RAPUH

RAPUH
BAB 14


__ADS_3

" Bicara tuh yang jelas, baru kita lepasin lo" Ucap wanita yang berada di depannya, mereka bertiga membawa alatnya masing-masing. Namun satu orang dari mereka nampak ragu untuk mengikuti perintah cewek yang menjadi ketuanya


"Hei...lo udah berani rebut apa yang gue mau, jadi lo harus rasakan ini" Kata wanita itu sambil menyeringai lebar, Zira sangat ketakutan, ia sangat tahu akan orang di depannya ini bahkan sangat mengenalinya


"Oh sebelum itu gue mau cerita sesuatu yang indah" Kata wanita itu


"Ka Sisil? kenapa dia jahat banget?" Batin Zira menatap Sisil benci


"Lo mau tau gak kenapa mamah lo bisa meninggal?" Tanya nya seraya mendekati wajah Zira


"Penasaran kan?....tapi sebelum itu gue gores dulu wajah cantik lo yah? bolehkan?" Tanya nya, Zira memberontak kembali dengan sekuat tenaga karena merasa sangat takut, namun naas...Pecahan kaca itu berhasil menggores dahi Zira yang lagi-lagi terpekik kesakitan


"SAKIT KAN, INI RASANYA TAK SESAKIT DI BANDING SAAT LO DAN MAMAH LO KECELAKAAN" Ucapnya yang membuat Zira sangat terkejut


" GUE...GUE DAN MAMAH TERCINTA GUE YANG BUNUH MAMAH LO. TADINYA SIH MAU NYINGKIRIN LO JUGA, TAPI LO KE NYA PUNYA NYAWA LAIN, MAKANNYA LO SELAMAT HINGGA SEKARANG. ITU BALASAN BUAT MAMA LO YANG MEREBUT OM ARGA DARI MAMAH GUA" Kata Sisil dengan tersenyum miring, Zira yang mendengar hal itu sangat marah. Emosi nya yang meluap membuat Zira menjadi orang sadis, bahkan tali yang melilit tangan dan kakinya sudah lepas, dengan secepat kilat Zira membuka kain yang membekap mulutnya, dia menatap tajam ke arah Sisil dengan senyuman miringnya, siapapun yang melihat Zira kini, pasti akan merasa terintimidasi.


"Lo manusia bejat yang gue kenal" Kata Zira lirih sambil mengusap dahi dan tangan Zira yang bersimbah darah,


BRAKKKKK


Dengan sekuat tenaga, Zira melayangkan kursinya hingga mengenai tubuh Sisil, mereka bertiga sangat ketakutan melihat Zira yang berbeda dari biasanya


"Lu kira gue takut sama lo hah? gue gak selemah yang lo kira Sisil" Kata Zira yang kini mencekik Sisil, Sisil tidak bisa bernafas sedangkan Vania dan Dita berusaha melepaskan cengkraman Zira dari leher Sisil


"APA-APAAN LO BANGSAT, LO UDAH BERANI NYAKITIN GUA HAH?" Tanya Sisil yang sudah lepas dari cengkraman Zira

__ADS_1


"Lo manusia sampah, ngapain gue takut" Kata Zira tanpa aku kamu lagi, Sisil mengambil tongkat baseball dan melayangkan pada Zira, namun Zira adalah wanita yang pandai dalam bela diri hingga ketiganya babak belur oleh dirinya sendiri


"LO TAU, GUE EMANG CUPU...TAPI JIKA MENYANGKUT KELUARGA GUE, GUE GAK AKAN SEGAN BUNUH KALIAN" Ucap Zira seraya melihat ketiganya, bersamaan dengan itu. Riana dan The boys datang dengan wajah terkejutnya. Bagaimana tidak, Zira menatap mereka dingin dengan wajah yang sudah penuh luka, ditambah Sisil dan ketiga kawannya yang sudah terbaring tak berdaya di lantai


"Zir-Zira, lo baik-baik aja kan?" Tanya Riana yang mendekati Zira, seketika Zira menangis kencang dan mulai menginjak-nginjak tubuh Sisil karena teringat dengan mamahnya


"LO UDAH BUNUH MAMAH GUE BANGSAT, MANUSIA IBLIS, WANITA MACAM APA LO. CUPU LO SISIL, BANGUN GAK LO" Ucap Zira yang sifatnya sudah berbanding balik dengan sifat aslinya, dia mencengkram kerah baju Sisil dan langsung meninju wajah Sisil tanpa ampun, Riana yang berusaha menghentikan Zira pun terdorong ke belakang karena tenaga Zira sangat kuat. Crish,Ethan dan Samuel pun meneangkan Zira, gadis yang di sering di kuncir dua itu kini sudah tidak terkendali


"Zir...sadar lo . Ini bukan diri lo" Ujar Crish menenangkan Zira yang terlihat begitu hancur


"DIA BUNUH MAMAH GUA BANG, DIA JAHAT...JAHAT BANGET" Kata Zira sedikit tenang ketika melihat Crish ada di depannya, dia memeluk Crish dengan erat. Ethan yang melihatnya pun nampak merasakan sakit yang sama, ia jadi teringat dengan Zizi orang yang amat di cintainya dulu. Seketika kepala Ethan merasakan sakit luar biasa yang membuat Samuel dengan tanggap membantunya,


"Than...sadar lo...sadar Than" Kata Samuel karena Ethan kehilangan kesadarannya, namun beberapa menit kemudia Ethan bangun sambil memegangi kepalanya yang sakit


"EL...." Lirihnya seraya memandang sekitarnya dengan tajam, pandangannya terhenti kala dia melihat Zira sudah dalam keadaan berantakan.


"Siapa yang nyakitin lo hah?" Tanya Ethan yang kembali menjadi pribadi yang jahat, namun tak kunjung dijawab Ethan melirik Sisil yanh sudah bisa ditebak bahwa dia biangnya, Sisil dan ketiga temannya terduduk takut melihat Ethan seperti akan menerkam mereka


"Lo...udah nyakitin calon istri gue" Ucap Ethan, dan tindakan selanjutnya


Plakk...


" APA YANG LO LAKUIN ETHAN, BUKANNYA LO GAK PEDULI SAMA SI CUPU?" Tanya Sisil yang mengetahui bahwa Ethan tidak menyukai Zira, namun Ethan malah menamparnya dengan keras


"BUKAN BERARTI LO BISA SAKITIN DIA BRENGSEK, JANGAN SENTUH ZIRA LAGI. SETAN LO" Ethan membentak Sisil dengan kuat, jika bukan wanita dia pasti sudah menghabisinya hingga masuk rumah sakit

__ADS_1


"LO IKUT GUE" Titah Ethan pada Zira dengan dingin, namun Zira masih tak bergeming dari pelukan Crish


"LO DENGER GUA GAK? TULI LO?" Bentak Ethan pada Zira, Zira sudah melembut kembali. Jadi dia kini merasa sangat ketakutan hingga kerah baju Crish dipegang erat


"JANGAN KASAR SAMA CEWEK LO ETHAN" Kata Crish mengingatkan


"APA URUSANNYA SAMA LO HAH? LO SUKA DIA?" Tanya Ethan pada Crish


"DIA ADIK GUA" Jawab Crish dengan nada yang lebih tinggi, Samuel yang sudah pusing dengan masalah hari ini...dia mengkode Dave untuk membereskan semuanya


"UDAH YA ABANG-ABANG, JANGAN REBUTIN GUA MULU...ZIRA MASIH SYOK. BUKAN SEBAIKNYA KITA OBATIN DIA" Teriak Dave yang membuat semua menatap ke arahnya, Dave pun jadi salah tingkah


"Y-Yaudah ayo bu-bubar" ucapnya gugup, sedangkan Samuel menepuk jidatnya


"Gue salah nyuruh orang saraf kayak lo" Kata Samuel


"ZIRA IKUT GUA CRISH" Kata Ethan memohon


"DIA SAMA GUA AJA, DIA TAKUT SAMA LO" Jawab Crish mengelak


"DIA SAMA GU-"


"Udah deh Zira ikut Yayan aja" Kata Zira yang mendekati Riana sambil memeluknya, Riana tersenyum penuh kemenangan sambil mengusap puncak kepala Zira, Riana memang sempat terkejut dengan perubahan sikap Zira hari ini. Namun melihat Zira yang polos lagi, membuat Riana ingin menjaga Zira lebih dari apapun


"RIANA...SEJAK KAPAN LO JADI YAYAN?" Tanya Dave tertawa ngakak, sedangkan Riana mendengkus dengan sebal.

__ADS_1


Beda cerita dengan Ethan dan Crish yang kini saling pandang dan minta maaf, mereka yang tadi adu mulut, kini saling merangkul satu sama lain


__ADS_2