
"Lo kenapa nampar gua?" Tanya Ethan seraya mendelik ke arah Crish
"Lo-" Belum sempat Crish menjawab Ethan sudah memotong pembicaraanya
"BELUM PUAS SAKITIN GUA HAH? AYO PUKUL" Titah Ethan seraya menunjukan wajahnya
"Lo kenapa sih aneh banget hari ini, bikin gua pusing tau gak?" Tanya Crish seraya mengacak-acak rambutnya
"LO YANG ANEH GARA-GARA CEWE INI" Tunjuk Ethan pada Zira
"Et-Ethan kamu ken-" Tanya Zira yang belum sempat melanjutkan perkataanya
"Mentang-mentang gue dijodohin sama lo, belum tentu gue suka sama lo cewek murahan" Sinis Ethan yang diberi bogeman mentah membuat hidung dan bibirnya berdarah
"Ayo Zir...keluar" Ajak Crish yang melihat Zira sudah sangat ketakutan, Zira pun mengikuti Crish dari belakang seraya menarik sweater milik Crish
"Gak usah takut...ada gua, hubungin gua aja kalau lo perlu bantuan" Kata Cris yang berhasil membuat Zira tersenyum
"Makasih ya, kamu baik banget sama aku" Kata Zira, Crish pun menarik bibirnya tersenyum dan pipinya nya pun bersemu merah
"Kamu lucu deh" Zira melanjutkan kembali kalimatnya, ingin sekali rasanya Crish jungkir balik dan pukul tembok sekolah saking senangnya
"Udah deh ayo ke kelas" Ajak Crish kembali, Zira pun lagi- lagi mengangguk dan mengikutinya dari belakang
••••
"Ethan...kamu kenapa sayang?" Tanya sang mamah yang nampak panik melihat putranya babak belur
"Ga apa-apa ko mah, Ethan ke atas dulu ya" Jawab Ethan tanpa mau menjelaskan
"Ethan" Kini Dion memanggilnya
"Aku gak apa-apa ko pah, kalau ada apa-apa pasti bilang ko sama papa" Tutur Ethan yang dibalas anggukan oleh Dion
"Jaga kesehatanmu, dua minggu lagi kami putuskan untuk menikah kan mu dengan Zira" Kata sang papa senang
"Pah? kenapa secepat ini? papah tau kan Zira sama Ethan masih sekolah" Jawab Ethan terkejut seraya menatap papahnya tajam
__ADS_1
"Jika papa memberi peraturan maka kamu harus laksankan" Ucap papanya dengan nada dingin, Ethan pun tak mau mendengarkan kembali...ia memilih berlari masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan frustasi, tiba- tiba sakit kepalanya menyerang kembali yang membuat Ethan cepat-cepat menarik obat di laci nakas
" Sial...lemah banget gua" Kata Ethan yang langsung meminum obat yang di ambilnya tanpa sepengatuhan papah dan mamahnya
Sedangkan di kediaman Zira...
"ZIRA KEMARI KAMU" Bentak Andini yang membuat Zira ketakutan
"Ada apa ma?" Tanya Zira yang masih terdiam di depan pintu
"KEMARI KAMU" Sentak Andini yang menjambak rambut Zira dengan kasar
"MAH ...UDAH MAH , ZIRA SAKITTT" Pinta Zira yang tidak di pedulikan sama sekali oleh Andini
"KAMU KAN YANG NYAKITIN SISIL, DASAR WANITA BEJAT...WANITA ******..." Bentak Andini kembali seraya menampar pipi Zira dengan keras hingga terduduk
"Bukan Zira yang nyakitin Sisil, tapi Sisil yang nyakitin Zira waktu di toilet" Jujur Sisil yang malah di lempar vas bunga oleh Andini, Zira memekik kesakitan sambil memegangi kepalanya yang sudah bercucuran darah, Andini sama sekali tak merasa bersalah. Dia malah menendang perut Zira lalu pergi dari Zira seraya tersenyum sinis
"Mama, kenapa mereka jahat banget sama Zira?" Gumam Zira yang menangis tersedu-sedu menahan semua sakit yang dia rasakan saat ini, kemudian ia berusaha untuk bangkit dan berjalan tertatih-tatih menuju lantai atas yang merupakan kamarnya
"Kenapa pusing sekali?" Tanya Zira yang kini berjalan sempoyongan...namun ia berhasil masuk ke dalam kamar dan terpaksa mengobati lukanya sendiri
SMK NUSA BAHASA....
"ZIRAAAAAAA" Teriak Riana dari kejauhan membuat orang yang mendengarnya menatapnya tak suka
"Ganggu banget lo" Kata Vina sang pembully seraya menubruk tubuh milik Riana
"Mulutnya punya gua ya tante bukan punya situ, jadi terserah gua aja" Tutur Riana yang langsung meninggalkan Vina dan menghampiri Zira
"Kamu mah kebiasaan deh Riana, aku kan gak budeg" Kesal Zira seraya menjitak kepala Riana, namun Riana lebih terkejut melihat perban mengelilingi kepala Zira
"Sumpah de Ra, lo sekarang bukan kaya anak sekolahan, tapi ke pasien sakit akut" Tutur Zira heboh
"Lebay deh" Zira meninggalkan Riana yang masih syok melihatnya
"Nanti kita ke uks ya Zira, gua mau lihat luka lo" Kata Riana berteriak kembali yang hanya diberi anggukan oleh Zira karena takut Riana berteriak lagi
__ADS_1
••••
" Tuh kan...lebar banget lukanya Zira" Kata Riana sambil merawat lukanya Zira
"Sumpah deh, mamah tiri kamu jahat banget kaya gak berpendidikan. Masa anak yang hanya tahu shopping sama anak yang rajin belajar dia bela anak yang hanya shopping ama ngajak tawuran, orang tua macam apa itu?" Heran Riana yang hanya di dengarkan oleh Zira
"Ya kan sifat manusia gak sama, ada waktunya mereka berubah Yan, ada yang baik jadi jahat begitu pun sebaliknya. Mungkin bukan waktunya sekarang" Tutur Zira meluruskan
"Tapi ada juga yang baik terus dan jahat terus Zir...nah mamah tiri kamu termasuk yang jahat akut plus kronis" Ucap Riana dengan sungguh-sungguh, Zira menghela nafas nya. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Riana
"Mungkin sudah takdir nya Zira, Zira hanya menunggu dan berusaha. Suatu saat nanti pasti ada kebahagiaan yang menghampiri Zira ko. Bukannya rasa sakit adalah tiket menuju kebahagiaan?" Tutur Zira yang membuat Riana bungkam selama beberapa detik, lalu ia kembali berbicara...
"Kamu sahabat terbaik aku, perbedaan nya jauh banget sama cewe uler itu" Kata Riana jujur
BRAK.....
"Lo kenapa Zira?" Tanya Crish yang tiba-tiba mendobrak pintu dengan keras, disampingnya juga ada Dave, Aaric, serta Arif
"Ih cewe imut pala nya nyium vas bunga ya?" Tanya Dave yang membuat semua orang terkejut termasuk Zira
"Kenapa lo bisa tau nyet?" Tanya Arif meneloyor kepala Dave
"Gue kan cenayang" Kata Dave ngasal
"Kagak pernah bener lo kalau diajak ngomong serius" Aaric juga ikut memojokan Dave
"Gue tahu dari Sisil" Kata Dave yang membuatnya semuanya merasa heran
"Bukannya Sisil itu kakak lo ya Ra?" Tanya Aaric yang dibalas anggukan oleh Zira
"Iya...dia kakak tiri aku" Kata Zira menunduk
"Kayaknya kakak lo jahat ya sama lo?" Tanya Arif yang langsung di senggol oleh Crish
"Baik ko" Jawab Zira dingin dan langsung menunduk
"Lo jangan takut, gue semua bakal lindungin lo" Kata Crish seraya memperhatikan Zira, namun Zira malah memperhatikan sekitar
__ADS_1
"Kalau boleh tau, Ethan kemana?" Tanya Zira penasaran
"Ada di kelas Zir, dia titip salam agar lu cepat sembuh" Kata Aaric yang dibalas anggukan oleh Arif, Dave dan juga Crish. Mereka kini sudah mengetahui semuanya tentang perjodohan Ethan dan Zira