Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
21


__ADS_3

Matahari mulai menghilang namun Sella masih tertidur pulas di sofa ditemani Kenzo sang adik di sebelahnya .


Beberapa menit kemudian Jio membuka pintu apart dan Kenzo yang mengetahui kedatangan Jio langsung meng isyaratkan untuk jangan berisik, Jio kemudian langsung pergi ke kamarnya, Kenzo pun mengikuti langkah Jio


"Ada apa?" Tanya Jio bingung


"Gua khawatir sama ka Sella" jawab Kenzo lalu duduk di meja belajar Jio


"Dia kenapa lagi?"


"Tadi pas pulang dia sakit, apa gua ketemu sama bang Reyhan kali ya biar dia tau kondisi ka Sella"


"Apa ka Sella gak bakal marah? Mending jangan dulu deh" sahut Jio kemudian mengambil handuknya


"Lu jagain ka Sella bentar gak apa apa? Gua mau beli makanan"


"Kenapa gak delivery aja?" Bingung Jio dengan tingkah kakanya itu, dia takut Kenzo malah nekad menemui Reyhan


"Ada yang harus gua beli di mini market jadi sekalian" jawab Kenzo singkat


"Yaudah pergi aja gua mandi dulu tapi bentar" ucap Jio yang di iyakan Kenzo


Jio melangkah perlahan menuju kamar mandi takutnya membangunkan sang kaka, sedangkan Kenzo mengirim pesan kepada seseorang yang entah siapa.


Tak lama kemudian Jio selesai mandi, Kenzo langsung bergegas mengambil jaket nya lalu pergi untuk membeli makanan.


Sudah sekitar 4 menit Kenzo pergi Sella akhirnya terbangun dari tidurnya, dia melihat ke sekeliling lalu matanya tertuju pada lelaki yang tengah asik bermain game yang sedang duduk di sofa sebelahnya.


"Kenzo mana?" Tanya Sella


"Kaka udah bangun? Mau Jio buatin minum atau apa? Tadi Kenzo keluar buat beli makanan"


Sella hanya mengangguki ucapan Jio lalu beranjak dari sofa itu.


"Mau kemana?"


"Cuma mau ke kamar, udah santai aja gak apa apa ko" ucap Sella yang melihat Jio akan membantunya.


Sementara di sebuah restoran Kenzo sedang mengobrol dengan seorang gadis yang tak lain adalah Melisa, Manager yang juga sahabat dari kakanya.


“ada apa? Apa ada masalah, tumben banget ngajak ketemuan di luar biasanya juga di apart” bingung Melisa dengan adik dari sahabatnya itu

__ADS_1


“ini soal ka Sella” ucap Kenzo perlahan sembari melihat kearah sekitar ia takut jika ada yang menguping pembicaraan mereka


“kenapa bisik bisik? Apa sangat penting?”


“amat sangat penting, aku takut disini gak aman” ucap Kenzo yang khawatir


“yaudah kita ke apart Juna, gak jauh ko”


Melisa dan Kenzo akhirnya pergi ke apart Juna, namun karna dia teringat kaka dan adiknya yang pasti menunggunya dia akhirnya memesankan dulu makanan untuk di kirim ke apart Sella dan ia mengirim pesan singkat pada Jio.


Sementara Jio yang sedang di apart sedikit khawatir dengan Kenzo, dia takut Kenzo benar benar pergi menemui Reyhan.


Kenzo dan Melisa kini sudah sampai di apart Juna, Melisa segera membuka kode pin pintu itu


”Juna lu dimana?” teriak Melisa


“kenapa ?” sahut Juna yang keluar dari kamar mandi


“loh ko Kenzo!?” bingung Juna melihat kehadiran Kenzo


“jangan banyak tanya, dia mau bicara serius” ucap Melisa lalu menarik lengan Kenzo mengajaknya duduk di sofa


“emang kenapa? Lu jangan jangan!” ucapan Juna tiba tiba dihadiahi pukulan Melisa


“diem Jun, iya tenang aja, kita ini keluarga, emang ada apa?” penasaran Melisa


“ka Sella...... ham... hamil” ucap Kenzo sedikit ragu


Melisa dan Juna sontak langsung mematung mendengar perkataan yang di lontarkan Kenzo.


“ka Juna, ka Melisa!” panggil Kenzo yang melihat dua orang di hadapannya terdiam sambil menatanya


“serius? Jadi tadi dia sakit perut itu karna dia hamil?” tanya Juna


“dia sakit? Ko lu gak bilang gua?” omel Melisa pada Juna


“sorry dia yang ngelarang buat ngasih tau”


“udah jangan debat aku kesini mau minta tolong kalian”


“tolong apa?” ucap Juna dan Melisa bersamaan

__ADS_1


“temuin aku sama Reyhan”


“itu serius anak Reyhan? Wah parah banget, gimana bisa kita kecolongan, terus kamu mau apa kalo ketemu Reyhan?”


“Cuma mau minta dia tanggung jawab, aku khawatir sama kondisi ka Sella” sahut Kenzo


“tenang aja kita akan urus semuanya, sekarang mending kamu pulang, soal Reyhan kita yang beresin, sekarang kamu jaga Sella aja”


“gak ka, aku mau ketemu Reyhan secepatnya” paksa Kenzo


“ini bukan masalah kecil, klo sampe ketauan media bisa bahaya, tenang aja kita bakal rahasiain ini termasuk sama Sella, kita gak bakal bilang apa apa” ucap Melisa meyakinan, sebenarnya dia juga tidak tau apa yang musti di lakukan, dia benar benar tidak bisa berpikir dengan jernih.


“bener kata Melisa, udah tenang aja, semua akan baik baik aja ko” ucap Juna membantu meyakinkan


Kenzo hanya bisa menghela nafas panjang dia baru terpikir jika dia hampir melibatkan media jika datang langsung menemui Reyhan, kali ini dia mempercayai Juna dan Melisa, dia kemudian bangkit dari duduknya ddan berpamitan karna dirasa sudah cukup lama dia disana.


Di apart Jio dan Sella sedang memakan makanan yang di pesankan Kenzo.


“Kenzo sebenarnya kemana ko lama banget ?” tanya Sella


“tadi dia chat katanya ketemu temen lama di mini market jadi dia mau ngobrol bentar” jawab Jio


Sella hanya meng iya kan pernyataan Jio lalu kembali menyantap makanannya.


“gua udah selesai” ucap Sella lalu membereskan bekas makanannya melangkahkan kakinya kearah kamar


Sedangkan Jio masih di meja makan sembari memainkan ponselnya.


Kini Jio tengah membereskan meja makan dan mencuci piring, tiba tiba pintu apart terbuka dan itu ternyata Kenzo yang baru kembali dengan sekantong penuh camilan di tangannya.


“lama banget sih” omel Jio


“ngobrol dulu tadi, kalian udah makan kan?” tanya Kenzo berusaha mengubah topik pembicaraan


“udah ini baru selesai”


“kita main game yuk gua sengaja tadi beli camilan banyak juga”


Jio menyetujui ajakan Kenzo, tampa bertanya lagi Jio mengikuti langkah Kenzo ke kamar untuk bermain game, sedangkan di sisi lain Sella sedang bertarung dengan egonya sendiri dia berniat menghubungi Reyhan namun dia sudah tau jawabannya jika Reyhan pasti mengabaikannya lagi dan lagi.


Sementara Reyhan sekarang tengah berada di asramanya bersama ke tiga membernya, di kepalanya terus berputar bayangan Sella, ia terus memikirkan kejadian siang tadi ketika Geno dan Sella tengah berbincang, jujur saja Reyhan memang sangat cemburu, dan itu malah semakin memperkuat jika memang Geno dan Sella memiliki hubungan, hatinya sangat gusar dia sangat merindukan Sella namun di sisi lain hatinya masih sakit ketika mengingat kembali hal hal yang sudah terjadi, apalagi kini Sella mengandung yang di pikir Reyhan itu anak dari Geno, dia berniat ingin menghubungi Sella namun egonya sangat tinggi, kini dia hanya memutar mutar ponselnya sampai lelah sendiri dan akhirnya menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2