
"EH CUPU...LO TUH PEMBAWA SIAL BAGI KELUARGA GUA, MAMPOS LO. LO HARUS RASAIN APA YANG GUA RASAIN SEKARANG" Teriak Sisil yang tersenyum puas melihat Zira setengah sadar, Ethan yang sangat panik pun kini menolong Zira, namun kepalanya semakin sakit dan berdenyut kuat
"GUE HARUS KUAT, JANGAN SEKARANG" Batin Ethan agar dirinya tidak pingsan
"LO BERDUA TERNYATA SAMA-SAMA PENYAKITAN, YANG SATU PUNYA KEPRIBADIAN GANDA DAN YANG SATU MANTAN PSIKOPAT...GANGGUAN MENTAL MACAM APA ITU HAHAHAHA....." Teriak Sisil menjadi, tanpa disadari tubuh Sisil juga mulai melemah karena banyak darah yang keluar dari tangan dan wajahnya, kondisinya lebih menyeramkan dari sebelumnya
"LO...DARIMANA LO TAU?" Tanya Samuel yang tiba-tiba datang bersama Crish
"Gue suka Ethan, makanya gue cari semua informasi tentang Ethan. Dan gue benci Zira bahkan mau dia mati sekarang juga, makannya gue harus mengetahui kelemahannya dengan mencari informasi dengan cara yang sama" Tutur Sisil yang membuat Samuel dan Crish terkejut
"Lo lebih menakutkan dari iblis " Kata Crish seraya menatap cewe itu, namun Sisil malah terkekeh dan malah menunjuk Zira
"DIA YANG LEBIH MENAKUTKAN, JIKA JIWA PSIKOPATNYA BANGKIT, DIA BAKALAN BUNUH SIAPAPUN. TERMASUK KALIAN...." Sisil berteriak lalu kembali melanjutkan kalimatnya
"DAN GUE MAU GANGGUAN MENTAL ZIRA ITU BANGKIT DENGAN CARA MENGUSIK DIA DAN KELUARGANYA" Sisil kembali menaikan suaranya sebelum akhirnya pingsan
"CEWE GILA LO" Crish hampir menendang Sisil yang sudah pingsan, namun Samuel mencegahnya karena khawatir masalah ini semakin dalam apalagi Sisil sudah terlihat sangat mengenaskan
"Lo hubungi Dave buat bawa Sisil, sedangkan kita bantu mereka" Titah Samuel seraya menunjuk Ethan dan Zira yang sudah tergeletak di tanah
"THAN...BANGUNN, LO HARUS TEMENIN ZIRA THAN" Kata Samuel menggoyang-goyangkan tubuh Ethan
"Kenapa temen-temen gue bisa tragis begini" Batin Samuel tak mengerti, baru saja masalah selesai, datang lagi masalah yang baru. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah kehidupan tentang Zira yang memiliki gangguan mental
"Jangan sampai jiwa psikopat lo bangkit Zira. Gue gak mau lo dan yang lainnya tersakiti" Harap Samuel sambil mengangkat Zira untuk di bawa ke rumah sakit terdekat
•••
RUMAH SAKIT MAGNOLYA
__ADS_1
"MANA ANAK SAYA?" Teriak Arga yang bersama Andini, begitupula dengan mamah Ethan dengan papahnya Dion
"Mereka lagi melakukan pemeriksaan om" Kata Riana memberi jawaban, namun tatapannya beralih kepada Arga yang nampak sangat khawatir
"Om Arga khawatirin siapa?" Tanya Riana
"Tentu saja anak saya" Jawab Arga
"Anak yang mana? Zira apa Sisil?" Tanya Riana lagi yang membuat Arga bingung
"Ke-keduanya" Jawabnya yang membuat Riana terkekeh
"Yakin om? bukannya kemari om baru saja menampar Zira?" Tanya Riana yang membuat Semua orang terkejut termasuk orang tua Ethan
"BENARKAH ITU ARGA?" Tanya Dion dengan suara yang sedikit naik beberapa oktaf, Arga hanya mengangguk, dia tahu bahwa sahabatnya akan murka
"KENAPA KAMU SAKITIN MENANTU SAYA? PANTAS SAJA KAMU KEMARIN LALU MEMINTA ZIRA DIGANTIKAN SISIL? TERNYATA KAMU GAK SAYANG SAMA ANAK KAMU?" Dion Emosi melihat perubahan sikap Arga
"DI-DIA MENAMPAR SISIL, MAKANNYA SAYA MELAKUKAN HAL YANG SAMA SEBAGAI PELAJARAN UNTUKNYA" Jawab Arga merasa tak bersalah, hal itu membuat Riana murka
"OM...YANG NAMPAR SISIL ITU SAYA, DIA NGUSIR ZIRA DARI RUMAHNYA SENDIRI. GARA-GARA MASALAH SEPELE DIA TEGA SAMA ZIRA. MAKANNYA SAYA TURUN TANGAN OM. KALAU OM MAU NAMPAR.... SINI NAMPAR SAYA OM, JANGAN NAMPAR ZIRA YANG GAK TAHU APA- APA" Jelas Riana yang diberi tamparan oleh Andini, mamah tiri Zira
"JADI KAMU YANG NAMPAR ANAK SAYA?" Tanya Andini menatap Riana nyalang
"KERAS DI BALAS KERAS NENEK TUA, KALAU DIA LEMBUT GUE JUGA BAKAL LEMBUT" Kata Riana yang langsung di amankan Dave agar tidak menarik perhatian orang-orang di sekitar
"Om saya mohon...kalian semua tenang, kalian pasti terpukul sama hal nya seperti kami. Tapi ini rumah sakit, kalau mau menyelesaikan masalah jangan di sini, lihat mereka bertiga sekarang di rawat. Sebaiknya kita doa kan saja agar mereka cepat pulih" Aaric menenangkan suasana
"Kita selesaikan masalah kita setelah ini" Kata Dion pada Arga, Arga tidak menjawab. Dia malah sibuk dengan pikirannya sendiri
__ADS_1
"Tumben lo bijak" Bisik Arif pada Aaric
"Bukan waktunya becanda nyet, lihat tuh tamu di sana pada liat kita" Ucap Aaric yang di beri acungan jempol oleh Arif
"Riana...lo sekarang tenang ya, Zira bakalan baik-baik aja ko" Dave menenangkan Riana dan membawanya dia duduk kembali
"Lo tau kan gue kecewa sama diri gue sendiri, gue gak becus jaga dia, dia selalu celaka. Sahabat macam apa gue" Isak Riana yang baru kali ini terlihat menangis
"Gue juga sakit hati Riana, siapa sih kakak yang tega adiknya bermain dalam derita. Ini sudah takdir mereka, gue yakin pasti ada kebahagiaan yang menanti mereka" Kata Dave
"Makasih...perasaaan gue sedikit tenang" Kata Riana dan Dave menyunggingkan senyumnya, bersamaan dengan itu dokter menanyakan keluarga dari masing-masing pasien. Dokter mengatakan bahwa pasien sudah pulih terkecuali Zira yang memang memiliki luka benturan di kepalanya. Zira sedikit sulit untuk ditangani, namun tetap saja dokter berhasil menyelamatkannya karena dibantu kekuatan doa dan keajaiban tuhan.
"Sayang...kenapa kamu begini?...
bangun sayang" Kata mamah Ethan melihat anaknya yang terbaring lemas, kali ini kondisinya lebih parah dari keadaan sebelumnya
"Keluarga Ethan, bisakah kita bicara sebentar?" Kata sang dokter bertanya
" Iya dok" Jawab mamah Ethan
"Kalau begitu saya tunggu ibu dan bapa di ruangan saya, ada yang perlu saya bicarakan tentang kondisi saudara Ethan" Kata sang dokter memberitahu
"El...tolong jagain Ethan ya sebentar" Kata mamah Ethan memohon, sebenarnya saat itu Samuel ingin mencegah orang tua Ethan untuk tidak ke ruangan dokter. Samuel tidak mau mereka tahu tentang keadaan Ethan yang sebenarnya, namun mau bagaimana lagi, mereka yang lebih berhak tahu tentang anaknya daripada dirinya.
"Baik tante, saya akan jagain Ethan dengan baik. Hati-hati ya om tante" Samuel mengingatkan keduanya
" Iya nak terima kasih" Ucap Dion lalu pergi menemui dokter bersama istrinya
"Kenapa nasib lo apes banget pas suasana genting begini Than, lo tau gak? Mortal Enemy bakal ngajak kita tawuran lagi, mereka gak nerima perintah lo yang gak mau berkelahi dulu" Kata Samuel yang selalu tahu tentang semuanya
__ADS_1
"Cepet pulih lo, masa calon suami kagak jagain calon istrinya yang lagi sakit. Masa ketua The boys yang terkenal kejam bolak-balik rumah sakit layaknya rumah sendiri, kan gak level buat lo yang kuat" Samuel berbicara sendiri sambil menatap Ethan, walaupun keadaannya sudah pulih, namun Ethan belum membuka kan matanya. Mungkin dia tertidur, pikir Samuel yang tersenyum miris melihat keadaan yang tak pernah ada dalam bayangannya