RAPUH

RAPUH
Bab 9


__ADS_3

Pagi hari yang begitu menyilaukan membuat Zira yang tengah bergelut dengan selimut dan bantalnya, membuka kan kelopak matanya perlahan


"Udah jam setengah enam pagi, tapi mataharinya begitu menyilaukan " Ucap Zira yang langsung membereskan tempat tidurnya, hari ini ia tidak sekolah dikarenakan akhir pekan. Jadi ia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman Favoritnya yang memiliki suasana menenangkan, sebelum itu ia membereskan seluruh kamarnya juga boneka tedy kesayangannya


"Tedy, kamu belum mandi ya...sama dong, Tedy nanti mandi sama bi Marni ya. Zira duluan yan, dah...." Pamit Zira yang langsung menciumi boneka tedy yang diberikan mamahnya dan langsung ngacir dengan membawa anduknya, selepas uruaannya selesai Zira turun ke bawah sambil membawa bonekanya untuk di berikan kepada bi Marni yang sedang di dapur, namun Sisil malah menghadangnya dengan tersenyum sinis


"Wih ada boneka cantik nih" Kata Sisil yang merebut boneka itu dari Sisil, namun Zira berhasil menahannya


"Jangan gangguin Tedy nya Zira" Kata Zira dengan galak


"Udah berani lo sama gue hah?" Tanya Sisil yang langsung menjambak rambut Zira


"Kakak kenapa sih gangguin Zira terus?" Tanya Zira seraya mendorong Sisil, akhirnya ia berhasil terduduk di lantai dengan rasa sakit yang menerpa pantatnya, Zira segera lari ke arah bi Marni agar Sisil tidak menganggunya lagi


"Cewek sialan, awas aja gue aduin ke mama" Ancam Sisil setengah berteriak, namun Zira tak menghiraukannya


"Bi jagain tedy nya Zira jangan sampai di bawa ka Sisil, Zira pamit dulu ya bi mau ke taman" Pamit Zira


"Iya, hati-hati ya nak. Di jalan sekarang macet banget" Bi Marni mengingatkan


"Siap bibi, dadah" Kata Zira salim dan langsung berlari keluar rumahnya


•••


"Sayang....ini masakannya udah siyap, ayo makan" Kata mamah Ethan yang melihat anaknya masih asyik bermain game dengan teman-temannya


"Iya bunda...Dave makan nih " Kata Dave yang sudah nyelonong duduk di kursi meja makan


"Gercep amat lu nyet" Kata Arif mengatai Dave sembarangan


"Maafin kami bun ngerepotin ya" Kata Dave seraya mengambil lauk pauk yang sudah tersedia


"Ayo makan...Crish, Ethan, jangan sampai di buru sama kumpulan kambing hutan" Ajak Aaric yang diangguki oleh Ethan dan Crish yang sedang memainkan game nya

__ADS_1


mereka berlari dan berebut kursi agar posisi nya dekat dengan makanan


"WOY KETEK KINGKONG, JANGAN NEMPATIN KURSI GUA, GUE DOAIN LO KENA RABIES" Teriak Arif yang membantu mama Ethan membawa minuman, namun tempat yang tadi di dudukinya, kini sudah di tempati Aaric dengan santainya


"ADA APA BOS? KAGAK DENGER" Ledek Aaric yang langsung di teloyor Arif setelah menyimpan minumannya ke meja, akhirnya kerusuhan pun terjadi di detik-detik sebelum makan bersama


"Papa mana mah?" Tanya Ethan yang tidak menemukan batang hidung Dion sejak tadi


"Tuh" Tunjuk mamahnya yang melihat Dion tengah turun dari tangga


" HELLO EVERBODY, YOU HAVE SLAIN ENEMY?" Tanya Dion yang membuat semuanya tertawa


"I'm fine om, but Dave so Crazy" Ucap Arif dengan bahasa inggris yang belepotan


"Iya om saya Crazy, bagus kan?" Kata dave membuat Ethan geleng-geleng kepala


"Benar-benar bisa sesat gue di sini" Kata Ethan melihat temannya tidak ada yang waras terkecuali Crish


"Ethan...kamu udah tau kan? pernikahan kamu dengan Zira sudah semakin dekat, dan untuk teman-teman Ethan. Om minta tolong ya, jagain mereka dengan baik" Pinta Dion seraya melirik istri dan anaknya


"Pah...bukannya Ethan udah nerima perjodohan ini, tapi bukan berarti nikah secepatnya. Ethan mau menikmati masa terkahir Ethan di sekolah, setidaknya udah lulus baru bisa menikah" Kata Ethan dengan pandangan tidak suka


"Ayah tau ini sangat berat untukmu, tapi ayah mohon. Kamu adalah satu-satunya anak ayah yang bjsa di andalakan" Kata Dion memohon pada Ethan


"Lagian ada kita-kita juga, kita bisa jaga rahasia ini di sekolah, kalau ada apa-apa bilang aja" Kata Aaric yang duduk di samping Ethan sambil mengusap punggungnya


"Gue mau keluar" Kata Ethan meninggalkan tempat makan dan pergi entah ke mana, para sahabat dan papah mamahnya Ethan hanya bisa menghel nafas panjang melihat kelakuan Ethan


"Om dan tante sabar ya, nanti kita bantuin ko" Kata Dave menenangkan


"Makasih ya om makanannya, tapi sepertinya kita harus menyusul Ethan" Kata Arif menambahkan


"Yaudah...hati-hati ya" Kata mamah Ethan mengingatkan

__ADS_1


"Pasti bun" Jawab Arif seraya menyalami tangan mamah Ethan secara bergantian....


•••


"Indah banget...kalau ke sini rasanya aku bisa bertemu mamah kembali" Kata Zira melihat sekelilingnya dan mengingat mempori masa kecilnya,


Seorang gadis kecil berkuncir dua sedang memegangi sebuah es krim dengan di awasi mamahnya dari bangku taman. Anak itu berlari bersama temannya.... dan ingatan yang terkahir Zira ingat adalah jatuh ketika berlari, es krim yang tadi di pegangnya menimpa muka nya membuatnya menangis. Sang mamah pun menolongnya dengan lembut dan hanya ingatan itulah yang membawa Zira kemari


"WOY POLOS" Kata Ethan menganggetkan Zira, Ethan juga ingin menenangkan pikirannya yang sedang penuh masalah, apalagi Mortal Enemy yang sama sekali tidak mau berdamai


"E-Ethan, ko kamu di sini?" Tanya Zira memandang Ethan dengan takut


"Minggir lo, gue mau duduk" Usir Ethan dengan kasar


"Gak mau...Zira kan mendudukinya duluan" Kata Zira menolak, Ethan sudah sangat emosi. Dia ingin sekali menampar wanita di depannya, namun kini ia memilih untuk duduk di samping Zira dengan jarak agak jauh, mereka termenung dalam pikirannya masing-masing


"E-Ethan, aku boleh nanya gak?" Tanya Zira membuka suara


"Apa?" Tanya Ethan memandang Zira dengan dingin


"Kalau menyinggung maaf, tapi aku penasaran. Sebenarnya Zizi itu siapa?" Tanya Zira yang membuat Ethan terkejut


"Tau dari mana lo?" Tanya Ethan nyolot


"Dave yang ngasih tau, kamu belum bisa lupain dia kan. Makanya kamu bersikap kayak gini smaa aku" Kata Zira


"Gue gak tau dia di mana, dulu gue sering main sama dia di sini waktu kecil, dia cantik dan juga ramah. Gue selalu ingin jaga dia, tapi karena dia udah gak ada gue gak bisa ketemu dia lagi" Tutur Ethan sendu


"Kalau boleh tau ciri-ciri dia yang detail gimana?" Tanya Zira pada Ethan


"Dia sering dikepang dua dengan tali pita, baju nya berawarna biru yang selalu menenangkan ketika gue melihatnya, dia ceria banget anaknya" Jawab Ethan yang membuat Zira mengerenyit, kenapa orang yang disebutkan nya sama persisi dengan dirinya, tapi dia tidak meninggal....


"Ah mungkin perasaanku saja" Batin Zira seraya menatap Ethan dengan iba

__ADS_1


__ADS_2