
"Lemah" Ucap Zira pada Ethan yang tergeletak begitu saja, sedangkan Samuel kini mendekati Zira dan merebut pecahan kaca itu hingga tangannya Samuel berdarah
"Lo boleh benci, tapi gak berhak buat ambil hidup orang" Kata Samuel dingin dan menatap Zira nyalang
"MORTAL ENEMY, LO SEMUA KABUR DAH....BAWA JUGA TEMAN LO NIH" Teriak Arif menyuruh Mortal Enemy untuk pergi dari hadapan mereka karena suasana semakin tidak kondusif, mereka yang sudah kalah dan menyerah pun kabur bersama ketua nya yang tak lain adalah David
"ZIRAAAA" Teriak Riana mendekati Zira yang tangannya sudah penuh dengan darah
"BISA GAK SIH LO JANGAN LAKUIN INI DI HADAPAN GUA, INI BUKAN ZIRA ADIK GUE YANG GEMOY" Tangis keras Riana membuat Zira melihatnya aneh dan jengah
"SIAPA JUGA YANG MAU JADI ADIK LO HAH? GUE PENGEN BANG CRISH, BUKAN KALIAN" Bentak Zira seraya merangkul Crish yang mulai sedikit sadar
"HAH?? KO LO GINI RA? APA GARA-GARA KEPRIBADIAN LO YANG BENGIS ITU LO JADI JAHAT GINI, SAMA AJA LO SAMA SISIL RA" Teriak Riana yang membuat Zira menatapnya tajam dan tersenyum miring,
"Udah Riana...Lo harus ngerti dengan kondisi Zira saat ini. Dia juga gak mau punya kondisi seperti itu" Kata Dave mengusap punggung Riana agar Riana merasa sedikit lebih tenang
"Tapi Dave, dia jahat banget tahu gak? gue kurang apa sih selama di sisi dia, gue gak pernah jahat sama dia, apa gara-gara gue selalu gagal buat nolongin dia?" Tanya Riana yang masih menangis, hatinya sangat sakit
dikecam oleh Zira yang sudah diangkat jadi adiknya sendiri...
"Lo inget gak Zira yang gemoy gimana? bukannya selalu hibur lo kan?" Tanya Dave yang membuat Riana bungkam
"PULANG SEKOLAH LANGSUNG KE MARKAS THE BOYS AJA, JANGAN TERLALU NGASIH BANYAK TEKANAN DULU PADA DIRI ETHAN SAMA ZIRA SAAT INI" Kata Samuel yang langsung kaget karena Zira runtuh tepat di punggung nya yang sedang berusaha membangunkan Ethan
"ZIR...ZIRAAA" Aaric segera merangkul Zira yang tidak sadar
"Sebenernya kalian kenapa sih, gampang banget berubah mood sama selalu pingsan. Si Ethan juga, bukannya lo kuat Tan?" Gerutu Aaric yang sedang berusaha mengangkat Zira dan berbicara pada Ethan yang kini pingsan
"De...dek" Lenguh Crish yang sudah sadar dari pingsannya, Arif pun menenangkan Crish yang sepertinya tengah panik dan menahan sakit
"Lo jangan bergerak banyak dulu Crish, sekarang kita bawa mereka bertiga ke rumah sakit. Dan untuk Lo Dave sama Riana, gue mohon...untuk kali ini bantu kami, bilangin masalah tawuran udah aman. Sekarang kalian minta izin dulu dan jelaskan apa yang terjadi di mari" Tutur Arif yang prihatin melihat kondisi ketiga kawan nya, Riana yang sudah tenang pun mengangguk bersamaan dengan Dave...
__ADS_1
"Yaudah gercep, nanti gue nyusul. Sherlock aja RS nya" Pinta Dave yang di balas anggukan oleh teman-temannya
•••
"El...sebenarnya mereka kenapa sih? Lo juga Crish, kenapa Lo gak cerita?" Tanya Arif yang disetujui oleh Aaric
"Gue juga belum paham, nanti aja kita bahasanya di base camp, sekarang bukan waktu yang tepat" Balas Samuel yang kini sedang merangkul Ethan, sedangkan Crish masih terduduk lemah menahan sakit. Dan Arif menopang Zira yang begitu nampak pucat, di akhiri Aaric yang menjadi supir mereka.
Dengan kecepatan mobil di atas rata-rata, akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit kenalan ayah Ethan, dokter dengan sigap melakukan perawatan kepada Crish, Ethan dan Zira.
"Kita harus hubungi om Dion nih" Usul Arif yang membuka pembicaraan
"Gua gak setuju" Kata Aaric yang di setujui oleh Samuel
"Kenapa? bukan nya mereka orang tuanya, mereka lah yang lebih berhak mengetahui keadaan anaknya" Kata Arif menyangkal
"Gue gak setuju, mereka kan lagi siapin acara pernikahan dua bocah sableng itu, bentar lagi mereka menikah Rif. Seharusnya kita fokus buat nyatuin mereka" Ucap Aaric kembali yang sesungguh nya sangat pusing memikirkan nasib sahabat nya
"Lo harus tenang Rif, setiap orang punya rahasia untuk di tutupi. Begitu juga dengan mereka bertiga punya privasi masing-masing. Mungkin belum saatnya mereka ungkapin sekarang " Tutur Samuel agar Arif mengerti
"Yaudah, habis ini kita ke base camp kan? kalo tiga bocah itu sadar ajak aja" Titah Arif kepada mereka berdua
"Iya nanti gue yang ngomong, lo sekarang tenang biar mereka cepat pulih juga" Balas Samuel agar Arif bisa menetralkan emosinya
"EH...GIMANA KEADAAN MEREKA?" Tanya Dave dan Riana yang baru saja tiba di rumah sakit
"Dokter belum keluar sih, nanti kalau udah ada kabar masuk aja" Ucap Aaric mantap
" Yaudah, semoga aja gak parah tuh" Kata Dave berharap agar ketiga temannya selalu di beri kesehatan dan bisa hidup dengan normal
"Gimana?" Tanya Samuel pada Dave
__ADS_1
"Apanya?" Tanya balik Dave yang tidak mengerti
"Bodo....itu sekolah gimana?" Umpat Samuel bertanya
"Lo sih ngomong sepotong-sepotong....sekolah aman ko beres pokoknu" Kata Dave memberitahu
"Bagus deh, jadi kita bisa fokus merawat mereka" Kata Samuel sambil melihat ketiga ruangan yang ada di hadapannya. Mereka pun asik berbincang hingga dokter yang memeriksa ketiga sahabatnya itu keluar dan memberikan kabar baik
"Untung kagak terjadi apa-apa" Syukur Aaric dan Dave yang senang mendengarnya
"Tapi gue khawatir, akhir-akhir ini Zira sering melakukan hal aneh. Kadang menakutkan kadang juga anaknya manis" Tutur Riana sambil memainkan jari nya
"Terus yang Lo takutin apa?" tanya Dave yang sedari tadi ada di sebelah Riana
"Zira sekarang brutal Dave, dia seneng banget nyakitin orang tanpa sadar dirinya sendiri terluka dan dalam bahaya"Ungkap Riana yang sangat khawatir
"Masalah ini nanti kita diskusi aja di base camp kita, lo ikut ya Riana" Titah Samuel yang di balas anggukan oleh Riana
"Yaudah bagus, sekarang kita jenguk mereka" Titah Samuel kembali yang satu persatu masuk ke dalam ruang Ethan, Zira dan Crish secara bergantian...
"Dave lepasin anjir, bukan muhrim" Titah Riana yang melihat tangannya di gandeng terus oleh Dave
"Biar kagak kabur, lo kan preman berkedok cewek" Ucap Dave yang di beri jitakan oleh Riana
"Dodol banget otak lu" Umpat Riana yang berhasil melepaskan tangannya
"Nasib lo tragis amat Dave" Kata Aaric menggeleng-gelengkan kepala nya
"Setidaknya gue masih bisa jaga harga diri biar gak di jatuhin orang....Dave gitu loh" Kata Dave ngawur dan bergaya seperti model
"Perlu di Savage" Ucap Samuel yang melihat tingkah Dave dengan perasaan geli
__ADS_1