema dan mengusir semua kewarasanku, kenapa kamu tega melakukan ini, aku sudah berusaha keras meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu tidak disini lagi, kenapa aku masih merasa kamu masih disini padahal sebelum aku mengenalmu aku sendirian dan aku tidak pernah peduli itu tapi apa sekarang aku seperti orang gila yang terus berharap bayangan kamu menjadi wujud nyata yang bisa aku peluk kehadirannya" ucap seorang gadis cantik berambut coklat gelap itu sambil terduduk di depan rumah mewah yang bernuansa putih, airmatanya tak bisa iya bendung ketika menyadari kenyataan bahwa seorang yang benar-benar ya andalkan selama ini meninggalkannya bahkan dia tidak pernah sekalipun membaca pesannya


"Nona kita harus pergi sekarang, Melisa akan sangat marah jika dia tau nona berada disini lagi" tutur pria berpakaian serba hitam yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari gadis itu


Dengan berat hati sang gadis beranjak dari tempatnya dan berjalan menjauh dari rumah mewah itu


"Jangan katakan apapun kepada Melisa jika aku kesini " tegas sang gadis yang di balas anggukan oleh sang lawan bicara


"Apa hari ini aku ada jadwal syuting?" tanya gadis itu


"Ada nona sekitar 2jam lagi, apa nona mau ke suatu tempat dulu?"


"Antarkan aku ke cafe galaxy, aku ingin membeli sesuatu"


"Baik nona"


♡Skip♡


Cafe Galaxy


"Wah itu bukannya Sella? Apa dia sering kesini? Bagaimana dia se cantik itu" gumam seorang pengunjung cafe


"Apa maksudmu Chrysella Ashlyn Artara?"tanya pengunjung lain


" Bukannya dia memiliki kekasih? Tapi identitasnya dirahasiakan? Apa karna dia artis dan anak dari pengusaha?" bisik salah satu pengunjung


"Setauku dia pernah berkencan dengan Idol yang namanya Reyhan Alaska,  ada banyak berita tentang itu katanya mereka sudah berpisah tampa alasan yang jelas" bisik pengunjung lain yang terdengar oleh bodyguard Sella dan langsung ingin menghampirinya


"Duduklah, tak apa mereka tidak melukaiku" cegah Sella yang melihat bodyguardnya akan beranjak dari duduknya


"Maaf nona tapi mereka.... " ucap sang bodyguard tergantung


"Tenang aku tidak apa-apa, aku akan ke mobil terlebih dulu, tolong bawakan pesananku dan bayarkan semua pesanan pengunjung ini juga" ucap Sella sembari memberikan kartu berwarna hitam pada sang bodyguard


"Baik nona"


Sella berjalan menuju mobil di iringi dengan suara jepretan kamera, rasanya Sella seakan mau menghilang dari sana, dia sangat membenci suara dan kilatan dari kamera itu membuatnya sangat terganggu tapi dia harus tetap bersikap profesional, bukankah itu terlalu menyedihkan jika di pandang dari sudut lain


Sesampainya di mobil Sella sedikit merebahkan badannya dan memikirkan banyak hal, hidupnya tak se indah dan se cantik yang orang-orang bayangkan, keluarganya berantakan hidupnya hancur dan kisahnya sama sekali jauh dari alur cerita drama yang selama ini iya perankan, dia sangat ingin keluar dari kehidupan mengerikan itu tapi dia tidak akan  pernah bisa karna sekalipun dia ingin dia tetap akan di kenal banyak orang, dia hanya bisa meratapi setiap kehidupannya sambil terus memikirkan seseorang yang sangat iya cintai dan iya rindukan


Cukup lama iya merenung sampai tak terasa butiran bening dari kelopak matanya lolos begitu saja tampa permisi membasahi pipi mulusnya


"Nona maaf ini pesanannya" ucap bodyguard Sella yang langsung menyadarkannya dari lamunan


"Ah iya terimakasih"


"Apa nona menangis?" tanya sang bodyguard penasaran


"Tidak aku hanya sedikit mengantuk jadi airmataku keluar"


"Maaf lancang bertanya seperti itu" sesalnya


"Tak apa, ayo berangkat sekarang"


"Baik nona"


Lokasi Syuting


"Sella apa kamu mau membunuhku? Aku menelponmu lebih dari 20kali tapi kamu sama sekali tidak mengangkatnya" ucap seorang wanita melihat kedatangan Sella


"Maafkan aku Melisa aku tertidur tadi"


"Aku bisa gila menjadi manager kamu jika kelakuan kamu seperti ini"omel wanita yang bernama Melisa itu


" ada apalagi? Apa aku berbuat kesalahan? Bukankah syuting dimulai masih setengah jam lagi"tanya Sella enteng


"Baca artikel ini, apa kamu gila pergi ke cafe bahkan tampa sepengetahuan aku hah?"omelnya lagi sambil memperlihatkan tab yg iya pegang


" aku hanya ingin minum teh, apa salah seorang artis ke cafe untuk membeli teh? Lagi pula aku di antar bodyguard ku"


"Sudahlah, aku lelah berdebat dengan kepala batu sepertimu, cepat bersiap saja" jelas Melisa


Syuting berlangsung sekitar 4jam Sella bekerja sangat baik saat ini dia bekerja seolah tidak terjadi apa-apa


"Ok Cut, Terimakasih atas kerja kerasnya" ucap sutradara


Semua orang disana saling berterimakasih atas kerjasama semuanya tak terkecuali Sella


"Sella kamu memang yang terbaik, terimakasih untuk kerja kerasnya, satu minggu kedepan apa kamu benar-benar akan mengambil cuti? " tanya sutradara


"Iya sepertinya aku harus istirahat badanku sedikit kurang baik akhir-akhir ini" jelas Sella


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi nanti aku pergi dulu" ucap sutradara yang di balas anggukan dan jabatan tangan Sella


"Nona, mobilnya sudah di depan" ucap bodyguard Sella


"Tunggu sebentar aku harus menemui Melisa"


"Baik nona"


Sella terus mencari keberadaan manager yg sekaligus sahabatnya itu


"Cari apa kamu?" tanya Melisa mengejutkan Sella


"Kamu  ini sudah mirip pemeran hantu, kamu tau aku mencari kamu sedari tadi"


"Ada apa? Kita tidak ada jadwal lagi dan kamu mengambil cuti jadi apa ada masalah? "


"Aku hanya ingin ber terimakasih karna kamu selalu peduli denganku, dan maaf aku merepotkan kamu"


"Apa kamu mabuk? Ah aku hampir tersentuh, sudahlah sana pulang dan istirahat, terimakasih kerja kerasnya"


"Terimakasih Melisa" ucap Sella lagi sembari memeluk Melisa, Melisa hanya membalas pelukannya walau iya sedikit penasaran apa yang terjadi tapi iya menahan untuk bertanya, iya berpikir jika Sella mungkin akan menceritakan semuanya jika dia mau


Sesampainya di apartement Sella merebahkan tubuhnya menutup mata indahnya, mengulang kembali ingatan ingatan yang berputar dalam memorinya, airmatanya membasahi pipinya lagi dan lagi tubuhnya sangat terasa lemas bayangan bayangan indah itu terus berputar dalam kepalanya tapi entah kenapa sekarang kenangan itu sangat terasa memilukan, iya terus merenungkan semua yang ada dalam kepalanya sampai akhirnya iya tertidur.


Ke esokan harinya Sella sudah bangun sangat pagi padahal hari itu adalah hari liburnya, dia terpaksa harus bangun se pagi itu karna merasakan mual di perutnya.


“mual lagi ? nih minum dulu” ucap Kenzo memberikan segelas air hangat


Sella mengambil air itu lalu duduk di ruang tv sambil masih memegang perutnya


“kenapa bangun pagi ? bukannya lu gak ada jadwal kuliah hari ini ?” tanya Sella yang heran melihat Kenzo bangun sepagi itu di hari libur


“gak tau kebangun aja, mungkin karna semalem tidur awal” jawab Kenzo singkat


“Jio masih tidur?” tanya Sella lagi


“masih dia kayanya kecapean, semalem gadang beresin tugas”


Ketika mereka tengah asik berbincang bel apartemen Sella berbunyi, dengan sigap Kenzo berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.


Tampa ragu Kenzo langsung membuka pintu itu dan dia langsung terdiam setelah meihat orang di depannya


“siapa Ken ?” teriak Sella


Karna tidak mendapat jawaban sang adik Sella berjalan kearah Kenzo


“siapa sih, kamu ko diem aja emang” belum Sella menyelesaikan ucapanya dia juga ikut terdiam


“kita harus bicara” ucap orang itu


Kenzo yang menyadari situasi langsung pergi dari sana sedangkan Sella masih mematung dan mengengajak Reyhan masuk


“jujur aku juga tidak tau harus berbuat apa, aku juga dalam kebingungan, aku tidak tau mana yang harus aku percaya” ucap orang itu lagi


“Rey, apa kamu gak bisa percaya aku aja ?” ucap Sella pada pria di hadapannya


Iya benar entah apa yang membuat Reyhan tiba tiba datang menemui Sella, Sella juga tidak taudia harus senang atau malah sedih karna ucapan yang lagi lagi Reyhan lontarkan.


“bagaimana aku percaya ketika aku melihat dan hal yang seharusnya tidak pernah aku ketahui” jawab Reyhan


“lalu untuk apa kamu sekarang kesini ?” Sella benar benar tidak bisa menebak apa yang dipikirkan pria itu, rasanya dia seperti menaiki wahana yang membuatnya merasakan perasaan takut dan senang secara bersamaan.


“aku mendengar semua ucapan kamu kemarin, sepertinya sekarang aku terlihat seperti orang bodoh tapi aku masih tidak bisa melihat kamu menangis, mungkin benar aku belum bisa menerima anak itu sebelum dia lahir tapi aku akan berusaha menjaga kalian, ayo menikah” ucap Reyhan sontak itu membuat Sella tercengang, bagai ada yang meng hujamnya dengan pedang tapi rasanya bagaikan jatuh di padang bunga


Airmata Sella akhirnya meloloskan diri darikelopak mata indah Sella, dia masih belum menjawab, dia juga tidak tau apa yang harus ia jawab, di satu sisi dia seperti diberi bunga mawar paling indah tapi disisi lain dia seolah tau bunga itu akan melukai dirinya karna terdapat banyak duri di tangkainya.


“kenapa kamu diam ? bukankah ini yang kamu mau selama ini sampai pergi kerumahku ?” tanya Reyhan lagi


Sella masih membatu rasanya seperti dipaksa meminum susu beracun, dia tau jika menerima lamaran Reyhan, Geno pasti akan melakukan hal gila lagi

__ADS_1


“apa kamu memikirkan Geno ? ah begitu rupanya, bukankah ini menjelaskan jika kalian memang memiliki hubungan, ah apa yang aku lakukan disini, harusnya aku tau kemarin kamu kerumah memang hanya untuk menggoyahkanku, itu memang tujuan kamu kan agar aku hancur” ucap Reyhan


Mendengar itu darah Sella seolah mendidih dan sontak dia langsung mendaratkan tanganya di pipi kiri Reyhan


Reyhan hanya smirk lalu berkata dengan santai


“kenapa kamu marah ? bukannya itu benar bahkan kamu tidak menjawab pertanyaanku sebelumnya”


“aku tegasin lagi, aku gak pernah punya hubungan apapun sama Geno”


“lalu kenapa kamu tidak mengataakan apapun ? jika kamu yakin itu anak aku kamu tidak akan ragu, terserah apapun yang akan Geno lakukan nantinya aku gak peduli sama karir aku, kalo itu emang anak aku, aku akan terima semua resikonya tapi kamu malah terus memikirkan Geno, sekarang bagaimana aku percaya kamu sementara kamu tidak percaya aku dan malah memikirkan pria lain” ucap Reyhan kesal


Sella terdiam mendengar ucapan Reyhan, memang yang di katakan Reyhan benar tapi dia juga tidak mau jika karir dia dan Reyhan hancur begitu saja.


"Ok kalo kamu tidak mau menikah denganku, tapi aku akan tetap dengan janjiku untuk menjaga kamu sampai anak itu lahir" ucap Reyhan lagi


Sella sangat senang mendengar katankata itu walaupun dia mungkin akan mendapat masalah lagi dari Geno jika mengetahui Reyhan mulai mendekeatinya lagi.


Sella masih belum berkata apapun, dia hanya terus menundukan kepalanya, dia ingin mengatakan jika dia senang tapi mulutnya terkunci rapat.


"Apa kamu ingin sesuatu?" Tanya Reyhan mencoba menenangkan suasana yang sempat menegang


"Aku, aku sebenarnya ingin perutku di elus sama kamu" ucap Sella ragu dengan wajah yang masih tertunduk


Reyhan menuntun Sella duduk di ruang TV, kepala Sella sengaja Reyhan sandarkan di bahunya dan perlahan dia mengusap perut Sella yang semakin membuncit, etah perasaan apa yang Reyhan rasakan saat ini, dia senang tapi ada rasa sakit yang terus meng ganjal di hatinya.


Sebenarnya semalam Reyhan nekad menemui Geno mereka pergi memesan suatu tempat untuk membicarakan hal serius.


Bukan tampa alasan Reyhan melakukan itu, dia penasaran dengan semua yang terjadi belakangan ini, ditambah Sella yang sampai datang kerumahnya.


Malam itu tepat pukul 8 malam, Reyhan dan Geno sudah saling berhadapan dengan tatapan tajam suasananya seperti akan terjadi peperangan.


Geno yang saat itu baru datang mulai membuka pembicaraan.


"Ada apa lu nyuruh gua datang kesini ?" Tanya Geno


"Kalo lu cuma manfaatin Sella buat ngancurin karir gua mending lu berhenti, gua gak mau libatin orang lain dalam masalah gua" jawab Reyhan to the point


"Manfaatin apa sih ? Sella punya gua, dan lu juga tau dia lagi hamil anak gua"


"Lu yakin itu anak lu?" Tanya Reyhan meremehkan


Reyhan sebenarnya sudah tau jika anak itu anaknya, ibunya memberi tau semuanya, dia juga mencari tau Geno pergi kemana saja beberapa bulan belakangan ini, dan dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan Sella kecuali di tempat yang mengharuskan mereka bertemu karna pekerjaan, dan dilihat dari usia kandungan Sella itu sudah cukup menjelaskan jika itu memang anaknya bukan anak Geno.


Namun Reyhan ingin tau sejauh mana pria itu akan bertindak, ditambah lagi Sella yang dipikir Reyhan memang menaruh hati pada Geno.


"Rey lu ngomong apa sih, udah lu mau bukti apa lagi, udah fokus aja sama karir lu, Sella udag jadi milik gua, bahkan ayahnya memang jodohin gua sama Sella" ucap Geno


"Udah gua bilang, gua gak pernah peduli karir gua kalo ini berurusan sama orang yang gua sayang, kalo lu benci gua, cukup gua aja jangan bawa yang lain apalagi Sella" ucap Reyhan lagi mencoba menegaskan


"Ini sama sekali gak ada hubungannya sama masalalu dan juga karir lu, gua gak peduli lu sukses atau engga, yang pasti gua emang suka sama Sella dan gak ada yang boleh milikin dia selain gua"


"Lu gila, dia bahkan lagi hamil dan itu bukan anak lu, dan lu masih mikir kaya gitu"


"Kenapa? Emang ada yang salah ? Dan lagi darimana lu tau itu bukan anak gua hah? Lu gak tau apa apa" sinis Geno yang tidak mengetahui jika Reyhan diam diam mencari tau semua aktifitasnya.


Dan dengan kasar Reyhan melemparkan sebuah map berwarna coklat pada Geno, namjn dengan sigap pria itu menangkapnya.


Perlahan Geno mulai membuka isi map itu dan isinya ternyata beberapa foto, Geno tersenyum miring melihat gambar gambar di tangannya.


"Jadi lu nyari tau semuanya?  Ok bener itu emang bukan anak gua tapi gua gak peduli gua tetep mau Sella jadi milik gua"


Reyhan sedikit senang dengan pengakuan Geno yang mengatakan jika itu bukan anaknya, itu memperkuat keyakinan Reyhan jika memang yang di kandung Sella itu bayinya, namun dia sangat tidak menyukai ucapan Geno yang akan tetap membuat Sella jadi miliknya.


"Lu benaran udah gila, gua harap lu gak nyesel karna udah nyoba misahin gua sama Sella" kesal Reyhan


"What nyesel? Hey bro, gak ada kata nyesel di hidup gua, lu pikir gua bakan nyerah gity aja karna kata kata lu? Inget Rey, kalo lu berani nyoba rebut Sella dari gua, gua pastiin anak yang di kandung Sella hilang sebelum dia lahir" ucap Geno sembari terkekeh


Reyhan sekuat tenaga menahan amarahnya jangan sampai dia malah membuat keributan  dengan si berengsek Geno.


"Mau lu sebenernya apa sih?" Tanya Reyhan yang mulai menyerah dia takut Geno melakukan hal nekat


"Gua cuma mau Sella" jawab Geno santai


"Gua bakal lepas Sella setelah anak gua lahir, jadi jangan pernah lakuin apapun sampai waktu itu tiba" final Reyhan, dia membuat perjanjian gila, namun apa boleh buat dia tidak mau jika anaknya akan terancam


"Gua suka sama sikap to the poin lu, ok gua setuju sama lu, gua gak bakal ganggu kalian sampai anak itu lahir, kali ini gua pegang janji lu tapi kalo sampai lu ingkar, lu gak bakal pernah liat Sella apalagi anak lu" ucap Geno


Reyhan menyetujui semuanya, dia hanya perlu menyelamatkan anaknya terlebih dahulu, selebihnya dia akan memikirkannya nanti.


Setelah pertemuan dengan Geno besok paginya Reyhan memutuskan untuk menemui Sella karna mulai sekarang dia benar benar akan menjaganya sampai Sella melahirkan .


Kini mata Sella mulai terlelap menikmati setiap sentuhan dari tangan Reyhan pada perutnya, Sella merasa sangat bahagia, dia tidak percaya Reyhan akan kembali kesampingnya.


"Kamu ngantuk?" Tanya Reyhan yang melihat mata Sella mulai menutup


"Iya, gak tau kenapa jadi ngantuk" jawab Sella


Sella mengangguki ucapan Reyhan, dia tidak tau kenapa jadi seperti ini, tapi dia hanya ingin menuruti semua ucapan Reyhan.


Reyhan membawa Sella ke kamarnya lalu berpamitan dari sana, Sella hanya terus mengangguk dan menuruti perintah Reyhan sampai pria itu tidak terlihat lagi di kamarnya.


"Mau pergi bang?" Tanya Kenzo yang tiba tiba ada di ruang TV


"Hemm kenapa?" Sahut Reyhan santai


"Gua harap lu gak tinggalin ka Sella"


"Lu gak usah khawatir, kalo ada apa apa telpon aja ya, gua ada jadwal"


Reyhan langsung pergi dari apartment itu dan kembali ke asramanya untuk bersiap siap.


Sesampainya di asrama Reyhan langsung cepat cepat di seret ke sofa oleh managernya Dimas


Semua orang menatap tajam Reyhan terutama Dimas, dia sesekali mengacak ngacak rambutnya, Reyhan masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalian kenapa sih? Kenapa natap gua kaya gitu?" Bingung Reyhan


"Lu masih tanya kenapa?" Kesal Chandra yang sedikit menaikan nada suaranya


"Apaan ? Gua baru dateng dan kalian kaya gini, bang ini kenapa sih?" Tanya Reyhan pada Dimas yang terlihat sangat prustasi


"Kenapa lu gak bilang kita Sella lagi hamil anak lu?" Tanya Ryan to the point sembari masih menatap Reyhan dengan tatapan tajam


"Kalian ngomong apaan lagi? Udah gua mau ganti baju ok" elak Reyhan, dia berusaha tidak terkejut dan hendak pergi dari sana namun Dimas menghentikan langkahnya


"Gua udah tau semuanya, semalem lu nemuin Geno, barusan lu baru pulang dari apartment Sella, gua tau semuanya, gua gak sengaja denger pembicaraan lu sama nyokap lu pas di rumah sakit, saat itu gua mau konsultasi soal kondisi nyokap gua tapi gua malah denger hal yang mengejutkan, lu mikir gak sih Rey, kalian baru debut beberapa bulan dan lu mau ngacau hah ?" Ucap Dimas kesal


Reyhan yang sudah berdiri dan hendak pergipun langsung terduduk kembali dan membuang nafasnya kasar.


"Rey, please jawab, lu beneran hamilin Sella? Dan maksud lu ada masalah itu soal ini?" Tanya Jemian ikut angkat bicara


"Iya bener, Sella hamil anak gua, puas?" Jawab Reyhan singkat


Dimas hampir menghajar pria ber hidung mancung itu namun Chandra dan Ryan lebih cepat menahan pergerakan Dimas.


"Tenang aja semua bakal baik baik aja kalo kalian rahasiain ini, gua bakal beresin semuanya" ucap Reyhan


"Tenang lu bilang? Rey ini bakal jadi berita besar, lu tau kan gimana sensitifnya pekerjaan ini?" Omel Dimas, dia sangat amat kesal dengan perlakuan Reyhan kali ini, dia tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Gua tau, makanya gua nyuruh kalian buat rahasiain masalah ini, Sella bakal cuti beberapa bulan kedepan sampai dia melahirkan, semua akan baik baik aja, dia bakal di bawa ke rumah sakit bokap gua, semua aman kalo kalian ikut tutup mulut juga" jelas Reyhan


Chandra sangat kesal dengan keputusan Reyhan tapi itu memang ada benarnya, Ryan yang mendengar penjelasan Reyhan hanya bisa mendengus kesal sementara Jemian dia pergi ke kamarnya, dia sudah sangat kecewa dengan leader tim nya itu.


Dimas masih mengacak ngacak rambutnya dan kemudian melihat jam tangannya.


"Kita harus berangkat sekarang, lupain dulu masalah ini, kalian harus profesional, kita akan tampil live, jangan sampai kalian nunjukin kekesalan kalian di depan fans, mengerti" ucap Dimas


"Iya bang" ucap Chandra dan Ryan sementara Reyhan hanya mengangguk


"Jemian mana?" Tanya Dimas yang menyadari Jemian sudah tidak ada lagi disana


"Gua disini, udah ayo pergi" ucap Jemian lemas, dia sudah ada di depan pintu keluar dengan memasang wajah lesu


"Senyum Jem, inget harus profesional" ucap Ryan


Jemian langsung menegapkan badanya dan berusaha tersenyum.


Mereka akhirnya pergi ke tempat acara, satu persatu member Neo Star turun dari mobil, sudah ada banyak wartawan dan fans yang memotret mereka.


Seperti yang di perintahkan Dimas mereka benar benar memasang wajah gembira, senyuman mereka terus terukir untuk menyapa para penggemar, bahkan Jemian sempat sempatnya bertingkah menggemaskan.


Mereka kini sudah ada di ruang tunggu untuk di make up dan persiapan lainnya, para member terus bersikap normal walau padahal sebenarnya mereka sangat ingin pergi dari sana, tapi keadaan memaksa mereka bersikap baik baik saja.


Disisi lain Sella kini sedang duduk di meja makan, menatap makanannya malas.


"Kenapa gak di makan?" Tanya Jio yang sedang menikmati mangga di sebelah Sella


"Gak nafsu" jawab Sella sembari membuang nafas malas


"Mau makan yang lain ? Nanti Jio beliin" tanya Jio lagi


"Gak usah"ucap Sella singkat sembari masih memainkan makanannya


"Kenapa lu?" Tanya Kenzo yang berjalan kearah Jio juga Sella untuk mengambil minum


"Gak apa apa" singkat Sella


"Apa tadi Reyhan bilang sesuatu?" Tanya Kenzo takutnya jika Sella lagi lagi kepikiran dengan ucapan Reyhan


"Gak ada" lagi lagi hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut Sella

__ADS_1


"Tadi Reyhan bilang apa? Bilang ke gua ka dia lakuin apa?" Tanya Kenzo lagi dia yakin jika Reyhan mengatakan sesuatu pada kakanya itu


"Udah jangan gitu, mungkin ka Sella cuma gak nafsu makan" lerai Jio karna melihat Kenzo sepertinya berpikiran buruk lagi tentang Reyhan


"Ji lu diem, gua harus tau cowo berengsek itu bilang apa" marah Kenzo


"Dia gak bilang apa apa, dia bahkan udah ngakuin ini anaknya, kalian gak usah ribut, gua cuma gak nafsu makan doang, gua ke kamar dulu" ucap Sella membuat Kenzo tidak bisa berkata kata lagi


Sella pergi ke kamarnya meninggalkan kedua adiknya.


"Lu jangan terlalu nge gas kasian bayi yang ada di perut ka Sella" ucap Jio kemudian melanjutkan menyantap mangga di hadapannya


"Gak gitu Ji, gua khawatir kayanya Reyhan ngomong hal yang buat ka Sella stres, tar kalo dia stres kan itu bahaya juga buat bayinya" jelas Kenzo


"Tapi kayanya gak deh, udah mending makan gih gua udah pesenin makan tuh" tujuk Jio pada sebuah bungkusan berwarna putih


Kenzo mengambil bungkusan berwarna putih itu lalu mulai menyantap makanannya walau sebenarnya dia masih memikirkan kakanya yang bersikap aneh.


Sedangkan di dalam kamar Sella sedikit gelisah dan terus memikirkan nasibnya, dia masih memikirkan bagaimana jika Geno tau jika Reyhan mengakui anaknya, dia sangat takut jika Geno melakukan hal gila yang belum pernah Sella duga sebelumnya.


Sella terus memutar otak bagamana caranya membuat dirinya menjauh dari Geno.


Sementara di tempat Reyhan kini dia sudah bersiap akan menaiki stage, semua orang berusaha terlihat baik baik saja.


"Ingat jangan libatin dulu masalah pribadi di depan fans kita" ucap Reyhan


Ryan, Jemian dan Chandra hanya mengangguk, mereka hanya ingin menunjukan yang terbaik pada orang yang sudah mendukung mereka.


Satu persatu orang menaiki stage dan mulai membuat formasi, riuhan penonton mulai terdengar bergema dengan lightstick mereka yang mulai menyala menyambut penampilan idolnya.


Musik mulai di putar gerakan demi gerakan mulai di tunjukan Reyhan, Chandra, Jemian dan Ryan, mereka sama sekali tidak terlihat memiliki masalah, mereka benar benar melupakan sejenak masalah mereka demi penampilan kali ini sampai musiknya selesai.


"Terimakasih semuanya, kalian yang terbaik" teriak Reyhan di akhir penampilannya


"I Love You" Teriak Jemian dan Ryan yang tidak sengaja mengucapkannya secara bersamaan sontak membuat semua orang terkekeh sedangak  Chandra hanya melambaikan tangan dan melakukan beberapa pose lucu untuk membuat penggemarnya gemas.


Dan akhirnya mereka selesai dengan penampilannya, namun saat akan kembali ke ruang tunggu mereka, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Squad Culture, dengan sopan mereka saling menyapa dengan gerakan membungkuk, namun di balik itu dua orang malah saling melemparkan tatapan tajam lalu pergi seolah tidak terjadi apa apa.


Reyhan dan yang lainnya kembali bersantai di ruang tunggu dengan menatap layar ponsel mereka masing masing, tidak ada satupun yang mencoba membuka pembicaraan sampai Dimas muncul .


"Terimakasih kerja kerasnya" ucap Dimas ketika memasuki ruangan itu


Semua orang langsung meletakan ponselnya.


"Bang kita gak ada jadwal lagi kan abis ini pulang?" Tanya Chandra yang sepertinya sudah muak berusaha terlihat baik baik saja di depan semua orang


"Kalian akan syuting konten terbaru nanti malem, ingat jangan libatin masalah pribadi" ucap Dimas lalu menenggak minuman bersoda yang sedari tadi dia pegang


Chandra nampak sedikit kesal mendengar pernyataan jawabannya itu, dia langsung memainkan ponselnya kembali, sedangkan Reyhan dia sedang melihat gambar Sella di layar ponselnya, entah kenapa setelah kejadian tadi pagi disaat dia mengelus perut Sella ada rasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Masih bisa senyum disaat lu jadi penyebab masalah?" Sindir Jemian yang melihat Reyhan tersenyum pada ponselnya


Reyhan memasukan ponselnya dan memalingkan wajah dari Jemian.


"Udah jangan ribut disini, udah gua bilang jangan bawa masalah kalian ke tempat kerja" ucap Dimas memperingatkan mereka


Jemian masih menatap sinis, dia sangat kesal kenapa Reyhan masih saja di lindungi sedangkan dia yang bahkan hanya menyukai seseorang saja langsung di cap paling menbuat masalah.


Jemian mendengus kesal dan memilih untuk bermain game di ponselnya.


Sedangkan di stage Squad Culture baru menyelesaikan penampilan mereka.


Mereka kini berjalan ke arah ruang tunggu untuk ber istirahat.


"Geno lu baik baik aja kan ?" Tanya Tio yang melihat salah satu anggotanya itu terus melamun bahkan dia sedikit kurang fokus pada saat tampil.


"Gua baik baik aja, kenapa cuma tana gua? Bang William juga pendien banget akhir akhir ini" jawab Geno


Mata Tio langsung tertuju pada William, memang benar pria berwajag tampan itu sangat muram, sebagai leader Tio sebisa mungkin memperhatikan kondisi membernya, dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada membernya.


Perlahan Tio berjalan mendekati William dan menepuk pundak William.


"Kenapa?" Tanya William


"Lu baik baik aja kan ? Kalo ada masalah cerita aja, gua atau mungkin yang lain bisa bantu" ucap Tio


"Gua cuma kepikiran masalah pribadi doang ko bang santai aja gua gak apa apa" jelas William


William tidak mungkin menceritakan jika dia memikirkan Melisa karna tida jadi menikah denggannya, itu mungkin akan jadi masalah besar jika dia menceritakannya, jadi dia memilih untuk menyimpannya sendiri


"Yaudah kalo lu butuh temen cerita lu bisa ngomong ke gua" ucap Tio


Tio amat sangat menghargai semua privasi membernya, dia pikir mungkin William belum siap menceritakan padanya jadi dia hanya bisa menghargai keputusan membernya itu lalu beranjak mendekati Jhonathan dan Herry yang tengah asik bermain game


"Gua gabung" ucap Tio


"Ok masuk bang" sahut Herry masih menatap layar ponselnya sedangkan Jhonathan hanya tersenyum karna asik dengan game di ponselnya.


Ketika semua orang tengah fokus dengan kegiatannya, Geno diam diam pergi dari ruangan itu menuju ke ruang tunggu Neo Star


Geno mengetuk pintu ruangan Neo Star perlahan


"Oh Geno ?! Ada apa?" Terkejut Dimas dengan kehadiran Geno


Geno tersenyum manis dan membungkuk memberi salam.


"Maaf saya mau bertemu Reyhan, mau ngajak collab dance challenge apa boleh?" Ucap Geno Formal


"Ah iya tentu" sahut Dimas walau agak sedikit curiga tapi dia berpikir tidak masalah toh ini di tempat acara mereka tidak mungkin melakukan hal gila, pikir Dimas


"Rey!!!" Teriak Dimas


Reyhan menghampiri Dimas yang sudah dengan Geno, mata Reyhan langsung bertemu dengan mata Geno


"Ada apa?" Tanya Reyhan singkat


"Ayo collab challenge dance, di ruangan sebelah" ucap Geno


Reyhan sedikit bingung dengan ajakan Geno tapi dia menyetujuinya karna sepertinya ada yang akan di bicarakan apalagi ruangan sebelah kosong dan kedap suara.


"Ok" setuju Reyhan lalu pergi bersama Geno, Dimas ingin mengikuti namun ada pekerjaaan yang tidak bisa dia tinggalkan, dia hanya bisa berharap tidak terjadi masalah apalagi Dimas sudah mengetahui sebelumnya jika mereka berdua terlibat hubungan rumit dengan Sella


"Ada apa?" Tanya Reyhan sesampainya di ruangan itu


"Gua cuma mastiin lu gak lupa sama janji lu" jawab Geno


"Udah gua bilang tenang aja, gua gak berengsek kaya lu, kalo cuma mau ngomong gitu mending gak usah temuin gua"


Reyhan hendak pergi namun di hentikan Geno


"Lu lagi ngomongin diri sendiri? gua sebenernya butuh bantuan lu, dan gua harap lu gak akan nolak ini"


Jeno sedikit tersenyum miring ke arah Reyhan dan memberikan tatapan sinis


"Apalagi? Perjanjian kita cuma cukup yang di bicarain kemarin"


"Kalo lu gak mau berati perjanjian kemarin batal dan jangan harap lu bisa ketemu Sella apalagi anak lu" ancam Geno


Reyhan mengepalkan tangannya, jika bukan seorang idol dan tida sedang ada di sebuah acara dia mungkin sudah menghajar habis habisan lelaki di hadapannya.


Reyhan hanya bisa membuang nafas kasar dan berusaha mengendalikan emosinya, dia benar benar harus ekstra sabar menghadapi Geno, dia tidak mungkin ikut ikutan tidak waras karna ucapan Geno.


"Ok jadi bantuan apa" ucap Reyhan mencoba mengalah


"Gua mau setelah Sella melahirkan, lu keluar dari Neo Star, atau minimal lu hiatus"


"Lu beneran udah gila? gua gak mau" tolak Reyhan tegas


"Kenapa? Jadi lu milih buat kehiangan Sella dan anak lu?"


Emosi Reyhan semakin memuncak dia sangat ingin menghabisi Geno saat itu juga, dia sangat tau tujuan Geno memang untuk menghancurkan karirnya, Reyhan juga tau jika dia hiatus itu mungkin akan menjadikan posisi Squad Culture jadi yang pertama, karna memang selama ini hanya Neo Star dan Squad Culture yang sedang ada di puncak tertinggi di antara boygrup lain.


Reyhan memang ingin melindungi Sella dan bayinya tapi bukan berati dia akan mengorbankan grupnya, dia masih memikirkan teman temanya yang sudah berusaha sangat keras.


Geno hanya memandang Reyhan penuh kemenangan dia yakin jika Reyhan tidak akan menolak pemintaannya.


"Gua tetep gak bakal terima permintaan itu, dan gua gak peduli kalo lu batalin perjanjian kemarin, gua tetep bakal bawa anak gua juga Sella" ucap Reyhan dan hendak pergi


"Tunggu Rey, buru buru banget, santai dong, ok kalo lu gak mau turutin itu tapi seengganya kita harus buat konten bentar" ucap Geno santai


Reyhan sudah sangat ingin meninggalkan tempat itu tapi ucapan Geno ada benarnya, yang lain mungkin akan curiga.


Dengan terpaksa Reyhan mengambil ponselnya dan mengeluarkan senyum palsunya


"Ngapain lu?" Kaget Geno karna Reyhan tiba tiba merangkulnya


"Kita foto aja, gua lagi males dance" jelas Reyhan singkat kemudian mengambil beberapa gambar dan sebagian di kirimkan pada Geno lalu dia pergi keluar dari ruangan itu


Geno hanya tersenyum miring melihat Reyhan yang keluar ruangan itu.


"Lu setuju atau engga, gua pastiin lu bakal hiatus atau bahkan keluar dari grup lu Rey" ucap Geno lalu mengikuti Reyhan keluar.


Sedangkan Reyhan sudah berada di ruangannya mencoba mengontrol emosinya dan bersikap biasa saja di depan teman temannya.


"Ada apa tadi Geno nemuin lu?" Tanya Ryan penasaran


"Bukan apa apa, tadi dia ngajak buat dance challenge tapi gak jadi karna jaringan disini agak lelet jadi kita cuma foto bareng aja" jawab Reyhan bohong, sedangkan Ryan hanya mengangguk me dengar jawaban leadernya itu.


Hari sudah menjelang malam dan mereka semua bergegas ke lokasi syuting konten terbaru mereka.


Banyak penggemar yang berkerumun menunggu mereka di luar gedung, mereka menyiapkan kamera untuk menangkap setiap moment idolnya, dan dengan profesional lagi dan lagi Reyhan dan yang lainnya mencoba terus bersikap normal dengan para penggemarnya sampai mereka menaiki mobil dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2