RAPUH

RAPUH
Bab 8


__ADS_3

"Tumben banget Ethan nitip salam buat aku, dia kan orang nya galak gak santai" Kata Zira yang memainkan jarinya dengan bibir mengerucut, mereka yang tadinya mengangguk kini hanya menunduk. Ya...mereka hanya berbohong, mereka ingin Zira ceria dan tak tertekan oleh keadaan termasuk Ethan yang sering labil


"Yaudah lo hati-hati ya, kalau ada nenek Lampir lagi lari aja. Jangan di anggap ya mereka" Kata Dave seraya mengusap kepala Zira


"Et...tangan lo opset baby" Kata Arif seraya menendang tangan Dave tepat sasaran


"Gila lu ya, untung enggak kena kepalanya Zira" Kata Dave melotot


"Idih matanya mau keluar...takut syekaliii" Ledek Arif yang kini bersembunyi di balik tubuh Aaric


"Nona-nona, maaf kan teman kami yang ahlaq nya masih di segel permen coklat" Kata Aaric seraya menunduk ala prajurit kerajaan, setelahnya dia keluar sambil memegangi telinga Arif dan Dave


"Gua aduin kalian sama domba" Ancam Aaric yang membuat semua orang di dalam tertawa


"Teman-teman kamu lucu ya" Kata Zira tersenyum, sedangkan Crish hanya menaikan bahu nya


"Lu tau dari mana kalau Zira sakit?" Tanya Riana penasaran


"Gua sama tiga monyet tadi lihat dia sama lo di jalan, tapi yang bikin gua aneh kenapa pala nya Zira diperban? gue rasa kagak ada yang beres jadi gua samperin deh" Tutur Crish menjelaskan


"Thank you udah jenguk" Kata Riana yang dibalas anggukan oleh Crish


"Santai...Zir kalau ada apa - apa lagi ngomong aja, lo sekarang jadi adik kita semua, termasuk adik nya Riana" Kata Crish memberitahu


"Tapi kita kan seangkatan, masa Zira jadi adik" Kata Zira cemberut


"Terima aja nasib lo, lagian umur lo paling bungsu di angkatan kita, jadi fine kan?" Tanya Riana


"Iya deh iya aku adik kalian" Kata Zira yang memainkan rok nya


"Gitu dong" Ucap Riana dan Crish barengan


"Gue cabut dulu ada urusan ya" Kata Crish mohon pamit


"Yaudah, hati-hati bang...makasih ya udah nengok Zira " Kata Zira dengan senyuman manisnya ,Crish pun berlalu dari hadapan keduanya dengan pipi nya yang kembali merah merona

__ADS_1


•••


"THAN " Dave mengagetkan Ethan yang sedang bermain game


"Ganggu aja lo" Kata Ethan melirik Dave tajam


"Ampun suhu" Balasnya yang tidak diberi tanggapan kembali


"Gimana?" Tanya Crish yang menanyakan soal penyerangan Mortal Enemy ke anggotanya, The Boys


"Gua gak mau tawuran dulu selama beberapa hari ke depan, terutama gue sama Zira mau nikah secepatnya " Tutur Ethan, Ethan yang melihat reaksi semua temannya yang melotot terkecuali Crish, hanya bisa menghela nafas panjang dan bersiap kembali melanjutkan kalimatnya


"Serius lo? kalau misalnya dia nyerang tiba- tiba gimana? makin repot kan kalau gak janjian dulu?" Komentar Arif


"Bukannya dari dulu Mortal Enemy gak nepatin janji? mereka semua kan suka nyerang diam - diam, untung aja kita selalu menang" Tutur Dave menjelaskan


"Bener tuh apa yang dikatakan lemper ayam" Kata Ethan seraya mengacungkan jempolnya ke arah Dave


"SEENAK JIDAT LO SETAN" Teriak Dave kesal


"Jangan anggap dulu apa yang mereka mau, lagian kali ini gak jelas tujuannya apa. Apalagi si Abyan yang beraninya bawa-bawa Zizi terus" Tutur Aaric


"Lo harus lupa sama masa lalu Than, inget Zira mau jadi calon istri lo" Kata Crish mengingatkan


"Iya gua tahu, lagian lo pada kenapa sih.... peduli banget sih sama cewe polos itu?" Tanya Ethan yang akhir-akhir ini melihat keempat kawannya sering mengunjungi Zira


"KARENA ZIRA SEKARANG JADI ADIK KITA" Jelas mereka semua , Ethan terkejut bukan main dengan penuturan keempatnya


"Kalian kagak main-main kan?" Tanya Ethan kepada semuanya


"Buat apa mainin perasaan cewe polos" Kata Arif sambil memainkan rambutnya


"Lagian tuh anak baik banget, saat motor gue kempes dia dan supirnya nganterin gue balik, padahal dulu itu dia sama gue belum sempet kenalan...untung aja gua tahu mukanya" Tutur Aaric menambahkan


"Lagian dia polosnya minta ampun...banyak orang yang nyakitin dia tetap memaafkan, gak mau repotin orang juga . Bahkan Riana yang selalu kemana-mana ngintil pun gak tahu kalau Zira tersakiti setiap hari, dia tahu nya pas Zira udah di rumah sakit mulu. Itu juga yang buat si Riana menyesal karena tidak menjaganya dengan baik" Tutur Crish yang membuat semua orang melongo

__ADS_1


"Tumben banget lo ngomongnya panjang? hoki banget gua hari ini" Kata Dave menepuk bahu Crish


"ASALAMUALAIKUM...SARENG SAHA IEU? CEPET KELUAR DARI TUBUHNYA...KASIHAN TEMEN SAYA BANYAK UTANG, MASA YANG BAYARIN UTANGNYA SETAN" Kata Arif yang menempelkan lengannya di dahi Crish ala dukun yang mengeluarkan setan


"SIALAN LO " Kata Crish seraya menimpuk kepala Arif dengan botol minumannya yang terisi penuh


"Bang Crish mah maennya kasar mulu ah gak seru" Ucap Arif yang membuat semua orang geli, sore itu...base camp the boys dipenuhi canda dan tawa, tiada dendam diantara mereka , termasuk Ethan dan juga Crish yang baru saja memiliki Konflik...hingga malam pun tak terasa telah tiba dan mereka memutuskan untuk berpisah


"Gua balik dulu, suruh beresin kasur adek gua kata nyokap" Izin Dave kepada mereka semua


"Gua juga suruh nge service remote AC babeh " Pamit Aaric dengan tawa geli nya


"Lo?" Tanya Ethan pada Arif


"Gue mana ada yang nungguin, ortu gue semuanya di luar negri...mereka jarang pulang" Tutur Arif yang membuat Ethan dan Crish prihatin


"Sabar" Kata Crish menenangkan sambil mengusap punggung temannya itu


"Semua orang berhak bahagia, tapi ada waktunya...termasuk lo...gua dan juga si Crish" Jawab Ethan dingin


"Iya...gua gak boleh cengeng, dah gede juga" Kata Arif menenangkan dirinya, mereka pun berpelukan bersama menghilangkan penat yang akhir-akhir ini datang menerpa, setelahnya mereka memilih untuk pulang beriringan walau sedikit beda arah yang mereka tuju.


•••


"Zira kepala kamu kenapa?" Tanya bi Marni melihat anak tuannya terluka di sana sini


"Gak apa-apa ko bi, Zira tadi siang nabrak tihang listrik" Jawab Zira bohong


"Lain kali hati-hati ya nak, sini biar bibi obatin" Kata bi Marni yang dibalas anggukan oleh Zira


"Bi...bibi tau gak, Zira tuh nyaman banget kalau sama bibi. Bibi tuh baik kayak mamah, maaf ya bi sekarang Zira jarang main sama bibi, bibi jangan tinggalin Zira ya" Pinta Zira yang tertidur di paha Bi marni yang sedang merawat luka kepalanya


"Bibi gak bakalan ninggalin kamu, tapi bibi gak bisa juga nemenin kamu setiap waktu sayang" Kata bi Marni yang masih merawat luka Zira dengan lembut


"Zira mengerti ko bi" Jawab Zira, tanpa mereka sadari...Arga sedang memperhatikan mereka sambil menyunggingkan senyumnya

__ADS_1


__ADS_2