
"Kamu punya foto nya gak?" Tanya Zira pada Ethan
"Ada ini" Tanya Ethan seraya membuka menarik selembaran foto dari dompet, belum sempat Zira melihat, tiba-tiba Dave , Arif, Aaric dan Crish menghampiri keduanya
"Kita cari-cari juga, nyatanya lagi pacaran di sini" Sindir Dave...Ethan yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas
"Duh temen gue udah gede ya" Arif mengusap kepala Ethan, Alhasil tangannya ditepisnya dengan keras
"BISA DIEM GAK LO, GUE GAK ADA APA- PA SAMA SI POLOS ITU, MANA MUNGKIN GUE SUKA SAMA DIA" Ethan meninggikan suaranya
"Than lo inget gak apa yang pernah gue katakan?" Tanya Crish pada Ethan
"GUE GAK PEDULI KALAU ITU TENTANG CEWEK POLOS INI, BRENGSEK BANGET LO" Tunjuk Ethan pada Zira yang sedang menunduk ketakutan, kenapa cowok ini sifatnya selalu berubah-ubah. Kadang baik kadang labil bahkan suka menghina nya seperti saat ini
"Ethan, maafin Zira kalau punya salah" Kata Zira dengan pelan. Namun suaranya masih bisa di dengar oleh mereka berlima
"Lo, salah lo banyak. Jadi beban gue tau gak? gua akan batalin perjodohan ini, gue gak sudi nikah sama lo" Kata Ethan yang hendak pergi
"EMANGNYA ZIRA MAU SAMA ETHAN, ZIRA JUGA GAK MAU NIKAH MUDA, APALAGI SAMA COWOK BRENGSEK KAYA KAMU. KAMU GAK BISA HARGAIN AKU SEJAK PERTAMA BERTEMU, TAPI AKU GAK BISA MENOLAK KE INGINAN PAPA, AKU SAYANG PAPA BUKAN SAYANG KAMU, KAMU NGERTI KAN SEKARANG ETHAN?" Teriak Zira yang membuat Ethan terkejut dengan penuturan yang Zira berikan, Zira pergi dari hadapan mereka yang kini membatu ditempatnya
"Lo udah keterlaluan Ethan" Kata Dave dan Crish seraya mendorong tubuh Ethan hingga Ethan mundur beberapa langkah, Ethan yang diperlakukan seperti itu merasa bersalah dan perasaan panik berlebih menyerangnya kembali hingga kepala nya sakit
"Than lo kenapa?" Tanya Aaric dan Arif yang masih setia menunggunya di sana, Ethan tidak menjawab, ia hanya memegangi kepalanya dengan kuat seakan-akan kapan saja akan meledak
"Kita pulang Than istirahat" Kata Arif sambil membopong Ethan yang di bantu Aaric, namun lagi-lagi ka dikejutkan akan kehadiran Samuel yang sedang berjalan di depan mereka
"El....?" Kata Arif heboh saat melihat Samuel yang selama beberapa hari ini tidak bersama mereka berlima kini datang dihadapan mereka
"GILA LO YA NGILANG DAN GAK INGET TEMEN" Kata Aaric setengah berteriak
"Sorry ya, gue beberapa hari ini ada urusan" Kata Samuel meminta maaf, namun pandangannya teralih saat melihat Ethan tengah memegangi kepalanya kesakitan
..."Gawat" Batin Samuel yang sudah mengetahui tentang apa yang di derita Ethan...
__ADS_1
"Cepat bawa pulang, kebetulan gua bawa mobil" Ucap Samuel panik, dia gak nyangka bakalan bertemu dengan keadaan Ethan seperti ini, padahal dia baru saja memecahkan kasus tentang sahabatnya itu
"Ethan...jangan pingsan Than...." Kata Samuel dalam mobil yang merawat Ethan seraya menepuk-nepuk Ethan dengan kuat, ia tahu pasti setelah ini Ethan menjadi pribadi lain yang mengenal setengah memori dari pribadi yang asli
"Jika tadi Ethan orang yang jahat, maka setelah ini ia akan menjadi baik...namun yang dikenal Ethan hanya orang rumah serta para sahabatnya termasuk gua" Batin Samuel yang masih memperhatikan sahabatnya dengan tatapan iba
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Samuel meminta penjelasan pada Arif dan Aaric, mereka pun menjelaskan dengan rinci apa yang mereka lihat tadi, Samuel mengangguk tanda ia mengerti
"Ternyata lo terlalu panik" Kata Samuel memandangi Ethan yang masih memejamkan matanya, setibanya di rumah sakit...
"Kasihan banget bos kita" Tutur Aaric seraya memegangi dagunya
"Tapi akhir-akhir ini dia aneh gak sih? kaya...ada yang disembunyiin dari kita" Kata Arif bertanya
"Aneh kenapa?" Tanya Samuel pura-pura tidak tahu
"Gampang labil" Jawab Arif yang diberi anggukan oleh Aaric
"Mana gue tahu kaleng cendol, lo kan sama gue terus tiap hari. Jarang banget kita sekarang ngumpul bareng" Ucap Arif yang membuat Aaric terkekeh
"Eh kalau boleh tau Dave sama Crish kemana, ko gak bareng kalian?" Tanya Samuel yang sedari tadi tidak melihat penampakan kedua sahabatnya lagi
"Dia tadi ngejar Zira..." Jawab Aaric yang kini mengkhawatirkan kondisi Zira
"Kenapa mereka begitu peduli sama cewe itu" Tanya Samuel merasa heran
"Zira sekarang resmi jadi adik kita, kejadian kemarin di sekolah membuat gue pada mau menjaganya" Kata Arif yang merasa senang jika mengingat Zira, walaupun polos...cewe itu tetap ceria, sedih pun baru kali ini ia melihatnya
"Kejadian?" Tanya Samuel yang sudah tertarik dengan arah pembicaraan nya
"Zira terluka di toilet, leher dan tangannya di sayat oleh kakak tirinya. Terus baju nya basah kuyup saat dibopong sama si Crish, ke nya sih dia di siram juga, gue juga ngeri lihatnya"Tutur Arif mrnjawab karena sudah tau ceritanya dari Crish
"Siapa nama kakaknya?" Tanya Samuel yang nampak murka
__ADS_1
"Namanya sih Sisil" Jawab Arif yang melihat ekspresi wajah Samuel sudah berubah, Samuel sangat tidak suka jika ada kekerasan di sekitar lingkungannya
"Bejat banget tuh cewek" Kata Samuel meremas sweaternya
"Lo tau gak?" Tanya Aaric pada Samuel walau jawabannya sudah diperkirakan
"Kagak tau, kan gue belakangan ini gak kumpul bareng kalian sama sekolah" Balas Samuel
"Si Sisil juga kena imbasnya, pipinya di sayat oleh si Crish" Kata Aaric yang membuat Samuel terkejut
"Crish?....dia kan kagak suka ikut campur urusan orang, kenapa dia bisa berbuat segitunya ya?" Tanya Samuel
"Kan gue tadi udah bilang, Zira itu adik kita kampret...mungkin kecuali lo yang bukan kakaknya " Ucap Aaric kesal
"Ya gue kan belum kenalan, tahu aja saat cari in-" Ucapan Samuel terhenti, hampir saja ia memberitahu mereka
"Sial....hampir aja" Batin Samuel
"Permisi apakah kalian teman dari pasien atas nama Ethan?" Tanya seorang perawat kepada ketiga pemuda di depannya
"Iya sus" Jawab Arif yang langsung berdiri
"Pasien sudah siuman, jika mau menjenguk silahkan...." Ucap perawat itu memberi tahu, mereka pun bergegas memasuki ruangan Ethan dengan rasa khawatir dalam benak masing-masing.
•••
"Zira...."Lirih Crish melihat Zira terduduk di bawah sebuah pohon yang sangat besar, punggung Zira bergetar...sepertinya gadis itu sedang menangis
"Zira, lo ga papa kan?" Tanya Dave yang sama khawatirnya dengan Crish, namun tak kunjung ada jawaban Dave malah bergidik ngeri
"Crish..pergi yo, jangan-jangan dia penunggu pohon ini" Kata Dave sambil bersembunyi di belakang Crish
"Kebanyakan nonton film horor lo" Crish menjitak kepala Dave dengan kesal
__ADS_1