Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
17


__ADS_3

Matahari mulai menampakan dirinya Reyhan dan Jemian mulai terusik dari tidurnya karna omelan Chandra.


"Kenapa berisik banget sih ?" Tanya Reyhan kesal


"Iya, ini masih pagi Chan" keluh Jemian lalu menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya


"Bego lu pada, bangun atau gw siram kalian pake air es" ancam Chandra


"Ada apa sih Chan pagi pagi udah ribut aja" sahut Ryan yang baru selesai mandi dan hendak ke dapur


"Yan tau gak semalem dua bocah ini mabuk se isi asrama penuh sama bungkus camilan juga botol miras" oceh Chandra mengadu pada Ryan


"Ini bersih" ucap Ryan yang melihat ke sekelilingnya


"Ya udah gw beresin semalem, lu tau gimana reaksi bang Dimas kalo tau asrama berantakan, bisa mati kita, udah sekarang lu bantu gw bangunin dua bocah itu" jelas Chandra lalu menarik Ryan yang hendak melahap makanan nya ke arah kamar Reyhan dan Jemian


"Aish gw mau makan anjir, udah sih biarin aja tar juga bangun sendiri" kesal Ryan hendak berbalik namun Chandra menahannya


"Kita ada jadwal sore ini bego, liat pipi mereka berdua bengkak gitu mana bau alkohol, lu mau tar dapet masalah, cepet bantu bangunin mereka" omel Chandra


Dengan malas Ryan menuruti ucapan Chandra ia mulai mendekat kearah Reyhan dan Jemian namun bukannya membangunkan dia malah ikut berbaring di atas kasur


"Argh bisa gila gw lama lama, berasa ngurus tiga bocah nakal" kesal Chandra lalu meninggalkan kamar itu dan pergi ke arah dapur untuk sarapan


Tak lama kemudian Ryan pergi kearah dapur dengan Reyhan dan Jemian.


Wajah Chandra masih menunjukan ekspresi marah, Reyhan tau dia memang membuat kesalahan semalam dia lalu mendekati lelaki yang kini tengah melahap makannanya itu.


"Masih ngambek Chan?" Tanya Reyhan namun Chandra tidak menggubris ia memalingkan wajahnya ke arah lain


"Udah dong marah nya, iya gw sama Reyhan salah, maaf udah buat lu susah" ucap Jemian berharap Chandra segera memaafkan mereka


Namun Chandra masih memalingkan wajahnya dia masih kukuh dengan pendiriannya karna kesal dengan Jemian dan Reyhan


"Chan sorry, iya deh iya gw salah banget sama lu, gw traktir lu deh nanti" bujuk Reyhan


"Tau gak sih kalian berdua itu semalem kaya orang gila tau gak" omel Chandra


"Iya tau, sorry kita salah" ucap Reyhan menyesal


"Ada apa sih sama kalian hah? Kalo lagi ada masalah kita bicarain sama sama bukan malah mabuk mabukan kaya semalem, kalian tau kan hari ini kita ada jadwal live, lu juga Rey, gw tau lu lagi berduka, lu lagi banyak pikiran tapi gimanapun juga lu leader kita Rey dan kita ini keluarga kan, lu bisa ngomong sama gw jangan mabuk mabukan kaya semalem" ucap Chandra meluapkan semua kekesalannya


"Emang semalem kalian punya masalah apa sampe mabuk?" Tanya Ryan


"Sebenernya ini semua salah gw, gw yang ngajak Reyhan minum karna Reyhan lagi berduka, sorry" jelas Jemian


"Udah jangan di bahas lagi, gw minta maaf karna lakuin hal gila semalam dan ini bukan salah lu Jem, gw mau mandi sekarang" ucap Reyhan lalu pergi ke kamar mandi


Sedangkan di apartment Sella, Melisa sudah sibuk menyiapkan sarapan sejak dari pagi, dan sekarang dia sedang berada di depan kamar Jio dan Kenzo


"Kenzo, Jio bangun ayo sarapan dulu" ucap Melisa sembari mengetuk pintu kamar itu


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan menampakan pria berkulit putih dengan mata sembab


"Jio mana?" Tanya Melisa pada Kenzo


"Dia masih tidur, bentar lagi kayanya bangun, ka Sella gimana dia udah bangun?" Sahut Kenzo


"Dia masih tidur bentar lagi di bangunin, kamu ke meja makan duluan, jangan lupa bangunin Jio"


Kenzo hanya mengangguk meng iyakan ucapan Melisa


Kini Melisa membangunkan Juna yang teridur di sofa ruang tamu


"Jun bangun" ucap Melisa menggoyahkan tubuh Juna


"Ah iya udah pagi, Sella mana ? Udah di bangunin?" Tanya Juna yang baru tersadar dari tidurnya


"Ini mau di bangunin, semoga kali ini dia mau makan dan kondisinya membaik"


"Kenzo sama Jio gimana ? Mereka udah bangun?"


"Udah nanti juga kesini, gw bangunin Sella dulu" sahut Melisa di angguki Juna kemudian Melisa melangkahkan kakinya mendekati kamar Sella


Sella masih terbaring di kasurnya, matanya sembab dan air matanya masih sedikit membasahi matanya, Melisa merasa sangat sakit melihat kondisi Sella yang seperti ini, dia benar benar tidak sanggup lagi rasanya melihat gadis itu terus menangis, perlahan Melisa mendekati gadis itu dan duduk di tepian ranjang, Melisa menepuk pelan punggung Sella


"Sella bangun, kita makan dulu" ucap Melisa namun Sella tidak menggubris sama sekali


"Sella bangun" ucap Melisa lagi tapi masih belum ada jawaban dari Sella


Melisa kemudian meletakan tangannya di kening gadis itu dan ia sangat terkejut karna tubuh Sella sangat panas


"Sella lu panas banget" ucap Melisa panik


Melisa segera keluar dari kamar untuk mengambil kotak obat dan mencari thermometer


Di ruang makan sudah ada Juna, Kenzo dan Jio yang sedang makan, Melisa belum memberi tahu mereka karna takut malah mereka jadi semakin khawatir


"Mel mana Sella?" Tanya Juna


"Dia di dalam, nanti gw yang bakal bawain makan dia kedalam, kalian makan duluan aja" sahut Melisa lalu pergi ke ruang wardrobe dimana tempat Sella menyimpan obat obatannya


"Ka, ka Sella baik baik aja kan?" Tanya Kenzo yang melihat Melisa keruangan itu dan mengambil sesuatu


"Dia baik baik aja ko kalian makan aja"


Kenzo dan yang lainnya sebenarnya cukup khawatir dia takut jika terjadi sesuatu dengan Sella namun dia sekarang mencoba mempercayai Melisa karna tau Melisa pasti bisa menjaga Sella dengan baik.


Kini Melisa sudah berada di kamar Sella, dia langsung mengukur suhu tubuh Sella


"Sella kenapa panas banget, ini sampe 40drajat, kita harus kerumah sakit" ucap Melisa sembari hendak berjalan keluar memberi tau yang lain


Langkah Melisa terhenti saat akan bangkit dati duduknya, tangan Sella memegang erat baju Melisa


"Ada apa? Perlu sesuatu? Mau minum atau makan sesuatu?" Tanya Melisa kembali melangkah mundur mendekati Sella


"Jangan bawa gw ke rumah sakit, gw gak mau kesana" ucap Sella dengan suara serak dan pelan


"Tetep lu harus ke rumah sakit, badan lu panas banget, kali ini gw gak butuh persetujuan dari lu, pokonya lu musti ke rumah sakit" ucap Melisa lalu pergi ke luar mengabaikan panggilan Sella


Dia ruang tamu Juna, Kenzo dan Jio hanya teruduk diam, tidak ada suara apapun disana kecuali suara pelembab udara


Melisa mendekati ketiga pria itu dan langsung menjelaskan kondisi Sella


"Juna siapin mobil kita ke rumah sakit sekarang, badan Sella panas banget gw takut dia kenapa kenapa" jelas Melisa yang sontak membuat ketiga pria itu panik


Juna langsung pergi membawa kunci mobil sedangkan Jio dan Kenzo berlari ke kamar Sella


"Ka, kaka baik baik aja kan?" Tanya Kenzo


Sella hanya mengangguk mendengar ucapan adiknya itu


"Kalian tolong angkat Sella, Juna udah nunggu di bawah" suruh Melisa


Kenzo dan Jio mulai membopong tubug Sella dan membawanya keluar apartemen untuk dibawa kerumah sakit.


Mereka berjalan menuju lift dan menunggu pintu besi itu terbuka, namun saat terbuka yang pertama mereka lihat adalah Reyhan, iya Reyhan sengaja kesana, awalnya ia sangat tidak ingin menemui gadis itu namun dia sangat mengkhawatirkan kondisinya dan benar saja sesampainya disana dia malah melihat pemandangan yang tidak ingin iya harapkan


"Dia kenapa?" Tanya Reyhan melihat tubuh Sella yang di bopong kedua adiknya


"Dia demam, dan kamu ngapain kesini?" Tanya Melisa


"Aku hanya khawatir kondisi dia, kalo gitu aku aja yang bawa ke rumah sakit, aku bawa mobil" ucap Reyhan kemudian mengendong tubuh Sella sesampainya mereka di lantai satu dan memasukannya kedalam mobil Reyhan


"Cowo gila itu, dia bakal buat masalah lagi kalo kaya gini ceritanya" gerutu Melisa


Juna yang menunggu di depan gedung apartment bingung karna Melisa, Jio dan Kenzo datang tampa Sella


"Sella mana ?" Tanya Juna


"Dibawa Reyhan, cepet ikutin mobil dia, gila tuh orang, apa dia mau buat masalah" omel Melisa


Tampa banyak bertanya lagi Juna langsung mengikuti mobil Reyhan


25 menit berlalu mobil Reyhan berhenti di rumah sakit namun dia tidak langsung menurunkannya di UGD dia tau jika dia membawanya sendiri mungkin akan ada yang memotretnya dan menimbulkan masalah


Seperti biasa Reyhan sudah menghubungi seseorang untuk membantunya namun belum juga orang suruhan Reyhan datang Melisa, Juna, Kenzo dan Jio sudah lebih dulu menghampiri mobil Reyhan


Dengan cepat Jio dan Kenzo membawa Sella dan memanggil dokter untuk segera menangani kakanya itu


"Kamu bener bener udah gila Rey?" Tanya Melisa sembari masangkam topi pada pria itu lalu memberikannya masker


"Aku gak mau Sella kenapa kenapa" sahut Reyhan


"Dengan kamu kaya gini itu bakal bikin Sella kena masalah tau gak, argh apa kerjaan manager kamu sih sampe artisnya gak keurus gini" kesal Melisa


"Udah kalian jangan debat kita susul Jio sama Kenzo mereka udah bawa Sella kedalem" lerai Juna


"Awas kalo bikin masalah lagi" ancam Melusa pada Reyhan namun di abaikannya

__ADS_1


Melisa, Juna dan Reyhan mendekat kearah Kenzo dan Jio


"Sella udah di tangani?" Tanya Reyhan


"Udah barusan dokter juga baru masuk" ucap Kenzo


Reyhan dan Melisa terus mondar mandir di depan ruang tunggung karna khawatir dengan kondisi Sella sampai akhirnya dokter keluar ruangan itu


"Ma, gimana kondisi Sella?" Tanya Reyhan yang ternyata dokter yang menangani Sella adalah ibunya


"Dia cuma demam karna stres dan kurang tidur aja, dia udah  di beri obat penurun panas dan sebentar lagi juga demamnya reda" jelas Renata


"Syukurlah, apa boleh kita kedalam sekarang?" Tanya Melisa


"Tentu" sahut Renata


Kenzo langsung berlari ke arah ruangan Sella begitu pula dengan yang lainnya namun Reyhan yang hendak ikut masuk kedalam ditahan oleh ibunya


"Kita harus bicara" ucap Renata pada anaknya dengan tatapan serius


Reyhan tau pasti ada sesuatu yang penting, dia tidak bertanya apa apa lagi hanya mengikuti langkah ibunya itu


Reyhan memasuki ruangan ibunya lalu menutup pintu ber cat putih itu


"Duduk" suruh Renata


"Ada apa sih mah serius banget?" Tanya Reyhan bingung


"Apa yang kamu lakuin sama Sella?" Tanya Renata


"Apa? Kenapa? Aku gak lakuin apa apa,aku hanya ke apartment dia dan dia udah sakit, bukan salah aku, aku juga gak tau dia sakit sebelumnya, mama pikir aku ini apa dan-" jelas Reyhan namun dipotong ibunya


"Sella hamil" potong Renata


Reyhan langsung mematung mendengar ucapan ibunya itu


"Gak mungkin, mama gak bercanda kan?" Tanya Reyhan


"Ish, kamu ngeraguin mama hah? Mama dokter Rey" omel Renata pada anaknya itu


Reyhan langsung teringat kejadian kemarin Sella dan Geno, dia berpikir jika Geno dan Sella melakukan hal sejauh itu, Reyhan seketika mengepalkaan tangannya, apa yang di kandung Sella anaknya atau anak Geno karna dia juga ingat pernah melakukannya dengan gadis itu, kini Reyhan hanya bisa terdiam memikirkan banyak hal


"Rey jawab mama, itu anak kamu?" Tanya Renata


Reyhan masih terdiam dengan pertanyaan ibunya, kini dia malah memikirkan perkataan ayah Sella yang mengatakan hubungan antara Geno dan Sella, dia semakin yakin jika itu anak Geno bukan anaknya


"Reyhan Alaska, kamu denger mama gak" bentak Renata menyadarkan lamunan Reyhan


"Bukan ma" ucap Reyhan singkat lalu pergi dari ruangan ibunya itu tampa sepatah katapun


"Anak itu malah main kabur aja, tapi apa benar bukan" gumam Renata, dia masih penasaran, apa yang di kandung Sella itu cucunya atau bukan, namun dia sangat berharap itu cucunya dan Reyhan menikah dengan Sella namun dia tidak bisa berbuat apa apa sekarang


"Aku akan bertanya dengan Sella sendiri nanti saat dia mulai pulih" ucap Renata pada dirinya sendiri


Reyhan menuju kearah mobilnya lalu melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi, dia terus mengutuk keadaannya saat ini, dia benar benar merasa sangat hancur, seketika dia langsung memutar kemudinya dan berhenti di perhentian lalu menangis sejadi jadinya, dia terus memukuli setirnya dan mengumpat.


"Geno sialan, gw gak nyangka Sella bisa lakuin ini, gw kira lu bener bener serius sama gw, sialan kenapa cuma gw yang peduli sama hubungan ini, gw yang bodoh terlalu percaya" ucap Reyhan yang masih terisak, tak lama kemudian ponselnya berbunyi


Manager Reyhan mengirim pesan untuk segera pulang ke asrama, dengan cepat dia menghidupkan mesin mobilnya dan melaju ke asrama


Di rumah sakit Sella masih terbaring lemah dengan selang infus yang ada di tangan kirinya, dia kini hanya di temani Kenzo dan Jio karna Melisa ada sesuatu yang harus di urus di kantor dan Juna mengantarkannya


Tangan Sella perlahan bergerak, matanya sedikit demi sedikit terbuka


"Ka Sella baik baik aja? Kaka mau minum?" Tanya Jio


Sella mengangguk meng iyakan, Kenzo lalu mengambil gelas berisi air putih lalu membatu Sella untuk meminumnya.


"Udah Ken cukup" ucap Sella


Kenzo meletakan kembali gelas itu lalu duduk di dekat ranjang Sella


"Ka, lu jangan sakit gini, gw khawatir banget, gw beneran takut setengah mati pas bawa lu kesini" ucap Kenzo


"Cepet sembuh lagi ka, Jio takut kaka kenpa kenapa, Jio cuma punya kaka sama Kenzo, jangan buat Jio sendirian lagi" ucap Jio


"Kalian kenapa sih, gw gak mati, kalian tenang aja" sahut Sella


Ketika tengah asik berbincang seseorang mengetuk pintu kamar Sella dan membukanya perlahan


"Maaf mengganggu kalian" ucap orang itu yang ternyata Renata


Kenzo dan Jio beranjak dari duduknya da mempersilahkan Renata memeriksa Sella


"Tentu aja kan yang rawat aku dokter yang cantik" canda Sella


"Ah Sella sebelumnya maaf tapi ini hal yang harus kamu dan adik kamu ketahui, sebenarnya kamu sekarang-" ucapan Renata sejenak terhenti


"Kamu sekarang sedang hamil" sambung Renata sedikit ragu untuk mengatakannya


Mendengar ucapan Renata tentu membuat mereka semua tersentak tak terkecuali dengan Geno yang akan hendak masuk namun di urungkannya karna pernyataan dokter Renata


Langkah Geno terhenti dan berbalik, dia dari awal berniat untuk menjenguk gadis karna melihat berita yang baru saja ia lihat namun seketika niatnya ia urungkan dan pergi dari rumah sakit itu.


Sedangkan Sella langsung terdiam, dia tidak bisa mengatakan apaapun, bagai tersambar petir, bagaimana bisa dia hamil sekarang pikirnya


"Sella kalo boleh tau apa ini perbuatan Reyhan?" Tanya Renata canggung


Sella hanya bisa menangis dan mengangguk, Kenzo dan Jio yang mendengar itu tidak bisa berbuat apa apa, kali ini dia hanya perlu melindungi kakanya.


Renata menghela nafas panjang dengan jawaban Sella, ternyata benar ini memang perbuatan putranya.


Renata memeluk Sella dengan hangat, dia senang dengan fakta jika bayi yang di kandung Sella adalah calon cucunya namun disisi lain ia sedikit khawatir karna sepertinya Reyhan tidak menginginkan fakta ini.


Sedangkan Reyhan kini tengah merapihkan penaampilannya dan menenangkan dirinya sendiri lalu masuk ke sebuah gedung dimana asramanya berada


"Lama banget sih lu nyari makan juga"omel Ryan


"Sorry ban mobil gw bocor tadi" bohong Reyhan


"Bang Dimas udah nunggu nih dari tadi" sahut Chandra


"Iya iya maaf, sekarang bang Dimas nya kemana ko gak keliatan?" Tanya Reyhan yang tidak melihat keberadaan Managernya itu


"Dia lagi nyari Jemian, lu tau gak Jemian ternyata jadian sama Misya member sparkel" ucap Ryan


Reyhan sebenarnya sudah mengetahui jika Jemian menyukai Misya tapi di baru tau jika Jemian akan benar benar mengungkapkan perasaannya


"Kata siapa ? Hoax kali tuh gegara collab kemarin" ucap Reyhan


"Dia yang bilang barusan, dan pas bilang bang Dimas dateng jadi dia tau semuanya, bang Dimas marah dan Jemian pergi dari asrama kaga tau kemana" jelas Chandra


Reyhan tidak tau kalo sekarang masalahnya bertambah kacau seperti ini, belum beres masalah Sella dia harus di hadapkan dengan masalah anggota tim nya, Reyhan sekarang terduduk lemas sembari mengacak ngacak rambutnya prustasi


"Udah Rey gw yakin Jemian kali ini bakal balik di bujuk sama bang Dimas" ucap Ryan mencoba menenangkan


"Kita musti cari dia juga, ayo pergi pake mobil gw" ajak Reyhan


"Tapi tar bang Dimas marah lagi kalo kita juga ikut nyari" khawatir Chandra


"Coba telpon dulu bang Dimas deh Rey, gw takut kalo malah jadi nambah masalah" ucap Ryan yang ikut khawatir


Reyhan mendengarkan saran rekannya lalu menghubungi manager nya itu


"Gimana boleh?" Tanya Chandra setelah melihat Reyhan menutup telponnya


"Katanya iya tapi jangan sampai ketauan media, kita pake topi sama masker, ayo berangkat sekarang" jelas Reyhan


Chandra Ryan dan Reyhan bergegas betangkat untuk mencari Jemian, mereka mulai mencari di sekitaran asrama yang biasa lelaki itu kunjungi namun nihil mereka sama sekali tidak menemukan lelaki ber gigi kelinci itu.


"Rey kita cari ke cafe yang di ujung jalan, biasanya dia kalo lagi ada masalah selalu kesana kan" ajak Chandra


Reyhan lalu melajukan mobilnya dan pergi ke cafe yang tak jauh dari tempat itu, tapi lagi lagi mereka tidak bisa menemukan keberadaan Jemian


"Aish kemana lagi coba tuh orang pergi, biasanya dia selalu kesini kalo ada masalah" kesal Chandra


"Apa gw coba telpon dia lagi ya?" Tanya Reyhan


"Yakin berhasil? Kita dari tadi hubungi dia tapi sama sekali gak di angkat, cape banget gw hubungin dia" jelas Ryan


"Jemian kan gak tau gw udah balik asrama gw, kali aja di angkat" ucap Reyhan


Reyhan mulai menghubungi Jemian namun hanya ada nada sambungan biasa saja, Jemian benar benar tidak dapat di hubungi .


Satu jam berlalu mereka masih belum menemukan Jemian, pikiran Reyhan, Chandra dan Ryan sudah tidak bisa berpikir jernih lagi kali ini


"Apa dia lakuin hal nekat ya?" Tanya Chandra


"Maksud lu apa Chan?" Bingung Reyhan

__ADS_1


"Apa mungkin dia bunuh diri" celetuk Chandra yang sontak mendapat pukulan dari Reyhan dan Ryan


"Jangan aneh aneh deh lu Chan yakali Jemian se nekad itu" ucap Ryan


"Jaga mulut lu Chan jangan bikin gw panik" omel Reyhan


"Kan gw cuma ngutarain isi pikiran gw aja anjir kaga maksud apa apa, kali aja kan dia prustasi karna di bolehin ngejalin hubungan dan akhirnya dia bunuh diri" jelas Chandra


"Sialan lu Chan gw jadi ikut berpikiran aneh aneh nih" kesal Reyhan


"Tau nih ah kan gw juga ikutan over thinking Chan" sahut Ryan yang juga mulai gelisah


"Yaudah Rey kita ke danau biru aja cepet" ajak Chandra


"Why? Ngapain kesana? Mau mancing lu?" Bingung Reyhan


"Jangan bilang lu mikir Jemian lompat ke danau biru, lu bener bener ya Chan, udah jangan ngomong lagi lu mending mikir gimana caranya supaya Jemian bisa di hubungi dulu" kesal Ryan


"Kita ke tempat show, lu tau alamatnya dimana?" Tanya Reyhan


"Ngapain ? Acaranya masih 5 jam lagi, kita juga gak mungkin kesana tampa Jemian yang ada kita yang bakal di marahin bang Dimas" ucap Chandra


"Hari ini sparkel juga ada acara di tempat itu dan gw yakin Jemian kesana buat nemuin Misya" jelas Reyhan


"Darimana lu tau ?" Bingung Ryan


"Pengalaman pribadi sama Sella pasti" ledek Chandra


"Gak usah banyak ngomong, kasih tau gw dimana lokasinya" kesal Reyhan karna ucapan Chandra


"Di studio SBTV di gedung utamanya" jelas Chandra singkat


Reyhan langsung melajukan mobilnya dan memutar arah .


"Rey lu yakin mau kesana, disana pasti udah banyak fans, mati kita kalo ketauan cuma ada 3 member" ucap Ryan


"Kita lewat jalan lain, kalo gak salah ada pintu masuk yang memang diperuntukan buat artis tertentu supaya gak ketauan media sama fans" jelas Reyhan yang sudah mengetahui sutuasi disana karna beberapa tahun sebelum debut dia pernah mengantar Sella ketempat itu dan dia melewati pintu masuk lain untuk menghindari wartawan juga fans


Sekitar 15 menit di perjalanan dia sampai di gedung SBTV, Reyhan keluar dari mobilnya dengan mengenakan topi dan masker begitu juga dengan Chandra dan Ryan mereka mengenakan masker dan topi lalu mengikuti langkah Reyhan sembari sesekali melihat sekitar takut takut jika ada yang mengikuti mereka.


"Rey masih jauh pintu masuknya?" Tanya Chandra yang sedikit takut di ikuti seseorang


"Di depan dikit lagi, udah santai aja gak bakal ada apa apa" ucap Reyhan mencoba menenangkan Chandra


Setelah berjalan sedikit jauh Reyhan berhenti di sebuah tembok yang dipenuhi dengan tumbuhan merambat, tangannya meraba raba sesuatu disana .


"Rey lu ngapain sih tar ada ulet atau ular, lu nyari apaan" ucap Ryan yang bingung dengan perilaku temanya itu


"Udah diem aja, ah ketemu" ucap Reyhan dan menghentikan pergerakannya


Reyhan sedikit mendorong tembok yang dipenuhi tumbuhan merambat itu, dan ternyata itu adalah pintu masuk yang sedari tadi mereka cari.


"Wah, gw baru kali ini liat beginian" sahut Chandra yang terkejut dengan apa yang di lihatnya


"Ayo masuk" ajak Reyhan


Mereka mulai memasuki gedung itu, dan benar disana sangat sepi bahkan tidak ada penjaga sama sekali, Reyhan dan kedua membernya mulai mencari keberadaan Jemian dari sana.


"Kita kemana dulu nih?" Tanya Chandra


"Gimana kalo kita kedepan sana" ajak Ryan namun malah di toyor Chandra


"Bego lu, liat noh plangnya, itu pintu keluar utama, lu mau tar bertengger di akun fans lu lebih cepet dari seharusnya" omel Chandra


"Kita ketempat sparkel dulu, dan kira kira menurut lu ruangan mereka dimana?" Tanya Reyhan


"Bentar gw cek dulu mereka ada jadwal apaan disini" sahut Chandra yang langsung menghidupkan ponselnya


"Mereka di studio radio, Misya lagi jadi DJ di SBTV radio, sekarang acaranya masih di mulai dan kemungkinan kalo Jemian beneran disini berati dia ada di sekitar studio radio, tapi Rey disana pasti banyak fans sparkel, bisa habis kita kalo ketauan" jelas Chandra


"Kita pake baju biasa dan pake topi juga masker kita coba cari kesana, gw yakin gak bakal ada yang curiga" ucap Reyhan


"Serius nih gak bakal terjadi apa apa Rey?" Khawatir Ryan


"Iya, percaya sama gw, kita bakal baik baik aja dan secepetnya bisa temuin Jemian" ucap Reyhan


Akhirnya mereka bertiga berjalan kearah studio radio dan benar sudah banyak fans yang di dominan laki laki, namun ada satu orang yang membuat perhatian mata Ryan.


"Itu dia Rey" bisik Ryan yang melihat lelaki dengan ciri ciri mirip Jemian


Reyhan dan Chandra terus memperhatikan gerak gerik lelaki itu karna mereka tidak mungkin membuat keributan disana.


30 menit berlalu acara itu selesai dan fans perlahan meninggalkan tempat itu namun tidak dengan lelaki yang sedari tadi menjadi pusat perhatian Reyhan, Chandra dan Ryan


"Gimana nih? Sekarang aja apa ya kita sergap dia" ucap Ryan


"Jangan ngaco lu udah diem dulu" sahut Chandra sedangkan Reyhan hanya terus memperhatikan


"Gw cek itu dia atau bukan" ucap Reyhan


"Caranya?" Ucap Chandra dan Ryan bersamaan


Reyhan kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Jemian, dan benar saja ponsel orang yg di hadapannya langsung berdering, dengan yakin Chandra langsung menepuk bahu orang itu, ternyata benar dia Jemian, dan dia yang mengetahui keberadaan teman temannya berusaha akan lari tapu di tahan Chandr dan Ryan


"Jangan buat keributan disini, kita bicara di tempat lain" ucap Reyhan dan dipahami Jemian


Kini member Neo Star itu sudah berada di ruangan sepi mirip dengan sebuah gudang penyimpanan, mereka mulai meng introgasi Jemian


"Lu udah gila pake segala kabur, mana kaburnya ketempat gini, kalo sampe ketauan media bisa kacau kita" kesal Chandra


"Chan cukup, jangan omelin dia dulu kita gak tau apa alasannya, kita dengerin dia bicara dulu" lerai Reyhan


"Bener Chan tenang dulu" sahut Ryan


"Ok jadi ada apa? gw baru pulang dan tiba tiba Chandra sama Ryan bilang lu kabur karna ketauan bang Dimas kalo lu jadian sama Misya, itu bener?" Tanya Reyhan


"Gini Rey, gw gak terima sama keputusan bang Dimas, gw udah bilang gak bakal sampe bocor ke media, dan lagi sebenernya gw belum jadian sama Misya, itu alasan kenapa gw disini, gw mau tembak dia sekarang biar sekalian aja media tau" jelas Jemian yang sontak membuat Chandra naik darah


"Bego lu Jem, lu tau gak itu gak cuma ngancurin karir lu tapi karir kita juga, lu mikir gak sih, kita mati matian buat bisa sampe di titik ini dan lu mau rusak semuanya sekarang, yaudah lakuin apapun mau lu gw gak peduli" marah Chandra lalu memalingkan wajahnya


"Jem lu jangan gini, pikirin karir lu, ok gak masalah kalo lu suka sama dia dan mau ungkapin perasaan lu tapi kalo sampe kalian beneran punya hubungan jangan sampe siapapun tau kecuali kita, ngerti maksud gw kan ? Bentar lagi jadwal kita dimulai, kita harus hubungin bang Dimas" jelas Reyhan


"Tar kalo bang Dimas ngomelin gw lagi gimana Rey" ucap Jemian


"Bagus kalo di omelin biar mikir lebih panjang tuh otak lu" ucap Chandra yang masih kesal dan mendapat tatapan tajam dari Reyhan sedangkan Ryan hanya mendengus kesal karna pertikaian kedua membernya itu


"Udah deh Chan, tenang aja Jem soal bang Dimas gw yang atur, kita harus ruang tunggu dulu buat persiapan acaranya beberapa jam lagi cukup buat kita latihan, gw hubungin bang dimas sekarang"


Reyhan dan yang lainnya keluar dari tempat itu dan berjalan menuju ruang tunggu mereka, dan beberapa menit kemudian Dimas datang dengan wajah marah menghampiri mereka yang tengah duduk di ruangan mereka.


"Kalian bener bener bikin gw gila, terutama lu" ucap Dimas lalu menunjuk Jemian dan menghampirinya namun di halangi oleh Reyhan


"Rey minggir, gw harus kasih perhitungan sama tuh anak, lu tau gw nyari dia kemana mana dan tari lu bilang dia di tempat siaran sparkel?  Awas Rey gw musti sadarin dia" oceh Dimas


"Bang cukup bang, gw udah kasih dia perhitungan dan dia gak punya hubungan sama tuh member sparkel gw bisa jamin itu bang" jelas Reyhan


"Gimana bisa gw percaya, gw denger dia bilang jadian ko tadi"


"Itu cuma suka sesaat ko bang gw sebenernya belum jadian" ucap Jemian dengan kepala tertunduk


"Tuh kam bang denger dia bilang gak jadian mending abang beli kopi aja" bujuk Reyhan


"Rey dia bilang belum jadian bukan gak jadian berati nanti bakal jadian juga dong"


"Bang maksud Jemian itu gak jadian, udah bang tar ada yang denger"


"Argh, kali ini gw kasih kesempatan buat percaya sama kalian tapi lain kali habis kalian semua, yaudah gw pagil stylist kalian dulu, awas kalo ada yang kabur lagi" ucap Dimas lalu pergi dari ruangan itu


"Anjir hampir aja gw mati" ucap Jemian


"Makanya jangan cari perkara mulu, lama lama gw kick lu dari dunia" kesal Chandra


"Ish udah pusing gw" lerai Reyhan


"Inget ya gw gak mau ikut ikutan lagi kalo ada yang kaya gini lagi, serem banget tau kalo bang Dimas marah" ucap Ryan


"Udah ya kita lupain masalah hari ini, kita harus sukses di live, inget jangan bawa masalah ke kerjaan, kita bisa" ucap Reyhan berusaha mengembalikan semangat timnya


"Thanks Rey, dan sorry" ucap Jemian menyesal


"Udah santai aja, lupain masalah hari ini dan cukup berpikir untuk masa depan ok semangat"


"Yo semangatt" ucap Ryan dan Jemian


"Chandra ?" Panggil Reyhan


"Iya iya semangat" sahut Chandra dengan wajah yang masih kesal


Beberapa jam menunggu bersiap acara mereka akhirnya dimulai.

__ADS_1


Banyak fans yang berdatangan untuk mengaksikan penampilan mereka, melihat semangat para fans mereka tampa sadar melebarkan senyuman mereka, dan melupakan semua masalah di kehidupan pribadi ataupun masalah grup mereka, teriakan fans dan dukungan untuk mereka seolah mengembalikan kembali semangat dan tujuan kenapa mereka ada di titik ini sekarang, tampa sadar mereka ber empat berpegangan tangan saling menguatkan seolah memiliki pemikiran yang sama mereka saling bertatapan satu sama lain lalu menyapa para penggemar.


Acara dimulai dengan lancar, mereka menampilkan penampilan yang memukau para penggemar, dan diakhir acara tidak lupa mereka melakukan sesi pemotretan untuk di unggah di media sosial mereka .


__ADS_2