
"Lo harus gue laporin akan kejadian kekerasan hari ini" Kata Cris pada Sisil yang dibawa oleh Arif, Aaric memegangi Vania, sedangkan Dave membawa Dita
"Beresin mereka" Titah Cris
"Baik pak waketu ganteng" Kata Dave seraya memberikan salam hormatnya, sesungguhnya Crish tak sedikitpun mengharapkan Dave bersikap seperti itu, namun karena Crish tahu Dave anaknya sengklek, dia hanya bisa diam
"HAI CEWEK JELEK, SEKALI LAGI KALAU LO CELAKAIN ZIRA, GUE TUSUK LO PAKE LIDI" Kata Dave mengancam, namun Sisil memutar bola matanya malas
"Punya hak apa lo sentuh gue? lepasin " Titah Sisil memberontak, namun Dave tak mau melepaskannya
"Ini perintah dari ketua kami, mohon kerjasamanya" Kata Dave yang makin mempereratkan pegangannya agar Sisil tidak kabur
•••
"PELAN-PELAN SETAN" Kata Crish melihat Zira menahan sakit karena Ethan mengobatinya dengan kasar
"ETHAN BUKAN SETAN" Ralat Ethan yang sebal dengan Crish, kenapa anak ini sangat menyebalkan jika calon istrinya terluka, padahal yang mau menikah dirinya bukan dia
"Et-Ethan, kamu masih gak suka sama aku?" Tanya Zira malu-malu
"Gak, gue jijik sama lo" Jawab Ethan tanpa mau melihat Zira sedikit pun, hatinya memang sangat sadis, terpancing sedikit langsung ngamuk
"BILANG APA LO SETAN?" Samuel ikut-ikutan memanggilnya dengan sebutan setan
"ETHAN...NAMA GUE ETHAN" Ralat Ethan, rasanya semakin hari para sahabatnya semakin dekat dengan khodamnya
"LO...JANGAN CAPE NGEJAR GUE, DAPETIN HATI GUE SEBELUM KITA MENIKAH" Kata Ethan dengan tegas, Zira tersipu malu mendengarnya
"IYA MY CRUSH, AKU JANJI BAKALAN DAPETIN HATI KAMU, BIAR MAMAH PAPA BANGGA" Balas Zira
"NAMA GUE ETHAN" Lagi-lagi Ethan memperkenalkan namanya hingga membuatnya lelah, dia mengusap wajahnya gusar dan langsung pamit untuk pergi
__ADS_1
"Gue mau selesain urusan si Sisil" Kata Ethan seraya melenggang pergi, mengingat nama Sisil kembali membuat emosi Zira meluap lagi, namun ia tahan. Ia takut penyakit lamanya datang kembali, ia harus jadi anak baik agar mamahnya bahagia.
•••
" Sisil...apa yang kamu lakukan sudah di luar batas, kamu mencoba tindakan pembunuhan. Apa kau tahu itu?" Tanya kepala sekolah dengan geram, namun ia tetap bersikap tenang
"Gue gak bunuh ko pak, lagian juga saya kena timpuk sama si cewek polos itu. Lihat ni Vania dan Dita, dia juga korbannya" Jelas Sisil yang membuat kepala sekolah tak mengertj dengan isi pikiran Sisil
"Itu karena ulahmu sendiri, sekarang kamu akan saya skor selama dua minggu termasuk dengan kedua teman mu. Saya akan laporkan kamu ke orangtuamu" Kata kepala sekolah yang membuat Sisil panik
"Pak...jangan di laporin dong pak...mohon pak...aku minta maaf banget atas kejadian ini, saya sudah khilaf pak" Sisil mengeluarkan air matanya namun kepala sekolah tidak peduli, dia langsung pergi tanpa mau mendengarkan Sisil lagi
"Ih...bete banget gue...ini semua salah si cupu tau gak" geramnya sambil mengacak-ngacak rambutnya
"Ini bukan salahnya Zira, ini salah lo yang emang udah keterlaluan" Kata Dita yang sudah muak mengikuti Sisil
"OH..JADI LO BELA DIA?" Bentak Sisil kepada Dita
"GUE UDAH MUAK IKUT LO, GUE GAK DI ANGGAP SEBAGAI TEMAN LO, TAPI BABU LO. VANIA JUGA RASAIN HAL ITU, KITA SELALU KENA IMBASNYA TAU GAK? KAPAN LO BERUBAH SISIL?" Dita membentak balik Sisil, dia sungguh sangat cape, padahal yang dia harapkan hanya kasih sayang seorang teman. Dita kira setelah kejadian di toilet kemarin Sisil bakalan berubah, namun tebakannya meleset
" GUE BALIK, SEKARANG....KITA BUKAN TEMAN LAGI, JANGAN PERNAH CARI GUE LAGI SISIL" Peringatan dari Dita membuat Sisil makin terpuruk, sedangkan Vania menatap Sisil dengan pandangan yang sulit di artikan
"LO GAK BAKAL TINGGALIN GUA KAYAK DIA KAN?" Tanya Sisil
"Tenang...." Vania mengehentikan ucapannya
Plakkk....
"Tenang...gue gak bakalan ganggu lo lagi. Yang di katakan Dita emang benar, lo terlalu gak punya hati, lo tau?....kita terpaksa banget ngikutin perbuatan lo...gue juga nyesel" Kata Vania yang menampar Sisil yang kedua kalinya, Sisil merasakan kebas di kedua pipinya. Dia sudah babak belur, dan kini rasa sakitnya bertambah
"LO JUGA IKUTAN BRENGSEK" Kata Sisil yang hendak akan menampar, namun tindakannya terhenti kala Vania menendang perutnya dengan keras. Sisil mengaduh, sedangkan Vania meninggalkan Sisil dengan tatapan benci nya
__ADS_1
"KENAPA KALIAN SEMUA TINGGALIN GUE?" Teriak Sisil yang berjalan pelan menuju kelasnya dengan kondisi yang sangat berantakan. Orang-orang yang biasanya menatap Sisil takut kini sedikit berani dan mentapnya jijik
"Itu yang katanya kakak baik, itu mah gila kali. Masa ada kakak yang mau bunuh adiknya sendiri" Bisik salah satu siswi ke teman perkumpulannya
"Diem lo brengsek, tahu apa lo tentang gue" Sisil menjambak rambut cewe itu, ia melampiaskan kemarahannya terhadap cewe yang menghinanya. Namun karena banyak yang menolong cewe itu, Sisil malah dicemooh bahkan di hina-hina
"Ternyata rumornya benar ya...seharusnya lo tak hanya di skors, tapi di keluarin dari sekolah. Seharusnya lo jangan pulang, tapi masuk penjara" Ucap teman gadis itu menghina Sisil
"EMANG NYA LO SIAPA GUE, PUNYA NYALI LO LAWAN GUE? AWAS LO SEMUA. BAKALAN KENA AKIBATNYA" Ancam Sisil yang sama sekali tak di hiraukan oleh yang lainnya, baru saja ia berjalan beberapa langkah...ia bertemu dengan Ethan yang langsung menyeretnya ke belakang sekolah...
"Lo manusia baja ya, tahan apa aja" Kata Ethan tersenyum menyeringai
"MAU APA LAGI LO HAH?" Tanya Sisil ketakutan
"Yakin lo mau tahu?" Tanya Ethan seraya mendekati tubuh Sisil
"TERNYATA LO PENAKUT JUGA" Kata Ethan tertawa melihat reaksi Sisil
"MING-MINGGIR LO ETHAN, GUE MAU PULANG" Kata Sisil yang berusaha mendorong Ethan, namun tatapan Ethan semakin nyalang
"LO TAU GUE MAU APA HAH?........GUE MAU INI" Bentak Ethan
Sretttt.....
"Masih kurang" Ucap Ethan yang semakin menjadi menyayat tangan Sisil serta wajahnya, Sisil sudah dipenuhi darah dan berteriak kesakitan...
"ETHANNN" Teriak Zira seraya mendorong Ethan
"Kenapa lo di sini? bukannya lo sakit?" Tanya Ethan yang melihat Zira berada di hadapannya
"Kamu jangan apa-apain ka Sisil, dia berhak dapatin hukuman tapi bukan gini. Walau aku benci dia, walau aku nyakitin dia, menurut aku udah cukup" Tutur Zira seraya mendekati Sisil
__ADS_1
"Sini ka " Titah Zira yang meraih tangan Sisil lalu mengusap darah dari lengan Sisil, namun Sisil malah menatap Zira benci dan dia mendorong Zira dengan kuat. Zira tersungkur, kepalanya mengenai batu, hingga darah mengucur dari kepalanya...
"LO....KETERLALUAN LO BANGSAT" Kata Ethan yang semakin Emosi