Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
34


__ADS_3

Masih di tempat yang sama Reyhan termenung memikirkan sikap Sella.


"Ko pada diem dieman sih, ayo balik, kita makan makan, kita rayain kerja keras kalian" ucap Dimas


"Di asrama aja bang biar ga ribet kalo ada yang tepar gak usah cape cape bawa pulang" ucap Chandra, dia teringat beberapa waktu lalu dimana teman temannya terlalu mabuk dan dia juga Dimas harus susah payah membawa mereka pulang.


"Yaudah ayo, gua pesen sekarang, biar pas sampe asrama langsung makan"


Akhirnya mereka semua bersiap dan bergegas pulang.


Dan benar beberapa menit mereka sampai asrama makanan sudah tiba, mereka segera menyantap makanan mereka.


"Makasih buat kerja keras hari ini" ucap Dimas sembari mengacungkan gelas minumannya


Mereka melakukan cheers dan minum bersama, tapi ada satu orang yang masih murung .


"Rey lu mikirin apaan sih dari tadi diem aja?" Tanya Ryan


"Apa lagi kalo bukan Sella, makanya jangan bikin cewe cemburu kepikiran kan lu" sindir Jemian


"Apa iya Sella cemburu ya?" Tanya Reyhan polos


"Gimana engga sih lu gandengan sama Clara tadi udah pasti cemburu lah" jawab Chandra


"Tinggal jelasin aja ke dia apa yang terjadi Rey" ucap Dimas memberi saran


"Jelasin apa toh tadi gua lepas ko gandengan tangan Clara" elak Reyhan


"Ya kalo gak gua senggol sih gak bakal di lepas" sindir Jemian lagi


"Terus gua musti gimana? Ribet banget dah, gua kan bapanya anak dia ngapain dia pake cemburu segala" kesal Reyhan


"Dasar bego, emang kayanya urat kepekaan lu udah putus, heh ya kalo cemburu mana ada mikir kesana" marah Chandra


"Jadi gua harus gimana ?" Tanya Reyhan lagi


"Mending lu temuin dia jelasin semuanya" sahut Dimas


"Yaudah gua mau pulang sekarang"


Reyhan mengambil jaketnya dan hendak keluar

__ADS_1


"Bentar lu jangan nyetir, gua pesenin layanan supir, lu abis minum barusan"


Dimas takut malah terjadi sesuatu jika dia berkendara apalagi dia minum alkohol.


Dimas memesankan layanan supir dan mengantarkan Reyhan ke parkiran.


"Tuh supirnya datemg, kalo ada apa apa kabarin gua, jangan bikin masalah" ucap Dimas sembari memberika topi pada Reyhan


Reyhan menangguk dan segera masuk kedalam mobil.


Cukup lama di perjalanan namun tak terasa Reyhan akhirnya sampai di rumah sakit, dia segera pergi keruangan Sella.


"Kamu belum tidur?" Tanya Reyhan yang melihat Sella yang menggendong Renza saat dia membuka pintu kamarnya.


"Kirain nginep di asrama" sindir Sella dengan nada dingin


"Kamu kenapa sih jutek banget?" Tanya Reyhan yang berjalan mendekati Sella


"Ish kamu mabuk, sana bersihin dulu diri kamu, jangan deket deket apalagi gendong Renza" omel Sella yang mencium bau alkohol dari tubuh Reyhan


Reyhan menghela nafas panjang dan menuruti perintah Sella dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia kali ini memilih untuk mengalah daripada membuat Sella semakin merajuk.


"Kenapa Renza tidur disini juga, terus gua tidur dimana?" Kesal Reyhan


"Sofa!!!" Sahut Sella yang ternyata belum terlelap


"Kamu marah sama aku?" Tanya Reyhan tapi tidak ada jawaban dari Sella


"Aku tau kamu belum tidur, kamu kenapa sih? Apa salah aku coba, kamu hamil lagi hah? Mood kamu kenapa jadi gini"


Sella langsung bangun dan menatap Reyhan tajam.


"Kamu emang gak pernah peka, kamu cowo ter rese tau gak" kesal Sella


"Apa lagi sih? Kalo kamu gak ngomong salah aku dimana ya mana aku tau kenapa" ucap Reyhan yang malah ikut kesal


"Udahlah kamu mending pergi aja lagi sana, pergi sama Clara sekalian" ucap Sella


"Ah gara gara itu, aku sama dia gak ada apa apa, dia yang duluan pegang tangan aku, aku sama sekali gak gubris dia ko" jelas Reyhan


"Terus aku peduli? Terserah kamu mau gimana gimana juga toh aku juga udah melahirkan, kamu tinggal urus surat cerai aja beres"

__ADS_1


Ucapan Sella membuat darah Reyhan semakin meninggi, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu, Reyhan jadi teringat dengan ucapan Geno, dia teringat lagi waktunya bersama Sella cuma tinggal sebentar.


"Maksud kamu apa? Aku gak suka kamu ngomong kaya gitu" ucap Reyhan, ekspresi wajahnya berubah jadi serius dan menurut Sella itu menakutkan.


"Itu bener kan, kamu yang ngomong gitu saat aku hamil, kamu mungkin bertahan cuma karna Renza kan? Kamu emang udah gak pernah punya perasaan lagi buat aku, bahkan kamu gak menepis semua rumor yang tersebar belakangan ini antara kamu sama Clara, jujur aja kamu sama Clara emang ada hubungan kan? Aku gak masalah ko, kalo kamu mau pergi pergi aja, aku bisa hidupin Renza sendiri" ucap Sella kali ini tangisnya tak bisa terbendung lagi


Sedangkan Reyhan berusaha mengontrol emosinya supaya tidak mengeluarkan kata kata kasar pada Sella, dia berjalan menuju sofa dan duduk disana menenangkan pikirannya.


Sella masih terisak dan dia tiba tiba berjalan menuju kamar mandi.


"Sella buka" teriak Reyhan yang khawatir karna Sella masuk kamar mandi tiba tiba


"Sella, kamu jangan lakuin aneh aneh, buka, ok aku salah, maaf cuma bisa buat kamu nangis, tapi aku beneran gak ada hubungan sama dia, kamu keluar sekarang, aku sayang sama kamu" ucap Reyhan


Sella yang mendengar ucapan Reyhan dari luar mencoba mempercayai ucapan laki laki itu dan membuka pintu.


"Maaf" ucap Reyhan yang tiba tiba memeluk Sella


"Lepas Rey"


Alih alih melepaskan pelukannya Reyhan malah mempereraatnya.


"Rey lepas kita bicara di sofa" ajak Sella


Sella berjalan terlebih dulu kearah sofa di ikuti Reyhan


"Aku minggu depan bakal lakuin rekaman, lagu pertama aku udah siap" ucap Sella


"Terus?" Tanya Reyhan bingung


"Kamu kalo mau cerai sama aku gak apa apa ko, Renza bisa aku urus sendiri, aku bakal cari pengasuh buat jaga dia selama aku kerja, kamu juga bisa publish hubungan kamu sama Clara"


"Kamu ngomong apa sih, aku sama dia gak ada apa apa, hubungan kita hanya sebatas rekan kerja, dan aku gak bakal cerain kamu, apapun yang terjadi aku bakal pertahanin hubungan kita, aku sayang sama kamu, sama Renza, kalo kamu mau kerja silahkan, aku gak bakal batasin kamu buat kejar karir kamu, soal Renza aku yang urus, dia bakal baik baik aja, kamu gak usah kgawatir, aku janji bakal setia sama kamu, maaf udah bikin kamu cemburu" jelas Reyhan


"Aku gak cemburu, aku biasa aja ko, lagi pula gak ada hak buat aku larang kamu deket sama wanita lain"


"Tentu aja kamu berhak larang aku, kamu istri aku, udah ya jangan bahas ini lagi, kamu tidur sana aku tidur disini"


Sella menuruti ucapan Reyhan hatinya lebih tenang sekarang dia kembali berbaring di sebelah Renza sementara Reyhan pikirannya berkecambuk, dia ingin egois untuk tetap bersama Sella juga anaknya tapi dia teringat ancaman Geno yang tentu saja Reyhan tau ancamannya buakan main main dia tidak bisa mengorbankan keluarganya.


Reyhan menghela nafas dan mencoba menenangkan pikirannya lalu menutup matanya untuk sejenak melupakan masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2