
Beberapa bulan telah berlalu dan ini adalah bulan dimana Sella akan melahirkan, karna beberapa hal Reyhan memutuskan untuk sementara waktu Sella di rumah sakit dulu sampai dia melahirkan.
"Rey tapi kalo aku di rumah sakit pasti akan ada yang curiga, secara disana terlalu banyak orang" protes Sella, dia tidak setuju dengan keputusan Reyhan
Reyhan tidak menggubris ucapan Sella dia sibuk membereskan pakaian Sella juga perlengkapan untuk melahirkan Sella nanti.
"Rey kamu denger aku gak sih" bentak Sella yang mulai marah
"Udah aku bilang disana aman, kita juga gak masuk lewat pintu depan, ada pintu lain yang nantinya langsung masuk ke ruangan VVIP yang akan kamu tempatin" jelas Reyhan
"Terus aku berangkatnya gimana? Kamu liat perut aku udah sebesar ini, aku berangkat sama kamu? Gimana kalo ada yang curiga dan ngikutin kita?"
Reyhan menghela nafas panjang dan duduk di sebelah Sella
"Kamu pake pakaian yang longgar ok, kamu berangkat sama Kenzo juga Jio, nanti aku pergi duluan kalian tinggal ngikutin aku"
"Aku takut Rey" sahut Sella tiba tiba
"Kamu gak perlu khawatir aku ada di buat kamu, kita pasti bisa" ucap Reyhan menenangkan
Sella langsung memeluk tubuh Reyhan dia mencoba menenangkan dirinya sendiri.
"Ayo pergi sekarang, Kenzo sama Jio udah siap kan?" Ucap Reyhan Sella kemudian berjalan keluar kamarnya dibantu Reyhan yang membawa koper perlengkapan Sella
"Berangkat sekarang bang?" Tanya Kenzo yang sedang menunggu mereka di ruang tamu bersama Jio
"Iya kita berangkat sekarang, Ken lu bawa mobil Sella, nanti ikutin mobil gua" jelas Reyhan
"Iya bang" sahut Kenzo
Reyhan pergi terlebih dahulu kemudian selang beberapa menit Sella, Kenzo dan Jio ikut menyusul.
Mobil mereka berjalan ber iringan, sampai tak lama kemudian mereka sudah berada di rumah sakit milik keluarga Reyhan
Sella baru pertama kali melewati jalan yang ia tuju saat ini, mata Sella tak henti melihat keluar jendela memperhatikan sekitar sana sampai mobil itu terhenti dan dia sudah masuk kesebuah tempat yang di sekelilinya tertutup tembok tinggi.
"Ayo masuk" ajak Reyhan membukakan pintu mobil Sella
Tampa ragu Sella mengikuti ajakan Reyhan, dia dan kedua adiknya di ajak masuk kesebuah tempat yang sangat sepi, mereka kemudian menaiki lift
"Tempat apa ini?" Tanya Kenzo yang tak kalah penasarannya dari Sella
__ADS_1
"Rumah sakit" jawab Reyhan singkat
"Kenapa sepi banget?" Kini Sella yang angkat bicara
"Beberapa bulan lalu papa yang siapin semua ini, dia sengaja siapin ini untuk kita" jelas Reyhan
Tak terasa lift berhenti kemudian setelah pintu lift itu terbuka langsung menampakan sebuah lorong bangsal VVIP yang hanya terdapat dua kamar saja disana.
"Mama sama dokter yang akan bantu lahiran kamu udah nunggu di kamar, semua perawat orang yang paling di percaya jadi kamu gak udah khawatir" jelas Reyhan sambil berjalan kearah kamar VVIP itu yang sangat dominan dengan warna putih.
Reyhan langsung membuka pintu kamar itu perlahan dan benar ibunya juga seorang dokter dan beberapa perawat sudah ada di sana untuk menyambut Sella dan yang lainnya.
"Ayo sayang kamu langsung istirahat dulu" ajak Renata pada menantunya itu, dia menyuruh Sella duduk di sofa
"Sayang dia doktor Lisa yang akan membantu kamu persalinan nanti, dan para perawat ini juga yang akan membantu keperluan kamu selama disini sampai kamu melahirkan, jadi kalo ada apa apa langsung panggil mama atau mereka" jelas Renata
"Mama kenapa sampe repot repot gini padahal Sella gak apa apa ko lahiran di apartemen juga" ucap Sella yang tidak enak karna perlakuan mertuanya itu
"Kenapa kamu bilang gitu itu juga cucu mama, udah gak usah bilang apa apa lagi sekarang kamu rebahan disana biar di periksa dulu"
Sella kemudian berbaring untuk di periksasedangkan Reyhan Jio juga Kenzo hanya memperhatikan Sella
"What kamar kita? " ucap Jio dan Kenzo bersamaan
"Iya sementara waktu kalian juga tinggal disini kita udah siapin semuanya ayo keluar dulu"
Tampa banyak bertanya lagi Jio dan Kenzo mengikuti langkah Reyhan, mereka mengekori Reyhan samlai di ruangan sebelah kamar Sella
"Ini tempat kalian, gua udah buat senyaman mungkin semoga kalian suka"
Reyhan membuka pintu kamar itu dan membuat Kenzo juga Jio terperanga melihat apa yang ada di dalamnya
Disana sudah ada komputer lengkap dengan perlengkapan game professional, kasur besar dan juga kulkas dan beberapa camilan yang ada di sebuah lemari kaca.
"Kalo kaya gini ceritanya gua mau tinggal disini aja, iya gak Ji?" Ucap Kenzo sembari melirik kearah Jio
"Bener, bang apa gak terlalu berlebihan kaya gini" ucap Jio
"Gak lah, asal kalian terus awasi Sella" ucap Reyhan
"Tenang aja tampa di suruh juga ka Sella udah pasti kita jagain" sahut Kenzo yang langsung berjalan lurus kearah PC dan melihat beberapa barang disana
__ADS_1
Ditempat lain Geno sedang sibuk dengan jadwalnya, namut terlepas dari itu dia masih tetap memantau Sella, dia bahkan mengetahui jika Sella kini ada di rumah sakit
"Geno ayo cepet bentar lagi kita tampil" ajak Tio pada Geno yang masih memainkan ponselnya
Geno segera bangkit dari duduknya lalu menyimpan ponselnya sembari tersenyum dan mengikuti langkah Tio
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Beberapa hari kemudian tibalah saatnya Sella melahirkan, kini gadis itu sudah berada di ruang persalinan di temani Renata karna Reyhan sedang ada jadwal.
Tak berselang lama Reyhan muncul dengan tergesa gesa, dia bersama dengan Dimas juga ketiga anggota Neo Star.
"Mana Sella?" Tanya Reyhan panik pada Kenzo dan Jio
"Di dalem masih di tanganin dokter" jawab Jio sedangkan Kenzo hanya bisa mondar mandir karna khawatir dengan kakanya itu
Mendengar jawaban Jio tampa pikir panjang Reyhan segera masuk ruang persalinan, benar disana ada Sella yang sedang di tangani doktet Lisa dengan ibunya yang berada di samping Sella.
Reyhan langsung mendek kearah Sella, tangannya menggantikan genggaman tangan ibunya.
"Sella aku disini, maaf" ucap Reyhan dengan nada suara sedikit bergetar menahan tangisnya.
Sella tidak bisa menjawab ucapan Reyhan dia hanya bisa menggenggam erat tangan suaminya itu sembari terus mengontrol nafasnya.
Selang 20 menit berlalu akhirnya anak mereka lahir, dan tak lama kemudian terdengan suara tangisan bayi mungil itu menggemakan se isi ruangan, Reyhan langsung berlutut dia sangat senang tapi dia juga masih belum percaya jika dirinya kini sudah menjadi seorang ayah, air matanya yang sejak tadi ia tahan akhirnya tidak bisa di bendung lagi
"Makasih untuk semuanya" ucap Reyhan yang masih menggenggam lengan Sella
Sella hanya tersenyum dengan ucapan Reyhan, sedangkan bayinya kini tengah di bersihkan dokter Lisa.
"Bayinya laki laki dia tampan dan sehat, kamu mau coba menggendongnya?" Ucap dokter Lisa
Reyhan langsung berdiri dan melihat bayi mungil itu dengan tatapan hangat, perlahan dokter Lisa memberikan bayi itu pada Reyhan
"Ma, dia anak aku" ucapnya pada Renata
"Dia tampan"sahut Renata
"Sama kaya aku"
Renata hanya terkekeh mendengar ucapan putranya itu, Reyhan kemudian memperhatikan bayi mereka pada Sella, rasanya itu hari paling bahagia bagi mereka berdua.
__ADS_1