RAPUH

RAPUH
Bab 21


__ADS_3

Wanita yang menjadi pemicu mereka kabur adalah orang gila, ia memiliki suara tertawa khas layaknya kuntilanak, bahkan kini ia mondar mandir tak menentu membuat siapapun pusing melihatnya...


Sedangkan mereka yang ngibrit kabur kini sudah mulai menyadari kesalahan mereka...


"ARGA...ISTRI SAYA MANA?" Tanya Dion yang membuat Arga juga tersadar


"KAMU TINGGAL MEREKA DI DALAM MOBIL DION" Jawan Arga yang dibonceng oleh Dion


"GAWAT...GIMANA NIH? APA SAYA PUTAR


BALIK SAJA?" Teriak Dion yang di jawab oleh gelengan kepala oleh Arga


"GAK MAU, KALAU KUNTILANAK ITU MAKAN KITA GIMANA? BIAR ETHAN AJA YANG URUS ISTRI DAN ANAK SAYA" Jawab Arga yang membuat Dion berdecak sebal


"KAMU TUMBALIN ANAK SAYA HAH?" Sewot Dion yang membuat Arga juga bingung


"MAU GIMANA LAGI BEGO..JALAN AJA" Kata Arga ngegas


"BISA-BISANYA SAYA BONCENG KINGKONG KAYA KAMU" Kata Dion sambil menatap Arga lewat kaca Spion


"EMANG NYA SAYA MAU DI BONCENG SAMA BANTENG" Jawab Arga yang tak hentinya mereka berdebat, berbeda dengan Ethan yang sudah panik setengah mati...


"RA JANGAN NGEBUT-NGEBUT, LO PAKE MOBIL KE ORANG KESETANAN" Ethan panik sekali karena Zira membawa mobil seperti mau balap, mamah Ethan pun tak henti-hentinya berkomat-kamit agar mereka selamat sampai tujuan


"ET-ETHAN BANTU GW DONG, GW GAK BISA NGENDARAIN MOBILLLLLL" Teriak Zira histeris, Ethan yang semakin panik bingung sekali, dia juga merasakan pusing di kepalanya tapi tidak terlalu sakit. Ethan pun loncat ke bangku Zira yang sedang menyupir dengan oleng


"SINI CEPETAN GUE YANG GANTIIN " Kata Ethan memberi aba-aba


"GUE TAKUT THAN KAGAK MAU MATI MUDA" Kata Zira histeris


"GUE JUGA KAGAK MAU DODOL...MINGGIR LO ATAU GUE INJEK PALA LO SEKARANG" Ancam Ethan yang membuat Zira takut


Zira pun mengambil ancang-ancang untuk berpindah tempat, dia melakukan aba-aba dengan menghitung waktu...


satu....

__ADS_1


"CEPETAN" bentak Ethan karena mereka hampir sampai di pertigaan


dua


"CEPETAN SETAN" Bentak Ethan kembali


Tiga


...Brukk...


"Zira berhasil berpindah dan Ethan pun berhasil mengambil alih, namun naas. Zira mendarat tidak sempurna sehingga posisi nya sekarang begitu sangat lucu


"Zira..Zira..kamu gak apa-apa sayang?" Tanya Mamah Ethan seraya membantu Zira bangun


"Gak apa-apa tante" Balas Zira, sedangkan Ethan menahan tawanya setengah mati


"GAK USAH DI TAHAN KALAU MAU MELEDEK, NANTI PENYAKITAN" Sindir Zira pada Ethan, lelaki itu tidak hanya tidak berperasaan, tapi juga menjengkelkan


"APA HUBUNGANNYA BABY BAGONG" Pekik Ethan sambil ngakak, sedangkan Zira hampir saja melayangkan sepatunya


"Ethan, sudah hentikan becandanya" Kata mamah Ethan melihat anaknya terus mengusik calon mantunya


•••


"APA MAH?" Sahut Sisil yang berada di ruang keluarga


"Apa kamu melihat Zira?" Tanya Andini pada Sisil


"Keluar lagi kali, biarin aja lah" Kata Sisil santai


"KAMU...BAGAIMANA BISA SANTAI? LIHAT INI" Tunjuk Andini pada Sisil yang menemukan sebuah foto Zira bersama mamah kandungnya yang tengah berpelukan


"Sebentar...mamah dapat foto ini dari mana?" Tanya Sisil dengan raut penuh curiga


"Dari laci meja kerja papahmu" Jawab Andini membuat Sisil terkejut

__ADS_1


"APA? JADI SELAMA INI PAPAH MASIH SAYANG SAMA ZIRA? GAK MUNGKIN KAN MAH?...DIA KAN SERING NAMPAR DAN BENTAK SI POLOS" Pekik Sisil yang hanya di balas helaan nafas


"Mamah tidak tahu, bisa jadi bisa juga tidak


Tapi kalau misalnya dia tidak menyayangi Zira, buat apa menyimpan foto ini?" Heran Andini, sesaat pikirannya kalang kabut memikirkan hal ini. Namun tiba-tiba ia meraih ponselnya yang dengan segera mencari sebuah nomor...


"Hallo" Sapa Andini mengawali panggilan setelah tersambung


"Ada apa lo hubungin gue?" Tanya seseorang di sebrang sana


"Aku punya kerjaan buat kamu" Kata Andini tanpa basi-basi


"Jangan banyak bacot, cepetan sebutin rencananya" Titah orang di sebrang sana yang tak pernah santai, Andini pun terpaksa harus menahan kesabarannya agar orang itu membantunya. Panggilan pun berkahir dengan senyuman yang terukir di wajah Andini, lebih tepatnya seringaian...


"Gimana mah?" Tanya Sisil


"Beres, dia mau bantu kita" Ucap mamah Sisil tersenyum menyeringai


•••


"Sayang kamu tidak apa-apa? " Panik Dion yang baru saja melihat istrinya turun dari mobil


"Kenapa kamu tinggalin aku begitu aja?" Tanya mamah Ethan yang sangat sebal dengan kelakuan suaminya


"A-aku juga panik sama sepertimu, maafin aku ya, lagipula si kingkong enggak mau putar balik" Kata Dion heboh


"EHEM...SAYA MASIH BISA DENGAR" Kode Arga yang membuat mamah Ethan menjadi paham siapa yang disebut kingkong itu


"UDAH DONG PAH, MALU BANGET TAU GAK?" Kata Ethan yang di pikir-pikir kejadian itu sangat memalukan bagi nya, bisa-bisanya terjadi hal seperti itu dalam hidupnya


" Iya ....iya ,ayo masuk ke dalam" Ajak Arga yang membuat Dion melirik tajam


"WOY...MUNGKIN KITA GAK PERLU FORMAL LAGI. TAPI INI RUMAH GUE...GUE YANG HARUSNYA NGAJAK LO MASUK" Pekik Dion yang membuat Ethan, mamah Ethan dan Zira tertawa. Ada aja dua orang tua ini, kelakuannya masih kaya bocah. Apakah benar mereka pengusaha besar yang terkenal kejam? sepertinya agak diragukan.


"Sudahlah pah, malu sama anak-anak, lagian ada hal penting yang harus kita bicarakan" Kata mamah Ethan mengingatkan, pada akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah keluarga Dion tanpa ada yang bercanda lagi

__ADS_1


"Pah, Zira mau nanya sama papah. Maksud papah terpaksa melakukan ini itu apa?" Tanya Zira yang melihat perubahan sikap papahnya, papahnya kembali menghangat. Beda seratus juta derajat dengan sikapnya saat di rumah, Arga pun yang merasa situasinya sudah tepat kini menghela nafasnya untuk bercerita


"Sebenarnya papah tidak sungguh menikahi Andini, cinta saya hanya pada Diana...mamahmu. Papah sangat terpukul dengan kematian mamahmu Zira, apalagi saat kecelakaan kamu juga menjadi korbannya, namun tuhan berbaik hati masih bisa menolongmu hingga tumbuh sebesar ini. Awalnya papah memang menyangka kalau itu kecelakaan biasa, namun saat di periksa lagi ternyata ini berubah menjadi kasus pembunuhan berencana. Papah berpikir, siapa yang tega melakukan semua ini kepada keluarga papa, yang hanya teringat adalah Andini. Dia sangat benci sama mamah mu karena merasa telah merebut papa darinya, makannya itu papah terpaksa menikahi dirinya. Awalnya dia menunjukan sikap baiknya bersama Sisil yang bukan anak saya, dia lahirkan Sisil dari suaminya yang pertama. Namun lama-kelamaan mereka semakin menjadi agar aku menyingkirkan mu dari rumah walau harus bertindak kekerasan. Kamu mengerti kan sekarang? alasan papah melakukan ini untuk mencari bukti agar dia bisa di hukum sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Papah kira mudah, tapi nyata nya mereka sangat lihai dalam menyembunyikan nya" Tutur Arga panjang lebar yang membuat Zira menangis merasa bersalah


__ADS_2