Rahasia Kehidupan Idol

Rahasia Kehidupan Idol
22


__ADS_3

Ke esokan harinya Melisa dan Juna sudah ada di apart Sella sejak pagi buta, Sella yang baru bangun tidur dan hendak kedapur sontak terkejut akan kehadiran dua orang itu.


“kalian ngapain ? ini perasaan masih jam 6 pagi, kita gak ada jadwal pagi kan Mel?” bingung Sella


“ah itu kita cuma mau ngajak sarapan di luar bareng aja” ucap Melisa yang sebenarnya berbohong


Tujuan utama mereka kesana sebenarnya untuk memastikan jika yang dikatakan Kenzo semalam tentang Sella hamil itu benar atau salah, namun karna gugup Melisa malah mengatakan hal lain


“gua lagi males sarapan, tar aja deh” sahut Sella yang kemudian berjalan ke arah meja dapur untuk mengambil minum


Melisa berdiri dan mendekati Sella, dia sedikit mengawasi gerak gerik gadis itu


Sella yang sedikit heran dengan tingkah Melisa dia akhirnya menatap kembali Melisa dengan tatapan bingung


“ada apa?” tanya Sella yang bingung dengan sikap Melisa hari ini


“gak ada, cuma pengen aja liatin lu”


“aneh banget sih, Jun dia tadi kepalanya terbentur sesuatu apa gimana, aneh banget” ucap Sella yang kemudian menjauhi Melisa dan duduk di sebelah Juna


“lu baik baik aja kan ? udah gak sakit perut ?” tanya Juna yang dibalas tatapan tajam Sella


“gua udah tau lu sakit tapi nyuruh Juna buat rahsiain kan?” ucap Melisa dengan nada menyindir karna melihat Sella seperti memberi kode kepada Juna


“gak gitu Mel, gua cuma takut lu khawatir sama kondisi gua” ucap Sella mencoba menjelaskan karna tau Melisa akan marah


“gua lebih khawatir kalo gua gak tau apa apa dan tiba tiba sakit lu tambah parah, lu ngerti gak sih? Jujur gua kecewa sama sikap lu yang akhir akhir ini berrubah, sekarang pokonya kalo ada apa apa cerita sama gua juga, kita bukan cuma rekan kerja Sella kita juga sahabat bahkan gua udah anggap lu keluarga gua sendiri, apa cuma gua yang ngerasa kaya gitu ?” ucap Melisa kesal


Sella yang sudah tidak bisa berkata kata lagi langsung memasang wajah menyesal dia menunduk lalu memeluk tubuh Melisa


“sorry gak bilang sama lu tentang sakit gua kemarin, gua kemarin cuma gak enak badan aja ko” jelas Sella berharap Melisa tidak marah kembali


“gua denger juga lu kemarin ngobrol sama Geno, apa dia ngancem lu lagi ?” tanya Melisa yang membuat Sella sedikit panik, Sella tidak mungkin menceritakan jika Geno mengancam tentang kehamilannya.


“dia cuma nyuruh buat gak batalin perjodohan kita aja gak lebih, dia gak mungin berani ngancam di tempat umum kaya gtu, yang ada dia bisa kena masalah” bohong Sella


Melisa sedikit tidak percaya dengan ucapan gadis itu tapi yang di ucapkan Sella cukup masuk akal, Melisa mencoba mempercainya, selebihnya dia akan mencari tau sendiri.


Di sisi lain Reyhan baru membuka matanya, di mencoba duduk lalu menghembuskan nafasnya kasar.


Reyhan mengambil ponselnya dan disitu sudah banyak panggilan tak terjawab dari ibunya, dia memang sengaja mematikan ponselnya semalaman karna terus terpikir akan Sella, tak bisa di pungkiri hati Reyhan memang masih untuk Sella, dia masih menyangi dan terus memikirkan gadis itu, namun egonya saja yang terlalu tinggi hingga dia tidak bisa berbuat apa apa selain diam.


Reyhan meninggalkan tempat tidurnya dan berjalan ke arah dapur sembari menelpon kembali ibunya namun nihil ibunya sama sekali tidak menjawab panggilannya.


“telpon siapa Rey ?” tanya Ryan yang sedang menyantap sarapannya


“nyokap gua, semalem telpon gak ke jawab gua udah tidur” jelas Reyhan sembari mengambil minum lalu berjalan menuju balkon sembari menghubungi kembali sang ibu namun masih juga tidak dijawab.


Pagi ini Reyhan mood nya semakin kacau, pertama dia yang terus masih memikirkan Sella dan hubungan Sella dengan Geno dan sekarang ibunya, Reyhan mengusap wajahnya kasar lalu kembali kedalam untuk menyimpan gelas.


“masih belum di jawab ?” tanya Ryan lagi yang masih menyantap sarapannya


“belum mungkin lagi sibuk atau lagi di jalan” sahut Reyhan


“siapa yang belum jawab ?” tanya Chandra yang menghampiri mereka


“nyokap Reyhan, ngomong ngomong Jemian mana?”


“di kamar mandi bentar lagi keluar” sahut Chandra


“kita cuma ada jadwal sore aja kan gak ada jadwal pagi atau siang ?” tanya Reyhan


“hem,kenapa mau pergi ? ijin dulu sama bang Dimas tar di omelin lagi kalo gak ijin” ucap Jemian yang baru saja keluar dari kamar mandi


“gua mau ketemu nyokap bentar kayanya ada hal penting dari tadi gua telpon gak di angkat terus” jelas Reyhan


“yaudah bilang dulu sama bang Dimas, dan jangan lama lama” ucap Chandra memperingatkan


Reyhan hanya mengangguki ucapan Chandra lalu pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit berlalu Reyhan sudah rapi dengan celana jeans dan kaos putih tak lupa dia memakai jaket yang berwarna senada dengan celananya.


“gua pergi dulu ya, udah bilang ke bang Dimas ko” ucap Reyhan sembari mengikat tali sepatunya


Teman temannya hanya berdehem meng iyakan ucapan Reyhan.


Kini Reyhan sudah berada di rumah sakit ibunya bekerja, sepertibiasa dia mengenakan topi dan masker untuk menutupi identitasnya, sesekali dia melihat kesekitar takutnya ada yang membututinya dan akan menimbulkan masalah.


Reyhan terus berjalan masuk kedalam rumah sakit lalu menaiki lift dan naik kelantai atas tempat ruangan ibunya berada.


Ssampainya di ruangan atas perlahan Reyhan mengetuk pintu berwarna putih senada dengan warna seluruh dinding disana lalu membuka pintu itu, namun tidak ada siapapun disana, pikirnya mungkin ibunya sedang ada pasien, dia memilih duduk di kursi kerja ibunya.


Di tempat lain Sella tengah bersiap akan pergi ke suatu tempat, dia bahkan sampai berbohong pada managernya agar di ijinkan pergi sendiri, dia kini sudah rapih dengan dress putih se lutut juga sepatu berwarna senada


Sella keluar dari apartnya menuju kemobilnya, dia melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang, tak lama dia berkendara dia sudah sampai di tempat tujuan lalu berjalan ke arah sebuah ruangan, dia mengetuk pintu itu


“masuk” ucap seseorang dari dalam ruangan itu


Sella membuka pintu itu lalu masuk dan menutup pintu itu perlahan, namun betapa terkejutnya dia,ternyata yang ada di ruangan itu bukan orang yang akan di temuinya, tubuhnya mematung rasanya ia ingin mengumpat dan mengeluarkan semua kekesalan dalam hatinya pada orang yang kini ada di hadapannya yang tak lain adalah Reyhan.


Begitu juga Reyhan ia juga terkejut dengan kehadiran Sella di hadapannya, dia memang ingin bertemu dengan gadis itu dia memang sudah sangat merindukan Sella namun lagi lagi dia hanya bisa memendam semuanya karna ke egoisannya sendiri.


Sella berjalan perlahan mendekati Reyhan airmatanya tak disadari mengalir melewati pipi mulusnya, dia terus manatap lekat lelaki di hadapannya.


“kenapa kamu gak pernah angkat telpon aku ?” tanya Sella tiba tiba


Reyhan masih terdiam mendengar pertanyaan itu, dia memalingkan wajahnya ketika bayangan kejadian Sella dan Geno mulai berputar kembali di ingataannya, sekuat tenaga Reyhan menahan emosinya, dia lalu berdiri dan hendak meninggalkan ruangan itu tapi lengannya ditahan Sella.


“aku mau jelain semuanya tentang aku sama Geno, kita gak punya hubungan apa apa” ucap Sella seolah tau apa yang akan Reyhan tanyakan tapi Reyhan mengabaikan gadis itu, semakin Sella membahasnya rasanya malah semakin sakit, Reyhan menghempaskan tangan gadis itu lalu keluar dari sana, meninggalkan Sella yang masih terisak.


“Rey, kamu mama hubungi gak di jawab sekarang udah disini malah mau pergi, masuk kedalam dulu mama mau bicara” ucap Renata pada putranya itu


“nanti aku kesini lagi, atau kita bicara di telpo aja aku harus pergi ada jadwal hari ini” ucap Reyhan singkat lalu pergi meninggalkan ibunya, Renata hanya bisa mendengus kesal melihat sikap anak satu satunya itu kemudian masuk ke ruangannya.


Melihat Sella yang tengah terisak sembari berjongkok di ruanganya membuat Renata terkejut lalu menghampiri gadis itu dan memeluknya dengan hangat, tentu Renata tau jika ini perbuatan putranya.


“apa yang Reyhan katakan ?” tanya Renata sembari mencoba menenangkan Sella agar berhenti menangi namun Sella hanya menggelengkan kepalanya kemudian membalas pelukan Renata


“mama yang akan bicara sama Reyhan, kamu jangan khawatir ok” ucap Renata menenangkan Sella lalu membantunya bangkit dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu, Renata berjalan ke arah mejan panjang yang terdapat beberapa gelas dan minuman.


“tenangin diri kamu dulu, dan minum dulu, maafin mama yang gak bisa berbuat apa apa” ucap Renata


Tentu saja dokter cantik itu sangat kecewa pada putranya, bagaimana bisa dia lari dari tanggung jawab seperti ini, Renata menghela nafasnya dan mengusap air matanya sendiri yang tak ia sadari sudah lolos dari mata indahnya.


Sella perlahan mulai tenang, dia mencoba mengatur nafasnya dan mengumpulkan segala kewarasannya


“maaf Sella malah kaya gini” ucap Sella pada Renata


“ini bukan salah kamu sayang, mama yang harus minta maaf karna tidak bisa berbuat apa apa”


Sella hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan ibu dari Reyhan itu, dia tidak tau harus bekata apa lagi


“kamu mau di periksa sekarang ? bagaimana kondisi kamu akhir akhir ini?” tanya Renata berusaha membahas hal lain


“aku baik baik aja cuma akhir akhir ini sering mual dan sering keram” ucap Sella menjelakan kondisinya


“itu memang normal terjadi, mama nanti resepkan obat dan vitamin, dan jangan lupa istirahat yang teratur jangan terlalu kecapean dan stres” ucap Renata yang memang meng khawatirkan kondisi Sella, dia tau Sella pasti sangat tertekan dengan kondisi ini.


“kayanya Sella harus pergi sekarang soalnya ada jadwal sebentar lagi” ucap Sella hendak berpamitan


Renata hanya tersenyum dan menatap Sella lalu berjalan ke arah mejanya menuliskan sesuatu di sebuah kertas kecil


“ini resep obat dan vitamin yang harus kamu minum, dan ini jangan lupa kamu minum, ini susu ibu hamil, supaya kamu dan bayi kamu makin sehat” ucap Renata sembari memberikan sebuah tas dan kertas kecil pada Sella


“terimakasih padahal gak perlu repot repot sampe beliin susu segala” sahut Sella yang tidak enak karena merasa merepotkan Renata


“kamu itu sekarang tanggung jawab keluarga Alaska juga, gak perlu berkata seperti itu”


Deg…..


Rasanya hati Sella terenyuh dengan ucapan Renata, andai Reyhan bisa sepengertian ibunya mungkin dia akan menjadi wanita yang paling bahagia


Sella lalu tersenyum pada Renata dan berpamitan dari sana.


Sella memasuki lift dan menekan tombol lantai satu, sesampainya dia di lantai satu dia sedikit melihat sekitar memastikan tidak ada yang mengikutinya, tapi baru saja dia akan keluar dari sana ponselnya tiba tiba berbunyi.


Sella bergegas menuju mobilnya untuk mengangkat telpon yang ternyata dari Geno

__ADS_1


“ada apa ?” tanya Sella sedikit merasa takut jika Geno akan mengancam atau bahkan mengatakan hal yang mengerikan untuk Sella


“hari ini kita akan bertemu di studio pemotretan lagi, aku harap kamu mau bertemu dan bicara denganku sebentar” ucap Geno


Sella benar benar tidak tau harus menjawab apa, dia tau pasti jika Geno akan melakukan hal gila jika Sella menolak permintaannya, tapi di pemotretan kali ini dia juga pasti akan bertemu Reyhan secara mereka model dari brand yang sama.


“kenapa kamu hanya diam ? apa kamu tidak mau ?” gertak Geno


“maaf tadi aku tidak fokus, ya tentu saja aku mau, sampai bertemu disana” elak Sella lalu mematikan telponnya


Disisi lain Geno tersenyum puas penuh kemenangan, dia akan membuat Reyhan tidak fokus di pemotretan kali ini dan tentunya itu akan membuat Reyhan mendapatkan masalah, Geno memang sudah merencanakan hal ini, dia sangatbenci ketika Reyhan terus di puji staff disana, dan ini kesempatan bagus untuk meruntuhkan citra baik Reyhan, itu pikirnya.


Sella melajukan mobilnya untuk menemui managernya yang kini sedang makan dengan Juna di tempat makan yang biasa mereka kunjungi.


Sekitar 10 menit Sella sampai di tempat makan itu, Melisa dan Juna yang melihat kedatangan Sella langsung melambaikan tangan ke arah gadis cantik itu.


“dari mana sih sebenernya, kenapa kita gak boleh ikut?” tanya Melisa yang penasaran


“Cuma ke suatu tempat bentar, ngomong ngomong jadwal pemotretan jadi siang ini ?” ucap Sella berusaha mengalihkan pembicaraan


“jadi nanti jam 3, katanya lagi ada sedikit masalah” jawab Melisa singkat


Sementara Sella sedang menikmati makanya, Reyhan kini sudah kembali di asrama dia terus diam memikirkan perkatan Sella.


“bro kenapa ada masalah?” tanya Chandra yang sadar jika temannya itu terus terdiam semenjak pulang menemui ibunya


“gak ada, gua cuma mikirin comeback kita” bohong Reyhan


“masih 1 bulan lagi, tenang aja semuanya bakal berjalan baik, gak perlu banyak di pikirin kitaa pasti bisa” ucap Chandra


Reyhan hanya menghela nafas dan tersenyum sembari menatap Chandra


“ini udah siang bukannya lu mau pemotretan ya?” tanya Chandra lagi


“di undur jadi jam tiga” jawab Reyhan singkat


Haechan hanya ber ‘oh’ ria lalu pergi meningalkan Reyhan sendirian.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Kini Sella sudah berada di studio pemotretan, dia terus memikirkan perkataan Geno yang ingin bertemu dengannya, Sella tidak bisa tenang dan itu malah membuat perutnya sakit , Melisa yang menyadari Sella kesakitan langsung mendekati gadis itu.


“Sella, kamu gak apa apa?” tanya Melisa khawatir


Sella hanya menggelengkan kepalanya meng isyaratkan jika dia tidak apa apa tapi Melisa tau Sella dalam kondisi yang tidak baik, dia menyuruh staff lain keluar dari ruangan itu, dia benar benar harus jujur pada Sella jika dia dan Juna mengetahui kehamilan Sella.


Semua orang kini sudah keluar dari ruangan itu menyisakan Melisa dan Sella yang masih memegang perutnya, Melisa bergegas mengunci pintu lalu mendekati Sella kembali.


“minum ini” suruh Melisa memberikan sebuah obat yang memang ada di tas Sella


Sella sedikit bingung dan anrh dengan sikap Melisa, tapi dia urung bertanya karna perutnya terlalu sakit, dia hanya mengambil obat itu lalu segera meminumnya.


“gua sama Juna udah tau soal kondisi lu” ucap Melisa berhati hati takutnya ada yang menguping pembicaraan mereka


“maksud lu ?” bingung Sella


“Kenzo udah cerita semuanya, lu kenapa gak bilang sih, gua gak bakal marah sama lu gua yang salah harusnya gua bisa cegah ini terjadi” ucap Melisa yang tampa sadar sudah meneteskan airmatanya.


“sorry Mel” hanya itu yang bisa keluar dari mulut Sella dia tidak tau musti berbuat apa, airmatanya ikut mengalir


Melisa langsung memuluk tubuh Sella, dia mencoba menenangkan gadis itu, Melisa tau pasti ini sangat berat tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa.


“lu masih kuat buat pemotretan kan? Kalo gak kuat gua cari cara buat pemotretan lu di tunda” ucap Melisa setelah melihat Sella cukup tenang


“gua bisa ko, udah gak apa apa”


Melisa membantu Sella menghapus airmatanya lalu memanggil MUA dan yang lainnya untuk kembali masuk, pandangan Melisa tidak bisa lepas dari Sella, dia takut jika gadis itu merasakan sakit lagi.


Beberapa menit berlalu, Sella selesai di make up dan mengganti pakaian, dia sedng menunggu giliran untuk dipotret namun pandangannya tak sengaja meihat Reyhan, dia langsung mendekati lelaki itu dan membawanya ke tempat sepi


Reyhan yang terkejut hanya mengikuti kemana gadis ituakan membawanya.


“Rey, please dengerin penjelasan aku, saat di apart itu aku dan Geno tidak melakukan apapun, dia mengancamku, aku berkata jujur Rey, dan aku sebenarnya sedang hamil, mungkin kamu juga tau, pasti mama kamu juga kasih tau itu kan” jelas Sella


Reyhan hanya terdiam dan mengalihkan pandangan mendengarkan penjelasan Sella, dia sangat ingin percaya tapi hal yang sudah ia lihat terus menguatkan keyakinannya jika semua ucapan Sella hanya omong kosong.


“aku tunggu pembuktiannya” hanya itu ucapan yang keluar dari mutut Reyhan, lelaki itu lalu pergi meninggalkan Sella.


Sella kembali lagi ketempat dia pemotretan, dia langsung mengambil sikap pose untuk segera di potret, jepretan dan kilatan lampu kamera mulai riuh memenuhi ruangan itu, begitu juga Sella dia terus berganti pose untuk memberikan hasil terbaik, sejenak dia melupkan semua masalah dan kesakitannya, senyumannya terukir manis dari bibir tipis dengan lipstick berwarna peach itu.


Melisa yang berdiri tidak jauh dari sana mengawasi setiap gerakan Sella, dia sangat kagum dengan sikap profesional Sella, tapi saat itu juga hatinya sedikit sakit karna dia tau Sella menutupi banyak hal yang mungkin orang lain tidak bisa se kuat dia, Melisa tersenyum tapi matanya malah menangis.


“ini !” ucap seorang pria bertubuh tinggi memberikan sebuah saputangan pada Melisa


“Dimas?!” ucap Melisa terkejut dengan kehadiran manager Neo Star itu


“apa lagi ada masalah ?” tanya Dimas lagi sambil terus menyodorkan saputangannya


Melisa mengambil saputangan itu dan menjawab pertanyaan Dimas dengan gelengan kepala


“kamu masih punya hutang, nannti malam ayo makan malam, tempatnya nanti aku kirim” ucap Dimas lalu meninggalkan Melisa dengan segala kebingungannya


“aku kamu ?” ucap Melisa pelan kemudian tersenyum dan kembali mengawasi Sella.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Pemotretan berakhir ukup cepat Sella langsung berganti pakaian dan bersiap pulang karna Melisa dan Juna sudah menunggunya di mobil, selain itu juga Sella berusaha menghindar dari Geno namun takdir sepertinya tidak memihak Sella hari ini, tepat setelah dia akan keluar ruangan Geno sudah menunggu gadis itu.


“aku kira kamu tidak melupakan jajnji kita” ucap Geno


“sebenarnya ada apa ? kenapa kamu meminta untuk bertemu ?” tanya Sella sedikit merasa takut


“kita bicara di dalam, gak ada orang kan ?” sahut Geno kemudian membawa Sella masuk keruangan yang memang sudah di tinggalkan staff dan yang lainnya


“aku cuma mau kita pacaran, atau lebih bagus kita menikah, kamu gak mungkin kan membesarkan anak itu tampa ayah” ucap Geno tiba tiba


Sella berdengus kesal dengan pernyataan Geno, sepertinya laki laki di depannya ini memang sudah tidak waras pikir Sella


“kamu gak waras ? dia punya ayah dan itu bukan kamu, maaf aku gak bisa kabulin permintaan kamu” ucap Sella yang langung akan keluar namun di cegah Geno


“yakin ayahnya mengakui?”


Sella langsung mematung mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut lelaki berengsek itu


“Sella dia bahkan gak peduli sama kamu”


“tapi terserah sih kalo kamu gak mau aku juga sudah gatal untuk bilang ke semua orang kalo kamu hamil anak Reyhan”


“pasti media bakal rame banget, dan itu jadi keuntungan buat aku, kamu tau kan satu bulan lagi Neo Star comeback,ini bakal jadi berita besar” ancam Geno


Rasanya Sella ingin merobek mulut Geno dia sangat marah dengan setiap ucapan yang Geno lontarkan, dia terdiam sejenak dan berusaha mengontrol emosinya.


“jangan sekali kali kamu libatin Reyhan” ucap Sella kesal


“aku gak main main sama ucapanku Sella, aku cuma minta buat kita pacaran aja udah itu doang”


Sella menghela nafas panjang lalu keluar dari ruangan itu tampa sepatah katapun tapi sialnya dia malah melihat Reyhan yang tepat di hadapannya, seketika itu juga Geno ikut keluar dari ruangan itu.


Mata Reyhan terus melihat Sella dan Geno bergantian seolah bertanya apa yang sedang terjadi


“Rey, kita-“ belum juga Sella ingin menjelaskan Geno sudah memeluk tubuh Sella dari samping


“kita pacaran” ucap Geno enteng


“oh, selamat” ucap Reyhan kemudian pergi meninggalkan Geno dan Sella


Sella yang masih tidak percaya dengan apa yang Geno ucapkan hanya bisa menatap pria itu kesal, seddangkan Geno tersenyum penuh kemenangan di depan Sella


“Geno, kamu keterlaluan banget tau ga” marah Sella lalu pergi dari sana mencoba mengejar Reyhan namun pria itu sudah tidak ada disana, Sella memutuskan segera pulang dan memikirkannya lagi nanti karna Melisa sudah mengirim pesan pada Sella.


Sella berjalan ke arah mobil dan Juna langsung menghampiri Sella karna takut di kerumuni fans juga media.


“lama banget” kesal Melisa kepada Sella yang baru saja memdaratkan bokongnya


“sorry ada seuatu tadi”


Melisa langsung memasang tatapan menyelidik kearah gadis itu

__ADS_1


“apaan sih ?” omel Sella karna Melisa menatapnya aneh


Sementara Juna hanya mengawasi dari spion ambil melajukan moilnya


“tadi lu ngobrol sama Reyhan ?” tanya Melisa tiba tiba


“engga tuh, kenapa?” jawab Sella bohong


“jadi apa rencana lu setelah ini ?” tanya Melisa lagi


“apalagi yang apa? Gua tinggal lanjutin hidup gua” jawab Sella dengan santai


“gila lu, perut lu bakal makin gede, sekarang udah lima bulan kan, badan lu aja udah keliatan melebar” oceh Melisa yang tidak mengerti dengan isi pikiran Sella


Sella hanya terdiam wajahnya terus ia palingkan menghindari tatapan Melis


“yang di ucapin Melisa bener, lu musti pikirin dari sekarang”


“ya terus gua musti apa ? gua musti gimana Mel, Jun, kalian pikir gua gak mikirin apa apa? Gua juga stres, gua gak tau musti gimana lagi” tangis Sella seketika pecah


Melisa langsung memeluk gadis itu dan tampa sadar dia juga ikut menangis.


“lu yakin mau pertahanin bayi lu?” tanya Juna


“kenapa? Lu mau nyuruh gua gugurin anak gua hah? Gila lu, tentu aja gua bakal pertahanin” jawab Sella yang masih terisak sambil memegang perutnya


“kayanya untuk sementara waktu gua gak bakal terima job lu dulu, kita harus nunggu dulu sampe anak lu lahir, gua takut media akan tau dan masalahnya tambah besar” ucap Melisa yang hanya di angguki Sella


Sebenarnya Sella lebih khawatir dengan Reyhan, dia takut Geno akan melakukan hal lebih gila pada Reyhan, tapi dia tidak bisa menceritakannya pada Melisa, dia masih takut untuk menceritakan hal ini.


Beberapa menit berlalu mereka akhirnya sampai di apart Sella, Juna dan Melisa mengantarkan Sella sampai gadis itu benar benar masuk apartementnya, mereka tidak mau jika Sella melakukan hal gila lainnya.


Sella langsung memasuki kamarnya dan mencoba menghubungi Reyhan namun lagi lagi tak ada jawaban, dan akhirnya dia memutuskan untuk mencoba mengirim pesan dan berharap semoga Reyhan sedang dalam kondisi baik dan bisa menghubunginya setelah melihat pesannya.


Menunggu dan menunggu itu yang saat ini Sella lakukan tapi tak ada notifikasi apapun dari lelaki brnama Reyhan Alaska itu, Sella semakin prustasi dengan situasi kali ini apalagi kejadian tadi sore yang hampir membuat jantungnya copot.


Sementara Sella yang masih memikirkan hubungannya Melisa kini sudah berada di sebuah restoran dengan seorang pria tampan .


“makasih udah mau dateng” ucap pria itu yang tak lain adalah Dimas


“aku bukan orang yang suka mengingkari janji tenang aja” sahut Melisa sembari menyantap makanannya


Suasananya seketika canggung kembali, mereka hanya sibuk dengan makanan mereka, bahkan tidak ada yang berani menatap satu sama lain.


“oh iya bulan depan Neo Star comeback dan tim produksi lagi nyari pemeran wanita buat di MV, aku liat ada Sella juga di daftarnya, kamu udah tau itu ?” tanya Dimas mencoba mencairkan kecanggungan mereka


“aku belum dapet laporan apa apa, aku juga gak yakin Sella bersedia, kondisi kesehatan dia kurang baik akhir akhir ini” jelas Melisa


“em, lalu gimana kalo sama kondisi kamu?”


Pertanyaan Dimas membuat Melisa sedikit terkejut, bagaimana dia tiba tiba bertanya kondisinya setelah membahas pekerjaan


“ah em aku baik, kamu sendiri gimana?” tanya Melisa mencoba untuk tidak canggung


“aku juga baik, apa kita seperti agak canggung ?” ucap Dimas membuat Melisa kehilangan kata katanya


Melisa langsung menenggak minumannya dan melihat kearah lain


“abis ini kamu mau kemana?” tanya Dimas mengalkan pembicaraan dan kecanggungannya


“gak kemana mana sih, emang kenapa?” jawab Melisa


“gak apa apa sih cuma tanya aja” jawab Dimas dam mereka kembali ke mode diam hingga makanan mereka benar benar habis.


Setelah selesai makan malam mereka langsung pulang dan Dimas mengantarkan Melisa, sebenarnya Melisa menolak tawaran itu namun Dimas terus memaksa


“padahal aku bisa naik taksi” ucap Melisa


“aku gak mungkin biarin kamu pulang sendirian apalagi ini udah malem, tenang aja aku gak bakal culik kamu ko” ucap Dimas sembari matanya fokus menatap jalanan


Suasana di dalam mobil kembali canggung, hanya ada suara musik yang sengaja Dimas putar supaya tidak terlalu sepi, namun tetap saja suasananya masih sangat sepi tampa ada siapapun yang membuka percakapan sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah Melisa


“makasih tumpangannya” ucap Melisa sebelum keluar dari mobil


“gak usah terimakasih, yaudah aku duluan” ucap Dimas kemudian melajukan mobillnya


Di tempat lain Sella masih terus menunggu notifikasi dari Reyhan tapi masih belum ada satupun pemberitahuan masuk ke ponselnya


“dia kenapa sensitif banget sih, padahal apa salahnya dengerin penjelasan orang bentar” omel Sella sambil menatap layar ponselnya


“ngomelin siapa?” tanya Kenzo yang sedang menonton tv dengan Jio melihat kakanya keluar kamar sambil mengoceh


“bukan apa apa, eh iya kenapa lu ngasih tau kehamilan gua sama Melisa juga Juna ?” tanya Sella yang kini wajahnya berubah ke mode introgasi


Jio yang mendengar pertanyaan Sella sedikit terkejut, bagaimana bisa Kenzo membongkar rahasia kakanya walau itu dengan sahabatnya tapi pikir Jio itu tidak seharusnya dia lakukan.


Mata Kenzo seketika melihat ke arah lain menghindari pandangan Sella


“sorry gua gak tahan liat lu sering stres karna Reyhan” jawab Kenzo jujur tapi matanya masih enggan menatap mata sang kaka


“jangan sampe lu gegabah lagi, kali ini gua maafin tapi kalo sampe lu nekat temuin Reyhan gua hajar lu” ancam Sella


Sella kembali lagi ke kamarnya meninggalkan Jio dan Kenzo yang masih menonton tv.


Beberapa saat kemudian Sella mempunyai ide gila yang terbesit di kepalanya.


Dia terus menatap layar ponselnya mencari nama seseorang.


“halo” ucap Sella pada seseorang di balik telpon


“iya? Ini Sella?” tanya seseorang itu


“iya ini aku, maaf mengganggu malam malam, apa boleh tanya sesuatu?”


“cari Reyhan ya ?” tanya Chandra seolah bisa membaca pikiran Sella tapi semua orang juga pasti bisa menebak itu.


“ah iya maaf kalo mengganggu” ucap Sella


“aku lagi santai ko, tapi maaf Reyhan sejak beres jadwal hari ini pulang ke rumah orang tuanya karna sedang ada masalah, katanya untuk sementara waktu dia mau tinggal di rumah orang tuanya” jelas Chandra


“ah gitu, makasih infonya, sekali lagi maaf udah ganggu waktu istirahatnya” ucap Sella lalu memutuskan sambungannya


Di asrama Neo Star Chandra mulai heboh memberi tahu Jemian dan Ryan jika dia di hubungi Sella


“Reyhan kayanya emang ada maslah keluarga serius deh” ucap Chandra


“kenapa emang?” tanya Ryan yang sedang main game dengan Jemian


“Sella barusan telpon gua tanyain Reyhan, tapi anehnya kenapa Sella gak tau Reyhan di rumahnya, bukannya rumah mereka tetanggaan, apa Reyhan kabur” uap Chandra yang langsund di hadiahi lemparan bantal Jemian


“Sella udah pindah rumah, lu gak baca berita? Kalo soal Rey, kayanya emang dia lagi ada masalah serius makanya akhir akhir ini banyak ngelamun, dia juga pernah bilang ke gua kalo lagi mikirin comeback kita juga, makanya kalian jangan nambah masalah, terutama lu Jem, kasian Rey” ucap Ryan


Ryan dan Jemian kembali melanjutkan aktifitas mereka sedangkan Chandra memilih untuk tidur.


Di rumah Reyhan dia sedang ber adu argumen dengan sang ibu yang terus menyuruh dia bertanggung jawab akan Sella


“ma aku udah bilang itu anaknya Geno bahkan sekarang mereka pacaran” kekeuh Reyhan dengan pendapatnya


“Rey jangan sampai kamu menyesal karna ulahmu sendiri, kamu tau Sella tidak mungkin begitu, kita mengenal dia dari lama, coba sebentar denerin penjelasan dia” omel Renata yang kesal pada putra satu satunya itu.


“udah mah Rey cape mau istirahat” ucap Reyhan lalu meninggalkan ibunya yang masih mengomel


Reyhan membaringkan tubuhnya, menutup wajahnya dengan bantal, dia tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi di hidupnya, dia tidak tau mana yang harus ia percaya, matanya atau hal lain yang di katakan orang sekitarnya.


Dia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas, banyak sekali panggilan dari Sella dan ada satu pesan juga darinya, dia membuka pesan itu dan membacanya dengan cermat.


“Rey, aku harap kamu gak percaya ucapan Geno, semua hal yang dia katakan bohong, dia hanya ingin menghancurkan karir kamu, dia manfaatin aku buat lakuin niatnya, aku mohon percaya kata kata aku, aku gak tau lagi harus jelasin semuanya kaya gimana lagi, tapi aku sama Geno sama sekali tidak ada hubugan apapun apalagi sampai melakukan hal sejauh itu, saat Geno di apartement kita gak lakuin apapun, dan asal kamu tau, anak yang aku kandung itu anak kamu, aku mohon percaya sama aku” pesan Sella yang di kirimkan untuk Reyhan


Reyhan menghela nafasnya kasar, dia mengusap wajahnya, dia juga berharap anak yang Sella kandung memang anaknya tapi pikirannya terlalu egois, dia tidak bisa berpikir hal positif, dia terus memikirkan kejadian kejadian yang sudah ia lihat, dia tidak tau harus apa, keputusannya sekarang hanya akan menunggu sampai anak itu lahir dan dia akan memastikan apa yang di katakan Sella memang benar adanya atau memang malah pemikirannya yang benar.


Tampa sadar air mata Reyhan menghianati dirinya, padahal dia bersumpah tidak akan menangis hanya karna wanita, tapi apa ini, dia merasa bingung dan berharap dunia berakhir saja hari ini.


Sementara Sella kini tengah berbaring sembari mengelus perutnya.


“maafin mama sayang, mama belum bisa baikan sama ayah kamu, kamu sehat sehat ya” ucap Sella sembari terus mengelus perutnya, airmatanya juga tak bisa terbendung lagi, rasanya hatinya sangat sakit mengingat kembali saat Reyhan mengatakan jika ini bukan anaknya.


Sella terus terisak sampai matanya lelh dan membawanya ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2