RAPUH

RAPUH
Bab 20


__ADS_3

"Bentar, kenapa si polos bicara nya kagak santai lagi, dia pake lo gue? moment epic ini" Kata Ethan seraya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Dengan segera dia menjemput Zira menggunakan motor andalannya yang selalu ia bawa untuk balap liar, tak perlu waktu lama walau jarak agak jauh untuk sampai ke rumah Zira bagi Ethan. Dia memang sudah sangat lihai dalam berkendara seperti berkendara motor, mobil dan pesawat. Dan ya... itu hanya dalam mimpinya, nyatanya sih tidak.


Sesampainya di depan rumah Zira, Ethan langsung melambaikan tangannya kepada Zira yang sedang terduduk di bangku depan rumahnya, dengan segera Zira pun mendekati Ethan dengan ceria


"JANGAN GEER LO, GUE GAK SUKA SAMA LO" Kata Ethan melihat Zira cengar cengir tak karuan


"Idih, siapa juga yang mau di sukain sama jamet kaya lo" Kata Zira yang selalu berhasil menyulut emosi Ethan, namun Ethan menahannya agar urusannya cepat selesai...


Pada akhirnya dua insan itu berangkat juga untuk menyusul orang tuanya menuju tempat pemakaman. Namun di sepanjang perjalanan, mereka jadi pusat perhatian karena Zira terus berteriak


"BANGSAT LO ETHAN..GUE LEMPAR LO KE TANAH ABANG. JANGAN UGAL-UGALAN NAEK MOTORNYA" Teriak Zira seraya memeluk Ethan kencang, Ethan yang tahu Zira takut pun tak mengehentikan aksinya. Dia malah semakin senang jika mengerjai Zira


"RASAKAN ITU RAJA MONYET" Kata Ethan tertawa keras yang membuat Zira bungkam karena mual


"Masa iya gue meluk doang hamil? ah ada-ada aja gue. Padahal mual doang" Pikirnya yang milih untuk diam daripada semua isi perutnya keluar


"Kenapa lo bocah? ko diem" Tanya Ethan yang menggoyang-goyangkan motornya agar gadis itu turun


"WOY UDAH NYAMPE NIH" Ucap Ethan sambil berteriak


"Hmmm" Kata Zira yang turun dari motornya perlahan


"Kenapa lo, ke orang mabok asbes?" Kata Ethan dengan sadis dan sangat suka melihat gadis di depannya tak berdaya, sedangkan Zira tak merespon. Dia malah jongkok dan beberapa detik kemudian , Zira muntah yang membuat Ethan panik


"Zi-Zir...lo hamil sama siapa? kenapa lo muntah kayak gini? gue gak ikutan ya" Kata Ethan yang mengusap punggung Zira agar gadis itu tenang

__ADS_1


"A..air" Lirih Zira yang dengan gercep Ethan memberikan apa yang dia mau, kebetulan dia selalu membawa air kemana pun dia pergi


"Nih...minum...tenang dulu, jangan sampai bayi lo kenapa-napa" Kata Ethan dengan polos, Zira pun mengambil air yang diberikan Ethan dan meneguknya dengan habis, setelah kosong ia pun menimpuk kepala Ethan dengan botol kosong itu


"SIALAN LO, LO YANG HAMILIN GUE BEGO" Kata Zira yang membuat Ethan terkejut


"KAPAN? KAPAN GUE NYENTUH LO NYET?" Tanya Ethan yang malah ribut di pinggir jalan dengan Zira, orang tua mereka yang kebetulan sedang menunggu mereka pun, kini menghampiri dua orang yang masih saja ribut di jalanan


"HEI HENTIKAN" Teriak Dion melihat kedua remaja di depannya seraya geleng-geleng kepala


"ADA APA INI?" Kali Ini Arga yang bersuara, Zira sedikit terkejut ketika dia melihat papah nya juga datang. Otomatis Zira pun mejadi manja dan iya tidak menyadarinya


"PAPAH...ETHAN HAMILIN ZIRA, ZIRA NYAMPE MUNTAH TADI DI SANA" Kata Zira yang membuat semuanya terkejut


"PAH PERCAYA SAMA ETHAN, ETHAN GAK NYENTUH DIA SETITIK PUN" Kata Ethan membela dirinya


"Tadi pas dijalan Ethan ngebut dan ugal-ugalan pah, Zira Teriak dan peluk Ethan kuat. Tapi tak di sangka Zira malah mual, bukannya Zira hamil kan tante?" Ucap Zira menuturkannya dengan polos


"DIA YANG SALAH KAN MAH, NGAPAIN JUGA PELUK ETHAN. KAN JADI HAMIL, ITU SIH DIA SENDIRI YANG NGEHAMILIN" Kata Ethan seperti anak kecil, mendengar penuturan mereka sontak orang tua dari kedua pihak tertawa ngakak hingga perut mereka terasa sakit..


"Ini nih, ciri-ciri siswa yang kabur saat pelajaran Ipa" Kata Dion yang terus menepuk bahu Arga sambil tertawa, sedangkan mamah Ethan memberi tahu mereka yang sebenarnya, itung-itung sebagai edukasi kedepannya


"Ja-jadi gitu ya tante" Kata Zira sangat malu setelah mendengar penuturan dari mamah Ethan


"Lo sih ada-ada aja" Kata Ethan menyalahkan Zira

__ADS_1


"Kamu juga ngada-ngada" Kata Zira kepada Ethan, mamah Ethan yang melihat mereka akan berdebat lagi pun dengan segera membawa mereka ke tempat yang akan mereka tuju, beberapa menit kemudian mereka sampai. Zira yang sadar di bawa ke sebuah nisan bertuliskan mamahnya langsung berteriak histeris


"MAMAH" Pekik Zira yang langsung berhambur di tanah kuburan milik mamahnya, ia tak peduli dengan bajunya yang akan menjadi kotor


"Mamah... Zira kangen banget, Kenapa mamah gak nengok Zira walau sekedar lewat mimpi?" Racau Zira yang semakin histeris mengingat kejadian kecelakaan beberapa tahun yang lalu, Mamah Ethan yang juga sama sakitnya pun kini mengusap punggung Zira bahkan memeluknya, di sela-sela itu Arga dan Dion datang dengan wajah tertunduk


"Sayang lihat papah" Kata Arga pada putrinya


" Papah...Zira mau ketemu mamah...Zira mau ketemu mamah" Racaunya kembali yang diberi gelengan kepala oleh Arga


"Kamu sudah bertemu sayang, maafin papah ya udah jahatin kamu selama ini" Kata Arga seraya mengusap-ngusap anaknya penuh kasih sayang , rasanya sesak sekali mengingat masa-masa mereka bersama dulu


"Sayang...kita minta izin ke mamah ya untuk menjalin pernikahan kamu"Kata Arga pada Anaknya, Zira hanya mengangguk walau hatinya sangat berat, setelah mereka mengutarakan niatnya mereka berdoa dan menaburkan bunga dan air, selepasnya mereka izin pamit karena hari sudah semakin sore...


"MAMAH ZIRA PULANG DULU YA, RASA SAYANG ZIRA GAK BAKAL TERHENTI BUAT MAMAH, ZIRA BAKALAN DO'A IN MAMAH TERUS, ZIRA UDAH GAK NAKAL LAGI. ZIRA UDAH CERIA" Tutur Zira yang histeris kembali saat akan meninggalkan makam mamahnya


"Sekarang kami pergi ya, semoga kamu bahagia di alam sana. Aku sangat merindukanmu, aku selalu mengharapkan kamu pulang, aku selalu menantimu untuk datang. Terima kasih sudah menjadi sandaran untuk ku" Ucap Mamah Ethan yang kini berpelukan dengan Zira sambil menangis, Ethan yang melihat moment itu ikut menangis dan mengatai dirinya sendiri...


"Ternya gua bisa nangis juga" Kata Ethan yang masih bisa di dengar oleh Dion


"Hus...memangnya kamu kuyang apa yang hatinya kayak baja" Kata Dion menyenggol Ethan


"Kuyang aja hatinya ngegantung pah kayak harapan Ethan, bagaimana mau sekuat baja" Katanya yang membuat Dion menahan tawanya sekuat tenaga, namun lima detik kemudian mereka di kejutkan dengan suara wanita tertawa sambil menyinden, mereka semua kini saling pandang dan dadanya berdetak cepat..


seperkian detik kemudian...

__ADS_1


"KUNTILANAKKK" Teriak Arga, Dion, Ethan, Zira dana mamah Ethan. Mereka kalang kabut sehingga tak menyadari apa yang mereka lakukan membuat siapa yang meihatnya tertawa.


Arga dan Dion yang merupakan papah Zira dan Ethan menaiki motor berboncengan, sedangkan Zira menjadi sopir mobil milik Ethan ....dan Mamah Ethan serta Ethan menjadi penumpangnya.


__ADS_2