
"Zira...jika terjadi sesuatu ke padamu saya tidak akan memaafkan mereka" Kata Arga berjanji pada dirinya sendiri
•••
Lagi-lagi ruangan itu. Ruangan yang pengap dan penuh debu membuat Zira sangat tersiksa, belum lagi ia merasakan kalau ia di ikat di sebuah tiang...
"I-ini gudang rumah, jadi mereka membawa saya kemari" Kata Zira bergumam sambil melihat sekeliling
"Sepertinya orang itu tidak ada di sini" Ujar Zira yang kini bingung harus melakukan apa
"Jahat banget mereka...kenapa lagi-lagi Zira masuk ke dalam perangkap yang sama" Kata Zira berdecak sebal, ia sangat benci dan ingin menghabisi orang yang membuatnya seperti ini saat itu juga, tepat saat itu ada seseorang yang sepertinya akan masuk ke dalam gudang rumahnya. Saat itu juga Zira pura-pura pingsan, agar bisa mengetahui dengan segera maksud orang ini...
"Ck...belum bangun juga dia" Decak seseorang yang membuat Zira mengetahuj bahwa orang itu adalah...
"Sisil lagi?" Batin Zira yang membuka matanya sedikit agar bisa melihat sedang apa dia, ternyata Sisil hendak keluar dari gudang itu. Namun pintu nya tidak di kunci
"Mungkin dia pergi sebentar" Kata Zira yang berusaha melonggarkan ikatannya sesuai kemampuan yang dia pelajari...
"Berhasil...ternyata benar, aku gak boleh panik kaya dulu" Kata Zira yang langsung berniat meraih ponselnya, walau tangannya masih terikat longgar ia sangat lihai memainkan ponselnya. Dia membuka aplikasi perekam suara agar bisa menjadi barang bukti bahwa mereka melakukan tindak kejahatan, bersamaan dengan itu, Sisil kembali bersama seseorang...bahkan dua orang datang menuju gudang. Zira segera melemparkan buktinya ke sembarang arah agar tidak di curigai oleh mereka, Zira pura-pura pingsan kembali agar lebih leluasa mendengar mereka.
"CK...BANGUN LO ZIRA, MAU GUE TENDANG LO" Kata Sisil yang melihat Zira belum juga sadar
__ADS_1
"Kecilkan suara mu Sisil" Kata Andini yang ikut andil dalam tindakan ini, bahkan ini merupakan rencana darinya
"Cepat lakukan apa yang gue suruh" Kata Sisil pada seorang lelaki yang kini menatap Zira dengan pandangan lapar
"Bentar lagi dia akan jadi wanita ****** seperti ibunya" Kata Andini seraya tertawa
"Untung saja aku membunuhnya, hebat bukan? ini balasan untuk kalian yang melawan semua perkataan ku" Kata Andini melanjutakn perkataan nya seraya mendekati Zira
"Sekarang giliranmu, ku buat hidupmu hancur" Ancam Andini yang akan menyuntikan sesuatu kepada Zira, namun tepat saat itu...Zira membuka kan matanya dan menendang cairan yang ada dalam suntikan itu hingga terlempar jauh
"Lo...lo udah sadar?" Tanya Sisil yang melihat Zira menatap mereka tajam, Zira terus berontak. Walau ikatan tali yang melilit tangan nya longgar tapi ia tetap tidak bisa melarikan diri untuk lepas dari mereka
"BEJAT KALIAN...KENAPA BUNUH MAMAH GUE? APA SALAH MAMAH GUE...SETAN KALIAN SEMUA...BANGSATTT" Teriak Zira yang mengamuk saat mendengar mamahnya begitu di Siksa oleh Andini, sejenak Andini memang merasa ketakutan. Namun ia harus terlihat angkuh dan tidak merasa takut akan Zira yang sikapnya sudah berbalik...
"Ini, obat yang sering saya berikan kepada ibu mu. Sungguh baik bukan saya, ouh tentu dong...saya kan sahabat baiknya mamah kamu" Andini kembali berceloteh seraya melemparkan obat itu ke arah Zira.
Zira melirik obat yang dilemparkan oleh Andini, betapa terkejutnya dia bahwa yang Andini berikan bukan obat untuk penyakit mamahnya yang menderita gagal ginjal, tapi obat dosis tinggi yang di pastikan sangat beracun. Pantas saja selama ini mamahnya kondisi nya semakin memburuk dan lemah. Ternyata ini penyebab sahabat nya sendiri, ya...dulu mamah Zira bersahabat dengan Andini. Namun karena kegelapan dan keserakahan Andini ia rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang di inginkannya, walau harus membunuh sahabat nya sendiri.
"Kau tahu? karena mamah mu tidak cepat mati saya memotong rem mobil mamah mu agar mamah mu dan kamu celaka saat akan merayakan pesta ulang tahun mu. Untung saja Arga tak bersama kalian, jadi saya bisa berhasi melakukan misi ini....setelah itu saya menikahi papah mu dan rela meninggalkan suami pertama ku, seharusnya kau bersyukur papah mu punya istri sebaik saya" Oceh Andini yang membuat Zira ingin meledakan tiga orang jahat di hadapan nya
"LO KIRA HAL ITU BAKALAN TERJADI SAMA GUA HAH?" Zira tersenyum miring dengan tatapan membunuh walau keadaanya acak-acakan, karena Zira menahan emosi nya yang memuncak dan terus memberontak, tali yang mengikatnya di tiang itu kini lepas.
__ADS_1
"GUE BAKAL BALIKIN SEMUA ITU KE KALIAN" Kata Zira berjalan mendekat yang membuat Sisil susah bernafas
"Kenapa si polos jadi menyeramkan?" Gerutu Sisil yang hampir di cekik oleh Zira, namun lelaki yang tadi di bawa oleh Sisil sudah meninju wajah Zira sehingga Zira tergeletak di lantai, lelaki itu menindih Zira dan dengar segera Sisil berteriak...
"CEPAT LAKUKAN" Teriak Sisil pada lelaki itu, Sisil mengambil suntikan yang tadi ia bawa untuk di masukan ke dalam tubuh Zira.
Sedangkan pria yang menjadi bawahan nya kini sedang membuka pakaiannya perlahan, Zira yang melihat itu tersenyum smirk sambil bertanya pada cowok yang akan memperkosanya....
" Lo? punya nyali lawan gua?" Tanya Zira yang langsung menendang cowok itu walau kakinya tertindih, lelaki itu mengaduh namun karena bentakan Sisil yang menyadarkannya kini dia berusaha mengejar Zira yang menuju kaca jendela yang tidak terlalu tinggi.
"DASAR CEWE ******" Teriak lelaki tampan itu yang tak dikenal sama sekali oleh Zira. Ya Zira akui lelaki di hadapannya mempunyai wajah sempurna, namun tidak dengan hatinya.
Sedangkan Zira kini meninju jendela kaca dengan keras hingga Sisil terpekik kaget, tangan Zira yang berdarah semakin membuatnya bergairah untuk membunuh tiga orang di depannya, dia meraih pecahan kaca itu, lalu zira genggam dan darah baru dari tangan Zira yang sudah berceceran.
Namun pria itu berhasi menggenggam tangan Zira kuat, dan Sisil langsung mendekati Zira agar dengan cepat bisa menyuntikan cairan yang entah apa fungsinya...
"LEPASIN GUE BANGSAT...LO MAU GUE PATAHIN RUSUK LO HAH?" Teriak Zira pada cowok di depannya
"CEPET SIL, LAMA BANGET LO" Bentak lelaki yang sudah tak kuat menahan tenaga Zira
"DIEM LO POLOS" bentak Sisil yang berusaha menusukan jarum suntik ke tangan Zira, dengan susah payah karena Zira memberontak, jarum itu malah menusuk perutnya karena Zira menendang Sisil dengan keras.
__ADS_1
Srettt...
"AAAAA MAMAH SAKITTTTTTTTT"