
Setelah semua selesai Sella kembali dibawa keruang VIP sedangkan Reyhan mengikuti dari belakang sembari menggendong anaknya.
Saat mereka keluar sudah banyak orang disana bahkan Melisa juga Juna sudah ada disana, tapi ada satu orang yang langsung menarik perhatian Reyhan, dia langsung meminta ibunya untuk membawa anaknya terlebih dahulu.
Reyhan berjalan menghampiri rekan dan juga adik iparnya.
"Gimana semua baik baik aja kan?" Tanya Melisa yang sangat penasaran
"Seperti yang kalian liat semuanya berjalan lancar, dia di bawa keruangannya sekarang untuk diberi perawatan, kalian bisa kesana, gw ada urusan sama seseorang" ucap Reyhan kemudian pandangannya tertuju pada pria berotot yang tengah duduk di lorong.
Semua orang langsung mengerti ucapan Reyhan mereka meninggalkan pria yang kini sudah menjadi seorang ayah itu menyelesaikan utusannya.
"Tau darimana Sella disini?" Tanya Reyhan tampa basa basi
"Apa lu perlu di ingetin lagi, sekarang 25% saham rumah sakit ini udah jadi milik bokap gua, gak ada yang gak gua ketahui tentang rumah sakit ini" sombong pria itu yang tak lain adalah Geno
"Terus mau apa kesini?"
"Jangan bilang lu lupa sama perjanjian kita dan apa gua harus ingetin lagi?"
"Sella baru aja melahirkan, anaknya masih butuh asi, dia juga masih perlu banyak waktu buat anaknya, apa lu gak punya hati mau pisahin dia sama anaknya hari ini juga?" Kesal Reyhan
"Ah, ok karna kita masih keluarga, dan gua juga mau berbaik hati, kali ini gua kasih waktu lu nikmatin dulu waktu sama Sella tapi gak lebih dari satu bulan, gua rasa itu cukup"
Mendengar ucapan Geno rasanya Reyhan ingin menghajar habis habisan pria itu, tangannya terkepal kuat menahan emosi.
Geno hanya mengeluarkan smirk nya karna reyhan terdiam tak menjawab sepatah katapun, Geno kemudian mendekat dan berbisik pada Reyhan
"Rey gua ingetin lagi sama lu, jangan main main sama gua, kali ini gua kasih kesempatan, kalo lu tiba tiba hianatin perjanjian ini lu tau kan akibatnya, gua bakal hancurin kehidupan anak lu juga bukan cuma kehidupan lu sama Sella, inget gua gak main main sama ucapan gua"
Reyhan sedikit mendorong tubuh kekar Geno dia berusaha mengontrol emosinya, Reyhan sangat ingin menyingkirkan Geno saat itu juga tapi dia sendiri bahkan tidak bisa berbuat apa apa karna ancaman Geno.
"Lu tenang aja, gua gak akan lupain janji gua, sekarang lu mending pergi sebelum kesabaran gua abis" ucap Reyhan
Kali ini Geno menuruti perkataan Reyhan, dia pergi sembari menepuk pelan bahu Reyhan.
Setelah kepergian Geno Reyhan duduk di kursi lorong, dia mencoba menjernihkan pikirannya, padahal hari ini adalah hari paling bahagia untuknya tapi gara gara kedatangan Geno semuanya runtuh begitu saja, dia mungkin bisa saja melawan Geno dan ayahnya tapi kali ini dia hanya perlu banyak uang, hanya itu satu satunya cara untuk mengalahkan Geno dan ayahnya.
"Rey kamu ngapain disini?" Tanya Jean yang baru sampai di rumah sakit karna perjalanan bisnis
__ADS_1
"Ah pah, Sella di ruangannya, udah baik baik aja ko" ucap Reyhan mengalihkan pembicaraan kemudian berdiri dan mendekati ayahnya
"Geno bilang apa?" Tanya Jean
"Gak ada, dia gak bilang apa apa" bohong Reyhan
"Papah ketemu dia di depan, kalian gak buat hal aneh aneh kan ?" Tanya Reyhan lagi
"Udah pah kita gak ngomongin apa apa, kita ketemu Sella sekarang ya" bujuk Reyhan agar ayahnya itu tidak terus membahas Geno yang malah membuat kepalanya semakin pusing
"Maaf karna papah kamu ikut terseret masalah ini, seandainya saham kemarin gak turun mungkin sebagian saham gak akan jadi milik Aliester"
"Pah tenang aja Rey pasti bantu beresin masalah ini, Rey bakal secepatnya pulihin semuanya" ucap Reyhan mencoba menenangkan ayahnya itu.
"Ayo keruangan istri kamu, papa mau liat cucu papa" sahut Jean
Reyhan dan Jean berjalan ke arah ruangan Sella, disana rekannya sedang menatap bayi mungil yang tengah terlelap di boxnya.
Sesampainya di ruangan teman dan rekan kerja Reyhan sedang mengobrol dengan Sella
"Loh mama mana ?" Tanya Reyhan yang tidak melihat keberadaan ibunya
"Gimana kondisi kamu?" Tanya Jean
"Aku udah baik baik aja pah"
"Kalian udah siapin nama buat anak kalian?" Tanya Chandra yang berdiri di dekat box bayi
"Reyhan udah siapin banyak nama dari lama, aku gak tau dia mau kasih yang mana"
Sella menjelaskannya sambil terkekeh dan melirik kearah Reyhan
Reyhan mendekati bayinya dan melihat bayi mungil itu dengan hangat.
"Renza Alaska, nama dia Renza Alaska" ucap Reyhan
"Nama yang bagus" ucap Melisa
Waktu berlalu hari sudah mulai sore member Reyhan sudah pulang terlebih dahulu kini hanya tinggal Melisa Juna dan kedua adik Sella yang ada di sana menemani Reyhan dan Sella sementara orang tua Reyhan sibuk karna pekerjaan.
__ADS_1
"Kayanya gua harus pulang sekarang deh" sahut Melisa yang melihat ponselnya
"Yaudah Mel lu pulang aja gua udah baik baik aja ko" balas Sella
"Kalo gitu ayo gua anter" Juna yang tengah asik bermain game dengan kedua adik Sella tiba tiba membuka suara
Melisa mengangguk dan berpamitan pada Sella begitu juga dengan Juna
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Hari sudah malam dan Sella masih terjaga karna Renza yang menangis
"Kamu tidur aja biar aku yang gendong Renza" ucap Reyhan
"Gak usah kamu aja yang tidur bukannya besok kamu ada jadwal, kamu tidur di ruangan sebelah aja sama Kenzo juga Jio biar gak kebangun lagi"
Sella sedikit khawatir dengan Reyhan karna terus terbangun mendengar tangisan Renza padahal ia harus bekerja pagi besok
"Sella aku udah biasa latihan sampe subuh terus paginya ada jadwal udah sini biar aku yang gendong kamu istirahat"
Reyhan mengambil alih Renza, dengan lembut Reyhan mengusap wajah mungil anaknya itu kemudian mengecupnya sembari tersenyum
"Makasih Rey" ucap Sella tiba tiba
"Hah? Kenapa tiba tiba bilang makasih ?" Bingung Reyhan
"Gak apa apa pengen aja bilang makasih"
"Udah tidur Renza juga udah mulai tidur"
Entah peraasaan apa yang kini Reyhan rasakan, disatu sisi dia sangat bahagia tapi disisi lain pikirannya terus memikirkan perkataan Geno, Reyhan sadar waktunya bersama Sella tidak lama lagi, dia harus menjauhi ibu dari anaknya itu untuk melindungi anak dan keluarganya.
"Kenapa kamu natap aku gitu sih?" Tanya Sella yang hendak terlelap namun merasa tidak nyaman karna tatapan sendu Reyhan
"Gak ada, aku cuma lagi mandangin bidadari" ucap Reyhan menggoda Sella
"Ish dasar, udah kamu istirahat Renza juga udah tidur tuh"
Reyhan berjalan ke arah box bayi dan meletakan bayi mungil itu perlahan, kemudian dia ikut berbaring di sebelah Sella sambil memeluk tubuh wanita itu sampai ia benar benar pergi ke alam mimpi.
__ADS_1