RAPUH

RAPUH
Bab 19


__ADS_3

" Pagi bi, mau Zira bantu bawa?" Tanya Zira bergelayut manja sambil memakan permen susu kesayangannya. Iya kesayangan...tapi ia makan...


"Boleh Zira kalau itu tidak merepotkan mu" Kata bi Marni mempersilahkan


"Sejak kapan bi Marni repotin aku? yang ada aku kali" Ucap Zira terkekeh, ia pun dengan segera membawa nampan berisi beberapa makanan buat sarapan pagi ini. Di meja makan sudah nampak Sisil dan Andini yang menatapnya penuh arti, sedangkan papahnya dia tak menemukan sama sekali di sana


"Papah mana bi? kenapa malah dua monyet itu yang ada di sana?" Tanya Zira setengah berbisik


"Jangan berkata seperti itu Zira, walau apa yang kamu katakan benar adanya" Kata si bibi terkekeh bersama sebelum ia melanjutkan kembali kalimatnya


"Sejak pagi buta tuan sudah pergi, katanya sih mau ke kediaman keluarga pak Dion" Kata sang bibi memberi tahu


" Tumben ya bi, papah bilang apa lagi?" Tanya Zira


"Gak ada apa-apa selain mengingatkan mu untuk sarapan"Kata bi Marni menjelaskan


"Sejak kapan dia peduli sama Zira? tapi Zira senang sih" Tanya nya, kemungkinan ini jalan nya untuk bisa berkumpul dengan papah nya lagi. Jika begitu.... Zira sangat mengharapkan hari itu


"EH KALIAN, BUKANNYA MENATA MAKANAN DULU MALAH SALING BISIK-BISIK" Kata Sisil yang sedari tadi melihat tingkah laku antara Zira dan ART nya


"YAUDAH NIH LO TATA SENDIRI, EMANG GUA DAN BIBI ASISTEN LU HAH, NOH MAKAN NYAMPE MELEDAK" Kata Zira dengan kasar yang meletakan makanan nya dengan kesal


"Udah yu bi, kita makan di taman belakang aja. Kalau di sini jadi gak nafsu" Kata Zira menyindir anak dan mamahnya yang tengaj menatap Zira tajam


"BRENGSEK LO YA" Teriak Sisil yang langsung ditenangkan oleh Andini


"Kamu jangan emosi dulu, biar kamu pulih terlebih dahulu. Setelah ini kita rencanakan lagi buat singkirin dia" Kata Andini memberi tahu


"Iya mah, gue udah enek lihat mukannya" Jawab Sisil menurut


"Lagian kamu kenapa ceroboh banget sih sampai ngasih tau pembunuh yang sebenarnya adalah mama?" Kata Andini


"Kan Sisil udah bilang" Ucapnya mengkode mamah nya, Andini pun mengerti dan melanjutkan makan walau sangat terpaksa


•••


"Ethan menurutmu bagaimana?" Tanya Dion yang sudah memberitahu bahwa pernikahat Ethan akan di undur karena satu dan lain hal

__ADS_1


"Pah, Ethan udah putusin Ethan mau menikah secepatnya, gak apa-apa kita gak mengadakan pesta besar, justru itu lebih baik untuk perjalanan acara pernikahan Ethan" Kata Ethan dengan mantap


"Kamu yakin than?" Tanya Dion dan Arga bersamaan


"Yakin" Jawab Ethan kembali, ia memutuskan itu bukan sembarangan. Ia membaca situasi agar cepat-cepat melindungi Zira secepatnya, karena jika ia membiarkannya bahaya akan menimpa mereka lebih besar


"Baiklah, kamu begitu bersemangat" Kata Dion sambil tertawa


"Ini bukan waktunya bercanda pak" Ethan mengingatkan papahnya


"Kalau begitu kamu harus siap-siap" Kata Dion hang membuat Ethan mengerenyit


"Mau ke mana?" Tanya Ethan


"Kita mau ke makam sahabat mama" Katanya kembali


"Sebenarnya Ethan sangat malas untuk berpergian hari ini, namun demi mamahnya Ethan rela melakukan apapun


"Tenang ko sayang ...Zira juga ikut" Kata mamah Ethan yang membuat Ethan bersemu


"Apa sih mah" Ethan menyangkal sambil mengalihkan pandangan


Arga pun menceritakannya secara rinci, bahkan ia juga mengutarakan niatnya untuk mencari bukti tentang kematian istri pertamanya, makannya ia berpura-pura bersikap jahat kepada Zira, walau sebenarnya selama ini sudah menyakitinya


"Ja-jadi dia meninggal bukan karena kecelakaan murni?" Tanya Mamah Ethan yang menjatuhkan air matanya


"Tidak, saya menemukan beberapa bukti di sana bahwa itu pembunuhan berencana. Saya menyelidikinya dengan polisi dan orang suruhan saya secara diam-diam. Namun kasus ini saya memohon waktu kepada mereka agar di tutup terlebih dahulu untuk mecegah kebocoran rencana" Tutur Arga yang dapat dimengerti oleh Dion ,Ethan dan mamahnya


"Maafkan saya sudah menuduh mu tanla bukti" Kata Dion dan istrinya


"Tidak apa -apa, saya sudah terbiasa" Jawab Arga terkekeh


"Lalu apakah kamu perlu bantuan kami?" Tanya istri Dion yang sangat ingin ikut andil dalam kasus pembuktian kasus kematian sahabatnya


"Kemungkinan ada atau sebaliknya, jadi saya mengharapkan kalian bersedia untuk membantu saya, termasuk kamu Ethan" Kata Arga sambil menatap Ethan


"Iya om, kasih tau Ethan kapan saja ya" Jawab Ethan Antusias

__ADS_1


"Baik, kalau begitu saya izin pamit untuk menjemput Zira terlebih dahulu" Kata Arga yang langsubg di cegah oleh Dion


"Kenapa kamu ceroboh sekali, bukannya istri dan anak angkatmu ada di sana sekarang? kalau kamu jemput Zira mereka akan mencurigai kamu?" Kata Dion mengingatkan sambil menepuk jidatnya


"Benar juga katamu teman" Jawab Arga yang membuat Dion terkekeh


"Kalau begitu siapa yang akan menjemputnya?" Tanya Arga pada keluarga Dion, tiba-tiba tatapan Arga, Dion dan istrinya menatap ke arah Ethan yang sedari tadi hanya mendengarkan...


"Hei...ada apa dengan kalian?" Tanya Ethan tak santai, namun mereka tak bereaksi


"Jangan bilang, a-aku yang menjemputnya?" Tanya Ethan yang diberi tepukan di pundak oleh ayahnya


"Cepat tanggap juga ternyata kamu" Puji Arga yang membuat Ethan cemebrut


"Ayolah jangan aku pah...Ethan gak mau berboncengan sama si polos itu" Kata Ethan merengek


"Ethan" Lirih mamahnya pelan namun tajam yang dapat di mengerti Ethan bahwa mamahnya sedang mengancam


"Iya deh mah" Kata Ethan menyanggupi, dengan segera ia menghubungi Zira agar dirinya bersiap-siap


Percakapan telepon....


"Halo, dengan siapa? apakah perlu service ban motor pak? kebetulan sa-"


Kata -kata gadis di sebrang sana terputus


"GUE ETHAN" Kata Ethan yang tak habis pikir dengan gadis ini, sebenarnya dia sengklek atau polos sih?


"MAU APA LO HUBUNGI GUE, PASTI UDAH KEPINCUT KAN SAMA PESONA GUE" Ujar Zira nyolot di sebrang sana


"NAJIS...SIAP-SIAP LO SEKARANG. GUE MAU JEMPUT LO KE RUMAH" Titah Ethan yang sudah tak sabar untuk menendang Zira ke sungai Amazon


"MAU KEMANA DULU HEI, YANG JELAS DONG KALAU NGAJAK NGE DATE" Kata Zira dengan pede


" KE KUBURAN" Kata Ethan yang memang benar adanya


"LO KIRA GUE MAU NGEPET, GU-" Lagi-lagi ucapan Zira terputus karena Ethan sudah emosi

__ADS_1


"LAMA-LAMA GUE BUNUH LO, CEPETAN BANGSAT" Titah Ethan yang malah membuat Zira tertawa


"IYA DEH...AMPUN KALAU CALON SUAMI GUE NGAMUK TAKUT DURHAKA GUE" Kata Zira lagi yang langsung di tutup percakapannya oleh Ethan


__ADS_2